
'' bagaimana ,apa kamu suka tempatnya.'' ucap bram seraya melirik kearah akila.
'' suka ,suka banget mas .'' ucap akila tersenyum kecil.
'' baguslah.'' bram mengulum senyum tipis.
''mas ,maaf ya ,aku gak bisa kasih kado ulang tahun yang istimewa buat kamu.'' ucap akila merasa sungkan pada bram.
'' gak apa -apa sayang..,bisa berdua kayak gini sama kamu aja ,aku senang.'' terang bram tersenyum pada akila .
akila pun membalas senyum itu.
tiba-tiba saja tersirat dalam pikiran bram ingin mencium akila saat itu juga ,jika tak ingat ditempat umum.
'' mas,kapan kamu ajak aku keluar dari tempat itu.'' ucap akila membuat bram agak terkejut.
'' aku ingin sekali akila,tapi aku bisa apa ,jika aku ingat erna dan beberapa body guardnya.'' terang bram.
akila terlihat lesu seketika.
'' ya sudah, mungkin aku memang seharusnya tinggal disitu.'' ucap akila dengan ekspresi kesal.
'' bukan begitu akila,aku gak mau ambil resiko.'' tegas bram.
'' aku gak mau berbuat nekat,karena apa ,itu terlalu beresiko.'' bram menggenggam tangan akila.
'' kamu yang sabar akila,biar aku cari cara supaya aku bisa membawa kamu pergi dari tempat itu diwaktu yang tepat.'' bram mengecup tangan akila.
'' iya mas,aku akan menunggu kamu.'' ucap akila tersenyum dingin.
'' nah gitu dong,kita makan yuk ,habis itu kita ........''ucap bram setengah menggoda.
'' hmmm,mulai kan..'' akila melepas genggaman tangan bram.
ada raut kesal diwajahnya.
namun bram meraih tangan itu lagi dan mengecup nya.
'' udahlah, lebih baik kita selesaikan makannya.'' sela akila dengan ekspresi makin jutek.
'' iyaa,iyaa, baik.'' bram menggaruk kepalanya.
ia pun langsung menutup mulut nya.
tak mau berdebat dengan akila ,ia lebih memilih untuk memakan lagi Makanan yang ada didepannya.
daripada menambah bad mood wanita yang ada didepan nya sekarang ini.
tanpa terasa malampun semakin larut.
akila dan bram keluar dari tempat itu.
*****
" akila kamu kenapa.'' ucap bram pada akila yang duduk membelakangi bram
'' emmm,aku gak apa-apa mas,ayo kita tidur.'' ucap akila memotong pembicaraan.
'' ya udah.'' bram menyelimuti tubuh akila dengan selimut dan mengusap punggung akila.
akila hanya berusaha tersenyum pada bram .
'' tidurlah.'' ucap bram seraya mengecup kening akila
akila hanya diam saja tanpa banyak bicara.
bram pun langsung menutup matanya karena ia kecapean setelah beberapa saat lalu menghabiskan waktu berdua bersama akila.
akila membuka matanya perlahan.
ia sejujurnya belum bisa tidur .
ada sesuatu yang mengganggu pikirannya.
ia coba untuk bangun dari tempat tidurnya dan berdiri didepan cermin.
ia memandang lurus pantulan wajahnya di cermin.
wajah yang cantik, putih bersih ,tanpa noda sedikitpun diwajah itu.
mulus.
tapi tiba-tiba saja ia terlihat sedih.
'' buat apa cantik kalau hanya untuk disakiti dan dijadikan budak s*** semata oleh laki-laki .'' lirih akila.
tiba -tiba saja ia menitikkan air matanya.
entahlah,saat ini akila seperti sudah tak sanggup dengan ini semua.
ia muak dengan semua yang ada didalam kehidupan nya saat ini.
ingin rasanya ia bunuh diri saja saat ini juga.
brakk..!!!
akila pun ambruk kebawah .
ia mendekap erat lututnya dan tersedu meratapi nasib nya yang malang.
seperti dedaunan kering yang terombang-ambing oleh angin , rapuh,dan tak berdaya.
__ADS_1
*****
keesokan harinya...
bram terbangun dari tidurnya dan menyadari akila sudah tak ada ditempat nya.
ia pun segera bangkit dan mencari akila .
'' akila,kamu dimana.'' seru bram.
mencari keberadaan akila kekamar mandi namun kosong.
'' kok gak ada.'' ucap bram memilin janggut nya.
" akila.'' seru bram lagi.
ia pun langsung memakai bajunya dan bergegas mencari akila keloby hotel.
tetap nihil.
'' sebenarnya akila kemana si.'' lirih bram.
tiba-tiba saja ia ingat pada ponselnya.
segera saja ia kembali lagi ke kamar nya.
ia segera meraih ponselnya di atas meja kamar.
tuttttt.....
tersambung.
tapi tak diangkat...
bram langsung mengulang lagi panggilan nya.
tapi tak diangkat juga.
krettt...
pintu kamar hotel terbuka.
''akila ,kamu dari mana.'' ucap bram segera mendekap tubuh akila.
'' hmmm ,aku mau mandi mas.'' ucap akila dingin,seraya melepas dekapan bram.
bram yang merasa aneh dengan sikap akila pun mengernyit .
'' kamu kenapa.'' ucap bram menatap akila dalam.
'' aku gak apa-apa.'' ucap akila sambil berlalu.
'' oke...'' bram mengangguk pasrah.
tiba-tiba saja ia jadi terlihat aneh.
pikir bram.
ia duduk ditepi ranjang sambil termenung ,memikirkan sesuatu.
tiba-tiba saja ponselnya berdering.
panggilan masuk dari nomor tak dikenal.
bram menatap layar ponselnya dengan tatapan penuh tanya.
'' nomor siapa ini.'' bram berkerut ,seraya menggeser tombol hijau keatas.
'' haloo.'' ucap bram agak ragu,karena nomornya terasa asing.
'' (....)''
''ohhh,iya ,iya ,saya pikir siapa ,ya udah beberapa menit lagi saya akan share lok tempat meeting untuk pagi ini.'' ucap bram tampak formal.
''(.....)''
'' baik,baik,saya juga ucapkan terimakasih banyak sebelumnya.'' tak lama panggilan terputus.
bram meletakan lagi ponselnya.
tak lama terdengar suara pintu kamar mandi terbuka.
'' apa kamu udah selesai mandi.'' ucap bram seraya menatap akila lurus .
'' iya ,udah mas,kenapa.'' tanya akila singkat .
'' aku ada meeting pagi ini, kamu bisa pulang naik taksi kan'' ucap bram pada akila
'' okay ,aku akan naik taksi .'' akila berjalan mendekati cermin.
'' baiklah,kamu siap-siap untuk check- out,aku mau mandi dulu .'' akila mengangguk pelan .
sementara bram masuk kedalam kamar mandi.
akila melepas handuk nya dan memakai dress nya kembali.
cling...
satu pesan masuk di ponselnya.
adrian:
__ADS_1
( akila,kita ketemu ya,aku kangen .)
seketika sorot mata akila makin meredup.
dalam waktu bersamaan pintu kamar mandi terbuka.
bram yang melihat akila terdiam disana segera menghampirinya.
'' kamu kenapa.'' tegur bram seraya meraih tangan akila.
akila hanya diam dan memalingkan wajahnya dari pandangan bram seketika.
'' akila ,kamu kenapa tiba-tiba jadi cuek dan dingin seperti ini.'' bram meraih tangan akila
'' gak usah dibahas mas, aku capek, aku ingin cepat pulang .'' akila mengibaskan tangan bram.
'' ya udah,oke...,kita pulang.''ucap bram dengan nada sedikit tertekan.
tak lama,
bram dan akila sudah sampai didepan mobil bram.
'' kamu mau sarapan dulu.'' ucap bram seraya membuka pintu mobilnya.
'' gak usah mas,aku ingin cepat sampai .'' tolak akila dengan ekspresi cuek.
'' oke...oke...'' bram tak mau ambil pusing dengan sikap akila padanya.
blegggg....
terdengar bram menutup pintu mobilnya.
ia melirik kearah wanita yang ada di samping nya.
tapi ,
wanita itu tetap diam ,tak mau bicara apapun lagi.
bram mengernyit ,ia pun menyediakan bahunya.
lalu tancap gas.
******
KANTOR RIO
'' rick,hari ini kita jadi ketemu dengan klien kita kan? '' rio masih fokus dengan laptopnya.
'' jadi bos,aku udah suruh andri untuk meninjau terlebih dulu ketempat meeting.
lalu ,kita akan menyusul kesana beberapa menit lagi.'' ucap ricko sembari membolak-balik mapnya.
'' okay..'' ucap rio antusias.
'' kita cabut sekarang aja rick.'' ajak rio,menutup layar laptopnya.
'' oke...'' ricko pun mengikuti ajakan rio.
merekapun terlihat pergi meninggalkan kantor dengan mobil rio.
'' bos,bye the way ,bos yakin ,mau menerima perjodohan bos sama karin.'' ricko membuka obrolan seraya mengemudi.
'' rick,ini bukan saatnya bahas hal yang gak penting kaya gitu.'' ucap rio seolah malas untuk menjawab pertanyaan ricko.
'' yasudah, maaf.'' ricko pun langsung tutup mulut dan tak membahas nya lagi.
'' rick,aku semalam mimpiin akila.'' terang rio membuat ricko kaget dan langsung mengerem mendadak .
'' auuhhh....'' rio pun meringis kesakitan.
" rick,loe bisa gak si,nyetirnya gak ugal-ugalan gitu.'' maki rio ,merasa kesal pada ricko.
'' sory,sory, bos.'' ricko menggaruk kepalanya.
'' habis si bos , bikin aku gak fokus nyetir aja .'' ricko pun melakukan pembelaan dirinya .
''ahh,alasan kamu rick.'' marah rio pada ricko .
'' gak , beneran,aku cuma kaget aja ,kok bisa bos mimpiin akila.'' rio pun terdiam dengan ucapan ricko.
'' entahlah rick,aku juga gak tahu,aku belum bisa melupakan akila dan semua kenangan indah itu begitu saja.'' rio pun terlihat galau.
'' hmmmm,belum bisa move on aja ,gaya -gayaan udah mau nerima wanita lain.
hufttt!!!'' ricko menggeleng pelan karena merasa bosnya salah langkah.
Rio menghela napas panjang.
ricko pun menepuk pundak bosnya.
'' pikir dengan masak-masak dulu bos,jangan gegabah,okey...!!'' ricko menatap lurus bosnya itu.
'' iya rick, makasih.'' ucap rio seolah setuju dengan pendapat ricko .
'' okey...,kita jalan sekarang yuk.'' ucap ricko menginjak pedal gas nya lagi.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
__ADS_1
haii...hai....
happy reading tak bestie..❤️❤️ jangan lupa tinggalkan jejak yakk..🙏🙏🙏