SYAKILA

SYAKILA
161. ADA RASA YANG MENYIKSA


__ADS_3

'' say maafin mama aku yach.'' ucap rio menggenggam jemari akila.


'' iya mas,udah, kita temui tamu kita yuk.'' ajak akila .


'' iya say...'' rio tersenyum dan mengangguk setuju dengan kata akila , mereka kembali ketempat duduknya.


karena sebentar lagi acara tukar cincin akan segera dimulai.


'' pak rio.'' seru seseorang dari belakang mereka berdua.


Rio dan akila menoleh kearah mereka secara bersamaan.


'' wihh..,pak albert ,kok sendirian.'' ucap rio tampak akrab .


'' kabar baik pak,kalian udah tunangan aja, ditunggu kabar baiknya yach.'' ucap pak albert tersenyum ramah.


'' doakan saja pak kita cepat menikah.'' terang rio terkekeh.


'' ohh ya,kok tumben pak albert sendirian ,mana istri kesayangan bapak .'' tanya rio mengangkat alisnya.


Albert hanya terdiam , beliau enggan untuk menjawab sejujurnya.


tapi, mau gimana lagi.


'' eee.. panjang ceritanya pak rio ,dan saya gak mau bahas itu sekarang .'' ucap pak albert lesu .


'' ohh,yaudah ,gak usah dibahas,ayo silahkan duduk dan nikmati hidangan nya.'' tawar rio pada albert


'' iya pak, makasih." albert segera mengikuti perintah rio.


Rio dan akila segera naik keatas panggung, karena acara tukar cincin segera dimulai.


para tamu undangan sudah hadir semuanya.


mereka tampak asyik menikmati momen indah hari ini.


segera saja akila dan rio menyematkan cincin dijari masing-masing.


'' yeahhh'' teriak histeris para tamu undangan , karena rio dan akila udah resmi bertunangan.


plokkk...plokkk..


terdengar suara riuh tepuk tangan itu.


akila dan rio memamerkan telapak tangannya yang sudah terpasang cincin .


'' say..,apa kamu bahagia.'' bisik rio ditelinga akila.


'' emmm,aku bahagia mas.'' akila mengulum senyum tipis.


tiba-tiba saja ia teringat akan pak bryan.


'' kamu kenapa say,.'' tanya rio pada akila.


'' aku gak apa-apa mas,aku mau ketoilet bentar.'' ucap akila pada rio.


'' iya say , hati-hati Yach.'' ucap rio tersenyum.


'' iya mas.'' akila berlari kecil ke arah toilet .


tiba-tiba saja ia seperti melihat sosok yang tak asing dimatanya.


'' ahhh,mungkin cuma perasaan aku aja.'' akila segera menepis angannya.


kemudian,


ia melanjutkan lagi langkah nya masuk menuju kamar mandi.


****


'' akila , selamat ya ,kamu udah jadi tunangan bos besar.'' ucap meylia menatap wajah akila dengan tatapan haru.


'' iya ka,makasih yach.'' akila memeluk meylia.


ada rasa yang tak bisa diungkapkan .


saat ini,akila memilih untuk diam saja.


'' wihh,yang udah jadi tunangan bos ." tiba-tiba terdengar suara dari belakang mereka .


'' mas ricko ,'' ucap akila tersenyum.


'' selamat ya , bentar lagi mau jadi nyonya wijaya.'' celetuk ricko menjabat tangan akila.


'' mas ricko ,bisa aja .'' akila memerah seketika .


'' hmmm ,ada yang malu nih .'' sindir meylia


'' kak mey,apaan si.'' akila menoel pundak meylia


" iya nih,malu-malu gitu.'' timpal ricko.


'' ihhh,kalian berdua ya ,awas Kalian , godain aku terus.''akila memonyongkan bibirnya.


''aku lapar nih, kita makan yukk..'' ucap ricko pada akila dan meylia


'' ohh ,kamu kelaparan rupanya.'' meylia mencibir ricko .


'' iya..,aku kan baru makan roti tadi pagi,kita makan yuk.'' ajak ricko.


''boleh,boleh.'' meylia menggandeng tangan ricko menuju tempat makanan tersaji.


'' kamu mau makan apa mas.'' tanya meylia.


'' aku makan soto aja mey,enak,segar juga kuahnya.'' ucap ricko.


'' ehmm,itu ide bagus.'' meylia mengangguk pelan dan mendekati meja yang tersaji soto,bakso,siomay,batagor,dan aneka camilan lainnya.


'' kita cari tempat duduk yang nyaman yuk.'' ajak ricko


'' iya mas,'' meylia tersenyum dan menuruti ajakan ricko.


******


BEBERAPA JAM KEMUDIAN


akila menatap kesemua sudut ruang.

__ADS_1


ia bermaksud membuktikan jika ia tak salah lihat barusan.


'' aku tadi seperti melihat.. '' ucap akila terpaku.


"sayy..'' tiba-tiba saja terdengar suara yang mengagetkan akila.


'' ehh mas,kok kamu kesini,bukankah didepan masih ada tamu.'' tanya aKila.


'' iya , mereka lagi pada asyik makan. aku mau kekamar mandi bentar.'' ucap rio tersenyum.


'' oh,baiklah.'' akila mengulum senyum.


kemudian ,


ia kembali lagi kedepan , ketempat pesta .


saat akila hendak berjalan kearah para tamu undangan,ia dikejutkan dengan suara seseorang.


'' ehemm..ehemmm...'' suara itu mendekati aKila.


akila menoleh ke suara itu.


sontak mata akila terbelalak.


''p-pak bryan...'' ucap akila dengan ekspresi terkejut.


'' kok bapak bisa....'' akila tak meneruskan kata-katanya , karena bryan langsung meraih lengan akila dan menariknya ke tempat yang sepi.


'' pak,bapak mau apa ,tanganku sakit.'' Seru akila.


karena suara akila semakin keras dan takut ada yang melihat mereka , bryan membekap mulut aKila dan langsung membopong nya ke suatu tempat.


blegggg..


bryan menurunkan tubuh akila disebuah tempat yang sepi.


''pak,bapak mau apa disini.'' tanya aKila singkat.


"shutt!! diam akila , jangan berisik.'' ucap bryan terlihat cemas.


'' bapak jangan macam-macam ya pak,hari ini acara pertunangan aku , jangan bikin rusuh.'' semprot akila menuding wajah bryan.


'' aku gak peduli,kamu harus penuhi keinginanku,aku rindu kamu.'' ucap pak bryan seperti kesetanan.


'' pak,tolong bapak jangan macam-macam.'' pinta akila ketakutan.


'' aku gak mau pergi , sebelum kamu penuhi keinginan ku .'' ucap bryan terlihat memerah.


'' pak...'' ucap akila seraya memohon.


'' baiklah , aku pergi tapi temui aku diapartement nanti malam.'' ucap pak bryan sambil berlalu.


'' tapi pak..'' ucap akila mencoba menahan kepergian bryan tapi pak bryan keburu pergi .


akila menatap kepergian bryan .


'' sayang...'' seru rio dari arah depan membuat akila terkejut.


'' mas rio.'' ucap akila seraya berjalan kearah rio.


'' ohh,iya mas.'' akila tersenyum dan mengikuti ajakan rio untuk kedepan .


setelah tamu undangan pergi ,rio dan akila duduk santai di kursi seraya mengobrol.


'' nak..kita pamit pulang ya.'' ucap pak wijaya yang tiba-tiba datang dari luar.


'' ohh ya pa,hati-hati ya.'' ucap rio pada papanya


'' iya,kalian istirahat , pulang ke apartement atau kerumah terserah kalian,biar anak buah papa yang beres kan gedung ini.'' ucap pak wijaya.


'' iya pa.'' ucap rio,dari kejauhan terlihat bu Kristal menghampiri mereka.


'' io...mama pulang ya.'' ucap bu Kristal.


'' iya ma,hati-hati ya.'' ucap rio tersenyum.


'' iya,kamu baik-baik ya disini, mama sama papa pulang.


kak reyna udah pulang duluan .'' terang bu kristal.


'' iya ma.'' rio dan akila menyalami bu kristal dan papa wijaya.


Dengan raut muka yang jutek dan tak bersahabat ,bu Kristal menyalami akila.


kemudian,


tanpa basa basi bu kristal pergi begitu saja.


akila menghela napas panjang .


sementara rio mengantar papa wijaya dan mama kristal sampai parkiran.


*****


17:00


setelah acara selesai ,akila langsung pulang kekontrakan diantar rio.


'' sayy.. kamu gak pengin makan lagi.'' tanya rio menatap akila.


'' gak mas,aku masuk ya,aku capek sekali hari ini.'' ucap akila terlihat lesu.


'' baiklah,kamu hati-hati ya.'' ucap rio.akila menjawab dengan anggukan dan turun dari mobil.


beberapa menit kemudian,


mobil rio langsung pergi dan meninggalkan kediaman akila.


akila menatap mobil rio yang mulai tak terlihat lagi.


setelah itu ia masuk kedalam rumahnya.


'' hufttt!!!''akila menjatuhkan badannya diatas bed.


bluggg....


matanya menatap langit-langit kamarnya.

__ADS_1


cling...


tiba-tiba terdengar suara ponsel akila.


[ akila , kamu jangan lupa , temui aku di apartemen,okeee...]


akila hanya membaca pesan itu lalu menaruh lagi ponselnya diatas meja.


****


DITEMPAT LAIN


'' kok akila gak balas chat aku si.'' lirih bryan dalam kamarnya.


'' padahal aku kan rindu sekali padanya.'' ucap bryan dalam hati.


cling...


[ iyaa bentar lagi OTW]


bryan membaca pesan itu dengan wajah yang ceria dan penuh semangat.


[ okee..]


bryan menaruh lagi ponselnya.


ia menyiapkan semua makanan yang lezat dan nikmat untuk makan malam dengan akila.


entah, ia sangat ingin cepat-cepat bertemu dengan akila saat ini juga.


beberapa menit kemudian.,


tin..tin..tinn


akila menekan password apartemen bryan.


klekk..


pintu terbuka,akila berdiri didepan pintu dan segera masuk menemui bryan.


ia berjalan menyusuri sudut ruang mencari keberadaan bryan tapi ,ia hanya mencium aroma lezat dari arah dapur.


tampak lamat-lamat terdengar suara wajan yang bergesekan dengan kompor.


srekkk.. srekkk...


'' pak .'' celetuk akila mengagetkan bryan ,bosnya itu.


'' haii...,kamu udah datang.'' ucap bryan tersenyum dan menghampiri akila.


'' ayoo ,kamu duduk disana.'' titah bryan pada akila.


akila hanya terdiam dan mengikuti perintah bryan.


'' bapak,masak?? '' tanya akila penuh keheranan.


'' emmmm ,kita makan malam bersama,oke..'' ucap bryan seraya mengaduk-aduk masakan nya.


'' boleh aku bantu.'' tawar akila beranjak.


''ohh ,gak usah , kamu duduk aja disana,lima menit Lagi selesai.'' ucap bryan tersenyum .


''okee..'' akila manggut-manggut.


beberapa menit kemudian ,


'' mari kita makan.'' ucap bryan terlihat semangat .


''iya pak.'' akila menatap wajah bryan diam-diam.


'' pak,ada acara apa bapak masak banyak malam ini.'' tanya akila menatap wajah bryan.


'' gak ada ,aku cuma ingin makan malam aja sama kamu ,apa gak boleh.'' bryan berkerut.


'' ya gak apa-apa si,cuma tumben aja.'' ucap akila sambil menyuap makannya.


'' ehmmm,ini enak sekali ,kamu jago juga ya bikin masakan khas Itali.''puji akila.


bryan hanya tersenyum tipis.


'' ahhh ,kamu terlalu memuji.'' ucap bryan merendah.


''ihh ,ini serius ,enak tahu.'' akila menatap lurus rio.


'' iya,kebetulan dulu aku kuliah sambil kerja direstaurant kecil ,yang menunya semua makanan Italia,nah dari situ aku belajar .'' terang bryan.


'' wuihhhh.. kerenn..!! udah ganteng pintar masak pula.'' ucap akila keceplosan.


bryan langsung melotot mendengar ucapan akila.


'' mmm- maksud aku...'' ucap akila terlihat gugup.


''shut..!!!'' bryan mendekati akila dan mengusap lembut pipi aKila.


sontak akila terpejam.


untuk beberapa saat mereka saling tatap .


'' maaf pak..,aku harus ke toilet .'' ucap akila menghentikan aksi bryan.


'' ohh ,iya silahkan.'' akila bangkit dan berjalan kearah toilet.


bryan hanya terpaku memandangi punggung akila.


ada rasa yang menyiksa...


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


halooooo.


halooooo.


aku upp lagi yaa... setelah sekian purnama.. jangan lupa tinggalkan jejak dan komentar ya kawan...🙏🙏

__ADS_1


__ADS_2