
3 hari kemudian,
" huft..!! arga lama banget si,kita kan janjian jam 8 pagi ,kok jam 8 lebih belum datang dia." akila menggerutu.
beberapa saat kemudian,
dertt,,,,dertt,,,
panggilan masuk dari arga
"hallooo.."
"(..)"
"okee,oke,." akila keluar menemui arga yang udah standby didepan kontrakan akila.
akila mengulum senyum
"mas,baru datang." kata akila.
"iya, macet guys,ini aja aku kepanasan dijalan keringetan gini." kata arga sambil menyeka keringat nya dengan sapu tangan.
"aduh,aduh, kasihan bener,ini anak ,aku bikinkan minum ya,." kata akila.
"gak usah, aku bisa minum dijalan entar." kata arga tersenyum.
"beneran ?." akila mengangkat alisnya .
"iyaa,beneran ." arga menatap akila.
"ohhh,,gitu, yaudah ." akila menyungging senyum.
'' ayo kita berangkat sekarang,kejar waktu biar sampai sana gak kesiangan,jadi,kita pulang gak kemalaman." arga membuka kan pintu mobil untuk akila.
"ihhh,, repot-repot amat,kaya tuan putri aja,aku juga bisa buka sendiri kok." akila terkekeh.
"gak apa-apa kok,aku pengin melayani tuan putri aja " kata arga menggoda aKila.
"aihh..jangan gombal ya,aku gak terlalu suka sama cowok yang suka gombal." kata akila menunjukan muka tak suka.
"hmmm ,gak lah,aku cuma bercanda kok,biar gak spaneng aja." kekeh arga.
"baiklah,saya maafkan,mumpung saya lagi baik hati." goda aKila
"hmmm.. makasih ." kata arga tersenyum sambil menoleh kearah akila.
keduanya terdiam sejenak.
"oh ya akila, aku mau tanya dong, ini kita mau kondangan ditempat teman SMA kamu kan." kata arga sambil fokus pada kemudinya.
"iya mas,kenapa ." kata akila menatap arga.
"gak apa-apa ,apa kamu gak baper nih.? " kata arga
"baper.? baper kenapa.'' akila mengangkat alisnya.
"ya baper ,karena kamu belum nikah ,dan temanmu udah nikah." sahut arga.
"ahh,santai aja , anggap saja kita belum bertemu jodoh nya,mau gimana lagi.kita gak bisa kan memaksa Tuhan untuk memberikan jodoh kita ." kata akila sambil melihat ke jalanan.
"iya kamu betul juga aKila,mau gimana kita ngotot nya ,kalau belum jodoh pasti dia akan semakin menjauh." kata arga tersenyum miring.
"hmmm kamu sendiri ,udah kepala mau 30 belum ada jodoh nya.kapan tuh,nanti keburu tua loh." kata akila menakut-nakuti arga.
"ahhh, ceritanya sangat panjang kil ,aku gak mau bahas itu." tiba-tiba raut muka arga berubah.
"hmmm, yaudah gak usah dibahas ,aku tau kok , walaupun kamu gak cerita." ucap aKila terkekeh dan tersenyum setengah mengejek.
"masa si,sok tahu loe." kata arga setengah sewot .
"hmmm paling jodohnya kamu kawin lari sama mantannya." kata akila asal tebak.
"wahhh,kok kamu pintar si kil,jangan-jangan kamu dukun ya." goda arga sambil menunjuk kearah akila .
"ihh,apaan si,aku cuma asal tebak aja kok mas." sahut akila.
"mmmm ,aku pikir kamu dukun atau indigo." kata arga cekikikan.
"gakk lah,enak aja." akila memonyongkan bibirnya.
__ADS_1
arga tersenyum melihat tingkah aKila.
entahlah,sejak putus dengan kekasihnya.
arga tak pernah lagi mau dekat dengan wanita.
tapi , setelah bertemu dengan akila
semua terasa berbeda.
selain akila cantik,ia juga mandiri,disamping itu juga akila anaknya ceria dan humoris.
" mas,mas,mas arga...." panggil akila membuyarkan lamunan arga.
"iya kil,kenapa.?" arga menggaruk kepalanya.
"kamu ngalamun mas." ucap aKila menatap heran pada arga.
"engg,,nggak kok ." arga terlihat seperti orang linglung.
"hmmm fokus nyetir dong mas,bahaya tau,nyetir sambil ngalamun." ucap aKila serius.
"iya maaf." arga melirik kearah akila lalu melihat kedepan jalan kembali.
" mmmm,kalau boleh tahu kenapa pacar kamu mutusin kamu." ucap aKila kepo.
"hmmm besok-besok aku ceritain ya.sekarang aku mau fokus nyetir dulu takut aku baper,ingat masa lalu." kata arga tersenyum garing.
"ohhh ,,oke.." akila melingkar kan ibu jarinya tanda oke.
suasana hening sejenak,
tak terdengar suara dari keduanya.
hanya ada suara pohon yang
tersiuk-siuk oleh angin jalanan.
dan kendaraan yang berlalu lalang.
memenuhi area jalan raya.
rupanya mau turun hujan ,
di daerah menuju ketempat rumah nenek vero , terbilang cukup rawan hujan .
karena daerahnya dekat bukit dan gunung.
maklum daerah pinggiran kota.
"huftt.. dingin banget AC nya mas."kata akila.
"ohhh, mau aku matiin aja apa ACnya nya kill?" tanya Arga
"iyaa kalau boleh , soalnya aku alergi dingin. " ucap aKila.
"ohh, gitu,maaf aku gak tahu ,yaudah aku matiin aja ya AC nya, Lagian diluar hujan juga." kata arga tersenyum sambil mematikan ACnya.
tak terasa perjalanan menuju kerumah vero sudah hampir satu jam setengah .
arga menginjak gas lebih kencang .
dermmmmmm..
mobil pun melaju lebih kencang dari sebelumnya.
kruyukk..kruyukk..
tiba-tiba terdengar suara yang bikin mereka berdua tertawa .
"kamu lapar ya mas? " ucap aKila sambil mengusap telapak tangan nya.
"hehe,,iya nih ...mau berhenti sejenak untuk makan?? " kata arga mengernyit dan menggaruk kepalanya.
"iyaa ayo,daripada kamu kelaparan gitu,toh masih lumayan jauh ini , sekitar setengah jam lagi,nanti malah kamu pingsan ,aku yang repot ." canda akila terkekeh pelan.
"hahahaha,bisa aja loe ndroo..." kata arga tertawa kecil.
"hihi,udah ah,jangan bercanda mulu ,kita makan didepan, ada warung nasi Padang yang super enak." kata akila.
__ADS_1
"okee bos." arga tersenyum jahil.
...----------------...
RUMAH VERO
" wahhh,anak ibu udah sah jadi istri orang ,."ucap Bu sarmila sambil membenarkan kebaya anaknya.
"ahhh ibu,bisa aja ,semua juga berkat doa ibu,makasih ya Bu." ucap vero menghamburkan pelukannya.
tiba-tiba,
matanya berkaca-kaca.
"iya sama-sama sayang." Bu sarmila mengusap punggung anaknya.
mereka terhanyut dalam keadaan.
"sudah,sudah, kita keluar yuk,didepan masih ada tamu ,bentar lagi akila dan teman-teman datang." ucap bu sarmila mengakhiri pelukannya.
"iya bu."kata vero mengembang kan senyum.
lalu mereka turun lagi kebawah untuk menemui tamu undangan.
vero melangkah mendekati suaminya.
"mas,pengin minum atau makan.? " kata vero menawarkan.
"gakk dek,masih nanggung , banyak tamu.
"ohhh Baiklah,"
tiba-tiba terdengar suara langkah kaki mendekati mereka berdua.
"haloo pengantin baru , diem-diem aja disitu." ucap seseorang dari belakang vero.
vero menoleh kearah suara itu.
"akila ,'' vero menghamburkan pelukannya.
"kamu sama siapa,kesini."ucap vero sedikit melihat kanan kiri.
"aku sama teman kerja ve,kebetulan dia free jadi bisa nemenin aku." kata akila tersenyum.
"ohhh, mana temannya, kok gak diajak kesini." tanya vero penasaran.
"gak mau, katanya malu," ucap akila cengengesan.
"ohhh,aku udah dengar kabar kamu sama bram ,aku ikut prihatin ya kil." ucap vero menepuk pundak aKila.
"iya ve,aku gak apa-apa kok." akila menatap vero memegangi kedua bahu vero.
"semoga dapat ganti yang lebih baik ya,oh ya ,si Ruby dan laura belum datang loh." kata vero sedikit cemas.
"oh ,masa ,aku pikir aku yang udah ketinggalan , ternyata mereka berdua belum kesini." akila terkekeh.
clinggg....
tiba-tiba
ada chat masuk di ponsel akila.
[akila ,kamu udah sampai di rumah vero kah? ,ini aku bakalan telat paling,soalnya macet parah .]
akila menutup lagi layar ponselnya.
"oh ,jadi dia telat." kata akila dalam hati.
kemudian,akila terkejut dengan kedatangan dua orang, laki-laki dan perempuan didepan nya.
akila melototi kaki itu dari bawah sampai ke atas.
betapa terkejutnya dia, lidahnya terasa kelu.
" k-kalian.? " ucap aKila terbata.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
__ADS_1