SYAKILA

SYAKILA
223. PAK ALEX


__ADS_3

''pak rio.'' seru stefani tersenyum pada rio .


Rio membalas senyuman itu.


''stef ..'' Rio menjabat tangan stefani.


''baru datang.'' Stefani menatap wajah rio .


'' iya , kita datang kesini mau ketemu sama pemilik kantor ini.'' ucap rio antusias.


'' ohh gitu ,mari saya antar keruangan bos .'' ucap stefani ramah.


''ohh ,iya stef ,makasih .'' riopun segera mengikuti stefani dari belakang.


" selamat pagi pak ,ini pak rio pemilik wijaya groups, beliau ingin bertemu dengan bapak .'' ucap stefani pada pemilik perusahaan .


namun,bos nya stefani masih sibuk menelepon dan membelakangi mereka .


'' pagi pak...'' sapa rio pada bosnya stefani.


'' selamat pa...'' pria tersebut memalingkan wajahnya dan menutup telepon nya.


'' kamu....'' tiba-tiba pria itu ingat pada seseorang.


Rio masih terdiam disana,sembari menatap aneh pada pria yang ada didepannya.


'' kamu ,bukannya rio ,anaknya pak wijaya.'' pria itu memastikan bahwa ucapan nya benar.


'' iya,saya rio anaknya pak wijaya.'' Rio mengernyit.'' bentar,bentar .'' Rio tampak mengingat -ingat wajah pria tersebut.


'' omm, om alex? '' rio mencoba menebak .


'' iya benar aku alex.'' pak alex tersenyum lebar.


'' kamu apa kabar nak rio.'' pak alex memeluk tubuh rio.


'' baik,baik om.'' Rio menyambut pelukan pak alex.


ricko dan stefani tersenyum tipis.


'' ohh ,jadi kalian sudah saling kenal.'' ucap stefani tersenyum manis.


'' iya stef ..,Rio ini anaknya teman papa.''rio terkejut mendengar ucapan alex.


''pa- papa? '' Rio mengernyit bingung.


tatapan rio seakan penuh tanya .


'' mmmm, jadi stefani ini sebenarnya anak om,anak semata wayangnya om.'' ucap om alex tersenyum tipis.


'' ohh, gitu .'' Rio tersenyum kecut,ia tidak percaya dengan apa yang didengar barusan.


rupanya stefani anak dari temannya papa.


hati rio bergetar.


ia mengutuk keras dirinya atas apa yang terjadi semalam bersama Stefani.


''gawat!!'' Rio membatin sendiri.


ricko yang melihat ekspresi bosnya ,ia menyikut lengan rio.


'' bos,bos gak apa-apa ,kok tiba-tiba diam begitu.'' ucap ricko pada bosnya.


'' gak apa-apa rick.'' Rio terlihat pucat pasi.


'' bos yakin gak apa-apa.'' ricko masih ragu dengan ucapan bos-nya karena wajah rio terlihat pucat pasi.


'' iya,gak apa-apa bawel.'' oceh rio pada ricko.


Stefani yang melihat mereka berdua segera menegurnya.


'' kalian baik-baik saja kan...?'' ucap stefani.


'' i,iya ,kami baik -baik saja kok.'' ucap ricko gugup.


'' baiklah, bagaimana jika kita meeting sambil makan siang.'' ucap pak alex.


'' baik lah ,ayo ,kita ikut saja .'' ucap rio seraya memilin janggutnya.


ia terlihat tegang sekali saat ini.


'' nak,nak rio gak apa-apa.''ucap pak alex mengernyit melihat rio yang tiba-tiba terdiam.


'' ohh, iya om,aku baik-baik aja kok .'' rio tersenyum garing.


ia menggaruk kepalanya.


ricko yang sedari tadi memperhatikan keadaan bos-nya cuma menggeleng pelan.


'' dasar si bos ,kebiasaan.'' maki ricko dalam hati.


'' jadi,kita mau kemana nih .'' ucap pak alex membuyarkan semuanya.


'' terserah om alex aja ,kita ikut .'' ucap rio tersenyum kecut


''baiklah,kita makan dicafe dan resto terdekat sini aja.'' ucap pak alex

__ADS_1


semuanya setuju dengan ucapan pak alex.


mereka semua pergi dengan mobilnya masing-masing.


*****


apartement bram.


sudah beberapa hari ini bram tak pulang keapartementnya.


akila sampai tidak bisa tidur memikirkan perihal bram.


'' mas,kamu kemana si ,udah beberapa hari ini tak ada kabar,aku khawatir tahu gak si.''lirih akila dalam hati.


ia menghela napasnya.


tiba-tiba pintu apartement diketuk dari luar.


akila terkesiap.


ia langsung saja bergegas untuk membuka pintu apartementnya.


barangkali itu bram.


akila begitu bersemangat untuk membuka pintu .


klekk....


pintu pun terbuka.


'' haii...,akila.'' ucap seorang wanita yang tak asing dimatanya.


wanita itu tersenyum sarkas .


ia melepas kacamata hitamnya.


'' t...tante .'' sorot mata akila membulat seketika.


ia terlihat shock.


'' iya ,ini aku ,erna.'' wanita itu tersenyum miring.


'' mau ngapain tante kesini.'' seru akila terlihat benci sekali pada erna.


'' kamu tenang saja ,aku kesini gak akan macam-macam kok.'' ucap erna sembari memaksa masuk kedalam ruangan.


akila pun terpaksa menyingkir .


Erna tersenyum miring.


'' itu bukan urusan tante,silahkan pergi dari sini atau aku akan teriak biar tante dikeroyok semua orang.'' ancam akila pada wanita itu.


'' heyy...,slow babe,aku kesini gak


akan macam-macam,asal..'' erna menggantung ucapannya.


" asal apa? asal apa tan..'' akila mendekati erna .


Erna pun sedikit mundur karena akila jauh lebih berani kali ini.


ia tidak takut sama sekali dengan dirinya.


'' apa, asal apa.'' akila mendorong tubuh wanita itu ketembok.


'' apa ini , kenapa kamu jadi...'' Erna sedikit bertanya.


'' jadi apa? asal tante tahu ya, aku sudah melaporkan tante kekantor polisi ,dan sebentar lagi rumah tante,akan digerebek.


tante dan semua anak buah tante akan membusuk dipenjara.'' mendengar ucapan akila erna melotot ketakutan.


'' apa kamu bilang..'' erna terlihat panik.


'' gila ,jangan sampai aku dipenjara.'' batin erna.


ia merasa khawatir jika akila benar-benar sudah melaporkan dirinya kali ini.


"j-jangan dong akila, jangan laporkan tante kepolisi ya, please..,"ucap erna tiba-tiba lembut pada akila.


berusaha menenangkan amarah akila.


'' pergi dari sini!! atau....!!!'' teriak akila membuat erna semakin ketakutan.


'' b-baik ,aku akan pergi ,tapi please, jangan laporkan aku kepolisi.'' erna mengatupkan tangannya.


kali ini erna benar-benar takut pada akila.


'' pergi!!! '' akila semakin meninggikan suaranya.


Erna yang melihat akila murka.


ia memilih untuk kabur.


Dengan langkah terbirit-birit ia meninggalkan


apartement bram .


******

__ADS_1


'' om senang nak rio ,bisa bekerja sama dengan wijaya groups.'' terang pak alex disela makan siangnya.


Rio tersenyum tipis.


'' apa lagi wijaya groups adalah perusahaan yang sudah ternama dan berkembang pesat di kota ini.''puji pak alex,rio menyuap makanannya .


'' om,bisa aja .'' rio menyesap minumannya.


'' oh ya , bagaimana kabar pak wijaya dan ibumu .'' tanya pak alex, menghentikan makannya.


'' kabar papa dan mama baik om,kapan -kapan main aja kerumah.''rio mengulum senyum.


'' boleh, next time kita kesana ya stef...'' ucap pak alex pada anaknya.


'' ohokk...ohokkk....'' rio pun terbatuk seketika.


'' duhh,pak rio gak apa-apa.'' Stefani reflek memberikan segelas air putih pada rio.


'' aku gak apa-apa kok stef...'' Rio menolak tawaran stefani.


'' pak rio yakin..'' ucap stefani tak yakin


'' iya ,aku gak apa-apa kok.'' alex dan ricko pun mengernyit heran.


entah apa yang dipikirkan mereka berdua.


'' nak rio yakin gak apa-apa.'' pak alex


mencoba memastikan kembali.


'' beneran om,aku gak apa-apa tadi cuma ada bawang goreng yang tertelan aja.'' Rio tersenyum hambar.


ia merasakan perih dan sakit pada tenggorokannya.


'' duhh, sebenarnya bos kenapa si.'' ricko sekilas melirik kearah rio.


ia menginjak sepatu bosnya.


seakan-akan memberi kode.


Rio hanya mengernyitkan alisnya.


seolah mengerti dengan maksud rio ricko pun langsung diam.


pak alexpun hanya menggeleng pelan.


mereka melanjutkan kembali menyantap makanannya.


setelah selesai ,mereka langsung kembali kekantor pak alex.


*****


akila masih terlihat shock dengan kejadian barusan.


'' kenapa erna tahu aku ada disini.'' lirih akila .


ia berpikir sejenak.


jika erna sudah mengetahui keberadaan nya kali ini pastinya tidak aman buat dirinya.


ia bisa saja kembali lagi menemui akila dan mengancam akila ,supaya dia mau ikut lagi ke neraka itu.


akila terlihat panik.


tiba-tiba ,


terdengar pintu apartement dibuka dari luar


'' itu,pasti mas bram.'' ucap akila bangkit dan berlari menghampiri kedepan.


'' mas....'' ucap akila sedikit lega karena bram sudah pulang.


'' hai...,'' sapa bram lesu.


" aku capek sekali.'' bram menjatuhkan tubuhnya di atas sofa.


''kamu capek ya,mau makan atau bikin kopi.'' tawar akila terlihat care


'' aku mau mandi dulu deh.


'' tolong siapkan air panas.'' ucap bram sembari melepas semua pakaiannya.


akila hanya mengedikan bahunya.


ia langsung meluncur kedapur, menyiapkan air hangat untuk bram mandi.


'' mas,udah aku siapkan air hangat untuk kamu mandi ." seru akila dari dapur.


'' iya...iya..'' bram pun bergegas ke kamar mandi.


sementara akila sibuk menyiapkan kopi hitam untuk bram.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...

__ADS_1


__ADS_2