
keesokan harinya...
akila menatap langit-langit..
ia menghela napas.
diliriknya makhluk yang teronggok disamping nya .
laki-laki yang selalu saja dengan seenak jidat
membuang-buang air suci nya di ***** nya.
benci,sesungguhnya benci .
ingin rasanya teriak dan pergi dari dunia ini namun...
nasib berkata lain.
kebencian itu hanyalah sebuah angan yang tak pernah sampai, manakala ia hanya akan bersarang di benak dan tak pernah bisa terlampiaskan pada sasarannya.
ia akan dengan mudahnya tersingkir oleh ego syahwatnya.
"hufttt...." akila mendengus kesal dan bangkit dari tidurnya.
ia beranjak kekamar mandi untuk sekedar mengguyur tubuhnya.
kricikk.. kricik....
suara gemericik air dari kamar mandi mampu membangunkan tidur bram.
"uuhhh ...udah pagi rupanya "bram melirik ke samping , meraba-raba kasur nya barangkali akila masih tidur.
"ohh..dia udah bangun rupanya " bram menguap lalu meregangkan otot-otot nya sejenak.
tak lama akila keluar dari kamar mandi .
"kamu habis mandi babe...? " bram tersenyum pada akila.
"hmmm.."akila tak bersuara ia mengabaikan bram .
ia fokus mencari baju buat ganti .
"babe.. kamu masih marah sama aku ?" bram bangkit dan memeluk akila dari belakang.
"apaan si ,bukannya mandi malah peluk-peluk ,bau tahu " akila terlihat ketus dan jutek
"lalu,apa yang akan membuat kamu memaafkan aku babe " bram masih mendekap akila.
"awas,aku mau ganti baju, minggir!!." akila mengibaskan tangannya.
"babe...." bram masih tertegun melihat tingkah aKila
"buruan mandi, lalu ganti baju aku mau bikin sarapan." ucap aKila sambil menyisir rambutnya.
"gak,aku gak mau mandi sebelum kamu mau memaafkan aku " bram masih berdiri di samping akila.
"terserah!!! " akila melangkahkan kaki nya keluar kamar.
"baiklah aku mandi dulu " bram melangkahkan kakinya masuk kamar mandi .
*
*
*
akila masih fokus dengan pisau dapurnya merajang halus
bumbu -bumbu yang siap digunakan untuk menumis sayur kangkung dan tempe goreng.
"huftt.." akila mengibaskan tangannya karena matanya kepedesan saat merajang bawang .
tiba-tiba..
bram udah ada dibelakang nya .
"ada yang bisa aku bantu ? " bram sudah berdiri dibelakang akila dengan senyum khasnya.
"mmmm...,gak usah repot-repot aku bisa sendiri kok " akila terlihat jutek dan ketus
"hmmm.." bram menghela napas lalu ia mendekap tubuh akila dari belakang.
"biar aku saja yang masak , kamu duduk saja disana sepertinya matamu bengkak karena ulah bawang ini " bram mencebik dan mencopot celemek yang menempel di tubuh akila
"ihhh..,ga usah , biar aku saja " akila tak mau melepas celemek nya .
"udahh, jangan ngeyel atau aku akan mengulek mukamu seperti cabe ini" bram melotot
"apaan sih.'' akila melepas celemek nya dan menaruhnya dimeja .
bram mengernyitkan alisnya lalu memakai celemek itu .
"awas kalau gak enak ,aku gaplok juga loe" ancam akila seraya duduk dan melirik kearah bram dengan sinis.
"udah,lihat aja jangan banyak protes mending kamu bikinin aku kopi" bram mengomel namun tangannya sibuk mengocok telur
"ehh..itu telur buat apa kan kita mau goreng tempe ." protes aKila
"husss....!!" bram melotot pada akila
"hmmmm,ini kopinya aku taruh disini ya ,aku mau ganti baju dulu "akila menapaki anak tangga menuju kamarnya.
beberapa menit kemudian,
mereka telah selesai sarapan
"ayo kita berangkat sekarang "ajak bram
"mas..aku mau bicara 4 mata dengan kamu sepulang kerja akila menatap bram.
"ngomong apa , kenapa gak sekarang aja " bram merapikan krah bajunya.
untung saja bram sempat meninggalkan baju seragamnya dikontrakan akila waktu itu ,jadi dia gak perlu pulang untuk ganti baju .
"gak bisa mas,dan lagipula ini bukan obrolan yang bisa 5 menit kelar." akila mengerucutkan bibirnya.
"biar kita bicara di cafe apa taman kota supaya lebih leluasa " akila tersenyum lalu bangkit dan membereskan piring kotor.
sebelum ia melangkah ia membalikan badannya.
'' kita mau berangkat pakai apa bukannya mobilmu mogok"
"ohh,sial!! bahkan aku lupa kalau mobil ku mogok ,huftt "bram mengacak rambutnya.
akila menggeleng pelan lalu ia melangkah kearah dapur .
setelah ia menaruh piring kotor ia kembali keruang makan
tapi ia tak menemukan bram disana
__ADS_1
"kemana bram ? " akila mencari keseluruh penjuru ruangan.
"kok gak ada ,apa dia ..."akila tak meneruskan katanya dan berlari keteras .
" hmm..benar saja dia disini " akila mendekati bram yang sedang mengotak -atik mesin mobil.
"apa yang rusak mas .." akila tiba-tiba saja udah dibelakang bram
"babe,ngagetin aja deh.."bram mengelus dadanya.
"hehe,biasa aja dehh.." akila tertawa saat melihat ekpresi bram yamg konyol saat ia kaget.
"ihh..kok ketawa si,bukannya bantuin" bram mendelik.
"aku cewek, mana bisa aku benerin mesin kaya gitu " protes akila.
"iya juga sii,kamu kan bisanya benerin mesinku , bukan benerin mesin mobil " ledek bram sambil cekikikan .
"ihhh... sebel dehh "akila mencubit lengan bram.
"ahh..ahhh.. sakit babe" bram meringis kesakitan.
"syukurin itu balasan buat orang yang mesinnya minta diservis mulu " akila mendengus .
"ha-ha-ha..kan kamu bengkel spesialis babe,spesialis belah
duren " bram tertawa lepas sampai mukanya kena sisa-sisa oli.
"ihh..tu muka apa bokong panci si..." ucap akila sambil mengusap muka bram.
"apaan sii.." bram mengedikan bahunya.
"nihh...lihat,mukamu cemong kaya pantat panci gitu "sambil menyodorkan cermin lipat kemuka bram.
"wkkkk,oh my good " akila dan bram tertawa bersamaan.
suasana pecah seketika.
kini senyum kebahagiaan tersirat kembali di wajah mereka berdua .
...----------------...
" Bu, bapak berangkat ya.."pak ramdan berpamitan pada istrinya.
"ohh..iya,iya, pah,hati -hati ya " Bu hasna menghentikan jahitan nya.
lalu menghampiri suaminya.
"Kalau udah sampai kabari ya pah..," bu hasna mengelus bahu suaminya.
"iya,ibu juga istirahat ,udah malam jangan terforsir tenaganya , jahitan nya buat besok lagi aja, kaya mau kiamat aja , besok juga masih ada hari "pak ramdan terkekeh pelan dan mengernyitkan dahinya.
lalu masuk kedalam mobil boxnya.
"lohh.. bapak mau pakai mobil pickup?" Bu hasna menganga.
"iyaa Bu gak ada pilihan, kalau biasanya buat bawa hasil panen malam ini buat mejeng kehotel wkkk..."pak ramdan terkekeh geli.
"aduhh..aduhh.. si bapak ada-ada aja nih,ibu jadi geli sendiri hehehe.." Bu hasna tertawa geli.
"udahh..ahhh,bapak berangkat ya bu,ibu hati-hati dirumah selama bram belum pulang kalau ada orang ketuk pintu jangan buru-buru dibuka , bapak takut kalau ada orang jahat " pak ramdan tersenyum jahil.
"ihh..bapak , jangan lebay dehh ,ibu pasti baik-baik dirumah bapak tenang saja." pak ramdan masuk kedalam mobil pickupnya .
tinn..tinn..tinnn ..
pak ramdan mengklakson dan mobilpun berlalu pergi meninggalkan Bu hasna.
...----------------...
"akila apa maksud kamu ngajak aku kesini " bram mengernyitkan alisnya.
"hmmm..kamu mau minum apa mas " akila menyeka keringat nya yang mulai bercucuran.
"aku ice cappuccino aja babe.."bram menghembuskan napasnya.
"cuacanya kok panas gini ya mas,bikin kita pengin minum yang dingin -dingin terus bawaan nya." akila sesekali mengibaskan krah bajunya
"iya nih , padahal kita udah mandi ya " ucap bram menggaruk kepalanya.
"mmmm..mas, aku mau tanya sama kamu dan kamu jawab yang jujur " akila membuang bekas tissue yang sudah basah dengan keringat nya
"apa babe.. ngomong aja " bram tampak serius dan sedikit mendekatkan wajahnya pada akila.
"mmm...sejak kapan kamu kenal sama erlita ?" akila menatap wajah bram
"eee...erlita ya , ngapain si kamu tanya itu ,gak penting tahu "bram mendengus .
"jawab aja " akila melotot
"oke..okee ..aku jawab pertanyaanmu dengan segamblang-gamblangnya." bram tampak kesal.
"erlita ..dia adalah mantanku ,bukan mantan si tepatnya cuma teman tidur aja ,dan buat happy-happy aja "akila mengangguk.
"next.." akila tak sabar ingin tahu kelanjutannya.
"lalu mayang,kiara ,icha? " akila menatap bram penuh menyelidik.
"mayang dia adalah mantan SMA aku ,dia wanita Pertama yang hampir saja aku nodai tapi ,dia keburu kabur dan memutuskan aku .." bram menarik napas lagi.
"lalu..?" akila menunggu kelanjutan nya.
"kiara..dia adalah mantanku yang paling aku sayangi ,dia dan aku saling mencintai ,karena kita tak dapat restu kita kabur dari rumah dan kita sudah melakukan hubungan itu sejak kami kuliah .." bram menatap kearah jalan.
"lalu sekarang dia dimana ? " akila mengangkat alis nya.
"e...dia udah menikah dengan laki-laki kaya , karena sebuah perjodohan . terakhir kita ketemu yaitu 3 tahun yang lalu saat itu kita masih berhubungan bahkan kita melakukan nya karena dia juga sama sekali tak mencintai suaminya." bram ragu untuk melanjutkan ceritanya ,ia melirik kearah akila ada guratan kekecewaan disana.
"apa kau mau aku lanjutkan ceritanya." bram membuyarkan lamunan aKila.
"ehh..iya lanjut .." akila terperanjat.
***
waktu itu tepat 3 tahun yang lalu...
"mas..aku pengin kita ketemu sekarang " Kiara menelepon bram dan dengan suara yang tersedu-sedu.
"haii..kamu kenapa sayang..kok kaya habis nangis " ucap bram penasaran dan tampak gusar.
"mas..kita ketemu aja dulu nanti aku akan ceritakan semua nya " ucap Kiara.
"oke....okee..kamu sharelok ya alamatnya nanti aku menyusul kamu" bram tampak serius.
"iya mas.."
tuttt... panggilan terputus.
*
__ADS_1
*
*
bram menunggu kabar dari Kiara tapi tak kunjung datang.
tiba-tiba ...
clinggg... sebuah notifikasi pesan masuk di ponselnya.
bram segera saja membuka pesan itu.
"temui aku di hotel xxxxxx" ucap Kiara
"okeee " bram segera saja menyusul kiara.
*
*
" kiara mana si ..." bram tampak mencari keberadaan Kiara dan ia langsung menuju ke receptionis.
akhirnya ,dia ketemu juga dengan kiara
"mas.." Kiara menyapa bram
"hai.." bram mengembangkan senyum.
"ayo masuk " ucap kiara menarik lengan bram.
"sebenarnya ada apa babe ..." bram menatap Kiara
"mas..aku hamil anak kamu ,kita mesti gimana aku gak mau suami ku tahu hal ini " kiara tampak ketakutan dan cemas.
"apa...hamil kok bisa ,ini tidak boleh terjadi aku belum siap menjadi ayah .dan lagipula kamu udah bersuami " bram mengacak rambutnya.
"iya.. bahkan aku sudah 2 Minggu kandungan nya ." kiara tampak khawatir.
"gugurkan saja anak itu,aku gak mau kamu hamil anakku " bram berdecak dan sedikit teriak.
"apaa.... gugurkan ? " kiara tercengang , kemudian ia menitikkan air mata nya .
"apa tidak ada pilihan lain selain menggugurkan kandungan ini " kiara berucap dengan lirih.
"gak ada pilihan sayang... lagipula suamimu juga akan tahu jika itu bukan anaknya " bram sedikit mendelik.
"iyaaa tapi...." kiara menggigit bibir bawahnya dan membuncahkan tangis.
"kiara sayang... kalau kita tetap pertahankan janin itu ,kita akan susah dan kita tak akan bisa bermain dibelakang suamimu dengan leluasa." rayu bram meyakinkan kekasih nya itu.
"terserah kamu aja ,aku ikut "kiara masih sesenggukan.
"kalau itu bisa membuat kita bisa terus bersama aku akan lakukan itu " kiara menyeka sisa-sisa air matanya.
"good job babe..."bram mengecup bibir kiara dan menggenggam jemari kiara.
*
*
*
keesokan harinya
kiara dan bram pergi menemui seorang dokter ****** .
waktu itu bram masih pengangguran dan masih kuliah .
jadi belum punya uang untuk membayar biaya ****** kekasih nya.
sehingga ia terpaksa menjual motornya .
alhasil uang hasil jual motornya digunakan untuk biaya ****** .
***"***
"mas..ini sakitt.....sekali " teriak kiara dari dalam ruangan itu.
mata bram hanya menggenang ia mencoba menahan supaya tak tumpah.
kesakitan yang amat sangat yang dialami kiara.
membuat bulu kuduknya meremang.
sadis.. kejam...itulah kata yang pas untuk mereka ,karena dengan sengaja
merenggut nyawa yang tak berdosa.
seketika itu tak terdengar lagi suara kiara yang kesakitan .
bram menganga ,memandang nanar kearah ruangan itu .
sepi...
rupanya kiara pingsan dan mengalami pendarahan hebat .
akhirnya ia harus dirawat selama beberapa Minggu.
4 bulan kemudian ,
mereka masih saling bertemu dan melakukan itu lagi ,dan parahnya lagi mereka tak mau ambil pelajaran dari yang sudah-sudah .
hingga kiara hamil lagi ,tapi kali ini kiara tak menggugurkan kandungannya, melainkan tetap mempertahankan anak itu .
hingga suatu hari suaminya mengajak keluar kota dan sampai saat ini tak ada kabar lagi dari mereka ,tepatnya kiara, mantan bram.
***
akila masih penasaran dengan cerita perjalanan hidup bram,tapi waktu udah hampir malam akhirnya mereka memilih untuk pulang kekontrakan aKila.
bram yang mendapat telepon dari ibunya ia terpaksa harus menemani ibunya yang sendirian dirumah.
akhirnya ia langsung pulang.
22:00
RUANG TAMU
akila terdiam sejenak ia memikirkan apa yang barusan tadi bram ceritakan itu sejujur nya bikin hatinya tergores .
betapa ia tak habis pikir pada bram dan kiara yang menjalin hubungan dibelakang suami kiara.
"huftt!!!" akila menghembuskan napasnya.
lalu..ia memejamkan matanya tanpa mengganti bajunya dan membersihkan wajahnya dari sisa make up .
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
__ADS_1
halooo.. hallooo...all
selamat membaca .. jangan lupa untuk selalu beri like ,vote rate setelah membaca 🙏🙏🙏🙏🙏