SYAKILA

SYAKILA
80.PANIK


__ADS_3

DUA MINGGU KEMUDIAN.


KAMAR BRAM


pintu kamar diketuk Bu hasna .


"nakk... didepan ada wanita yang mencarimu " ucap Bu hasna setengah teriak sambil menggedor pintu kamar bram dengan keras.


"aihhh..apa si bu,ganggu aja masih Jam berapa ini, lagian ini kan tanggal merah ,aku mau bangun siang , pengin tidur seharian" ucap bram masih dalam balutan selimut nya.


"buruan,kamu kenal kiara ?, dia ada didepan sekarang " ucap bu hasna tegas ,lalu turun kedapur lagi." bram melotot dan segera bangkit. mendengar bu Hasna menyebut kiara.


"apa! kiara ? " bram langsung tancap gas kekamar mandi dan mengguyur badannya walaupun cuma 2 menit.


setelah selesai mandi bram langsung mengenakan kaos putih dan celana pendek selutut warna abu-abu .


ia menuruni anak tangga.


ia sedikit bertanya-tanya kenapa kiara sepagi ini menemui nya.


ia termangu sejenak dilihat nya wanita yang sedang duduk membelakangi nya sedang asyik membaca koran dan dimeja ada secangkir teh hangat beserta beberapa camilan kecil di toples.


"pasti ibu yang bikin " pikirnya.


"ehemm.. ehemm.." bram membuyarkan konsentrasi kiara.


"udah lama,disini " kata bram seraya mengedikan bahunya.


"mmmm,baru saja,baru 10 menitan yang lalu,kamu baru bangun mas " kata kiara sambil memegang bahu bram .


"mmm..iyaa, " bram agak canggung sebenarnya dengan sikap kiara ,karena ia takut bu hasna akan curiga dengan kiara .


"kamu kenapa,kok gak mau aku pegang ? " ucap kiara sedikit mengernyit.


"mmmm..maaf ,bukannya aku gak mau ,tapi kita ada dirumah ibuku ,takut beliau curiga pada kita dan tidak suka dengan sikap kamu ." kata bram menatap Kiara penuh sesal.


"hmm...gitu ya,dulu aja ,kamu waktu pacaran sama aku ,aku gak pernah tuh,dikenalin sama ortu kamu ,dan sekarang kamu malah bilang gak enak sama ibu kamu ." kiara Setengah marah dan kecewa pada bram.


"iyaa,waktu itu kan kita masih kuliah ,mana berani aku kenalin kamu kerumah ." protes bram


"ahhh,udah ah,aku capek berantem mulu sama kamu,aku mau kita liburan sekarang " ucap kiara cemberut.


"ya,kita mau kemana hari masih pagi gini tempat piknik belum ada yang buka kali " ucap bram mengernyit.


"ahhh.. yaudah kita sarapan aja yuk diluar " ajak kiara


"mmm okee,tunggu bentar,aku ambil kunci mobil dulu " bram bangkit dari duduknya.


ia berpamitan pada ibunya .


selang beberapa menit


ibunya bram keluar dari dapur , masih berbalut celemek ditubuhnya.


"lohhh,nak kiara mainnya kok cuma sebentar saja ,ibu lagi bikin sarapan padahal,kok malah kalian pergi ".Bu hasna tampak basa basi sembari melirik kearah bram .


matanya seolah mengisyaratkan bahwa ia harus menjelaskan secara gamblang persoalan barusan.


intinya , bram harus siap diinterogasi soal kiara.


"ohh..kita ada urusan tante, kebetulan kita mau ada acara jadi ,kita sekalian aja makan diluar." ucap kiara sopan.


"mm,gitu,yaudah,kalian hati-hati ya ." ucap Bu hasna tersenyum tipis .

__ADS_1


lalu beliau pergi lagi kearah dapur ,ketika bram dan kiara berpamitan.


seketika ada guratan kekhawatiran di wajah bu hasna.


bagaimana kalau akila tahu tentang bram dan kiara yang pergi tanpa sepengetahuannya.


"ahhh..anak itu,selalu saja bikin ibunya darah tinggi " rutuk bu Hasna .


lalu beliau melanjutkan lagi memasaknya.


tiba-tiba pintu diketuk dari luar.


Bu hasna terpaku mendengar ketukan pintu .


"Bu.. bapak pulang " kata pak ramdan sambil menaruh ranselnya di kursi.


" oh,bapak toh ,aku pikir siapa " lirih bu hasna .


"bu,lagi masak ? " ucap pak ramdan tersenyum dan bikin kaget Bu hasna Karena kedatangan nya yang


tiba-tiba.


"ehhh bapak,iya ini ibu lagi masak sayur asam kesukaan bapak, bapak mau ngopi sekarang " Bu hasna menoleh kearah suaminya.


"nanti aja bu,bapak mau mandi dulu,gerah, semalaman bermandi keringat." sahut pak ramdan.


"mmmm.. memang nya semalam begadang sampai jam berapa pak " tanya Bu hasna.


"oh..semalam sampai jam 1 Bu, kebetulan pengepul yang terakhir datang,ia dari desa jauh, Alhasil kita ngobrol banyak sampai akhirnya mereka ketiduran di gudang bu ." ucap pak ramdan terkekeh.


"ohh ..gitu,yaudah sana mandi dulu,biar ibu bikin kopi ,sekalian juga ada yang ingin ibu bicarakan dengan bapak "terang bu hasna serius.


''ohh, iya bu baik ,bapak mandi dulu


ya ".pak ramdan masuk ke kamar mandi dan bu Hasna meneruskan lagi memasaknya sampai selesai.


...----------------...


"mmm, gak apa-apa mas , aku cuma kangen aja sama kamu , lagian siapa suruh kamu sibuk terus dan cuekin aku." ucap kiara manja dan sok cantik.


"hmmm..aku kan kerja dan lagipula kamu tahu sendiri aku harus bagi waktu antara kamu dan akila. lagipula ,aku 2 mingguan ini capek karena sibuk ngurusin pameran kantor." ucap bram tampak serius dan kesal.


"ahhh,bullshit kamu mas,kenapa kamu gak batalin aja si,pernikahan kamu dengan wanita itu " kiara menatap bram penuh kekesalan .


"ya gak bisa gitu dong sayang,kan aku tinggal beberapa bulan lagi pernikahannya ,masa iya dibatalin." bram mengernyitkan dahinya.


"ahhh.. sudahlah, bilang aja kamu tuh gak serius kan sama aku ,dan cinta kamu tuh palsu " ucap kiara sewot.


"bukan gitu ra, aku mohon pengertiannya ". bram memelas.


"ahh,bodo amat ." kiara langsung bangkit dari duduknya dan pergi begitu saja dari hadapan bram.


"sayang,tunggu ,kita pulang bareng aku bisa jelasin kekamu pliss ,beri aku waktu " bram berteriak kesal.


"ahhh.. shitt " bram memukul meja cafe dan membuat beberapa sorot mata melihatnya.


ia mengumpat kesal.


akhirnya ia membayar semua tagihan dan langsung pergi.


dermmmm..


mobil bram melaju membelah jalan kota Jakarta meninggalkan tempat itu.

__ADS_1


...----------------...


meylia sudah berada didepan pintu kontrakan akila .


ia langsung mengetuk pintu dan memberi salam.


"ahhh.. sepi,kemana akila " meylia melangkah masuk kedalam .


ia mengamati sekitar rumah


tak ada akila.


"kemana dia " pikirnya


lalu, ia terus saja mencari kesana kemari tapi tak menemukan batang hidungnya.


"duhh..akila kemana si ,heran ,apa dia pergi ya ,tapi kok kalau pergi ia gak kunci pintunya si." meylia melangkah keatas, tepat nya kamar aKila .


"dekk..kamu belum bangun apa,apa kamu lupa ya ,hari ini kan aku datang,kok kamu malah gak kasih aku sambutan si, dasar ! " kata meylia sambil membuka pintu kamar aKila.


krett....


pintu kamar aKila terbuka


meylia melangkah masuk dan mencari sosok akila tapi tak juga ketemu .


"hufttt ,akila bikin khawatir aja deh ahh ." meylia melangkah gontai ,ia mengusap kerongkongan nya.


"hmmm aku haus lagi , lebih baik aku cari minum dulu ah,mungkin akila lagi keluar atau kepasar kali .


"aku tunggu didapur aja ." meylia melangkah ke dapur.


tap..tap..tap..


langkah kaki meylia terdengar sangat jelas di lantai.


ia merekahkan senyuman.


setelah melihat kulkas dan bergegas membukanya.


namun sebelum ia beranjak mendekati kulkas matanya terbelalak melihat seonggok tubuh tergeletak dilantai.


"astaghfirullah! akila ,dekk,kamu kenapa ,kok pingsan dilantai." meylia panik dan bingung .


ia tak tahu harus berbuat apa


tapi ,ia langsung saja menelepon taksi .


ia cemas ," duhh kenapa taxinya lama banget si." meylia semakin gusar.


tin...tin..tin..


suara klakson .


"ahh..itu pasti taxinya udah didepan." meylia langsung berlari menghampiri taxi dan meminta bantuan supir untuk mengangkat tubuh akila .


beberapa menit kemudian , taxipun melaju meninggalkan kontrakan akila menuju ke rumah sakit terdekat.


sesampainya di rumah sakit akila langsung dibawa ke ruang penanganan oleh petugas.


meylia menunggu didepan ruang tunggu.


ia tampak panik dengan keadaan akila sekarang.

__ADS_1


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


__ADS_2