SYAKILA

SYAKILA
93. HIKING


__ADS_3

3 HARI KEMUDIAN,


" akila ,aku didepan." ucap arga dari teleponnya.


"(...)"


"buruan." kata arga sewot.


tak lama ,akila sudah siap dengan ransel gunung nya.


tersenyum manis sekali .


arga yang melihat itu hanya terpana .


"ayo ,kita masuk dan jalan , teman kita udah nunggu didepan." ucap arga.


"lohhh ,kok gak bareng sama kita ." ucap akila.


"iyaa mereka kan bawa motor say.." arga mengernyit.


"ohhh , kenapa kita gak pakai motor aja." protes aKila.


"hmmm takut kamu masuk angin aja." ucap arga.


"ihhh,aku lebih suka pakai motor , kelihatan lebih menantang ." ucap aKila terkekeh.


"ohh ya,kok gak bilang dari tadi,tau gitu,kita bawa motor aja." arga menggerutu.


"yasudah,gak apa -apa kok." kata akila.


"gakk,gak,karena kamu bilang kayak gitu aku jadi kepikiran ,kayanya lebih enak pakai motor." ucap arga.


"hahh?? memang waktunya nyukup nih..." kata akila.


"cukup,cukup banget ,biar aku pinjam motor temanku aja,dia punya bengkel didaerah sini kok." ucap arga.


"ohh ya...? kamu yakin.? " ucap aKila.


"yakinlah, masa gak." arga beranjak kemobil nya.


"ayo cepat naik." kata arga pada akila.


"iyaa.." akila menuruti kata arga


mobil pun melaju dengan kecepatan sedang ketempat teman arga.


25 menit kemudian,


arga dan akila sudah sampai di bengkel temannya itu.


setelah deal dengan harga sewanya ia langsung tancap gas dan meninggalkan mobilnya di bengkel temannya.


ternnn,,tern,,,ternnnn..


(suara gas motor)


arga dan akila berboncengan menuju ke tempat pendakian.


"Akila,pegangan, aku mau ngebut." kata arga tampak serius dan tangan nya memaju mundur kan gas.


"ahhh..yang bener,jangan ngebut-ngebut aku takut." teriak aKila histeris.


"udah,kamu diam aja, ini urusan laki-laki." arga menarik gasfull.


laksana pembalap muda yang lagi naik daun.


ia terlihat seperti jagoan.


"uuuuuhh.... memang enak traveling pakai motor ." teriak arga bersorak.


akila tersenyum


kemudian ia memukul bahu arga.


"gak usah lebay gitu napa." akila setengah protes lalu arga menambah kecepatan gasnya.


"whah!! aku takut mas,pelan-pelan dong ." akila ketakutan dan mempererat pegangannya.


hingga arga baper dibuatnya.


ia hanya tersenyum dalam hati.


tiba-tiba aKila mempererat dekapannya dan menenggelamkan wajahnya di pundak arga.


"kamu ngantuk kil," ucap arga sedikit menoleh kebelakang.


"kill..kil.." arga memanggil aKila namun aKila tak menjawab.


"hmmm ,dia tidur." arga memegang tangan aKila dan merekatkan lagi ke perutnya.

__ADS_1


kemudian,


arga ngebut memburu waktu.


19:30.


arga melirik kearah arlojinya.


kemudian,ia berhenti sejenak.


"akila,kita berhenti sejenak ,kita minum dulu ya." ucap arga membangun kan akila.


"hmmmm,kita udah sampai mas ." kata akila membuka matanya perlahan


"belum,kita lagi istirahat dulu,nanti kita bakal sampai sekitar 25 menit lagi." ucap arga sambil meneguk air mineralnya.


"oh,gitu." akila mengucek matanya ,ia membuka minuman nya dan setelah itu ,ia tampak membuka snack .


"kamu mau mas ." kata akila menyodorkan bungkusan Snack pada arga.


" iya mau." kata arga sambil membuka mulutnya.


"aaaaa.." arga membuka mulutnya.


"idihhhh ,ogah ,aku gak mau nyuapin.


makan sendiri kenapa,jangan manja ahhh.." kata akila terlihat jutek.


"hmmmm..gitu aja ngambek.'' arga menyomot paksa bungkusan Snack itu.


"ihhhh.. main serobot aja." kata akila mendengus.


" bodo amat." arga tersenyum nakal.


"ihhh,dasar." akila terlihat kesal.


tiba-tiba ponsel akila berdering


tapi akila merejectnya.


"kenapa gak diangkat." ucap arga


"gak,gak penting,orang iseng." ucap aKila


"ohh gitu.." arga mengangguk.


ia langsung melahap Snack akila.


"yaelah,pelit amat timbang jajan doang,segitunya."arga mengerucutkan bibirnya.


kemudian ia meminum air mineralnya.


"ehhh,kita jalan lagi yuk,keburu malam nanti kita gak bisa lihat sunrise." ucap arga sambil menaruh botol mineralnya di tepi ranselnya.


"ayo,siapa takut." akila menjilati sisa bumbu snack dijari miliknya.


"ihh ,kayak anak kecil tahu."arga mencibir tingkah laku akila.


"biarin,habis ini enak." kata akila sambil menjilati sisa bumbu dibibir nya.


"aduhh,ya ampun ini anak ,bikin aku pengen aja." otak mesum arga bergejolak.


"pakai ini," kata arga pada akila seraya menyerahkan sebuah syal pada akila.


"ini buat aku." kata akila menatap mata arga.


"hmmm,aku sengaja belikan ini buat kamu , karena aku tahu , pasti kamu butuh ini." ucap arga tersenyum .


"makasih,kamu baik banget si." akila mengambil syal itu dari tangan arga dan mengalungkannya dileher.


"baiklah,jika udah siap kita jalan lagi yuk." ajak arga sembari menggeser motornya.


"siapp..!!" akila mengatupkan telapak tangannya didahi.


"hmmm,bisa aja loe." arga menggeleng melihat tingkah aKila yang dianggap konyol.


ternnnn....ternnnn ...ternnnn


motor arga melaju membelah jalan.


akila mendekap tubuh arga dari belakang.


entah,arga merasa nyaman saat bersama aKila.


walaupun akila seperti tak membalas cintanya.


tapi arga tak patah arang.


...----------------...

__ADS_1


RUMAH BRIAN


Brian menatap langit-langit kamarnya.


ia terbayang masa lalunya.


saat megan sang mantan kekasih pergi meninggalkan dirinya dan lebih memilih laki-laki yang dijodohkan oleh orang tuanya.


terang saja saat itu brian bukan lah orang yang sukses seperti sekarang ,ia masih kerja dicafe dan itu gajinya tak seberapa.


hatinya begitu sakit jika ingat peristiwa itu.


tok,tok,


Pintu diketuk oleh seseorang dari luar.


"nakk,kamu udah tidur." ucap ibu bilqis ,yang tak lain ibunya brian.


"belum bu,ibu mau masuk? buka aja gak dikunci." Brian setengah teriak.


krettt..


tak lama pintu terbuka


disana berdiri Wanita paruh baya.


ya , sekitar 49-50 an .


tapi wajah nya masih sangat ayu,karena goresan cream dan berbagai skincare salon langganan nya.


dan beliau termasuk wanita yang epik akan perawatan dan kecantikan .


maklum , warisan turun temurun dari keluarganya.


hal itu juga yang membuat wanita ini terlihat awet muda diusianya yang terbilang tak muda lagi.


"ada apa bu." kata brian sambil meringkuk didalam dekapan guling.


"hmmm,besok ibu ada arisan,dan arisan nya sama teman sekolah ibu." kata wanita itu.


"lahh terus?." kata brian mengernyit heran.


"iyaa,mereka bawa anak-anak mereka dan ibu pengin kamu ikut ibu kesana, biar ibu kenalin ke teman ibu." wanita itu tersenyum manis dan memegang bahu anaknya.


"ahhh ,ogah bu,brian bukan anak mami,lagian ibu apa gak malu arisan bawa anak yang sudah kepala 30." protes brian seraya menelentangkan tangannya di atas ranjang.


"ahhh,kamu, gak pernah deh,nyenengin ibu , sibuk kerja terus sampai lupa waktu." keluh Bu bilqis menyilangkan tangannya.


"ahhh tau ahh,aku capek mau tidur,udah sana temenin papa." usir brian pada ibunya.


sontak wanita itu bangkit dan mengernyitkan dahinya.


"anak ibu memang susah dibilangin.


heran ibu tuuh ,sama kamu." omel bu bilqis seraya bangkit dan membuka pintu lalu pergi tanpa permisi.


"ahh,terserah deh,kata ibu." brian melempar guling kesembarang arah.


lalu brian menghempaskan tubuhnya .


jam menunjukan pukul


22:00


Brian tak bisa memejamkan matanya , walau ia berusaha memejamkan secara paksa.


tiba-tiba,


cling...


sebuah notifikasi pesan masuk di ponselnya.


matanya langsung membulat


ia membuka ponselnya dan terlihat Recent update status dari arga.


mata brian melotot.


dengan kesal ia melempar ponsel nya di atas ranjang.


brakkkkkkkk.


lalu matanya terpejam .


tanpa terasa ia terlelap.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...

__ADS_1


tinggal kan selalu jejak komentar,like,and vote yakk..🙏🙏🙏😍😍💋💋💋 jika udah baca . terima kasih banyak.


__ADS_2