
RUMAH PAK RAMDAN
sore ini bu Hasna dan pak ramdan masak besar.
karena mendengar bram akan datang dengan wanita yang dicintainya.
'' bi , tolong ini di tata yang rapi di meja sana ya.'' ucap bu hasna pada assisten rumah tangganya.
'' baik bu.'' semenjak bu hasna sakit-sakitan ia memakai jasa pembantu rumah tangga untuk meringankan semua pekerjaan rumahnya. sesekali saja beliau memasak ketika ingin saja.
jika sudah capek ,bi Lasmi yang mengerjakan semuanya.
tinggal bu hasna sedikit beberes dikamar atau di lantai atas.
'' Bu ..'' sapa pak ramdan pada istrinya yang sedang melamun.
'' ehh ,bapak udah pulang.'' Bu hasna tersenyum kecut.
ia agak terkejut dengan kedatangan suaminya yang tiba-tiba.
rupanya ,pak ramdan baru saja pulang dari tempat penggilingan tehnya.
karena semalam banyak pesanan teh untuk dikirim keluar kota ,beliau sengaja menginap di saung dekat kebunnya.
jadi ,beliau tidak perlu bolak - balik .
selain memakan waktu tempuh yang lumayan lama , tempatnya rawan hujan .
jadi, dengan beliau menginap di saung ,lebih efisien dan lebih irit bahan bakar dan tenaga tentunya.
'' bapak kok baru pulang, semalam menginap disaung?.'' ucap bu hasna menatap suaminya.
'' iya bu.''pak ramdan melepaskan semua peralatannya.
"bu ,bapak mau mandi dulu , setelah itu bapak mau telepon bram .'' ucap papanya bram tersenyum sekilas.
'' iya pa,biar ibu bikinkan kopi dulu,jadi nanti pas bapak udah selesai mandi kopinya udah gak terlalu panas.'' Bu hasna tersenyum.
lalu bangkit menuju kedapur menyiapkan kopi hitam untuk pak ramdan.
dari kejauhan terlihat bi Lasmi membawa nampan kosong.
''maaf bu,semua udah saya siapkan dimeja makan ,saya pamit pulang dulu , mau ngantar makanan buat anak saya dulu dirumah.'' ucap bi Lasmi sopan.
'' ohhh ,iya bi, makasih ya ,biar nanti saya bereskan semuanya jika udah selesai acaranya.'' ucap bu hasna tersenyum .
lalu,bi Lasmi pun pamit undur diri.
Bu hasna terdiam sejenak ,ia memandangi jam dindingnya sesekali.
rasanya sudah tak sabar wanita itu bertemu dengan bram, apalagi bram bilang dia akan memperkenalkan calon istrinya.
sudah lama , semenjak kiara meninggal.
Bu hasna dan pak ramdan kesepian.
apalagi, anaknya bram dibawa oleh orang tuanya kiara .
'' Bu ...'' tiba-tiba saja suara pak ramdan mengagetkan dirinya.
'' astagfirullah pa, bikin kaget saja bapak ini.'' bu hasna mengelus dadanya.
'' ibu ini lagi mikirin apa si.
daritadi bapak perhatiin kok kayak lagi banyak pikiran.'' ucap pak ramdan mengernyitkan alisnya.
'' ibu tiba-tiba ingat anak bram , cucu kita pa.'' Bu hasna mendesah Kecil.
pak ramdan menghela napasnya.
ia meraih gelas kopinya.
'' hmmm,bu,anaknya bram,udah bahagia dengan kakek dan neneknya disana.
kita gak bisa berbuat apapun.'' ucap pak ramdan pasrah.
__ADS_1
lalu , menyesap kopinya.
srupp...sruppp...
'' tapi pa, bagaimanapun juga dia masih cucu kita,kita berhak untuk melihat cucu kita.'' Bu hasna bersikukuh.
''bu,kita udah sepakat untuk tidak bahas masalah inikan?'' pak ramdan mendekati istrinya.
'' dan lagipula ,anak kita sebentar lagi sampai,gak lucu kalau bram melihat kondisi ibunya yang kayak gini.'' rayu pak ramdan mengusili istrinya.
'' iya juga ya pa, ya udah ,kita siap -siap bentar lagi bram sampai.'' ucap bu hasna sedikit senang.
'' iya bu .'' pak ramdan merangkul istrinya menuju ruang tamu.
*****
" sayang...'' ucap bram sembari mengemudi.
'' iya mas.'' ucap akila tersenyum manis.
'' kamu udah siap kan?'' ucap bram menggoda akila.
'' siap apa mas.'' ucap akila terlihat bingung.
'' siap ketemu camer dong ,gimana si .'' Bram mengerucutkan bibirnya.
'' ohh,kirain siap apaan.'' akila tersenyum tipis.
'' yehhh,mikir apa si .'' Bram mengusap pipi akila lembut.
'' mas,aku agak nervous nih.'' akila menggigit bibirnya.
'' udah ,gak usah gerogi,ibu sama bapak udah tahu kok ,kita mau kesana.'' ucap bram tetap fokus pada jalan.
'' iya mas .'' akila berusaha menghilangkan gerogi dalam dirinya.
'' okay,good job.''bram menepikan mobilnya.
'' Kita udah sampai babe..'' Bram mengusap rambut akila.
ia membenarkan dressnya yang sedikit kusut .
ia mencoba menghela napas dan mengaturnya biar tidak terlalu kelihatan jika sedang gerogi.
'' kamu masih gerogi? ,ya ampun ,sini aku peluk biar gak gerogi.'' Bram meraih tubuh akila kedalam pelukannya.
untuk sejenak akila merasa lega dan nyaman.
'' udah,gak usah gerogi ,kayak ketemu sama siapa aja si.'' Bram melepaskan sabuk pengaman akila.
'' makasih mas.'' akila tersenyum manis.
'' ihhh,kalau lihat kamu senyum ,aku tuh jadi pengen...'' kekeh bram menatap akila dalam.
'' huss!! ngawur kamu ya mas.'' akila menoel jidat bram.
'' wkkkk, bercanda kali..,ya udah ayo kita turun ,ibu sama bapak udah nunggu didalam.'' bram membuka pintu mobilnya.
terlihat akila turun dari mobilnya dan menunggu bram yang masih merapikan pakaiannya.
'' yukk..'' ajak bram meraih tangan akila.
mereka masuk kedalam rumah pak ramdan beriringan.
" assalamualaikum bu.'' terdengar salam dari bram didepan pintu rumah pak ramdan.
'' wa..,'alaikum ..sa..lam..'' bu hasna terkejut ketika melihat siapa yang datang bersama dengan bram.
'' akila...''bu hasna melotot kaget.
'' kalian..?'' bu hasna tak percaya dengan apa yang dilihatnya saat ini.
'' lohh,bram, akila,kok udah sampai gak masuk kedalam.'' ucap pak ramdan dengan santai.
'' apa ini pa...'' tatap bu hasna penuh protes .
__ADS_1
'' jadi bapak udah tahu jika wanita yang mau dikenalkan kekita itu akila.''bu hasna mengernyitkan dahinya.
'' iya bu,jadi bapak mau cerita ini jauh-jauh hari tapi ,bram bilang jangan dulu, biar suprise aja .'' pak ramdan terkekeh .
'' ihhhh, kaliann..,awas ya ,udah sekongkol main rahasia -rahasiaan segala .'' bu hasna sedikit merajuk.
" ya maaf bu,ini idenya bram,anak kesayangan ibu.'' goda pak ramdan.
" bisa aja kamu pa..'' kekeh bu hasna.
'' jadi ,wanita itu kamu akila ...'' bu hasna meraih pundak akila dan memeluknya.
untuk sejenak ,
Bu hasna seperti ingin mewek saat itu juga.
tiba-tiba saja suasana jadi penuh keharuan.
'' akila , maaf atas semuanya yang kamu alami dulu ya.'' ucap bu hasna menitikkan air matanya.
wanita itu tidak kuasa untuk menahan air matanya supaya tak jatuh .
'' iya ibu,aku udah memaafkan,dan melupakan semuanya.'' ucap akila terdengar melow seketika.
'' makasih,kamu emang wanita berhati mulia akila, pantas saja bram ,sampai saat ini belum bisa move on dari kamu.'' Bu hasna terkekeh kecil.
'' yahh ,ibu ,pakai bongkar kartu AS aku lagi.'' bram menggaruk kepalanya.
'' iya ,memang kenyataan nya begitu kan?'' Bu hasna menggoda anaknya.
'' ahhh,udah ah,aku mau makan, lapar !! .'' bram terlihat malu dan cengengesan.
ia sengaja menghindar dari semuanya.
pak ramdan,bu hasna dan akila hanya menggeleng pelan.
*****
" kita pulang dulu ya bu ,pak.'' ucap akila berpamitan.
'' iya ,kamu juga hati-hati ya.'' bu hasna tersenyum tipis.
'' iya bu , besok -besok kita main kesini lagi kalau ada waktu.'' ucap akila ramah.
'' ya udah,kalian kalau mau pulang , jangan lama-lama ini udah sangat malam.'' ucap pak ramdan
'' apa tidak sebaiknya kalian menginap di sini saja.'' ucap bu hasna penuh kekhawatiran.
'' besok bram ada jadwal meeting pagi bu,semua berkas ada dirumah .'' Bram memasukan semua barang bawaan nya kebagasi.
''iya , terserah kalian aja.'' bu hasna tak bisa memaksakan kehendak mereka berdua.
'' ya udah ,kita pamit ya bu.'' ucap bram , akila masuk kedalam mobilnya dan menunggu bram yang masih mengobrol dengan orang tuanya.
'' hati -hati nak..'' ucap bu hasna tersenyum getir.
'' iya bu,kalian baik-baik ya disini.'' bram melambaikan tangannya.
lalu,
masuk kedalam mobilnya.
perlahan, bram melajukan mobilnya.
kini Bu hasna dan pak ramdan terdiam memandangi punggung mobil bram,yang semakin lama semakin tak terlihat.
'' ayo kita masuk bu,diluar dingin.'' ucap pak ramdan sembari merangkul istrinya.
'' iya pa..'' bu hasna tersenyum tipis.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
__ADS_1