SYAKILA

SYAKILA
99. TAK TERDUGA


__ADS_3

pagi pun menjelang...


akila membuka matanya .


ia merasakan perih dibagian bawahnya.


ya mungkin karena udah terlalu lama bagi akila .


karena pergerakan dari tubuh akila ,bram akhirnya terbangun.


"sayang,udah bangun " sapa bram mengecup tengkuk akila yang polos.


"hmmm." ucap aKila mengangguk.


"hari ini aku antar kamu berangkat kerja ya."tawar bram sambil mendekap tubuh akila.


"gak, gak usah repot-repot." tolak aKila secara halus.


"kenapa,apa kamu takut pada bryan ." sindir bram.


"gak ,aku gak takut pada siapa pun,hanya saja sekarang kita udah gak ada hubungan apa-apa.


jadi,aku gak mau kita terlihat mesra didepan umum." jelas akila pada bram.


bram sedikit kecewa atas ucapan akila


namun,ia berusaha menerima nya.


karena saat ini akila mungkin masih kecewa pada dirinya .


bram tersenyum,ia berusaha menerima kenyataan.


"baiklah,aku akan memberi kesempatan pada kamu." terang bram.


"terima kasih." ucap akila sambil beranjak bangun.


srettttt....


tangan bram menelusup ke perut akila.


"ijinkan aku untuk membuktikan kalau aku akan berubah menjadi laki-laki yang pantas buat kamu." ucap bram mengecup rambut akila.


"lepaskan aku bram." rengek akila.


"gak akan ,aku akan seperti ini sampai kamu memaafkan aku." ucap bram bersikukuh.


"bram please." pinta akila setengah marah.


akhirnya bram mengecup tengkuk akila.


"apa itu sangat sakit sayang."bisik bram ditelinga akila.


"hmmmmm, " jawaban akila pada bram.


bram terkekeh kecil


"itu karena udah s*mp*t dan tidak pernah dilewati dalam waktu yang lama." kekeh bram.


"mau aku buat biar gak sakit lagi." goda bram sambil m*ngg*g*t telinga akila.


"gak,aku gak mau."ucap akila ketus.


ia mendorong tubuh bram.


namun bram mendekap lagi tubuh polos itu.


''gak mau apa ,gak mau nolak.'' kekeh bram seraya mengulum senyum nakal.


ia mengecup ***** akila dari belakang.


hingga akila menggeliat .


bram tak mau berlama-lama ,ia segera saja memulainya untuk menuntaskan keinginannya.


pagi-pagi sekali dua insan itu.


sudah melakukan warming up diranjang.


"kita lakukan lagi." bisik bram ditelinga akila.


akila tak bisa menolak ajakan bram.


bagaimana pun bram adalah laki-laki yang sudah mendapatkan ke********n akila.


akila bisa apa, ia hanya bisa pasrah dan menuruti keinginan bram kali ini.


...----------------...


KANTOR BRYAN


08:00 AM


"akila jam segini belum datang, tumben." bryan masih sibuk dengan laptopnya.


ia sesekali melirik kebawah tempat parkir,menengok keberadaan akila barangkali udah sampai disana.


ia gusar dan panik.


bryan menelepon aKila dan...


krett..


pintu ruangan bryan terbuka lebar.


akila berdiri di sana.


bryan langsung bangkit dari duduknya dan menaruh ponselnya dimeja.


ia urungkan panggilan nya.


"akila,kamu." bryan menatap akila dari ujung kaki keujung kepala .


''maaf pak ,saya telat." ucap aKila pada bosnya itu.


akila mencoba mengatur napas dan duduk disofa .


bryan yang melihat itu hanya


geleng-geleng kepala.


rambut akila basah ,dia seperti habis berenang saja.


baju nya berantakan.


"akila ,apa kamu gak sempat keringkan rambut mu." bryan melotot dan mencebik.


"gak sempat ,aku udah gak keburu waktunya." akila mengusap rambutnya dan menyisir kebelakang


"hemmm,malas banget wanita ini." gumam bryan.


"Aku mau keruang logistic mau ngeringin rambut dulu.'' pamit akila sambil berlalu pergi.


akila berjalan kearah logistic.


ia menyalakan hair dryer

__ADS_1


dan memasangkan nya diatas rambut nya.


nguiiikkkk..deerttt..derttt.....


bunyi hair dryer itu menggilas rambut akila yang basah.


saat akila asyik mengeringkan rambutnya


"ehemmm..ehemmm.." bryan berdiri didepan pintu.


"ehhhh,, bapak,ada apa." akila terlihat cengengesan.


"mau sampai kapan kamu disitu,kamu kira ini kantor nenek moyang kamu apa." maki bryan menyilangkan tangannya.


"aduh,ini darurat pak, saya lagi ngeringin rambut dulu,habis itu kita lanjutin lagi laporan yang tertunda." ucap aKila sambil mengibaskan rambutnya.


"whatever!! pokoknya dalam 10 menit kamu gak masuk keruangan saya ,saya akan pecat kamu." ancam bryan.


"yaelahh,pelit amat ,timbang hair dryer doang ." protes aKila dengan nada kesal.


jebrettt..


pintu ditutup kasar oleh bryan.


"ngimpi apa aku ya tuhan,bisa punya bos yang aneh dan arogan." maki akila dalam hati .


lalu ia mematikan hair dryer nya .


"huuu,,kesal,kesal,kesal." umpat akila sambil menginjak-injak lantai.


lalu ia pergi keruang bryan.


krett....


pintu ruang bryan terbuka


akila masuk dan mengambil berkas yang tertinggal.


"permisi ,saya mau ambil berkas saya yang ketinggalan disini." ucap aKila pada bosnya


"hmmmm.."sahut bryan datar .


akhirnya,akila pun pergi dari hadapan bryan.


ia terlihat cuek dan dingin pada bryan.


"anak itu ,niat kerja gak si." umpat bryan dalam hati


dan menggeleng pelan.


bryan mencium bau gelagat akila yang terlihat aneh .


"rambut basah dan acak-acakan.


jalannya aneh." gerutu bryan.


"sebenarnya ,dia kenapa si ." umpat bryan .


" macam pengantin baru aja." batinnya.


sontak bryan melotot dan teringat akan bram .


"jangan,jangan akila habis dip*k*i lagi sama bram." lirih bryan bergumam sendiri.


"ahhh,bodo amat ah..,itu urusan mereka,apa hubungannya sama aku.'' bryan melanjutkan lagi pekerjaan nya yang tertunda.


*


*


akila terlihat serius pada monitor komputer nya.


ia sebenarnya ingin cepat-cepat pulang tapi entah,bryan menyuruhnya mengerjakan pekerjaan seabreg.


"gajian aja belom,udah dikasih pekerjaan numpuk gini,punya bos kok gitu amat ya." nyinyir akila dan ngedumel sambil sesekali mengetik keyboard nya.


"ehemm...ehemm..." tiba-tiba terdengar suara laki-laki berdehem di depan aKila.


akila terkesiap.


"mas arga ? ngapain berdiri disitu." ucap aKila tersenyum


"gak,aku cuma lagi lihatin bidadari yang sedang mengomel daritadi." canda arga pada akila.


"aihh,apaan si." akila terlihat memerah mukanya .


"nih,aku bawakan makanan buat kamu,pasti kamu lapar kan.? " arga menyerahkan sebutir burger pada akila .


"wihhh,mantap ,ini yang aku tunggu daritadi.


"kok kamu tahu mas,kalau aku lagi pengin makan ginian." celetuk akila tersenyum puas


"ya aku gitu loh,jelas tahu lah ,apa yang tuan putri inginkan." goda arga mereka terkekeh geli dan tiba -tiba ruangan akila dipenuhi gelak tawa mereka berdua.


tanpa sepengetahuan akila dan arga ,bryan dari tadi berdiri didepan pintu.


dan mendengar suara cekikikan didalam.


tangan nya memegangi bungkusan entah berisi apa.


tapi,bryan mengurungkan niatnya


ia berlalu pergi dan membuang bungkusan berupa kresek putih ditempat sampah.


ia kembali ke ruang kerjanya.


pikirannya kacau.


ia terlihat frustasi.


dan menyenderkan kepalanya disofa.


ia tertidur seketika.


dalam mimpinya ia melihat megan sang mantan tersenyum padanya.


"megan,sayang.." ucap bryan meracau.


kemudian,ia tersadar dan membuka mata nya.


"ahhh , ternyata cuma mimpi ." gumam bryan ia mengucek matanya dan berdiri hendak pergi ketoilet .


namun,


brakk....


akila datang dari luar dan menabrak bryan.


"auwww,akila ,kamu bisa lihat jalan gak si,main tabrak-tabrak aja." omel bryan pada akila.


"maaf,maaf pak,saya gak tahu kalau bapak akan keluar dari ruangan dan saya juga buru-buru." kata akila memohon maaf.


"ahhhh,yaudah ,awas minggir."bryan menatap akila dengan marah.


akila tertunduk.

__ADS_1


ia mundur satu langkah dari tempat semula bermaksud memberi jalan pada bosnya.


"ahhhh.. mimpi apa coba ,aku mesti tabrakan segala lagi." akila menepuk jidatnya


dan menghela napas.


kemudian tangannya mengambil berkas yang berserakan dilantai.


dan menyusunnya jadi satu tumpukan .


setelah itu ia menaruh nya dimeja bryan.


setelah itu dia keluar dari ruangan bryan.


sambil menyungut- nyungut bibirnya.


menuju kemeja kerjanya.


"heii..akila , kenapa manyun gitu " arga tiba-tiba udah dibelakang akila.


"ahh ya ampun ,mas ngagetin dehh.." akila mengusap dadanya.


"ya lagian,loe cemberut gitu,ada apa." ucap arga ingin tahu.


"gak ada,cuma tadi aku kena marah sama bos, gegara aku gak sengaja nabrak dia tadi." akila mengerucutkan bibirnya.


"ohhh,udah ah,jangan bete gitu ,kita makan yukk.." ajakk arga menarik lengan akila.


"ayukkkkkk.." akila tersenyum manis.


...----------------...


RUMAH BRAM.


bram yang sudah mereguk kenikmatan surga bersama wanita nya kini terlihat bahagia.


kiara yang melihat itu dia tampak curiga.


"bram,tumben dia bahagia banget." lirih kiara sambil menggendong anaknya.


"mas,aku nitip adek bentar dong,mau nyiapin susu buat dia." ucap kiara pada bram


"ihh,ganggu aja si,bikin susu aja ,kok repot amat ,taruh aja dia dilantai,gampang kan " omel bram karena kiara dianggap mengganggu.


ia bangkit dan pergi.


"ya ampun mas,aku cuma minta tolong sebentar aja,masa gak bisa.." kiara menahan amarah di dadanya.


ia mengelus dada lalu pergi


dan menuju kedapur.


sementara anaknya dibiarkan bermain dilantai.


gubrakkkkkkkkkkkk...


aaaaaaaaaaa....ehekkkkk.. ehekkkkk..


terdengar suara jeritan dari anak kiara .


kiara berlarian menghampiri suara itu.


"ya ampun Arsya..." teriak kiara karena Arsya ternyata udah terjungkal dan hidungnya berdarah.


"aaaaaaaaaaa... aaaa...." terdengar rengekan arsya karena ia barusan terjatuh.


kiara langsung membopongnya dan menenangkan nya.


tapi arsya tak kunjung reda tangisan nya.


ini membuat bram mengomel pada kiara.


"aduhh,wanita gila, cepat urus anakmu , bisanya apa si,ngurus anak aja gak bisa,dasar payah." maki bram pada kiara.


"aduh mas maaf ,tadi arsya jatuh dan dia hidung nya berdarah ." isak kiara.


"Halah,bukan urusanku , cepat bawa dia ke klinik." bentak bram ,matanya melotot.


"tapi,apa tak sebaik nya kamu antar aja mas,aku keklinik ,ini udah malam dan hampir jam 9 malam." rengek kiara.


"gak,aku sibuk,ini ongkos buat taxi." bram melempar uang pada kiara." kiara terdiam,batinnya teriris melihat tingkah bram yang kasar.


ia pun pergi meninggalkan bram dan langsung mencari taxi.


tapi rupanya taxi tak ada ,hingga kiara terpaksa jalan kaki.


DITENGAH PERJALANAN.


bryan dan akila yang baru saja pulang dari mengurus project nya .


melihat seorang wanita yang sedang menggendong balita,ia tampak kusut dan tergopoh-gopoh.


hampir saja bryan menabrak nya.


"pak,awas." teriak aKila pada bryan.


bryan yang kaget sontak menginjak rem dengan mendadak.


brakkkkkkkk..


dahi akila dan bryan menabrak bagian depan mobil.


"ahhhh...." ringis akila menahan sakit dan nyeri karena jidatnya terluka .


"akila ,kamu gak apa-apa ." tanya bryan sambil mengusap jidat nya.


"gak ,aku gak apa-apa , sepertinya bapak menabrak seseorang tadi." ucap aKila.


"ohhh ,ya tuhan , ada-ada aja." seruu bryan ia langsung keluar dari mobilnya dan mengecek kedepan .


ia melihat seorang wanita terduduk dipinggir jalan sedang kesakitan.


dan digendongannya tampak balita sedang menangis.


"ya ampun mba,maaf aku tak sengaja ,ayo aku antar kerumah sakit." tawar bryan pada kiara.


"iya mas ,maaf tadi saya buru-buru jadi gak lihat jalan pas nyebrang." ucap kiara memelas.


"iya gak apa-apa mba ,mari saya bantu bangun ." bryan memapah kiara dan membawa nya kemobil.


akila yang melihat itu langsung bangkit dan membuka pintu untuk kiara.


betapa terkejutnya akila saat melihat wanita yang ada didepannya.


"k, kamu.." akila terbata dan melotot tak percaya pada pemandangan didepan nya.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


tinggalkan jejak komentar dan like ya , biar semangat upp


🙏🙏🙏🙏

__ADS_1


__ADS_2