SYAKILA

SYAKILA
209. JATUH CINTA LAGI


__ADS_3

'' kita turun yuk.'' ajak bram ,ia mematikan mesin mobil nya.


'' iya mas.'' akila tersenyum hangat.


mereka turun dari mobil menuju young cafe & resto .


bram tersenyum senang bisa bersama akila saat ini.


ia meraih tangan akila dan bergandengan tangan.


sampai sudah mereka di meja no 1.


bram mempersilahkan akila untuk duduk.


akila hanya menggeleng pelan karena bram begitu lebay menurut nya.


setelah itu bram langsung duduk manis dan diraihnya buku menu yang tak jauh darinya.


'' kamu mau makan apa.'' ucap bram seraya membolak- balik buku menu.


akila masih berpikir mau makan apa.


'' entah aku bingung .'' akila mengedikan bahunya.


'' bagaimana kalau daging non lemak.'' ucap bram memberi saran.


'' mmmm boleh , boleh.'' akila tampak setuju dengan ucapan bram.


'' minum nya.'' bram melirik kearah akila lagi.


'' hot lemon tea .'' ucap akila singkat.


'' okayy.'' bram melambaikan tangan pada pelayan cafe .


tak lama kemudian,


terlihat sang pelayan menghampiri bram dan akila.


pelayan cafe merepeat semua pesanan akila dan bram .


setelah itu ia pergi dari hadapan mereka berdua.


sambil menunggu pesanan datang bram memulai obrolan santai.


'' mulai besok kamu boleh tinggal di apartemen ku kalau mau.'' ucap bram membuat akila tercengang.


'' apa kamu yakin mas.'' akila ragu dengan ucapan bram.


lagipula akila gak mau merepotkan siapapun termasuk bram.


'' yakin dong ,dan aku juga akan melamar kamu jika kamu mau.'' terang bram tersenyum.


'' m-melamar?'' akila begitu terkejut dengan penuturan bram barusan


'' iya,emang kamu gak mau dilamar sama aku,laki-laki yang udah mengambil harta terbesar kamu.'' terang bram tersenyum nakal.


'' ckkk..apaan si.'' akila tersenyum malu.


'' permisi .'' ucap sang pelayan dengan membawa pesanan untuk akila dan bram.


'' ya , silahkan.'' bram tersenyum ramah.


akila hanya memperhatikan bram dalam diam.


'' akila .'' ucap bram mengagetkan akila.


'' iya ,iya mas.'' akila terlihat gugup.


'' kamu kenapa.'' bram mengusap rambut akila yang tergerai bebas.


'' aku gak apa-apa mas.'' akila berusaha meyakinkan bram.


'' okee...'' bram menyodorkan piring didepan akila.


'' nih,pesanan kamu ,ayo dimakan.'' ucap bram dengan lembut.


akila hanya mengangguk pelan.


'' habis ini kita langsung pulang ya .'' ucap bram.


'' iya mas.'' akila memakan makanan nya perlahan.


bram tersenyum senang.


mereka tampak harmonis saat makan.


seperti pasangan suami istri yang sedang berbulan madu.


bram mengecup tangan akila seraya memandangnya dengan lembut.


'' mas,kamu tuh,gombal dari dulu gak ilang-ilang .'' akila setengah memaki bram.


bram hanya terkekeh kecil.


'' gombal kekamu kan gak salah.'' bantah bram seraya tersenyum jahil.


'' hmmm,terserah.'' akila terlihat merona menahan malu karena ucapan bram.


'' kamu malu ya.'' bram menggoda akila


'' gak,gak,udah kamu tuh mau makan, atau mau gombal?'' akila melotot pada bram.


brampun terkekeh geli.

__ADS_1


'' ya udah,iya aku makan.kamu juga habiskan tuh makanannya , sayang kan ,udah dibeli mahal-mahal juga gak dihabiskan .''maki bram membuat akila setengah geram pada akila.


'' hmmm ,lebay.!!'' akila terlihat cemberut.


ia memonyongkan bibirnya karena bram dirasa sangat lebay.


beberapa menit kemudian,


'' kita pulang yuk.'' ucap bram seraya melirik arlojinya.


tanpa terasa malam udah semakin larut.


pukul setengah 12 malam WIB.


'' iya mas.'' akila meraih tas Selempang nya dan segera bangkit dari duduknya.


sementara bram,ia menuju meja kasir untuk membayar semua billnya .


akila berdiri mematung didekat meja makan yang kosong .


tak lama bram menghampiri akila.


'' yukk..'' ajak bram membuat akila sedikit kaget.


akila mengangguk pelan.


mereka langsung masuk ke dalam mobil lagi.


senyum tersirat di wajah bram kali ini.


sementara akila,ia sibuk mengaitkan sabuk pengaman nya.


'' mau aku bantu .'' tawar bram basa basi.


'' gak usah.'' akila tersenyum tipis.


'' okee...'' bram mengundurkan mobil nya perlahan .


kali ini mereka akan pulang ke apartemen bram .


untuk sementara akila akan tinggal diapartement bram .


untuk sementara atau selamanya . entah lah,


intinya sampai keadaan benar-benar aman.


sampai anak buah erna tidak bisa mengendus keberadaan akila saat ini.


tinn..


mobil melaju perlahan membelah jalan malam.


bram tampak fokus pada jalanan.


ia menyenderkan punggungnya di jok .


ada perasaan takut dan khawatir didalam hatinya.


'' untuk sementara ponselmu jangan diaktifkan dahulu sampai keadaan aman ya.'' ucap bram sembari mengemudi.


ia seakan tahu isi hati akila saat ini.


akila hanya mengangguk pelan.


'' iya mas,tapi...'' akila merasa ada sesuatu yang masih mengganjal dipikiran nya.


" tapi apa..'' bram menatap akila dalam.


berusaha meyakinkan akila.


'' tapi , kalau ada yang mencari aku kesini gimana.'' akila setengah panik dan takut.


'' udah,selama kamu sama aku, kamu aman oke...'' bram tersenyum dan mengusap tangan akila.


'' iya mas.'' akila membalas senyum bram.


mereka saling tatap sejenak.


lalu saling memalingkan wajah satu sama lain.


brampun merasa salah tingkah.


akila hanya tersenyum tipis lalu menatap kearah jalanan ,sengaja membuang muka dari bram karena malu.


tanpa terasa mereka sudah hampir sampai di apartment bram.


perlahan mobil masuk kedalam area basement .


akila merapikan rambutnya dan bersiap-siap untuk turun.


'' akhirnya ,kita udah sampai.'' bram mematikan mesinnya.


akila mengembangkan senyum.


mereka turun dari mobil saling beriringan menuju kedalam unit bram.


akila menghela napas panjang .


sementara bram , melepas sepatu nya.


dan menaruh diatas rak.


" aku mau mandi dulu .'' ucap bram seraya melepas semua pakaiannya.

__ADS_1


hingga tersisa boxer dan kaos dalam.


Akila hanya terdiam sejenak saat bram dengan seenaknya melepas semua nya didepan akila.


'' kamu kenapa.'' bram menatap akila tanpa merasa bersalah sedikitpun.


'' gak apa-apa mas, aku cuma ...'' bram menatap akila serius.


'' cuma apa..'' bram mendekati akila yang masih duduk disana.


'' udah , lebih baik kamu mandi aja mas.'' akila memalingkan wajahnya dari tatapan bram.


bram hanya terkekeh saat melihat tingkah akila yang seperti ketakutan saat ia mendekati nya dalam keadaan seperti itu.


ia tertawa kecil ,dan segera berjalan menuju kamar mandi.


akila melepas tasnya dan menaruh diatas nakas.


ia melirik kearah pintu kamar mandi.


aman!!


pikirnya.


lalu ,ia melepas dress dan menggantinya dengan baju santai .


ditatapnya pantulan wajahnya di cermin.


masih full make up.


diraih nya kapas dan remover untuk membersihkan sisa make up yang menempel di wajah nya.


setelah itu ia membasuh mukanya diatas wastafel .


huhh!!


akila merasa lebih rileks.


diraih nya tissue untuk menyeka wajahnya yang basah oleh air.


klekkk...


pintu kamar mandi terbuka.


akila melongo melihat bram, tubuh atletis bram yang masih basah oleh titik-titik air.


dada bidang yang ditumbuhi rambut membuat ia semakin terlihat seksi.


belum lagi ,perutnya yang seperti kue sobek .


uhhh!!!


akila menelan salivanya.


sudah lama ia tak pernah melihat pemandangan yang begitu indah.


'' akila...'' bram mendekati akila yang terbengong disana .


'' e...i-iya mas.'' akila terlihat gugup.


hingga tissue bekasnya tadi jatuh berantakan dibawah akila.


'' ckkkk,kamu kenapa si.'' bram menyolek dagu akila sekilas lalu meraih handuk kecil untuk menyeka wajahnya.


akila ,hanya bisa diam dan membisu.


untuk sejenak akila seperti kembali ke masalalu.


bram yang melihat akila terbengong disana ia menggeleng pelan.


'' akila ,aku mau ganti baju kamu mau lihat aku...?'' ucap bram seraya menoleh kearah akila.


'' a..apa mas,gimana mas.'' akila tak konsen .


bram mendekati akila.


'' apa kamu mau lihat aku ganti baju.'' bram mendekatkan wajahnya pada akila.


sangat dekat hingga jarak antara bibir akila dan bram hampir bersentuhan.


itu nyaris membuat jantung akila berasa mau copot.


'' i-iya aku akan pergi.'' akila segera beranjak keluar kamar.


ia pergi ke ruang tengah dan menyalakan tv , degup jantung nya seakan-akan tak pernah mau berhenti .


ia berusaha untuk mengatur napas supaya tenang lagi .


namun...,


jantung akila semakin berdebar kencang.


entahlah, kali ini akila seperti merasakan dirinya sedang jatuh cinta lagi.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


haii..haii.

__ADS_1


hai..vote dan like yak..🙏🙏😍😍😍


__ADS_2