SYAKILA

SYAKILA
222. KANTOR STEFANI


__ADS_3

stefanipun pergi dari apartement rio saat rio masih didalam kamar mandi.


[ saya pulang, masalah mobil nanti saya suruh sopir ambil di bengkel.]


stefanipun menaiki taxi yang udah ada disampingnya kali ini.


ia perlahan masuk kedalam taxi.


dengan perasaan yang tak bersemangat ,ia duduk dibelakang sang sopir.


''agak cepat ya pak.'' ucap stefani seraya menyenderkan punggungnya.


'' iya mba.'' ucap sang supir antusias.


entah kenapa tiba-tiba Stefani teringat akan peristiwa semalam .


dimana mereka melakukan sesuatu yang tidak pernah terbayangkan sebelumnya.


stefanipun pun menggigit bibirnya.


'' mba,udah sampai.'' ucap sang supir mengagetkan dirinya.


'' ohhh, iya ,iya pak .'' stefanipun terlihat gugup.


baru sadar jika ia sedari tadi melamun didalam taxi.


iapun segera turun dari dalam taxi.


sang supir pun tersenyum ramah. tak lama, taxi melaju meninggalkan kediaman Stefani.


stefani menghela napas panjang.


terlihat ia membuka pintu gerbang nya.


kali ini Stefani pulang terlebih dahulu untuk mandi sekaligus ganti baju sebelum beranjak kekantornya.


ia melepas semua pakaiannya.


untuk sejenak ia pergi mengguyur badannya didalam kamar mandi.


setelah dirasa cukup segar ia langsung mengenakan pakaiannya, dan merapikan semuanya yang sekiranya terlihat berantakan.


setelah rapi ia pun pergi dengan naik ojek yang tak jauh dari rumahnya.


*****


saat rio keluar dari kamar mandi ia sedikit kaget .


ia pun mengernyit mendapati Stefani tidak ada di kamarnya.


ia mencoba mencari kesana kemari tapi tak ada menemukan wanita itu.


Rio mengecek ponselnya.


benar saja terlihat chat masuk dari Stefani diponselnya.


Rio tertegun sejenak setelah membaca isi pesan dari Stefani.


ia menghela napasnya.


setelah itu ia meraih kemeja yang tak jauh dari posisi nya saat ini.


ia mengenakan kemeja nya dengan buru-buru.


*****


mobil rio sudah sampai di parkiran kantor nya.


ia mematikan mesinnya dan segera turun dari mobilnya.


bleg....


terdengar rio menutup pintu mobilnya.


kali ini rio sudah sampai di lobby kantornya.


''selamat pagi bos .'' tiba-tiba ricko sudah menyambut kedatangan rio sepagi ini.


'' pagi rick..,tumben sekali kamu sepagi ini udah standby didepan kantor menyambut kedatangan ku.'' kekeh rio , seolah sudah hapal dengan gelagat ricko jika ada sesuatu .


ricko mengernyit mendengar ucapan bos-nya itu


'' idihhh...,apaan si,jangan sok tahu ahh!! '' ricko menyangkal apa yang dipikirkan oleh rio padanya.


'' hmmm,yaudah si ,kalau gak ada apa-apa kenapa mesti sewot .'' oceh rio masih terus berjalan menuju ruangannya.


rickopun masih setia mengekori sampai keruangan nya .


'' Rick..'' rio tiba-tiba menghentikan langkahnya.


ia menoleh kearah ricko.

__ADS_1


'' iya bos .'' ricko mengernyit menatapi wajah bos-nya.


'' kamu masih ingat Stefani kan..'' tanya rio pada ricko.


''stefani? Stefani yang dulu pernah meeting dengan bos di villa itu kan..'' Ricko memastikan.


'' iya ,bener rick..'' Rio mengangguk cepat.


'' iya ,memang kenapa dengan dia bos.'' ricko berkerut.


'' jadi,pagi ini kita akan kekantornya saat ini juga.'' ucap rio tampak yakin.


'' memang nya kita mau ngapain bos.'' tanya ricko terlihat bingung .


'' ya,aku udah janji dengan kantor tempat dia bekerja untuk menjalin kerjasama dengan perusahaan mereka .'' terang rio terlihat serius.


'' ohh ,gitu.'' Ricko mengangguk pelan.


'' yaudah ,kita kesana sekarang aja.'' ucap ricko pada bosnya .


'' ya udah ,kita kesana pakai mobil kamu aja rick.'' rio merapikan pakaian nya.


'' okay..'' ricko pun berlalu mengambil kunci mobilnya dimeja kerja nya.


'' yuhh,bos .'' tiba-tiba saja ricko udah ada disamping rio.


mereka berdua segera meluncur kekantor stefani kali ini.


*****


RUMAH IBU KRISTAL


Bu kristal sepagi ini udah rapi dengan dressnya.


ia menggelung kecil rambut nya sampai kebelakang telinganya.


'' mam.., tumben udah rapi sepagi ini mau kemana.'' ucap pak wijaya yang baru bangun dari tidurnya.


rupanya pak wijaya baru sampai kerumah dini hari tadi .


sehingga ia masih stay di atas ranjang nya.


''papi mau tahu aja.'' sinis bu kristal pada suaminya.


'' loh,apa salahnya si mam,papi tanya sama mami mau kemana.'' pak wijaya melirik kearah istrinya yang sedang asyik mematut dirinya didepan cermin.


'' ya ,gak salah si.'' bu kristal terlihat sibuk mengenakan giwangnya.


'' ya ,ya..'' pak wijaya pun bangkit dari tempat tidurnya.


'' lohh , papi mau kemana.'' ucap bu kristal terhenti sejenak.


'' papi mau mandi pakai air hangat dibawah.'' ucap pak wijaya datar.


'' okay...'' Bu Kristal pun turun dari tangga dan menemui supir untuk mengantar kepergian nya .


'' suss...'' Seru bu Kristal pada pelayan dirumahnya.


'' iya nya..'' terlihat Susi mendekati Bu Kristal.


'' saya mau keluar , tolong kamu panggilkan supir suruh antar saya.'' ucap bu Kristal ketus.


ia terlihat cemberut karena supirnya dicari -cari tidak menampakan batang hidungnya sama sekali.


''baik nya...'' susipun mengikuti perintah majikannya.


'' maaf nya..pak supir masih tidur ,dia kan habis jemput tuan wijaya tadi pagi.'' terang Susi dengan nada khasnya.


'' oh ya ampun , yaudah saya pergi naik taxi aja.'' bu kristal beranjak dari tempatnya sembari mengomel.


*****


rio sudah sampai didepan kantor stefani.


ia terlihat agak gerogi kali ini.


'' bos, bos gak apa-apa kan ? kok kaya gerogi gitu.'' Ricko memastikan .


Rio hanya terkekeh kecil.


'' apaan si,ya gak lah ,seorang Rio mau ketemu sama klien kok gerogi,gak banget lah rick.'' rickopun hanya tersenyum masam mendengar ucapan bos-nya itu.


'' masa si...'' ricko sengaja menggoda bosnya.


'' ihh,udah ah,gak lucu tau,kita masuk sekarang.'' omel rio pada anak buahnya yang dianggap sudah meremehkannya kali ini .


Rio melangkah maju memasuki pintu utama kantor stefani.


'' jadi ,ini rupanya kantor bosnya stefani.'' ucap rio dalam hati.


ricko hanya berdiri disampingnya dan memperhatikan wajah bos-nya yang tiba-tiba diam saja ditempat.

__ADS_1


'' bos ,bos mikirin apa si.'' ricko mengernyit ,ia tak melanjutkan langkahnya.


'' mmmm,gak,gak apa-apa kok .'' Rio tersenyum tipis.


''ayo kita masuk.'' ajak rio.


ricko pun menuruti ajakan rio.


mereka terlihat memasuki kantor stefani.


*****


sebuah taxi berhenti disebuah cafe .


seorang wanita turun dari dalam taxi tersebut.


ya , rupanya bu kristal hari ini ada janji dengan seseorang di cafe tersebut.


Bu kristal merapikan rambutnya yang sedikit mengurai kedepan.


ia begitu hati-hati berjalan masuk kedalam cafe.


matanya menengok kesana kemari mencari sesuatu.


'' mana si tu orang, kebiasaan kalau janjian lelet.'' kesal bu kristal menghela napasnya.


karena yang ditunggu belum juga datang, ia pun memutuskan untuk mencari tempat duduk dan memesan minuman dan makanan terlebih dahulu sembari membuka layar ponselnya.


[ kamu dimana , lama amat ]


[ maaf nyaa,saya masih dijalan ]


[ okayy]


Bu kristal menutup chat nya.


tanpa terasa semua pesanannya sudah sampai di mejanya.


'' maaf..'' ucap pelayan cafe sembari meletakan semua pesanan bu kristal dimeja.


'' ohh, iya .'' sahut bu kristal datar.


ia masih fokus pada ponsel nya.


terlihat dari kejauhan seorang wanita menghampiri dirinya.


''hai nyonya...'' sapa wanita itu tersenyum miring.


'' iya , silahkan duduk.'' ucap bu Kristal datar.


'' okee..''wanita itupun duduk di kursi yang tak jauh dari jangkauannya.


'' kamu sama siapa.'' tanya bu kristal setengah berbisik.


seolah tak ingin pertemuan nya diketahui orang lain.


'' nyonya tenang saja ,aman kok.'' sahut wanita itu.


'' baguslah.'' bu kristal terlihat lega.


ia menyuap makanan nya perlahan.


'' makanlah , selagi hangat.'' ucap bu Kristal pada wanita itu.


'' baik nya..'' wanita itu tersenyum tipis.


mereka berdua makan dengan lahapnya.


beberapa saat kemudian,


Bu Kristal mengeluarkan amplop coklat berisi uang yang tidak sedikit jumlahnya.


'' ini uang bayaran kamu.'' ucap bu Kristal serius.


'' baik nya ....'' ucap wanita itu.


'' kamu ingat , temukan wanita itu segera dan jangan sampai ia berkeliaran di sekitar sini okay..!!'' titah bu kristal terlihat tegas.


'' anda gak usah khawatir nyaaa ..'' wanita itu tersenyum masam.


'' saya pegang kata-kata kamu ,jika Sampai ada yang tahu soal ini kamu adalah orang pertama yang saya cari.'' ucap bu kristal setengah mengancam.


Bu kristalpun bangkit dari duduknya.


ia segera meninggalkan tempat itu sebelum ada yang melihat mereka berdua saat ini.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...

__ADS_1


__ADS_2