
satu bulan kemudian,
sepagi ini akila sudah melenggang pergi tidak seperti biasanya.
akila terlihat memendam sesuatu dalam benak nya.
rasa ngilu dirahimnya tak dihiraukan lagi.
ia melangkah pasti menuju suatu tempat yang sama sekali tak pernah ia kunjungi sebelumnya.
" sssstt" sesekali ia meringis menahan nyeri diperut nya.
tapi ,ia berusaha menahan nya sekuat tenaga.
mungkin janinnya merasakan apa yang sedang dirasakan oleh ibunya.
" sayang,please ,kali ini aja kamu bertahan sebentar.'' ucap akila membelai lembut perut nya yang sudah terlihat membuncit .
ya ,kali ini usia kehamilan akila berjalan 24 minggu.
itu artinya ,ia sudah tak bisa berbuat banyak karena sudah mulai bertambah berat kandungannya.
berjalan kaki sejauh ini akila merasa keletihan .
sesekali ia mengusap keringat nya.
" kok bisa si,gak ada taxi yang lewat daritadi.'' ucap akila
" mana pesanan taxi on-line ku dicancel mulu lagi." gerutu akila
ia menghela napas nya sejenak.
tak lama kemudian,
terlihat sebuah taxi berwarna biru bertuliskan blu* b*rd melintas didepan nya.
" taxi.'' seru akila.
seketika taxi itupun mundur perlahan mendekati posisi akila berada.
" mari mba.'' ucap sang supir ramah
akila tersenyum seketika dab langsung masuk kedalam taxi.
" pak,kehotel dr*am yak.'' ucap akila lembut
" baik mba.'' sahut supir taksi menginjak gas perlahan.
akila menyenderkan punggungnya sejenak.
disekanya wajah nya dengan tissue basah yang ada ditasnya.
" mbaa, kelihatan nya mba capek banget.'' tegur sang supir berusaha care
" iya pak ,tadi Berjam-jam nungguin taxi gak ada yang lewat ,jadi terpaksa jalan kaki.'' ucap akila terlihat lesu.
" owalah,ya udah ,minum dulu mba ,ini kebetulan saya ada air mineral 2 botol." ucap sang supir menyodorkan sebotol air mineral pada akila.
" ohh ,ya ampun pak ,baik banget si ,makasih loh pak.'' ucap akila terharu dengan sikap supir taxi tersebut.
akila jadi teringat sama ayahnya seketika.
matanya agak berkaca-kaca
" mba,mba .'' ucap supir itu lagi.
"ahhh."akila terlihat kaget karena suara pak supir .
" mba ,ngalamun .''sopir itu menatap akila dari spion .
" gak kok pak,aku cuma ingat sama bapak saya ,dikampung ." terang akila.
'' ohh , ditelpon aja mba ,kalau kangen." akila hanya terdiam dengan guratan senyum disudut dibibir nya mendengar ucapan supir itu.
'' ohh ,iya pak nanti saya telpon.'' tiba-tiba saja akila sudah sampai di tempat yang ia tuju.
'' sudah sampai mba.'' ucap sopir itu ramah.
'' ohh ,saya jadi Keenakan sampai lupa .'' akila menepuk jidatnya .
seketika mereka berdua terkekeh.
ada rasa akrab seketika itu.
lalu,akila mengakhiri percakapan dengan sang supir tersebut .
ia memasukkan lagi ponselnya kedalam tas.
__ADS_1
diamatinya hotel yang ada didepan nya kali ini.
ia mengepalkan tangan nya seketika.
sembari mengumpat apa saja.
langkahnya semakin cepat menuju receptionist.
''selamat pagi , apakah ada yang bisa saya bantu.'' ucap receptionist ramah .
" pagi mba ,saya mau ketemu sama tamu atas nama bram ,bisa ?'' ucap akila pada receptionist itu.
" pak bram ?.'' receptionist itu mengernyit
" iya ,saya udah janji sama beliau.'' ucap akila berbohong.
'' ohh ,baiklah mba , kamar pak bram ada di lantai dua nomor 201". terang receptionist agak sedikit kebingungan.
pasalnya ,
semalam juga ada wanita yang ingin bertemu dengannya.
" gimana mba ,apa bisa saya minta kunci kamar nya sekarang .'' ucap akila menyentak lamunan receptionist tersebut.
" ohhh ,baik mba ,maaf tunggu sebentar ,biar saya ambilkan.'' receptionist itupun menyerah kan kunci kamar bram pada akila.
tak lama,
akila terlihat bergegas menuju lantai 2 .
dicarinya kamar nomor 201.
akila menatap lurus pintu bertuliskan 201.
ia menggigit bibirnya perlahan.
diberanikan kakinya untuk melangkah depan kamar tersebut .
ia menghela nafas panjang.
tangan nya terlihat memutar anak kunci kamar 201.
" ahhh...ahhh...ahhh...'' terdengar suara rintihan wanita yang seperti sedang merasakan kenikmatan luar biasa.'' akila memanas seketika.
didorong nya pintu tersebut keras-keras
seketika wanita penghuni kamar 201 itupun teriak histeris .
"aaaaaa.'' teriak wanita yang sudah berumur kira -kira 46 an itu sembari menarik selimutnya menutupi badannya yang bulat.
segera saja ia turun dari tubuh bram.
" beib....'' mata bram melotot seketika melihat akila , istrinya berdiri didepannya kali ini.
Bram tak habis pikir kenapa istrinya bisa sampai di hotel ia menginap kali ini.
'' lakn*t kamu mas .'' maki akila mendorong tubuh wanita yang ada di samping bram.
duhh!!!
siall!!! pikir bram
'' br*ngs*k kamu mas. '' akila mendaratkan tamparan di pipi bram.
nyeri dan panas sekaligus perih rasanya.
bram meringis menahan rasa sakit disudut dibibir nya.
mungkin ,keluar darah pikirnya.
'' beib...,aku bisa jelasin.'' ucap bram memohon.
tapi akila mengibaskan tangan bram .
" mas , kamu dalam keadaan bulat gini sama wanita ,dikamar hotel,kamu cuma bilang aku bisa jelasin.'' akila terlihat geram.
'' please beib, dengerin dulu ,ini tidak seperti yang kamu lihat.''bram berusaha keras mencari pembelaan.
plakkk... plakkk....
bertubi-tubi tamparan tangan akila melayang di pipi bram.
akila terasa sesak dadanya.
dalam keadaan seperti ini ,bram masih bisa berkata aku bisa jelasin.
akila menghela napas panjang.
__ADS_1
ia menatap murka wanita yang ada disudut ranjang .
kemudian ,ia menghampiri wanita itu.
seketika akila menghantamkan tinjunya pada pipi wanita itu.
bugg!!!
"jahanam!!! '' maki akila pada wanita itu .
'' inilah wajah wanita yang sudah kegatelan sama ******nya orang .
biar aku hancurkan wajahmu.
bugggg!!! bugggg!!!!
hantaman itu semakin menjadi-jadi.
''arhhhh'' wanita itupun terhuyung kelantai.
darah segar mengalir disudut bibir wanita itu.
akila menjerit sekeras-kerasnya.
Bram ,suaminya bermain api dengan wanita lain didepan matanya.
persis didepan matanya.
yang paling parah lagi wanita itu seumuran ibunya.
tidak sampai situ saja ,ternyata wanita itu adalah ibu kristal , ibunya Rio.
mantan pacar akila dulu.
tidak habis pikir , tega sekali bram.
akila meremas ujung roknya.
tubuh nya kian melemas ,dan ambruk seketika kelantai.
seketika terasa gelap gulita di ruangan itu.
akila tak sadarkan diri.
...****************...
" akila , bangun akila .'' ucap bram disamping akila yang masih tak sadarkan diri itu.
sementara bu kristal kabur entah kemana.
ia takut kalau kejadian ini Sampai dituntut oleh akila kepengadilan karena tuduhan perselingkuhan.
" beib....'' ucap bram membelai lembut pipi akila.
ohokk..
ohokkk.....
tiba-tiba saja terdengar suara batuk dari mulut akila , rupanya ia telah sadar.
'' beib , syukurlah kamu udah sadar.'' ucap bram lega.
"dimana aku .'' ucap akila lirih dan terdengar tak berdaya.
''beibb,kamu ada dirumah sakit ,tadi kamu pingsan.'' terang bram sembari memegangi bahu akila.
'' aku pingsan?.'' ucap akila terlihat bingung ,ia baru ingat jika ia pingsan karena ulah bram.
" kamuuu!! keluar!!!!'' usir akila pada bram.
'' beib ,please maafin aku ,aku khilaf.'' ucap bram memohon.
" aku bilang , keluar! , keluar!!'' teriak akila semakin kencang.
'' ya ,okay ,aku keluar tapi please beri aku kesempatan ,aku bisa jelasin ini adalah kecelakaan.'' ucap bram ingin melakukan pembelaan.
namun ,akila tak mengindahkannya.
" kecelakaan kamu bilang mas ,mana ada kecelakaan sampai tidur dihotel berduaan .'' maki akila dalam hati.
akila merasa teriris-iris pisau hatinya
seperti disayat -sayat pisau berkarat.
pedih sekaligus perih .
dalam keadaan hamil 6 bulan ia dikhianati oleh bram lagi.
__ADS_1
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...