SYAKILA

SYAKILA
86.TRAINING


__ADS_3

1 tahun kemudian,


" selamat ya mba akila ,Anda diterima bekerja di perusahaan kami." ucap laki-laki itu.


"apaa!! sungguh , terima kasih ya pak ,saya akan bekerja keras." sahut akila antusias ia mengembangkan senyum.


akila tampak bersorak dalam hati.


"baiklah,mulai besok kamu udah bisa kerja ya mba,dan jangan lupa untuk bertemu dengan owner kita di kantor pusat jam 09:00 pagi ,ingat jangan sampai telat ,oke." ucap pak yosep.


"baik,terima kasih banyak ." ucap aKila ,lalu setelah itu ia pamit undur diri.


*


*


*


"aduhh,ini matahari terik banget kayak gini lagi,aku bisa mati kepanasan kalau kayak gini." akila mengibaskan bajunya yang basah oleh keringat.


akila langsung memesan taxi online dan ia segera pulang kekontrakan yang baru.


ya,setelah berpisah dengan bram ia rupanya menghilangkan jejaknya , dengan pindah kontrakan.


berharap bram tak bisa melacak keberadaan nya.


25 menit kemudian,


"huftt.. syukurlah, aku bisa sampai juga dengan tepat waktu." akila menghembuskan napas panjang.


ia mendudukan pantatnya di sofa mulusnya.


kemudian , tangannya meraih ponselnya .


dipencet nya nomor meylia .


tutttttttt


"halooo kak,nanti sore bisa kita ketemu ,aku kangen nih ." ucap aKila.


"bolehh..kita ketemu ditaman aja ya ."ucap meylia


"okee." akila memutus telepon nya.


...----------------...


"huftt..!! kok aku gerogi gini ya ."lirih aKila ketika sudah sampai dikantor pusat .


matanya menatap kesekeliling.


sepi .


" apa aku kepagian ya ." ucap akila melirik arlojinya.


"selamat pagi ." tiba-tiba ada seseorang yang menyapanya.


akila menoleh kearah suara itu.


"pagi." ucap aKila ramah.


"Dengan mba akila ya , silahkan duduk." ucap laki-laki itu.


dimata akila laki-laki itu tak asing.


familiar!!


"pak.. sebenarnya saya kesini suruh interview ulang dan harus ketemu sama pak brian." ucap aKila ramah.


"iyaa.. sebenarnya ,hari ini beliau harus pergi keluar kota jadi,interviewnya di handle sama. saya." ucap leo.


Leo adalah tangan kanannya brian disebuah perusahaan importir


alat-alat musik dan olahraga.


" ohh,jadi gitu , yaudah salam kenal ,aku syakila Anastasya panggil saja Natasya." ucap aKila , sengaja ia menyamarkan namanya .


"baiklah,mba Natasya selamat bergabung dan semoga sukses ya ." ucap leo mengembang kan senyum.


entah,dari pertama jumpa dengan Leo .


seperti ada tatapan aneh dimata akila.


setelah selesai interview,akila langsung pamit pulang.


dan dalam perjalanan pulang,akila menuju taman tempat janjian dengan meylia .

__ADS_1


*


*


*


"duhh ,akila mana ya ." ucap meylia matanya menyelusuri sekitar taman .


cling...


sebuah pesan masuk


" ohh..jadi akila didalam cafe. " meylia langsung masuk menyusul akila.


dari kejauhan tampak akila melambaikan tangan pada meylia.


"kakk..." panggil akila


"haii..." sapa meylia sambil mendekat kearah akila.


"ihhh..Kaka , capek ya nyariin aku ."ucap akila tersenyum usil.


"iya nih,kamu si, ngajak ketemuan mendadak banget mana aku habis meeting langsung kesini." ucap meylia menepuk jidat akila.


"auwww...!! sakit tahu kak." ucap aKila mengaduh.


"biarin weeee.."ucap meylia menjulurkan lidah nya.


"ehhh..aku mau dong minta alamat kontrakan kamu."ucap meylia mengangkat alisnya.


"hmmmmm boleh,tapi ingat ka,jangan kasih tahu kesiapa-siapa ya." ucap akila


"iyaa , kamu tenang saja ,aman kok." ucap meylia.


setelah selesai berbincang-bincang panjang lebar,akhirnya akila dan meylia berpisah .


karena meylia harus jemput anaknya di penitipan anak.


"hmmm..lain hari ,jika ada waktu kita bisa ketemu lagi ya dekk.."ucap meylia


"iya kak,makasih ya, udah ngobrol sama aku."ucap akila.


"iyaa..kita berpisah disini ya ,dah.."ucap meylia tersenyum.


"bye...kak." akila menyembulkan senyum.


...----------------...


Keesokan harinya.


akila sudah siap dengan seragam hitam putihnya.


karena ia masih training selama 2 bulan.


ia mematut dirinya dicermin.


"semoga keberuntungan selalu ada di pihak ku." lirihnya


ia meraih tasnya dan mengenakan sepatu pantofel hitam.


warna yang senada dengan roknya.


"ya Allah semoga aku bisa melaksanakan trening dengan baik dan benar." ucap aKila seraya menghela napas panjang.


lalu ia melangkah keluar dari kamar nya.


klekk.. klekk...


akila mengunci pintu kontrakan nya.


ia berdiri menatap jalanan ,


menunggu taxi yang ia pesan .


"duhh,mana taxinya nih,kok lama banget,ini kan hari pertama kerja ,masa iya aku telat." akila mengangkat alisnya.


dreeet...


tiba-tiba sebuah taxi berhenti tepat didepan akila.


"Dengan non akila ,"ucap supir memastikan


"iya bang,antar aku kekantor ." ucap aKila ramah


"iya non." kata supir itu tersenyum dan mengangguk pelan.

__ADS_1


lalu taxi pun melaju kencang.


*


*


*


akila sudah sampai di tempat kerjanya.


ia agak bingung harus bertemu siapa dulu di tempat kerja yang baru.


dengan pelan -pelan akila masuk melalui lift .


ia melihat seorang pria yang sedang duduk di kursi.


lalu,akila menghampiri pria tadi.


"maaf mas, mau tanya ,kalau anak baru biasanya ketemu siapa dulu ya ." tanya akila sopan.


"oh..mba anak baru ya ,mba nanti ketemu sama pak yosep,tapi seperti nya hari ini beliau lagi ijin,jadi langsung ketemu sama supervisor marketing aja." ucap laki-laki itu.


"kenalin aku arga,kamu siapa ." kata laki-laki itu mengulurkan tangannya.


"aku Natasya.. salam kenal." ucap aKila tersenyum manis.


"wihhh.. manis banget senyum nya." batin arga.


"ya Udah,aku tinggal dulu ya mas." ucap aKila.


"iyaa..iyaa..sya ." ucap arga gugup .


entah,dari pertama dia melihat akila seolah-olah dia melihat Bidadari.


cantik,manis,ramah.


perfect!!


Arga menjentikkan jarinya.


ia mengulum senyum manis dibibirnya.


akila pun pergi menemui supervisor .


...----------------...


RUMAH PAK RAMDAN


pak ramdan duduk didepan rumahnya.


matanya menatap kearah jalanan.


suara desiran angin, dan rintik hujan yang turun membuat hatinya terasa sepi dan kosong.


bram anak satu-satunya telah membuat kesalahan besar .


hingga ia harus kehilangan teman karibnya ,yang telah jauh meninggalkan dirinya .


"pak.." tiba-tiba suara seseorang mengagetkan pak Ramdan.


"iyaa bu, ibu belum tidur ." kata pak ramdan tersenyum.


"Belum,ibu gak bisa tidur,kalau bapak saja masih diluar,anginnya dingin ,nanti masuk angin,ayo kita masuk." ucap bu hasna mengelus pundak suami nya.


"hmmm,bentar lagi bu,bapak masih habisin rokok dan kopi." ucap pak ramdan.


"baiklah,ibu temani ya ." Bu hasna duduk disamping pak ramdan .


beliau mulai membuka obrolan.


"pak.." ucap Bu hasna ragu.


"iya bu,kenapa." kata pak ramdan menoleh kearah Bu hasna


"sudah setahun,kita tak menemui anak kita bram ,dan istrinya,ibu kangen , apalagi cucu kita udah lahir." ucap buhasna memberanikan diri membicarakan bram.


"ahhh.. sudahlah bu, jangan dipikirkan,bapak gak sudi ,punya anak dan menantu yang kurang ajar kaya mereka." ucap pak ramdan menampakkan raut wajah kesal.


"baiklah,ibu juga gak bisa maksa bapak untuk membuka hati untuk mereka ,ibu tahu bapak sangat kecewa sama bram,tapi,ini udah satu tahun berlalu,apa sebaiknya kita mencoba menerima mereka lagi." ucap bu hasna menatap pak ramdan .


"iya..bapak gak tahu ,apa bapak bisa memaafkan kunyuk itu." maki pak ramdan


"sudahlah,anginnya semakin dingin ,gak baik buat kesehatan ,ayo kita masuk kedalam." ajak Bu hasna .


"iyaa bu." pak ramdan bangkit dan meraih gelas kotor dan membawanya masuk.

__ADS_1


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


__ADS_2