SYAKILA

SYAKILA
71. RAJA GOMBAL


__ADS_3

sesampainya dibasement,


bram tampak diam saja dan cuek.


akila melirik kearah bram.


"kamu kenapa mas,kok diam aja " ucap akila penasaran .


"gakk..kok,aku cuma lagi badmood aja , entah ...aku kacau " bram menyenderkan punggungnya di jok.


mukanya pucat pasi dan kusut.


"gara-gara ucapan ibu aku ya ,kamu jadi badmood " akila menarik napas.


matanya menatap kearah luar kaca mobil.


"sebenarnya ibuku udah tahu kalau kita sudah melakukan " ucap akila menghembuskan napas panjang.


"apa!! jadi,beliau tahu.'' bram tampak kaget ,ia menarik rambutnya .


"iya, itulah kenapa ,ibuku minta pernikahan kita dipercepat ." bram melirik akila dan mengangkat alisnya.


bram berdecak .


"hmmm.. gimana ya,bukan aku gak mau kita nikah, tapi, pernikahan itu kan gak semudah membalikkan telapak tangan." bram tampak serius.


ia menarik rambutnya kebelakang.


"sudahlah,jangan dibahas ,kita harus turun dan kerja buat biaya mahar.


Karena biaya mahar itu gak murah " goda akila mencoba mencairkan suasana.


"hehe..kamu bisa aja babe " bram terkekeh lalu membuka kaca mobil.


"ayo kita turun "bram mengulurkan tangan pada akila mereka berdua masuk kedalam lift dengan ekspresi bahagia .


bram memegang pinggul akila ,ia mencoba lebih romantis, sesekali akila membelai pipi bram.


bram tersenyum hangat ia menggenggam jemari aKila lagi


dan liftpun masih berjalan naik kelantai 07.


"I love you sayang, makasih udah ngertiin aku " bram membuat pipi aKila merona dan memerah seketika.


"mas , jangan gombal deh,kita kan lagi ditempat kerja ,aku gak enak sama yang lain " akila memprotes tindakan bram yang dianggap berlebihan.


"hmm,biar saja,biar mereka tahu kalau kita adalah sepasang kekasih yang saling mencintai ,dan lagipula kita berdua udah tunangan kan ? " bram mengecup tangan akila.


ia mengeratkan pelukannya pada pinggul akila lagi.


"mas, makasih ya ,atas kebaikan kamu selama ini,karena kamu selama ini sudah menanggung biaya hidup aku ,dan kamu juga selalu bikin aku happy " akila menyembulkan senyuman. " ya , walaupun banyak bikin jengkel nya si , daripada bikin happynya " akila tertawa kecil.


"iya sayang,sudah sewajarnya aku lakukan itu buat kamu,setelah apa yang kamu berikan padaku selama


ini " bram mencubit pipi aKila dan mengecup nya .


cuppp!!!


Pipi aKila merona,diperlakukan seperti itu.


saat ini mereka tak peduli pada sekitarnya , lagipula didalam lift hanya ada mereka berdua .


bukankah itu sangat mendukung mereka bertindak lebih jauh lagi.


"memangnya aku memberikan apa sama kamu mas ," akila mengejek bram dan mendongak menatap bram


"mmmm,kamu memberikan aku ******** maut." bisik bram seraya menggigit telinga akila.


"ihhhh, geli tahu mas,udah ahhh..." akila melepas dekapan nya dan maju satu langkah , mengacuhkan bram sendirian.


bram hanya mengangkat bahunya ia menggaruk kepalanya.


jrettt ....


pintu liftpun terbuka


akila berlalu menuju ruang absensi


tett..okee .


bunyi nada finger print


pertanda akila berhasil melakukan absensi.


lalu ia melangkahkan kakinya pada ruang karyawan untuk mengganti celana nya dengan rok yang kurang bahan itu.


akila menghela napas, kemudian ia merias wajahnya dan menyisir rambutnya dengan rapi


setelah itu ia memoles lipstik di bibir sensual nya.


"akila .." panggil seseorang dari arah belakang akila


"mas.. ngapain kamu kesini ,aku gak enak, ini kan tempat khusus karyawati." mata akila membulat.


"udah, jangan panik ,aku cuma mau ngecek apakah kamu baik-baik saja " bram terlihat sangat lebay .


"gombal ahh.." akila menepuk pundak bram.


ia tersenyum malu.

__ADS_1


"babe..." bram menatap akila


"iyaa..." akila pun menatap bram dan menunggu bram melanjutkan katanya.


"aku sayang sama kamu " bram mengecup bibir akila.


"ihh, apaan si,udah ah,aku mau turun. aku gak mau mati berdiri gara-gara gombalan maut kamu " akila melotot dan memegang bahu bram dan meremas nya .


"auwwww, sakit !! " bram meringis menahan remasan jemari aKila dibahunya.


"lagian,siapa suruh gombal mulu ." akila makin meremas bahu bram.


dan mengeratkan giginya .


"dasar ,raja gombal !!" akila Semakin gemas.


"ihh,gombal sama cewek sendiri apa itu dilarang? " bram melotot kesal.


ia mengusap bahunya yang panas akibat remasan akila tadi.


"udah..ah ,lebih baik kamu turun bram ,atau bu Yola akan lihat kita berdua disini " akila berkacak pinggang.


"biarin, aku malah menunggu momen itu terjadi ,dimana Bu yola melihat kita sedang bercumbu,biar dia kapok " bram menyeringai.


"kapok? maksud nya'' akila melotot penuh tanya


"hmmmm.. tempo hari Bu Yola pernah menggoda aku dengan gaya syurnya ." bram menjelaskan sambil menikmati keindahan bibir aKila.


"apa!! jadi,kalian pernah melakukan itu " mata akila terbelalak.


"gak, cuma dia yang berani menggoda aku dengan gaya mesum nya " bram mencoba membuat akila yakin dengan ucapannya.


"ohh, aku pikir kalian..." akila tak melanjutkan kata-katanya.


"Sudahlah,aku pergi ya sayang ,aku minta itu nanti malam" ucap bram penuh tatapan mesumnya lalu pergi.


"astaghfirullah! laki-laki kelainan kali ya ,tuh orang" akila menggeleng lalu meneruskan merias wajahnya .


...----------------...


RUANGAN BRAM


tok tok pintu diketuk dari luar ,


"masuk " kata bram tanpa melihat siapa yang datang.


tiba-tiba saja sebuah tangan halus menyapa punggung bram .


bram yang mendapat perlakuan seperti itu kaget bukan kepalang.


"i-ibu " bram bangkit dan menatap tidak suka pada wanita itu " Ngapain ibu kesini " bram memprotes tindakan bu Yola yang keterlaluan menurut nya


"bu,tolong ,jaga sikap .


aku gak mau ya semua orang salah paham dengan kita " bram mengibaskan tangan bu Yola.


"bram,kamu kasar banget ,aku kan cuma mau kamu berlembut ria sama aku, jangan kasar gitu " kata Bu Yola menggigit bibirnya.


"aduh,,gimana nih,janda ***** ini udah keterlaluan gini ,aku jadi geli " batin bram.


bram tampak kesal dengan tingkah Bu yola.


ia menghela napas panjang.


" Bu tolong, aku udah ada yang punya, jangan hanya karena dia melihat kita seperti ini ,dia salah paham dengan kita ,aku gak mau itu terjadi " bram menyeringai menahan marah.


"apa !! kamu udah ada yang punya ,siapa ? tega kamu ya bram ,bikin aku kayak gini " bu Yola menyilangkan tangannya di dada.


"akila,aku udah tunangan dengannya, tempo hari ." bram tampak serius, dalam hatinya menyumpahi wanita yang ada didepan nya itu.


"apa ,akila , dia...?" Bu yola mendelik


"iya kenapa memang " bram menatap Bu Yola tajam.


"aduh bram ,dia kan bawahan kamu,masa iya kamu,mau nikah dan punya istri seorang bawahan dan karyawan biasa. ckkkk " Bu Yola berdecak.


"Bu tolong , jangan urusi masalah pribadi aku ,aku menghormati ibu , karena ibu adalah atasanku." bram naik pitam.


"bram, tidakkah kamu memandang aku sedikit saja.'' ucap bu yola menatap lurus bram.


'' aku cinta sama kamu,aku tergila-gila sama kamu , tetapi kamu lebih memilih wanita itu.'' ucap bu yola memelas.


'' aduh bu,tapi aku gak suka sama ibu,aku tak ada rasa sedikitpun,aku hanya menghormati ibu sebagai atasanku aja ,udah itu aja.''terang bram serius .


'' apa ,tega kamu bram,aku hanya dipandang sebelah mata sama kamu.hufftt!!'' bu Yola mendengus.


''sudahlah ,ibu pergi dari sini segera.'' usir bram sambil membuka pintu untuk bu yola.


'' ihhh,bram,kamu tega usir aku.'' bu yola kesal pada bram.


"Jangan sampai ya bu, rasa hormat saya hilang gara-gara sikap ibu " bram menatap bu Yola sinis.


Bu yola langsung pergi dari hadapan bram.


jebrettt!!!


bunyi pintu yang dibanting oleh bu yola .


bram menjambak rambutnya dan menggerutu kesal.

__ADS_1


ia sangat frustasi dengan keadaannya.


tiba-tiba ia dikejutkan dengan Suara ketukan pintu


"masuk!! " kata bram cuek, tanpa menoleh siapa yang datang.


"mas, " bram menoleh kearah suara yang begitu ia kenal ,ia tersenyum dan menghampiri suara itu


"babe..." raut muka bram berubah seketika .


"kamu kenapa ,kok murung gitu ,aku bikinkan kopi buat kamu ,nih...minum lah " akila tersenyum manis menyodorkan secangkir kopi untuk bram.


"makasih sayang,kamu selalu ngertiin aku dehh , love you " bram mengecup pipi aKila lalu menyesap kopinya .


"uhh,nikmat banget kopinya " kata bram memuji kopi buatan akila.


"hmmm..., muji-muji nanti paling ada maunya " akila mencibir bram.


'' ihh,apaan si.'' bram mencubit dagu akila.


lalu menyesap lagi kopinya.


'' kamu lagi ada masalah apa.'' tanya aKila tiba-tiba.


'' gak ada kok.'' bram mengelak.


"serius " akila duduk manja di pangkuan bram.


"gak ada sayang , aku cuma lagi penat aja " bram tersenyum simpul dan tak menceritakan apa yang sebenarnya terjadi barusan .


"hmm,aku tak yakin dengan ucapan mu " akila berusaha mencari tahu apa yang membuat bram jadi berubah .


"gak ada sayang.,beneran , " bram mengangkat alisnya.


ia menoel hidung aKila.


"ihh ,apaan si," akila tertawa kecil.


bram tampak senang ,jika melihat akila tertawa ,itu akan membuat ia terlihat cantik, dengan menyembulkan lesung pipinya.


bram memandangi akila yang masih saja cekikikan .


kemudian,


akila yang tersadar karena diperhatikan oleh bram daritadi membisu seketika .


keduanya saling menikmati tatapan mata masing-masing .


tanpa sadar bram mendekatkan wajahnya pada akila dan mengecup bibir nya.


cuppp!!!


semua terjadi begitu cepat


bram m*l*m*t bibir akila dengan mesra .


tangannya meraih ****** akila dan meremasnya.


hingga posisi **** akila kini semakin dekat dengan wajah bram.


ia mengecup l*h*r akila.


"ahhh.."akila menggeliat manja.


"mas , enought!! "akila menghentikan bram .


bram segera tersadar dan menelan ludahnya .


ia menjauhkan wajahnya dari tubuh akila.


"kenapa saat aku begitu bern*fsu padamu ,momentnya selalu tak tepat"bram mendengus kesal.


"hmmm,dasar laki-laki berl*bid* besar''maki akila dan memukul bahu bram.


"hihi..tahu aja kamu " bram masih meringis menahan sakit.


"udah ah,aku mau keluar, gak enak, takut ada yang lihat juga " akila bangkit dari pangkuan bram.


"wait !! " bram menahan tangan aKila


"apa ? " akila menatap bram kemudian.


"tidurkan si kecil dulu ,baru kamu boleh pergi " bram sambil melirik kearah bawah.


"hmmm.." akila menghela napas.


"ayo buruan, " bram melotot.


"iyaa.iyaa.."akila mengikuti perintah bram .


bram tampak memejamkan matanya.


ia tampak lega .


"baiklah,kamu boleh pergi sekarang." bram tersenyum nakal.


" huu..dasar " akila mengerucutkan bibirnya lalu pergi.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...

__ADS_1


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


__ADS_2