
KANTOR BRAM
10 hari kemudian,
bram masih berkutat dengan aktivitas nya didepan komputer nya.
tiba-tiba pintu diketuk dari luar.
"masuk!!" ucap bram sambil fokus pada layar komputer.
seorang wanita berdiri didepan pintu
"boleh aku masuk " ucap wanita itu.
bram memutar tubuhnya
"akila !! kamu ngapain masuk kesini " ucap bram setengah melotot.
"ohh,jadi aku gak boleh nih,masuk keruang kerja kamu ? ya udah aku balik lagi " ucap akila melangkah keluar.
"Tunggu!!! " bram menarik tangan aKila.
"duduk disini sayang,apa kau mau pergi begitu saja setelah beberapa hari ini kamu acuhkan aku " bram tampak serius.
"hmmm,aku gak cuek, hanya saja aku lagi banyak pikiran." ucap aKila berusaha menutupi.
"bohong!aku tahu kamu sembunyikan sesuatu dari aku " bram tampak kesal
"a-aku ,aku gak sembunyikan apapun dari kamu mas ,percaya lah " akila berusaha meyakinkan bram.
"aku mau tanya kemarin hari minggu setelah kita pulang dari tempat vero apa kamu langsung tidur ?? " tanya bram menyelidik.
"i- iyaa ,aku langsung tidur karena aku capek dan sebelumnya aku sudah kasih tahu sama mas bram kan ,kalau aku mau langsung tidur " akila menatap bram.
"ohh.. yaudah, kalau gitu aku percaya kok sama kamu " ucap bram tersenyum
"huftt..!! leganya, ternyata bram gak curiga sama aku,gak bisa aku bayangkan kalau dia tahu kemarin minggu bersama dengan byru di hotel."gumam akila dalam hati.
"babe, nanti malam kita keluar yukk aku lagi pengin itu " ucap bram tersenyum nakal.
"k-kemana kak? " ucap aKila terbata
'' ketempat langganan kita , tempat dimana kita memadu kasih berdua " ucap bram memegang bahu aKila.
"eee...harus hari ini apa " akila menatap bram dengan ragu.
"iya...,aku udah gak bisa nahan itu lama-lama babe.." ucap bram mendekap tubuh akila.
"mas ,jaga sikaplah, kita ada di kantor'' akila mendorong tubuh bram
"aku gak bisa jaga sikap ,kalau Sama kamu " ucap bram mendekati aKila,
ia mendorong tubuh akila ketembok.
brakkkkkkkk..
"babe, entah kenapa aku selalu ingin melakukan kalau sama kamu " lirih bram seraya mengelus pipi aKila.
akila menatap wajah bram.
"kamu itu cantik ,aku suka tubuh kamu "ucap bram tersenyum nakal
" bagiku kau tiada duanya
"hmmm, jangan gombal dehh,aku tahu wanita mana aja yang sudah jadi teman tidur kamu sebelum kenal aku.
"apa maksud kamu ? bicara seperti itu " ucap bram melotot dan mengepalkan tangannya.
"siapa wanita yang bernama mayang,kiara,dan icha, itu semua mantan kamu kan ? hmm bukan mantan , tepatnya mantan teman *****." akila menekan kata-katanya.
"b-bagaimana kamu tahu nama-nama mantanku, itu semua tak penting kita hanya TTM saja gak lebih " bram terlihat kikuk dan gugup.
"jangan panggil aku akila ,kalau masalah kayak gitu aja gak tahu." akila menyilangkan tangannya.
"babe..please, jangan bahas itu sekarang oke.." bram memegang kedua bahu akila dan menatap nya.
"ihhh.., lepaskan aku " akila menghempaskan tangannya, ia merasa kesal.
"haii,aku hanya ingin minta itu sama kamu ,apa aku salah " ucap bram sinis.
"itu semua tak benar,hanya omongan orang yang benci sama aku ." bram berusaha meyakinkan akila.
"kamu pikir aku anak kemarin sore yang bisa sesuka hati kau bohongi, sejak kapan kamu melakukan itu selain dengan erlita " akila melotot
"kamu bahkan melakukan itu dengan banyak wanita mas .." akila menghela napas.
"mas,aku mau keluar sekarang " ucap akila mendorong tubuh bram ketembok.
"babe..."bram menahan tangan aKila.
akila memejamkan matanya dengan kasar.
"tidakkah kau mau diam disini aja untuk beberapa waktu " bram mendekap tubuh akila dari belakang.
deggggggg..
jantung aKila berdetak kencang.
bram mengecup tengkuk akila.
"mas..hen.." akila tak kuasa melanjutkan kata-katanya
ia kalah start dengan bram.
bram semakin ganas mengecup telinga aKila ia mengulumnya hingga akila menggeliat .
"lepaskan aku..." ucap aKila marah dan kesal.
"babe.." bram meraih tangan aKila lagi.
__ADS_1
"please itu semua masa lalu.. tidak kah kau tahu aku jatuh cinta sama kamu saat ini " ucap bram tampak serius.
deggg....
mendengar bram mengatakan itu jantung aKila berdetak kencang, sangat kencang ,bahkan ia sendiri bisa dengan jelas mendengar degup jantungnya .
"jadi,bram cinta sama aku ,ohh.. ya tuhan ternyata cinta ku tak bertepuk sebelah tangan."batin aKila bergumam.
tanpa terasa ia berkaca-kaca
"babe...,kenapa kau diam saja , please maafkan aku,itu semua kesalahan dimasa lalu ,aku ingin kita jalani dan buka lembaran baru dengan mu." bram memeluk erat tubuh akila dari belakang.
akila menghela napas.
"beri aku waktu untuk sendiri " ucap akila melepas dekapan bram dengan kasar.
"babe...." akila berlalu pergi meninggalkan bram.
hatinya kacau,ia tahu kebenaran setelah hatinya luluh dengan bram.
bahkan 10hari yang lalu ,ia telah melepas byru dan lebih memilih bram.
*****
Malam itu dihotel
setelah aKila dan byru puas
jalan-jalan dan mencari makan malam.
mereka memutuskan untuk kembali ke hotel.
setelah sampai di hotel.
byru dan akila menghabiskan malamnya dengan bersenang-senang dan bercerita banyak tentang masalah nya.
malam itu akila menceritakan insiden kecil yang menimpa akila hingga akila harus kehilangan kesuciannya oleh bram.
dan..,
byru menerima kenyataan itu.
tapi..
tiba-tiba byru menyerahkan biodata lengkap bram.
"ini adalah biodata bram" ucap byru
"apa ini kak,biodata bram maksudnya ? " akila melotot dan memandang byru aneh.
"buka aja.." ucap byru serius.
"kamu dapat dari mana " ucap akila sambil membuka amplop putih berisi foto -foto bram dan beberapa mantan nya .
"kaa...ini bram dan wanita -wanita ini siapa ? tunggu dulu ,jangan bilang dia adalah mantan-mantan bram." akila menatap penuh tanya pada byru.
"iya, itu adalah foto bram dan para mantannya." sahut byru serius.
"akila..mereka adalah korban kebejatan bram selama
bertahun-tahun " byru bicara dengan nada yang berbeda.
"jadi,selain dengan erlita dia juga melakukan nya dengan wanita yang ada difoto ini " akila berkaca-kaca
"iyaa ,bram adalah player kamu harus tahu itu " byru tampak serius .
akila tak percaya dengan itu semua bahkan saat ini dia bingung harus berbuat apa .
karena dirinya udah terlalu jauh dengan bram.
matanya nanar menatap ke luar jendela .
ia menghela napas panjang .
kemudian byru mendekap dari belakang.
"aku harap setelah kamu melihat itu semua ,kamu akan memilih aku dan melupakan bram." ucap byru mengecup tengkuk akila.
'' tapi bukankah kamu udah menyudahi hubungan kita ini.'' ucap akila hambar.
'' iyaa ,itu kan waktu aku marah,dan aku khilaf mengucapkan kata itu.'' byru merasa bersalah.
"beri aku waktu , kata-kata yang sudah terucap tidak bisa dicabut lagi." ucap akila datar,'' dan begitu juga dengan kepercayaan , aku sudah mengotori kepercayaan yang kau berikan padaku ,jadi buat apa kita bertahan.'' terang akila.
"lalu ,kamu mau aku melakukan apa" byru makin mengeratkan pelukannya.
menciumi tengkuk aKila hingga akila mengedikan bahunya .
"dek,Kaka sayang sama kamu , aku harap kamu akan menerima cintaku kembali " ucap byru
akila terdiam sejenak,
ia sejujurnya bingung apakah ia masih ada rasa untuk byru atau memang dia sudah berpaling seutuhnya pada bram
"kenapa kamu diam ? " byru menatap akila.
akila masih terpaku .
ia menunduk menghindari pandangan byru.
"tatap aku " byru mengangkat dagu akila agar menatap kearahnya.
"ayo jawab ,apa kamu masih mencintai ku " ucap byru serius
"a-aku tidak tahu dengan perasaan ku,aku sendiri bingung dengan keadaan ku yang sekarang ".akila mencoba menjelaskan.
"j-jadi..kamu udah mulai mencintainya " byru tampak putus asa dan memalingkan wajahnya, lalu ia pergi ketempat tidur.
meringkuk dalam selimut nya.
__ADS_1
ia memaki dirinya sendiri dalam hati
berharap sesuatu yang menurut nya sangat konyol.
akila hanya mematung memandangi punggung byru .
ia sangat ingin membalas cinta byru tapi..
perasaan itu telah bercabang.
ada keraguan dihatinya ,karena sesungguhnya hatinya sudah terpaut pada bram.
"kak.. maafkan aku,ternyata aku lebih mencintai bram daripada Kaka" akila berkaca-kaca dan tanpa terasa ia menitikkan air matanya.
ia mendekati byru dan memegang tubuhnya .
tapi byru tak bergeming sedikitpun ia tetap meringkuk dalam selimut nya.
"kakk..aku mohon bangun dan bicara sama aku " ucap akila memohon.
"aku mau tidur ..dan kaupun juga sebaiknya tidurlah, sudah malam, besok aku harus pergi lebih awal." ucap byru didalam balutan selimut tanpa membuka selimut nya .
"kakkk..buka selimut mu kita harus bicara " ucap akila memelas.
"tidak ada yang perlu dibicarakan lagi" byru mengacuhkan akila.
"kakk please.." akila masih tetap pada pendiriannya.
"sudahlah ,aku sudah maafkan kamu, cinta tak bisa dipaksakan akila ,aku akan terima keputusan kamu " byru memeluk erat akila.
semakin lama berpelukan dengan akila membuat hasrat nya muncul.
byru tak bisa menahan nya.
sekali lagi mereka terbawa suasana dan mereguk lagi madu asmara itu ditengah malam yang sunyi .
****
"mba akila, kamu kenapa merenung terus daritadi seperti ada masalah" ucap Aditya mengagetkanya.
"eee..gak ada mas,aku cuma lagi gak enak badan saja "akila terpaksa berbohong.
"ohh ,yaudah ,bentar lagi jam pulang ,kita siap-siap dulu yuk"
"iya mas " akila tersenyum dan merapikan barang yang berceceran dan menutup etalase nya .
15:00
waktunya pulang dan akila langsung beranjak dari kursinya.
"mas aku duluan ya " ucap akila
"okee mba, hati-hati"
akila berjalan dengan langkah gontai menuju ruang absensi .
setelah absen akila keluar menuju basement lewat lift.
tiba-tiba matanya terbelalak karena ia melihat bram ada didekat pintu lift sedang berdiri.
tapi,
akila mengacuhkan dan pura-pura tak melihatnya.
seketika mata bram melihat akila yang masuk kedalam lift .
ia langsung mengikutinya dan masuk kedalam
"babe, tunggu !! " bram berjalan masuk ke dalam lift .
kini akila dan bram ada didalam lift yang sama.
tapi, akila cuek dan diam saja.
bram merasa canggung ketika akila diam seribu bahasa.
dengan berat ia terpaksa membuka obrolan.
"mau pulang bareng " ucap bram basa basi.
tapi akila hanya menatap bram, kemudian akila menghela napas
lalu tiba-tiba lift berhenti dan akila segera saja keluar dan segera memesan taxi online.
sambil menunggu taxi datang aKila duduk dikursi dekat pintu basement
ia menatap kearah jalanan.
"ehemmm..ehemmm "bram menghampirinya
"aku antar kamu ya babe "bram menatap kearah akila
tapi akila tak menjawab pertanyaan bram , ia bangkit dari duduknya. karena taxi yang dia pesan telah sampai.
"babe,jangan acuhkan aku " teriak bram pada akila yang hendak masuk kedalam taxi.
tapi akila tak mengindahkannya.
taxipun langsung melaju meninggalkan area parkiran.
bram tampak kesal karena akila mengacuhkannya.
ia pun langsung masuk kedalam mobilnya dan segera pulang kerumahnya.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
halooo...halooo.. selamat berpuasa semoga berpahala.
__ADS_1
selamat membaca semoga suka.
🙏🙏🙏🙏🙏🙏 ,like ,vote, rate aku yaa..🤗🤗🤗