SYAKILA

SYAKILA
123. CANDU ASMARA


__ADS_3

" mas kita makan dulu ." ajak akila


"mas,mas," akila membuyarkan lamunan rio.


"iya sayang.." akila melongo mendengar ucapan rio barusan.


"apa, sayang.." kata akila terlihat gugup.


ia begitu shock mendengar ucapan rio yang memanggilnya sayang.


"nggak ,maaf ,tadi aku keceplosan."ucap rio memerah.


ia malu pada dirinya dan akila.


"duh , ngomong apa aku barusan." batin rio serasa mengutuk dirinya.


"duduk mas,biar aku ambilkan makan." ucap aKila , menyendok nasi goreng kepiring dan menyodorkan kerio.


"nih ,dimakan mas, diluar masih hujan , ini sangat beresiko untuk perjalanan,tunggulah sampai reda." titah akila.


"hmmm , makasih,kamu juga makan ." ucap rio tersenyum.


sambil mempersilahkan aKila makan


"iyaa..aku juga makan kok." akila mulai menyuap makanannya.


suasana hening seketika.


mereka tampak fokus pada makanan nya .


10 menit kemudian,


"mas,kalau mau rebahan, di kamar sebelah aja , barangkali mau tidur bentar." akila menatap rio , sambil memberesi semua piring kotor.


ia beranjak pergi dari tempat nya.


membawa piring kotor kedapur.


rio mengekori nya.


"biar aku aja yang cuci piring kotor,kamu duduk aja disana."titah rio pada akila.


"gak usah mas,biar aku aja."tolak aKila


"udah gak apa-apa kok ,aku bisa bantu kamu,lagian ini udah mau jam 8 malam,gak baik mainan air." rio terkekeh.


"hmmm ,bisa aja si kamu mas,gombal banget." omel akila.


"biarin ,aku gombal sama kamu inih.."rio mengerlingkan matanya.


" ihh,yaudah terserah " kekeh akila Setengah manyun.


rio menggosok piring dengan spon yang sudah berbusa satu persatu , sementara akila memandorinya dari atas kursi .


"awas pecah,kerja yang bener ,itu piring mahal loh,jangan sampai pecah,kalau pecah gaji kamu saja gak akan cukup untuk ganti piringnya." oceh akila dengan nada seperti nyonya besar .


rio terkekeh geli" iya nyonya,ini saya juga lagi kerja,bukan lagi tidur." sahut rio mengoceh ,udah seperti jongos beneran.


"ckkkk, udah mirip babu banget kamu mas.."cibir akila.


tertawa lucu.


"ihh,lagian kamu yang mulai ,aku juga jago acting kalee." tegas rio mengolok akila.


"iyaa,iya, percaya , udah belum cuci piring nya , sini biar aku keringkan diatas wastafel." ucap aKila.


"gak usah ,ini udah selesai kok,kamu kedepan aja,nanti aku nyusul." titah rio


"mmmm , baiklah,kopi kamu udah dingin mas,biar aku bikinkan kopi yang baru ya.." tawar akila sambil berlalu pergi.


"gak usah ,itu aja tadi ,sayang kan, dibuang-buang." tutur rio.


"ahhh ,gak apa-apa ,ngopi dingin mana enak,"akila menuang kopi yang baru.


"nih mas,kopinya," akila menyodorkan pada rio


"makasih,kamu baik banget sii.." puji rio sembari meraih gelas itu , kemudian menyesapnya.


"auuwww panas!!! "rio sontak melepeh kopinya, karena masih sangat panas.


" ya ampun mas, hati-hati dong,ini masih panas, kamu main minum aja."seru akila ,ia reflek memegang bibir rio.


"kamu gak apa-apa." akila menatap rio.


rio tertegun sejenak karena ulah akila.


ia memandang akila dan menggengam tangan akila.


"aku gak apa-apa." sahut rio,ia tersenyum tipis .


akila segera saja melepas genggaman itu.


ia memalingkan wajahnya.


malu!!!


"aku ambil lap dulu ." akila hendak bangkit dari duduknya.


tapi rio meraih tangan nya.


"akila," tahan rio

__ADS_1


"iya mas,kenapa ." akila mengangkat alisnya.


"duduk lah disini." ucap rio serius dan tiba-tiba ia berubah menjadi sosok yang berbeda.


"tapi ini lantainya lengket mas, harus...."


cupppp!!!


akila terdiam , karena tiba-tiba rio mengecup bibir nya.


rio mengulum lembut bibir sensual itu.


seksi!!!


akila hanya diam saja ,ia seperti pasrah , karena rio dengan lembut memainkannya.


hmmmmmpp!!


akila ingin mendorong rio, tapi rio meraih bibir itu lagi.


"ya tuhan,apa ini ,apa aku mimpi,dia mencium ku." batin aKila bertanya-tanya.


rio memperdalam *******nya.


ia mencengkeram pinggul akila,


akila hampir kalap dibuatnya .


"mas aku gak bisa napas." keluh akila.


sontak, rio melepas pagutan itu.


mereka saling menatap satu sama lain.


rio ,ia merasa ada yang bergejolak,seperti ada bara yang menyala-nyala .


kobaran api asmara !!


ia mendekatkan lagi bibirnya ,kali ini ,ia mendarat kan kecupan di leher mulus akila.


akila seperti melayang , sayup-sayup terdengar suara seksi dari mulut akila.


rio Semakin memanas ,


"aku ingin lebih," bisik rio ditelinga akila.


suara rio berubah menjadi berat.


"tapi ,aku gak bisa."tolak akila sambil mengeluarkan suara seksi nya.


"kenapa,bukankah itu hal biasa bagi kamu,kau pun pernah merasakan nya." ujar rio penuh sentuhan erotis.


ia melayang jauh keatas awan.


"sudahlah ,kau tinggal n*****i saja ." rio Semakin kesetanan.


ia berkobar-kobar nalurinya .


semuanya tampak hening ,akila seperti tak berdaya,keduanya seakan candu pada surga duniawi yang semu.


keduanya telah terjerat dosa yang indah,dosa yang tidak bisa dibendung lagi.


mereka saling menikmati dan merasakan satu sama lain.


Semakin lama rasa itu semakin ingin segera diakhiri.


brakkkkkkkk....


Keduanya telah sampai...


peluh bercucuran di sekujur tubuh kedua insan itu.


akila menatap langit-langit ,menghela napas panjang.


keduanya meresapi sisa-sisa kenikmatan yang semu itu.


...----------------...


23:00


DIRUMAH RICKO


"sibos,udah pulang belum ya.." lirih ricko dalam kamarnya.


ia merasa cemas pada bosnya itu.


daritadi ia mencoba menghubungi rio tapi tak aktif .


sampai ia naik darah dibuatnya.


"sibos bikin khawatir aja deh..."gumam ricko.


ia bangkit dari duduknya.


dan mengirim pesan pada Rio,


ricko


[ bos, gimana,bos udah pulang belum,ini masih hujan deras.]


ricko tampak

__ADS_1


gusar dibuatnya,


5 menit kemudian,


[ rick,disini susah sinyalnya ,kamu gak usah khawatir,aku baik-baik saja,aku nginep dihotel terdekat daerah sini.]


[ oh ,oke bos , aku lega dengarnya.]


[ okee.. Bye]


Rio mengakhiri chatnya.


ia mengenakan lagi Pakaiannya.


ia melihat kesamping nya .


akila tak ada , mungkin dia dikamar mandi.


atau masuk ke kamarnya.


"akila ,kamu dimana." seru rio menghampirinya dikamar.


tapi hening..


akila tak ada dikamar nya,tapi pintu kamar mandi tertutup.


rio menunggu akila,ia duduk di atas ranjang.


krettt...


pintu dibuka oleh akila.


rio tersenyum,ia menghampiri akila.


"akila,kamu habis ngapain." rio terlihat lebih peduli.


"aku habis bersih-bersih mas,kenapa." tanya akila menunduk malu.


"ng ,nggak apa-apa cuma tanya aja'' rio tersenyum.


cupppp!!!


ia mencium kening aKila.


"maaf untuk yang barusan ,aku khilaf." bisik rio sambil memeluk tubuh akila.


akila hanya terdiam.


"apa kamu menyesal dan marah padaku." tanya rio lembut.


namun,akila tak menjawab.


"aku sayang sama kamu,mari kita menikah." ucap rio dan membuat


akila tersentak kaget mendengar ucapan rio barusan.


"mas,kita gak mungkin bisa bersatu , lagian kamu itu anak dari keluarga terhormat ,aku tidak sesuai untukmu." oceh akila.


rio mengusap lembut rambut akila.


"kenapa kamu bilang seperti itu." rio memeluknya lagi.


tapi akila hanya mematung .


pikirannya kembali kemasa lalu,masa dimana dia pernah sakit hati oleh seorang laki-laki.


"aku mau tidur mas.." akila menggeliat dan melepas pelukannya.


rio mengangguk pelan.


"baiklah ,kita tidur disini saja ,satu kamar ,aku akan menemani mu." ucap rio lembut.


akila menatap rio sejenak.


ia tersenyum tipis,rio mengecup nya lagi.


"pakai bajumu , nanti masuk angin." titah rio sedikit tersenyum .


"mmmmm," angguk akila tersenyum


mereka saling menatap sejenak.


entah....


rio begitu ingin mencumbunya lagi.


tapi ia menepisnya.


"kita tidur yukk.."rio mulai menguap.


"iyaa.."akila naik keatas ranjang,dan rio mengikutinya.


mereka Kini saling terlelap.


dengan posisi saling berpelukan satu sama lain.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


like , komentar,rate,vote yaa...🙏🙏🙏

__ADS_1


__ADS_2