SYAKILA

SYAKILA
64. KECEMBURUAN AKILA


__ADS_3

tengah malam,akila terbangun dari tidurnya .


ia kaget mendapati dirinya yang belum sempat ganti baju dan masih full dengan riasan wajahnya.


"aduhh,jadi aku tadi ketiduran,aku mau mandi ahh.." akila bangkit dan melirik jam dinding.


"01:00 ?" akila masuk kedalam kamar mandi ,diraihnya handuk dan langsung mengguyur tubuhnya dengan air hangat.


dalam guyuran air yang mengaliri sekujur tubuhnya.


ia terngiang akan ucapan bram yang katanya kiara adalah mantan yang paling dia sayangi .


deggggggg...


jantung itu terasa mau copot.


"ahhh..,itu bukan urusanku ,jangan -jangan dia jadi seperti sekarang ini karena dia selalu merindukan seseorang yang benar-benar ia sayangi. hingga ia melampiaskan nafsunya pada siapapun wanita yang ada disekitar nya." akila termangu dalam guyuran air .


"lalu..icha dan erlita mereka mungkin korban bram waktu itu ,dan sekarang Korbannya adalah aku." akila mematikan showernya .


ia meraih handuknya menyeka setiap inchi tubuh nya yang polos.


klekkk...


ia membuka pintunya.


akila menatap pantulan dirinya dicermin ,ada banyak tanda ***** dileher mulusnya.


"ihhh,bram !!! " akila mengutuk bram dalam hati.


rupanya ,tadi malam adalah malam yang begitu menggairahkan bagi bram dan akila hingga tersisa tanda cinta yang begitu banyak di lehernya .


"aku lapar ,makan apa ya ? " akila bangkit dan berjalan kedapur mencari yang sekiranya bisa mengganjal perutnya.


cling ...


tiba-tiba notifikasi pesan masuk ke ponselnya


***ayah:


[nakk..kamu lagi apa ,ayah udah sampai di Jakarta nih..lagi ketemu sama temen ayah ,kita lagi makan, habis itu kita menginap di hotel***.]


"siapa yang kirim chat ya " batinnya


sambil mengunyah burger .


akila menggeser tombol hijau.


matanya terbelalak melihat siapa pengirim chat barusan.


"ayah!!! " mata akila berbinar-binar


"jadi,ayah disini ,oh ya tuhan, ayah kesini kok gak ngabari sii..." akila mengerucutkan bibirnya.


akila mencoba menelepon balik ayahnya,tapi,tak ada respon.


kemudian,ponselnya bergetar , ada chat masuk.


ngobrol-ngobrol bentar.., kalau udah selesai ayah kabari lagi ya ]


akila membaca chat dengan sangat


hati-hati.


"hmmm..jadi,ayah lagi sibuk ,ya udah" akila menaruh ponselnya dan menggigit lagi burgernya yang masih tersisa .


*


*


*


"emmm,akila udah tidur belum yaa? " bram melirik ponselnya dan melihat akila online.


"ohh..dia masih online ,tumben! " mata bram melototi layar ponselnya.


kemudian,ia berinisiatif untuk mengirim pesan pada akila


[babe.. kamu belum tidur ? ]


bram mengirim pesan singkat pada akila.


dert..dertt...


mata akila tertuju pada suara ponselnya.


"siapa yang kirim chat ? " akila termangu sejenak dan menghentikan aktivitas nya.


ia menatap layar ponselnya


"Bram??" mata akila terbelalak.


"mau apa dia chat aku malam-malam gini ,apa dia belum tidur juga " akila melamun sejenak.


kemudian,ia fokus pada layar ponselnya kembali


dertt..dertt..


[maafkan aku akila , besok kita akan lanjutkan obrolan kita yang sempat tertunda ya ]

__ADS_1


balas bram


[okee ..]


jawab aKila singkat .


kemudian, akila tak lagi on.


ia meletakkan lagi ponselnya.


dan ia berpikir sejenak.


"apa sebaiknya aku jauhi bram aja ya , sepertinya dia masih belom move on dari mantannya." akila menerawang jauh ke masa dimana bram dan kiara melalui masa-masa indah waktu itu.


"ah,tau ahh ,aku ngantuk, lebih baik aku tidur aja " akila menghela napas.


lalu,melangkahkan kakinya kekamar.


...----------------...


"kita makan disini aja ya sob.." ucap pak ramdan pada pak aji.


"iya,gak apa-apa ,aku makan apa aja juga mau mas " ucap pak aji pada sahabatnya itu .


"hehe..kamu dari dulu ,gak berubah ya,selalu saja sederhana dan apa adanya .


"bersyukur yang jadi anak dan istrimu'' pak ramdan menepuk pundak pak aji.


"ahh,mas bisa aja.


oh ya, gimana kabar anak dan istrimu mas " pak aji menatap kearah ramdan.


"Alhamdulillah,baik, anaku sekarang jadi leader dan trainer disebuah perusahaan teknologi dan komunikasi." ''jawab pak ramdan tersenyum .


"ohh.., syukurlah kalau begitu , kok bisa kebetulan gini ya.." ucap pa aji terheran dan menatap temannya.


"kebetulan apanya sob.." tanya ramdan menganga.


" anakku juga Kerja di PT informasi dan komunikasi ,tapi bedanya dia dibagian promosi kaya SPG gitu lah" pak aji serius.


"ohh iya, kalau beneran berarti dunia ini sempit Sekali yaa " pak Ramdan terkekeh pelan.


"iya mas , mungkin mereka satu kantor kali,coba nanti saya tanya pada anakku ,akila " ucap pak aji


"iya boleh,boleh ,tanya aja " pak ramdan tampak setuju dengan perkataan pak aji.


Kemudian,mereka menghentikan perbincangan karena malam udah begitu larut ,


akhirnya,


...----------------...


" bram,udah pagi nak,kamu gak kerja apa " ucap bu Hasna didepan pintu kamar anaknya.


"ehhmm ,iya bu, bram bangun .." bram menggeliat pelan dan meregangkan otot-otot tubuhnya.


ia mengucek matanya yang masih sepet.


"uhmmm..hoamm, aku masih ngantuk banget gini ya, lebih baik aku mandi dulu " bram pergi kekamar mandi dan mengguyur badannya.


5 menit , hanya butuh 5menit untuk mengguyur tubuhnya.


kemudian,bram memakai hemnya.


terbersit dalam pikiran nya tentang aKila yang kenapa tiba-tiba ingin tahu masa lalunya.


"aneh, akila tiba-tiba jadi pengin tahu banget masa lalu ku " bram mengancing kemejanya dengan


hati-hati .


matanya menatap ke cermin dilihatnya pantulan dirinya dicermin .


" apa itu artinya akila cemburu sama masalaluku " bram termangu sejenak.


kemudian,


"bram,ayo buruan ,kita sarapan sama-sama , bentar lagi bapak pulang dan beliau bawa temannya kesini " ucap bu hasna dari luar kamar bram.


"iyaa bu, bentar lagi,aku lagi ganti baju ." teriak bram


"ohh baiklah,ibu tunggu dimeja makan'' bu hasna kembali lagi kemeja makannya .


beliau menata semua makanan dan piring dengan rapi.


tinnn.. tinnnn.. tinnnn..


tiba -tiba suara klakson mobil mengagetkan Bu hasna.


"itu pasti bapak ? " Bu hasna pergi kedepan untuk menyambut mereka


"bapak.."panggil bu hasna


"eh ibu ,udah sarapan belum " pak ramdan menutup pintu mobilnya dan disusul pa aji dibelakang .


"Bu kenalin,ini pak aji teman bapak, dulu waktu masih kerja dan kuliah ,kita satu kontrakan dulu " ucap pak ramdan tersenyum .


"ohh.. salam kenal pak aji ,mari masuk kita sarapan sama-sama , kebetulan anak saya juga belum berangkat kerja ." Bu hasna tersenyum dan mempersilahkan mereka masuk.


"hmmm..,rumah kamu besar ya mas.." pak aji menatap sekeliling ruangan .

__ADS_1


"Alhamdulillah,ini berkat kerja kerasku selama ini sob.." pak ramdan terkekeh


"Alhamdulillah,saya ikut senang atas kesuksesan mas ramdan " pak aji tersenyum bangga .


"ahh..kamu bisa aja ,ayo kita sarapan dulu " ajak pak Ramdan.


"iya mas, " pa aji mengekori pak ramdan dan mereka langsung menuju kemeja makan.


" bu...ibu ngobrol sama siapa si bu, diluar? " tanya bram sambil mengunyah makanan nya .


"sama teman bapak ,tuhh " bu Hasna menunjuk kearah suami dan temannya.


"lohh..bapak , dari mana aja kok baru kelihatan " bram terperanjat dan betapa kagetnya ia ketika melihat siapa yang ada di samping ayahnya .


"mmmm...Om ? Om,bukannya ayahnya akila ya " ucap bram tak percaya .


"iya,jadi,kamu anaknya mas


ramdan ? oh ya tuhan ,dunia ini sempit ya nak,kita udah bertemu beberapa hari yang lalu ,dan kita gak sempat kenalan,tau-tau nya ....." pak aji terkekeh.


"ohh,jadi kalian udah pernah ketemu sebelum nya " pak Ramdan mengernyitkan dahinya.


"ia..pah,waktu itu aku antar anak gadis nya ketemu sama beliau di Jakarta " ucap bram tersenyum simpul.


"ohh..jadi wanita yang selama ini dekat dengan kamu,anaknya pak aji " pak ramdan mencibir bram dengan senyuman ejekan.


"ihh.. bapak,apaan si,kita cuma temen kerja aja kok " bram menggaruk kepalanya.


"hmmm.. kalau cuma teman kerja kenapa kamu salah tingkah gitu " pak ramdan terus saja menggoda anaknya hingga mukanya terlihat memerah .


"ahhh..bapak, jangan bikin aku malu kenapa.." bram salah tingkah


"ayo Om,kita makan sama-sama " bram mengalihkan pembicaraan.


"mmmm..iya nak,ayo " pak aji tersenyum ramah.


mereka tampak asyik dimeja makan sambil bersenda gurau .


suasana begitu hangat,akrab ,dan romantis.


...----------------...


"aduhh..aku kesiangan lagi ,mana belum bikin sarapan lagi " akila memakai baju dengan asal.


kringg... kring....


ponsel nya berdering .


namun aKila tak menggubris nya ia fokus memakai pakaiannya.


"hmmm...aku belum sisiran nih ,mana aku berantakan gini lagi rambutnya .


"lagian hp berisik banget si,gak tahu apa kalau aku lagi buru-buru " akila memaki keadaannya sekarang .


[akila..aku tunggu kamu didepan, buruan ]


clingnggg...


sebuah notifikasi pesan di ponsel akila.


akila menghentikan sejenak aktivitas nya.


lalu meraih ponselnya .


"bram? jadi dia didepan " akila membelalakkan matanya.


lalu berlari menghampiri bram


"kamu ngapain disini mas? " ucap aKila tak percaya


"mau jemput kamu,ayo buruan masuk, kita udah telat nih, " bram melirik kearah akila.


''aku bisa berangkat sendiri, jadi,kamu bisa pergi sekarang." ucap aKila sedikit mengusir bram .


"buru..." bentak bram pada akila


matanya melotot pada akila yang dianggap lemot .


dengan buru-buru akila masuk kemobil bram.


"tinggal masuk aja kok repot ,heran !" bram mengomel didalam mobil nya.


akila mengerucutkan bibirnya .


seraya melirik kearah bram .


"kok kamu yang marah,harusnya aku yang marah sama kamu tau" akila memaki bram.


"marah ...? marah untuk apa " bram mendelik tajam.


"ahh..udahlah, gak usah dibahas ,gak penting !! " akila tampak cemberut.


"iya emang gak penting ,lagian ada yang lebih penting ,ayahmu sekarang dirumah aku , ternyata beliau adalah teman dekat ayahku " bram menjelaskan


" apa!! "akila kaget dan tak percaya.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...

__ADS_1


__ADS_2