
'' selamat ya mas bram, mba akila.'' ucap salah satu karyawan bram dikantornya.
'' makasih .'' sahut bram tersenyum gembira .
hari ini bram terlihat bahagia sekali karena, akila sudah resmi menjadi istri sahnya.
akila tersenyum manis pada bram .
dua insan yang sudah resmi menjadi suami istri itupun saling pandang untuk sekian lama.
dari kejauhan terlihat seorang wanita dan dua orang pria mendekati kedua mempelai itu.
Bram yang melihat mereka pun langsung menunjukkan ekspresi kurang bersahabat pada mereka bertiga.
'' bos....'' seru erna terlihat sok akrab pada bram.
Bram menarik lengan erna seketika.
'' jangan macam-macam kamu ,aku tidak pernah mengundang kalian ,kenapa kalian bisa kemari.'' lirih bram pada erna .
'' bos,bos tenang saja ,kita gak akan macam-macam kok.
'' kita cuma mau ikut makan -makan disini apa itu salah .'' kekeh erna dengan wajah datarnya.
'' cepat pergi dari sini atau aku akan menghajar kalian.'' ancam bram pada wanita itu .
'' eits!!! bos kalem dong , santai,
okayy'' erna mencoba menenangkan bram .
namun bram tak yakin jika kedatangan erna tak mungkin ,jika tidak ada maksud dan tujuan tertentu.
bram meremas lengan erna.
hingga erna meringis kesakitan.
dua anak buahnya pun maju menghampiri bram .
bram yang hampir emosipun mengepalkan tangannya.
dan hendak memukul wajah bodyguard erna.
'' mas,udah ,gak usah diladeni ,kita gak mau tamu undangan jadi terganggu karena ini kan?.'' ucap akila mencoba menahan bram.
karena tak mau membuat suasana menjadi berantakan ,ia mencoba menahan emosinya.
seperti apa yang dikatakan akila barusan.
" selamat ya bos, udah resmi jadi suami dari mantan anakku.'' bisik erna tersenyum miring .
''kamuu....'' Bram melototkan matanya pada erna.
'' mas,udah biarin aja ,kita gak usah ladenin mereka okayy'' akila menahan tangan bram untuk tidak mencari masalah dengan erna.
dari kejauhan terlihat
Rio ,Ricko,dan melati menghampiri Bram .
Erna yang tak sengaja melihat kedatangan riopun ia mengkode anak buahnya untuk segera pergi dari tempat itu.
seolah tak mau ambil resiko,jika keberadaan nya disini diketahui rio.
erna dan anak buahnya memilih pergi dari tempat itu .
bram pun mengernyit memandangi gerak gerik erna yang mencurigakan.
'' cepat kita pergi dari sini .'' ucap erna pada anak buahnya.
erna dan anak buahnya meninggalkan tempat itu dengan segera.
'' Bram ,selamat ya ,pada akhirnya kamu yang menjadi pemenang dihati akila saat ini.'' ucap rio agak sedikit menyingung hati akila.
'' sama -sama pak rio, aku harap anda bisa segera move on .'' kekeh bram menatap rio sembari tersenyum tipis.
'' ya ,aku berusaha untuk move on dari wanita yang sekarang menjadi istrimu walaupun sulit'' rio agak sedikit bercanda dengan bram.
''tapi,kamu tenang saja ,aku akan mencoba mengikhlaskan akila hidup dengan mu.'' rio tersenyum sarkas.
'' aku harap kamu adalah orang yang bisa memegang kata -kata pak rio.'' kekeh bram menatap rio tajam.
riopun tersenyum kecut.
'' apa maksud kamu.'' ucap rio dengan lantang.
__ADS_1
'' tanpa aku jelaskan pasti kamu udah paham pak rio.'' Rio mengepalkan tangannya mendengar ucapan bram barusan.
'' bos ,udah ,lebih baik kita duduk disana yuukk.'' sela ricko pada bosnya.
Rio pun tersenyum datar pada bram.
dan mengikuti ajakan ricko .
ricko memang sengaja memotong pembicaraan bram dan rio ,supaya tidak menyinggung perasaan akila.
dan mengacaukan segalanya.
bagaimanapun, saat ini akila sudah menjadi istri bram.
jadi, mau gak mau rio harus terima kenyataan nya.
'' bos,mau minum apa biar aku ambilin.'' tawar ricko pada bosnya.
'' gak usah rick,aku mau pulang aja '' rio bangkit dari tempatnya.
'' tapi bos,kita baru aja sampai'' namun rio tak menggubris ucapan ricko.
'' kamu mau aku pecat?'' ancam rio,
rickopun terdiam mendengar ucapan bos-nya.
'' mel, kamu masih mau disini atau...''
'' aku pulang sendiri aja mas ,kamu ikuti saja pak rio.'' ucap melati care
'' ya udah,kamu yakin ,gak apa-apa aku tinggal.'' ucap ricko ragu.
''gak apa-apa mas,aku bisa naik taxi nanti pulangnya.'' ucap melati serius.
'' okayy..,aku tinggal yak..'' ucap ricko sembari menepuk pundak melati.
'' iya mas.''melati mengangguk perlahan.
dari kejauhan akila memperhatikan mereka bertiga .
''babe,kamu kenapa.'' ucap bram menggenggam jemari akila.
'' aku gak apa-apa mas.'' akila menggeleng pelan.
tapi ,
ia segera menepis semuanya.
ia memilih fokus pada hari bahagia nya saat ini.
*******
sore menjelang....
akila sudah melepas kebaya dan sanggul nya.
ia mengurai rambutnya yang masih kaku.
'' babe, kamu rambutnya masih kaku ,mau aku bantu bersihkan gak'' tawar bram pada akila.
'' hmmm, gak usah mas,ini nanti aku basuh pakai air hangat udah hilang kok.'' ucap akila tersenyum.
'' mau mandi sekarang pakai air hangat.'' tawar bram pada istrinya.
'' iya ,aku mandi dulu yak.'' ucap akila sembari meraih handuk di lemari pakaian.
'' iya,aku duduk disana ya.'' ucap bram tersenyum tipis.
'' iya , bentar ya .'' akila pun masuk kedalam kamar mandi.
sementara bram,ia duduk didepan ruang tamu ,sembari menyesap rokoknya.
*****
jam menunjukkan pukul setengah 6 sore.
pak aji dan keluarganya berpamitan untuk menginap di hotel terdekat.
'' pak ,daripada kalian semua menginap dihotel,lebih baik menginap di sini saja.
lagipula banyak kamar yang kosong.'' ucap pak ramdan dan bu hasna.
'' iya , kalau itu mau kalian ya kita tidak bisa menolaknya.'' ucap pak aji terkekeh kecil.
__ADS_1
'' hmmm,kaya sama siapa aja loh ,kita ini kan udah jadi keluarga pak .'' ucap pak ramdan lagi.
'' iya,iya pak.'' pak aji da bu ningrum terlihat sungkan.
'' apa gak ngrepotin kalian .'' ucap bu ningrum ragu.
'' ya gak lah, lagipula bram dan akila tidur diapartementnya .'' ucap bu hasna lembut.
'' ya udah , terima kasih untuk tumpangan nya.'' ucap pak aji basa basi.
'' sama-sama besan.'' kekeh pak ramdan.
'' ya udah ,kalian masuk kedalam kamar , istirahat ,besok kan mau pulang kedesa. '' ucap pak aji pada anak-anak nya.
" iya sana istirahat.'' timpal pak ramdan .
Bima dan septa pun langsung bergegas masuk kedalam kamarnya.
sementara pak aji dan pak ramdan duduk di teras Sembari mengobrol santai.
Bu hasna dan bu ningrumpun masuk kedalam kamar untuk ganti baju.
****
akila sudah selesai mandi,ia langsung mengenakan dasternya didalam kamar mandi.
'' babe kamu udah selesai mandinya.'' seru bram dari luar.
'' iya mas, bentar ya.'' sahut akila dari dalam.
'' iya ,iya.'' Bram mengerucutkan bibirnya.
'' mandi aja kok lama banget si.'' bram merebahkan tubuhnya diatas ranjang.
krettt....
pintu kamar mandi terbuka lebar.
akila keluar dari kamar mandi dalam keadaan basah rambut nya.
bram pun memandangi istrinya penuh hasrat.
ia terpana akan kecantikan akila yang terpancar dengan sendirinya.
'' mas...'' akila membuyarkan lamunan bram.
'' kamu kok lama banget si babe mandinya.'' ucap bram bangkit dari tidurnya.
'' ya maaf ,aku kan bersihin sisa hair spray gak cukup sebentar mas .'' bram memilin janggutnya.
ia memegang kedua bahu akila.
'' ya udah,kamu mau kita mulai sekarang atau...'' Bram mengusap lembut rambut akila.
'' tapii, ini masih sore mas..'' tahan akila.
'' ya ,justru karena masih sore ,jadi kita bisa melewati ini dengan sangat lama kan babe ...'' Bram menyibakkan rambut akila kebelakang.
mereka saling tatap sejenak.
'' makasih babe,udah mau jadi istriku.'' ucap bram mencoba romantis.
'' iya mas.'' akila mengulum senyum.
cuppp!!!!
Bram mencium kening akila perlahan.
'' i love you .'' bisik bram lembut.
ia menatap akila dalam.
seolah tak mau berlama-lama bram langsung saja memulai untuk melakukan apa yang seharusnya dilakukan oleh sepasang pengantin.
Bram mengecup b*b*r akila lembut.
'' mari kita nikmati moment pernikahan kita sampai pagi.'' bisik bram lembut ditelinga akila.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
__ADS_1