
[mas ,kamu lagi dimana kok belum balik kantor]
akila mengirim pesan lewat ponselnya.
centang 2 ,hati akila berdebar kencang menunggu centang biru .
entah kenapa ,bram hari ini agak berbeda dari biasanya.
kenapa ,kenapa ,dalam hati akila bertanya.
padahal satu bulan terakhir , ia menghabiskan waktu liburan bersama di villa.
villa yang begitu indah dan mewah. tapi ,hari ini dia seperti orang asing dimata akila.
"ehemm..ehemm.." tiba-tiba suara seseorang membuat akila membuyarkan lamunannya.
"mas.." mata akila terbelalak.
"aku tungguin kamu loh,darimana saja si" akila bangkit dari kursi kerja bram.
ia tampak lega sudah bertemu bram sekarang.
"babe.. kamu kenapa ,ayo kita pulang"bram tersenyum manis didepan akila.
"kamu dari mana saja mas,aku sempat depresi menunggu kamu " akila menatap bram dan memeluknya.
"emm,aku ada urusan sebentar ,tapi kamu tenang saja,semua sudah beres kok " bram mengakhiri pelukannya dan mencium kening aKila.
lalu mereka bersiap-siap keluar dari ruangan bram.
"mas,aku mohon jangan lakukan hal yang tidak baik dibelakang ku ,aku gak mau itu terjadi ,jika sampai itu terjadi,aku akan mati " batin akila berucap sendiri.
"hai,apa yang kamu pikirkan,kita pulang yukk." bram menggandeng tangan akila.
lalu mereka meninggalkan kantor dan menuju lift.
basement!!
srett...
pintu lift terbuka .
"kamu tunggu disana,aku akan ambil mobil ."ucap bram sambil berlalu.
"iyaa..mas " akila mengangguk pelan.
tinn.tinn..tinn..
bram sudah sampai didepan akila dengan mobilnya.
"ayo, " ajak bram dari dalam mobil.
"emmm.." akila mengangguk lalu masuk kedalam mobil.
"pasang safebeltnya ,kita akan pergi makan aku lapar." bram tampak serius.
"iyaa," akila melirik kearah bram sekilas.
"kenapa dengan bram, calon suamiku" batin akila bertanya-tanya.
"mas.." akila mencoba berbicara.
"hmm.." bram menoleh pada akila.
"e....anu , sebenarnya kamu darimana kok tumben, kita gak makan siang bareng " akila agak basa basi
"aku ada urusan mendadak tadi babe..maaf ya , bikin kamu kepikiran." bram menggenggam tangan aKila.
mencoba meyakinkan akila.
"iya mas,gak apa -apa kok " akila mengalihkan pandangannya.
ia merasa bersalah karena telah berpikiran negatif pada bram .
tapi,entah kenapa aKila seperti merasa ada sesuatu yang ditutupi bram.
"mungkin ini hanya perasaan aku aja" akila bergumam pelan.
ia segera menepis angannya.
jleggg...
Mobil berhenti disebuah restoran yang cukup terkenal dikota ini.
akila sedikit kaget dan langsung menatap bram.
"kita mau makan disini mas" tanya aKila
"iyaa.. memang kenapa ,kamu gak suka ? " bram mengangkat alisnya.
"mmmm..suka kok " akila mengulum senyum.
__ADS_1
"baiklah,kita masuk yuk " bram meraih tangan aKila.
mereka berjalan masuk kedalam restoran.
akila memandangi sekeliling ruangan.
"kamu mau makan apa." bram mengagetkan akila.
"emmm... aku makan steak aja mas"akila menduduki kursinya.
bram melihat-lihat buku menu.
"minumnya " bram mendongak
"ice lemon tea." Jawab akila singkat.
bram memanggil pelayan dan beberapa menit kemudian , tampak pelayan menghampiri mereka dan menyapa mereka berdua.
setelah merepeat pesanan akila dan bram pelayan itu tampak pergi.
"mas, kita akan menikah 4 bulan lagi ,apa kau senang " akila bertanya pada bram.
bram tak mengindahkan akila ia tetap fokus pada ponselnya.
"mas, aku lagi ngomong sama kamu " akila terdengar ketus.
"ehh..apa ? " bram tampak asyik sendiri , hingga akila geram dibuatnya.
"mas,sebenarnya ,kamu niat gak si,ajak aku makan ,kok kamu seperti cuek sama aku " akila sedikit kesal dan marah karena ulah bram yang dianggap tak fokus dan terkesan acuh.
"apa maksud kamu ,aku tak mengerti akila ,aku biasa aja kok , itu hanya perasaan mu saja yang sensitif" bram sedikit sewot pada akila sehingga membuat orang disekitar mereka tampak menonton mereka .
tontonan gratis tepatnya.
"ahhh.. sudah lah,gak usah dibahas " akila menatap bram dengan raut wajah kesal.
"babe.." bram menatap akila lembut.
"permisi " belum Sempat bram meneruskan katanya pelayan datang mengantar pesanan mereka.
"ahh.."bram mengernyitkan dahinya.
"iyaa..mba makasih " jawab bram singkat .
kemudian,pelayan pergi meninggalkan mereka berdua.
"udah,makan yang banyak gak usah dibahas lagi " kata bram memotong pembicaraan.
lalu tangannya meraih garpu dan pisau , tangannya mengiris steak .
dan pelan-pelan ia ******* makanannya.
matanya tertunduk ,tak ada kata dan suara apapun .
akila tampak fokus menyantap potongan steak dan mengunyah lagi .
sesekali akila memperhatikan wajah bram .
tapi ,bram tak menghiraukannya .
ia tetap serius menyantap makanan nya.
tiba-tiba ponsel bram berbunyi.
ia terkesiap dan segera meraih ponselnya yang tergeletak dimeja makannya.
[mas,temui aku nanti malam di hotel xxxxxx]
"kiara" mata bram membulat seketika .
lalu ia tampak gugup.
ia menghentikan makannya sejenak.
"siapa mas,kok kamu kayak tegang banget gitu " akila masih mengunyah makanan nya dan sedikit melirik kearah layar ponsel bram.
"bukan siapa-siapa kok ,orang iseng " bram berbohong .
"masa si,kalau orang iseng ,kenapa kamu tegang banget mukanya."akila terlihat jutek.
"awas aja mas,kalau kamu ada main dibelakang ku ,aku akan pastikan kamu akan menyesal seumur hidupmu" sumpah akila dalam hati .
"selesaikan makanmu, lalu kita pulang'' bram menyeka mulut nya.
"hmmm."akila terdiam tak menjawab ucapan bram .
"ini udah selesai kok,lagian ngapain coba,kita lama-lama disini ,gak ada gunanya ,toh kamu juga kayak gak fokus gitu,kamu berubah tahu gak," akila memaki bram.
matanya memerah menahan amarah.
"apaan si,please aku gak mau ribut sama kamu "bram berdecak
__ADS_1
ia mengepalkan tangannya.
"ahhh.. sudahlah,aku mau pulang " akila berdiri dan langsung pergi meninggalkan bram sendirian .
"akila,tunggu ,kita akan pulang bareng" bram Langsung berlari kearah Kasir dan membayar bill ,lalu ia mengejar akila .
"akila tunggu sebentar ,kamu gak bisa tinggalin aku ,aku akan antar kamu sampai rumah." bram mencoba meraih tangan aKila .
"lepas,aku mau pulang " akila mengibaskan tangannya .
hingga bram melepas jemarinya .
"please , kamu jangan kayak anak kecil ngambek -ngambek gitu , pokoknya kita pulang bareng " bram menarik lengan akila dengan paksa dan memasukan akila kedalam mobil.
"mas, buka..buka, pintunya ,aku mau pulang sendiri " akila menggedor kaca mobil.
"shutt!! diamlah,aku akan antar kamu pulang jangan kayak anak kecil laah .."bram terlihat frustasi.
" terserah!! " akila mengeluarkan amarahnya dan berteriak.
lalu,
mobil bram melaju melintasi jalanan yang tak pernah sepi itu.
dermmmm....
akila diam seribu bahasa.
bram melirik akila
" babe.. maafkan aku ,bukan maksudku membuat kamu marah " bram menatap akila sejenak dan kembali fokus pada kemudinya.
akila terdiam .
ia mengacuhkan bram.
suasana didalam mobil sunyi sepi dan tegang.
"babe..maaf" bram menggenggam tangan aKila kembali.
"iyaa..gak apa-apa , buruan ,aku pengin cepat-cepat sampai rumah , pengin cepat istirahat "akila memalingkan wajahnya.
"okee...okee..." bram tersenyum lalu
menambah kecepatan mobilnya.
...----------------...
"ihhh,mas bram lama banget si,harusnya kan dia datang tepat waktu ." kiara mendengus kesal
kemudian ia mengirim pesan pada bram.
cling...!!
sebuah notifikasi pesan masuk dari bram.
"sayang,maaf, aku kayaknya agak telat datang nya , masih ada urusan " bram membalas chat kiara.
mata kiara membulat dan membuka pesan dengan perasaan yang sedikit kesal.
"ihhh...apaan si, kok bisa dia datang telat si,pasti gara-gara perempuan itu" kiara menggigit bibirnya.
*
*
*
"babe..aku pamit ya ,kamu istirahat besok kita ketemu ditempat kerja "ucap bram pada akila.
"hemmm"akila tak menjawab ,dia malah pergi begitu saja dari hadapan bram.
"ckkkk ,tahu ah,wanita memang nyusahin "bram sewot pada tingkah aKila yang mengacuhkannya.
dengan sigap ia masuk kedalam mobil.
brakkkkkkkk !!!
pintu mobil ditutup kasar oleh bram.
lalu,
mobil melaju dengan kecepatan tinggi.
dermmmmmm!!!
suara mobil bram meninggalkan halaman rumah akila.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
__ADS_1