SYAKILA

SYAKILA
134. DINNER GAK ROMANTIS


__ADS_3

dalam perjalanan menuju rumah rio ,akila begitu dag dig dug.. jantung nya.


rio menoleh kearah akila sekilas .


'' kamu kenapa sayang,kok diem gitu ..'' ucap rio Seraya menggenggam tangan akila dan mengecupnya .


akila hanya tersenyum kecil.


ia pun campur aduk rasanya ,antara gugup,tegang,grogi, takut. wahh,pokoknya gak bisa dibayangkan deh, rasanya.


''kamu relax dong,gak usah spaneng gitu,kayak mau ketemu presiden aja.'' terang rio setengah mengejek.


'' please mas,gak lucu ya, aku tuh sebenarnya belum siap jika harus ketemu mama papamu.'' terang akila ragu.


rio mengernyit.


'' sudahlah,keluargaku baik-baik saja ,gak perlu takut gitu ah,gak asyik tahu.'' gerutu rio pada akila


'' iya mas ,aku akan coba gak gerogi.'' ucap akila tersenyum.


'' good job my dear..'' rio memuji akila dan suasana menjadi santai .


akila menyenderkan kepalanya di jok mobil.


rio menatap jalanan ,agak sepi ,jadi ,ia langsung ngebut untuk mengejar waktu ,supaya cepat sampai kerumah mama kristal.


45 menit kemudian ,


'' kita udah sampai say...'' ucap rio mengagetkan akila yang sempat tertidur.


akila terkesiap mendengar rio berbicara,matanya tertuju pada sebuah rumah yang begitu besar dan mewah bak istana kerajaan .


seperti di film-film kartun frozen kesayangan balita masa kini.


'' mas ,ini rumah kamu.'' tanya aKila tak percaya.


'' iya , kenapa ,ini rumah papa aku,ayo kita turun ,papa sama mama udah nunggu didalam .'' ajak rio meraih tangan aKila dan membuka pintu mobil untuk nya.


akila tersenyum tipis.


ia berusaha menata ulang hatinya nya supaya tak begitu tegang.


'' ayo kita masuk kedalam.'' rio menggandeng tangan akila dan mengajaknya masuk lewat pintu samping.


tinn,tin,tin,


rio menekan tombol pasword rumahnya.


klekkk...


pintu terbuka lebar dan rio mengajak akila masuk.


perlahan kaki rio melangkah masuk , dengan diikuti akila dibelakang nya.


sampailah ia pada ruangan khusus keluarga .


dilihatnya disana ,ada 2 orang pelayan sedang menata makanan dimeja .


akila memperhatikan sekilas .


'' akila ,kamu duduk disana ,biar aku panggilkan mama dan papa untuk turun.'' ucap rio pada akila.


'' iya mas, '' akila menduduki sofa yang sangat empuk dan lembut .


ia menyenderkan punggungnya .


tiba-tiba ,


turunlah rio dan kedua orang tuanya.


dari atas tangga, bu kristal memandangi Punggung akila.


beliau menuruni anak tangga yang begitu besar dan tinggi.


dengan sangat hati-hati beliau berjalan .


'' akila ,'' sapa rio pada akila ,akila menoleh pada suara rio.


'' ini mama papa aku , kenalin.'' ucap rio dan akila langsung bangkit menyalami mereka berdua.


'' Tante, om,saya akila salam kenal.'' ucap akila sambil menjabat tangan mereka dan mencium punggung tangan om Wijaya dan tante kristal.


'' iya, salam kenal juga aKila, kamu cantik sekali , pantas saja rio , anakku tergila-gila padamu.'' puji Om wijaya tersenyum senang.


akan tetapi,


bu Kristal tampak acuh pada akila.


'' oh,jadi kamu yang namanya aKila,saya harap kamu adalah wanita yang baik untuk rio.'' ucap bu kristal agak ketus.


akila mengangguk pelan.


seakan mengerti maksud perkataan tante kristal.


iapun tersenyum manis.


'' doakan saja tante, '' ucap akila pada bu kristal.


rio dan pak wijaya saling pandang


'' ayo ,kita mulai aja acara makan malam kita ini.'' ucap pak Wijaya berusaha mencairkan suasana.


bu kristal menuruti perkataan suaminya, mereka berjalan menghampiri meja makan.


akila berdampingan dengan rio dan pak wijaya dengan bu kristal.

__ADS_1


dari kejauhan terlihat reyna menuruni anak tangga dan ikut nimbrung dengan mereka.


'' ma,pa ,Rio ,dan....'' ucap reyna memandang pada akila.


'' akila ka,temannya mas rio.'' ucap akila mengulurkan tangan pada reyna.


'' aku reyna ,Kakak rio,salam kenal akila, '' ucap reyna ramah dan terdengar akrab.


lalu reyna duduk di atas kursi dekat papa Wijaya.


'' nak aKila , kamu asli mana ,dan orang tuamu tinggal dimana.'' tanya pak wijaya tiba-tiba.


akila menatap pak Wijaya dan melirik kearah rio


rio tersenyum dan mengangguk pelan.


akhirnya akila membuka suara.


'' aku asli dari Jawa Om, tepatnya kota P lebih terkenal dengan nama kota batik.'' ucap akila ramah.


''oh,jadi kamu kos disini ,atau..'' pak wijaya menggantung kata-kata nya.


'' aku kebetulan tinggal dikontrakan , didaerah perumahan, kawasan pinggiran kota.'' ucap akila tersenyum .


pak wijaya mengangguk pelan.


" adiknya meylia pa, karyawan dikantor kita."ucap rio menimpali.


pak wijaya sontak kaget mendengar ucapan rio barusan .


'' ohh ya? pantesan aja ,papa kayak gak asing , rupanya kita pernah bertemu di pesta ultahnya rio ya,kalau gak salah.'' pak wijaya mengingat- ingat.


'' iya betul Om, kita pernah bertemu disana.'' terang akila.


"tepatnya saat pelepasan pak billy , sebelum beliau dimutasi keluar kota.


'' yaa ,yaa,yaudah kita makan yuk,akila ,kamu jangan sungkan-sungkan , anggap saja seperti rumah sendiri .'' titah pak Wijaya.


akila mengangguk pelan ,ia melirik kearah mama kristal , beliau begitu cuek dan biasa aja ,tak ada kesan basa basi atau apalah.


akila menelan ludahnya,berusaha tenang dan tidak mempermasalahkan hal itu.


baginya ,ibu mertua lebih judes daripada ayah mertua itu hal yang wajar dan lumrah terjadi dalam kehidupan sebuah rumah tangga.


akila terdiam sejenak.


hingga kak reyna menegur nya.


'' akila ,kok diem aja ,ayo makan ,ini enak loh...,kamu bahkan jarang makan kayak gini.'' celetuk reyna membuat akila sedikit memerah dan raut mukanya berubah seketika.


'' ahhh, maaf bukan maksud aku, untuk..''ucap reyna menggantung.


tapi akila berusaha tersenyum .


akila menyendok nasi dan meletakkan kepiringnya.


rio menawarkan semua lauk yang ada didepannya.


'' ini ,akila ,lauknya.'' ucap rio menyodorkan piring berisi steak dan ayam panggang bumbu rempah hitam.


akila menatap rio sejenak dan mengambil lauk itu.


'' tambah ini juga ,'' ucap pak wijaya meletakkan udang goreng tepung didepan akila.


merasa sikap mereka berdua berlebihan, bu Kristal berdehem kecil.


seolah memberi kode pada rio dan papa nya.


'' papa, segitu amat perhatian nya pada tamu kita.'' Sindir bu Kristal.


" ahh mama ini,gimana si,akila kan tamu ,dan tamu itu harus dilayani. '' tegas pak wijaya sambil melirik kearah akila dan rio.


''iya,tapi papa berlebihan.


belum tentu akila jadi mantu kita pa,jangan terlalu berharap.'' ucap bu kristal dengan nada yang meremehkan.


membuat akila tersedak seketika saat memakan makanannya.


"ohokkkk..ohokkkk..


suara batuk akila membuat rio dan pak wijaya menoleh kearah nya .


'' akila ,kamu gak apa-apa,pelan-pelan dong,nih minumnya.'' ucap rio menyodorkan gelas berisi air putih.


akila menatap rio dan meraih gelas itu lalu meminumnya.


'' makasih mas.'' ucap akila ,menaruh gelas itu dimeja lagi.


'' mmmm , sama-sama.'' rio tersenyum


'' ehemm,ehemm,akila ,kamu hebat ya ,baru saja bertamu kedalam rumah ini satu kali,tapi udah membuat suami dan anak saya , begitu simpati dan empati pada kamu.'' ucap bu Kristal tersenyum sarkas.


"Mama kok ngomongnya gitu.'' rio menatap tak suka pada mamanya.


namun mamanya langsung mengalihkan pandangannya.


'' Mama bicara kenyataan io.'' bu Kristal membantah


'' tapi tidak seharusnya mama ngomong seperti itu ma,itu menyakiti hati akila.'' ucap pak wijaya agak tinggi satu oktaf.


''iya tapi itu benar kan'' ucap bu kristal agak mendongakkan wajahnya.


akila hanya terdiam dan melirik kearah bu kristal.


wajah wanita itu terlihat tak bersahabat sama sekali .

__ADS_1


akila tak enak hati dibuatnya.


pak wijaya yang melihat akila melamun langsung menegur nya.


'' akila,kok kamu diam aja,dimakan dong , makanan nya.'' ucap pak wijaya sambil meminum air putih nya .


'' iya om, ini juga lagi dihabisin.'' ucap akila ramah.


membuat bu Kristal ngedumel dalam hati.


'' ihhh,wanita itu,bisa banget cari muka pada suamiku.'' batin ibu kristal seraya menyuap makanannya.


'' akila ,kamu kerja dimana.'' tanya bu kristal tiba-tiba.


'' saya kerja di perusahaan importir alat-alat olahraga dan kesehatan tan.'' sahut akila tersenyum.


'' ohh ,bagian apa.'' tanya bu kristal.


'' staf promosi dan marketing tan.'' ucap akila Serius.


'' ohhh,kamu yakin mau serius sama rio,anak saya.'' ucap bu kristal menatap lurus akila.


'' iya tant.'' sahut akila serius.


'' tapi kamu tahu kan ,rio itu siapa.''ucap bu kristal seraya melirik kearah rio.


'' t-tahu tan...'' jawab akila singkat.


'' lalu?? '' bu Kristal memandangi akila.


'' lalu apa tan,'' tanya akila penasaran.


'' lalu apa kamu yakin mau menikah dengan anakku ,kamu tahu kan ,dia pewaris wijaya group.'' bu kristal mengangkat alis nya.


'' ma,mama ngomong apa si.'' protes rio.


'' mama bicara apa adanya io,sebelum semua terjadi ,mama bicara terus terang , supaya akila sadar diri.''ucap bu Kristal membuat akila tercengang.


'' iya, mama ngomong apa si,gak enak didengar gitu''tegas pak wijaya


"memang kenyataannya pa.'' sanggah bu kristal.


'' cukup ya ma,daritadi papa perhatikan mama selalu bicara yang gak enak didengar.


mama kenapa si.''omel pak wijaya.


'' ahhh,terserah papa deh,mama udah gak mood untuk makan malam.'' ucap bu Kristal membanting sendok dipiringnya.


" duhh,apaan si , daritadi ribut-ribut gak jelas.'' protes reyna.


dia gak berselera makan lagi.


sontak suasana meja makan berubah tegang.


'' akila,aku gak peduli ya mau kamu menikah dengan rio atau tidak,itu bukan urusanku.'' tegas reyna seraya bangkit lalu pergi entah kemana.


'' reyna , tunggu!, kamu mau kemana.'' ucap bu Kristal seraya bangkit.


tapi reyna udah jauh .


'' ma,mama lihat kan,ini semua gara-gara mama,reyna jadi pergi .'' ucap rio ketus.


'' kok kamu jadi nyalahin mama si.''


'' memang kenyataannya kan mah.''bentak rio.


membuat bu Kristal jantungan.,


'' rio ,gara-gara kamu kenal dengan wanita ini,wanita yang tak sepadan dengan kita ini ,kamu sekarang jadi berani membentak mama hah!!'' maki bu Kristal.


'' cukup ma ,justru mama yang sudah ngerusak acara anak kita.'' bentak pak Wijaya seperti hilang kesabaran.


'' ahhh terserah papa.'' bu Kristal pergi kekamar nya.


'' ma,mama mau kemana.'' tahan pak Wijaya.


teng...


tiba-tiba


akila meletakkan sendok nya dengan kasar.


rio dan pak Wijaya sontak kaget dibuatnya .


''maaf Om ,mas rio,aku ingin pulang aja,tolong antar aku.'' ucap akila terlihat pucat dan lesu .


'' baiklah,ayo aku antar,pa, rio antar akila dulu ya..'' ucap rio pada papanya.


'' iya nak, hati-hati ya ,akila ,Om minta maaf ya ,atas kejadian hari ini .'' ucap pak Wijaya tersenyum pada akila.


" iya Om,gak apa-apa ,Om baik-baik ya ,akila balik dulu.'' ucap akila menjabat tangan pak Wijaya dan mencium punggung tangan beliau.


'' iya akila ,kamu hati-hati ya..''. pesan pak Wijaya pada akila.


mereka pun pergi meninggalkan kediaman pak Wijaya dengan mobil mewah rio.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


haloo...yang nungguin kelanjutan nya.. Udah aku up ya...


jangan lupa tinggalkan jejak like,komen,dan vote , kalau bisa rate.

__ADS_1


__ADS_2