SYAKILA

SYAKILA
220. STEFANI


__ADS_3

beberapa hari kemudian,


Ting tong..Ting tong ..


terdengar bunyi bel dirumah ibu kristal.


Bu kristal yang sedang sibuk mengoleskan selai strawberry keroti tawarnya terkesiap.


'' siapa lagi, pagi-pagi gini udah bertamu.'' oceh bu kristal terlihat kesal.


ia memanggil salah satu pelayannya dirumah itu.


"sus ...'' seru mama kristal memanggil salah satu pelayannya.


terlihat Susi setengah berlari menghampiri ibu kristal.


'' ada apa nya...'' sahut Susi ramah.


'' tuh , kamu gak denger bel bunyi terus daritadi ,buka sana pintu nya.''ucap Bu Kristal sewot.


'' iya nya ...'' Susi pergi kedepan untuk membuka pintu , melihat siapa tamu yang datang sepagi ini.


Susi membuka pintunya perlahan.


terlihat didepan nya berdiri seorang wanita cantik berambut panjang agak kepirang-pirangan.


Susi mengernyit heran karena merasa baru kali ini ia melihat wanita itu.


'' maaf non,cari siapa ya.'' ucap susi agak ragu-ragu.


wanita itu tersenyum ramah.


'' tuan rumahnya ada ?'' ucap wanita itu tersenyum.


'' ohh,nyonya ? ada , sebentar saya panggilkan .


nona silahkan masuk dulu.'' Susi mempersilahkan wanita itu untuk masuk.


'' iya ,makasih banyak bi.'' ucap wanita itu tersenyum.


terlihat susi pergi kedalam memanggil bu kristal.


'' nyaa, didepan ada tamu ,ia mencari nyonya.'' ucap susi membuat bu kristal berhenti mengunyah roti nya .


'' tamu, siapa bi..'' bu kristal mengernyit mendengar ucapan Susi.


'' gak tau nya,orangnya cantik, rambut nya panjang.'' terang Susi membuat bu kristal semakin bertanya-tanya.


ia langsung bergegas menuju kedepan untuk melihat tamunya itu.


'' selamat pagi,ada yang bisa saya bantu.'' sapa bu kristal ramah.


wanita itu tersenyum pada bu kristal.


'' pagi juga bu..'' sapa wanita itu.


" kalau boleh tahu anda ini siapa ya.


dan ada keperluan apa.'' ucap bu kristal menatap wajah wanita itu aneh.


'' saya Stefani ibu, kebetulan saya kesini mau ketemu sama pak rio.


karena beliau nomornya tidak aktif jadi saya terpaksa datang kesini kerumah pak rio langsung.'' terang Stefani ramah.


'' ohh,cari anak saya , kebetulan dia udah beberapa hari ini gak pulang kerumah ,dia tinggal di apartementnya.'' terang mama kristal.


'' ohh gitu, kalau boleh tahu alamat apartementnya dimana ya bu , karena saya ada urusan pekerjaan dengan beliau.'' ucap Stefani agak canggung.


'' okay .'' bu kristal beranjak mencari kertas dan ballpoint .


ia tampak menulis sesuatu.


'' ini alamat nya , silahkan.'' ucap bu kristal menyerahkan secarik kertas pada Stefani.


stefanipun tersenyum manis.


'' makasih ibu , kalau begitu saya permisi dulu .'' pamit Stefani ramah.


'' iya,.'' ucap bu kristal tersenyum datar.


Stefanipun pergi dengan mobilnya.


ia akan menemui rio di apartementnya.


"kata bi Susi dia mau ketemu sama saya,ternyata nyari rio .'' Bu kristal mengernyitkan keningnya.


ia menutup kembali pintu rumah nya .


'' hmm,sus..,coba kamu bereskan meja makannya.'' seru mama kristal pada pelayannya.


'' iya nya ...'' Bu kristal terlihat gak mood pagi ini.

__ADS_1


ia berpikir ada sesuatu yang terjadi pada anaknya ,rio.


apalagi pak wijaya belum pulang dari luar kota .


ia jadi terlihat makin murung.


cling....


terdengar suara notifikasi pesan masuk di ponsel bu kristal.


wanita itu meraih ponselnya seketika.


berharap itu pak wijaya atau rio.


[nya ...., sampai saat ini saya tidak menemukan wanita itu maaf..]


Bu Kristal mengernyit menatapi layar ponselnya.


'' gawat!!'' Bu kristal menggigit ujung kukunya.


ia terlihat panik.


*****


tok..tok..tok...


terdengar suara pintu diketuk.


Rio masih fokus dengan layar komputernya.


" masuk!!'' ucap rio dari dalam ruangan nya.


terlihat seorang wanita cantik berdiri didepan nya kali ini.


'' kamu...,'' ucap rio seraya bangkit dari duduknya.


'' iya pak ,saya Stefani yang tempo hari menelepon bapak.'' ucap Stefani.


'' ohh iya ,saya jadi lupa .'' rio pun baru ingat jika beberapa hari yang lalu ,ia mendapat tawaran kerjasama dengan perusahaan yang cukup ternama di kota ini .


'' lalu saya harus bagaimana ini.'' tanya rio agak canggung .


'' gak harus apa-apa pak rio ,yang perlu anda lakukan adalah menandatangani kontrak kerja sama dengan perusahaan kami.'' ucap Stefani ramah.


'' ya ,baik ,dimana saya harus tanda tangan.'' ucap rio mengernyit.


'' disini pak.'' Stefani memberi arahan pada rio.


Stefani pun terkekeh kecil.


*****


'' pak, mau temani makan gak.'' tawar Stefani berusaha akrab.


Rio agak canggung seketika.


''b-boleh.'' Rio agak terbata karena merasa aneh aja ada wanita cantik ngajak makan bareng .


'' ya udah ,yuk kita pergi sekarang.'' ajak stefani pada pak rio.


dari jauh terlihat ricko mengamati mereka berdua.


'' mau kemana mereka? .'' lirih ricko mengernyit menatapi kepergian mereka berdua.


*****


'' jadi ,gimana pak rio ,mau kekantor kami kapan .'' ucap Stefani ditengah makan siang mereka.


Rio terdiam sejenak.


"mmmm,next time deh,saya coba kesana.'' ucap rio seraya mengunyah makanannya.


'' yah,saya berharap pak rio gak berubah pikiran dan makin yakin untuk menerima kerjasama ini.'' ucap Stefani antusias.


Rio menyeka mulutnya.


entah kenapa tiba-tiba ia teringat akila kembali.


'' pak, sepertinya saya harus balik kekantor nih.''ucap stefani mengagetkan rio.


'' ohhh ,iya,iya tentu silahkan.'' ucap rio seraya bangkit dan hendak membayar semua bill nya.


namun tangan Stefani menahannya.


'' biar saya aja pak .'' ucap Stefani membuat rio mengernyit.


'' kamu yakin,biar saya aja ,saya kan laki-laki gak etis banget kalau saya ditraktir.'' ucap rio merasa sungkan dan gengsi .


'' udah ,gak apa-apa , biar saya aja , itung-itung buat biaya pertemanan kita .'' kekeh stefani .


riopun menggaruk kepalanya karena malu.

__ADS_1


'' tunggu bentar ya pak.'' riopun mengedikan bahunya.


Stefani pun pergi menghampiri meja kasir untuk membayar semuanya.


*****


APARTEMENT BRAM


akila baru saja menyelesaikan pekerjaan nya.


seharian ini ia sibuk dengan pekerjaan dapur, cucian yang menumpuk .


belum juga menikah dengan bram ,ia sudah sangat sibuk dengan segudang aktivitas ibu rumahtangga.


apalagi nanti ,jika akila dan bram sudah menikah.


akila menyenderkan punggungnya di tembok.


ia menghela napas panjang.


tiba-tiba saja ponselnya berdering.


[ babe,maaf malam ini aku gak jadi pulang awal ,aku akan pulang telat ,kalau kamu udah ngantuk , tidur aja,jangan lupa makan ,see u]


akila memandangi layar ponselnya.


'' tuhkan,padahal udah janji mau makan bareng sama aku ,kok malah gitu .''akila terlihat tak bersemangat sama sekali.


iapun menghempaskan tubuhnya di atas sofa empuk.


''fyuhhh!!! ampun deh, kerjaan baru aja kelar udah dibikin badmood kaya gini si.'' keluh akila , iapun mencoba bangun dari rebahan nya tapi terasa malas sekali.


'' aku tiduran sebentar aja kali yah'' akila menguap seketika.


padahal ia belum mandi sore.


waktu menunjukkan pukul 18:00


iapun terlelap karena tak kuasa menahan kantuk yang menghinggapinya kali ini.


*****


APARTEMENT RIO


9: 00 PM


Rio yang sedang asyik tiduran sambil menonton bola kesukaannya dikejutkan dengan suara ponselnya yang berdering sangat nyaring.


ia langsung meraih ponselnya seketika.


"Stefani!! '' Rio langsung menggeser tombol hijaunya.


( haloo..)


( ..........)


( baik,saya akan kesana sekarang.)


riopun segera saja meraih Jaketnya.


dengan sigap iapun langsung menghampiri mobilnya dan hendak pergi .


terlihat rio mengundurkan mobilnya dari dalam basement.


ternyata diluar hujan deras.


Riopun tampak hati -hati karena hujan jalan basah dan sangat licin.


ia pun tampak fokus dan sesekali melihat kearah spion.


perlahan -lahan rio menepikan mobilnya.


ia mengambil ponselnya dan menelepon seseorang.


( haloo, kamu dimana.)


( .......)


( oke..okee...)


riopun memajukan mobilnya perlahan.


ia sesekali menoleh kekanan dan kekiri.


tiba-tiba saja ia melihat seorang wanita yang berada didalam mobil .


'' itu dia ...'' riopun segera menghampiri mobil tersebut.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...

__ADS_1


__ADS_2