
3 hari berlalu,
"erlita , k*p*r*t kamu,beraninya
kamu ,dasar wanita matre , cuihh!!" maki seorang laki-laki disebuah ruangan yang gelap gulita.
" bos , wanita itu kini telah menjadi istri siri dari seorang pengusaha no 5 di kota B." ucap seorang laki-laki yang tak lain adalah tangan kanannya.
"biarkan,dia hidup enak untuk beberapa waktu lamanya,setelah itu kita bereskan wanita j*han*m itu." kesal bos mereka.
"baiklah bos ,kita pergi dulu." ucap anak buahnya.
"hmmmm," sahut bos itu menyeringai.
...----------------...
KANTOR RIO
tidak seperti biasanya ,rio terlihat sangat bahagia hari ini.
rupanya ,hari ini adalah hari dimana ia akan mengutarakan isi hati nya pada akila , wanita yang dicintai nya , walaupun baru sebentar saja mereka bertemu.
tapi,rasanya ia begitu menggilainya .
ingin rasanya ia memiliki seutuhnya, wanita yang berhasil membuat hatinya porak poranda.
didalam ruangannya ia tersenyum gembira , wajahnya berseri-seri.
seperti ABG yang Lagi kasmaran .
ricko yang baru datang memperhatikan tingkah bosnya itu.
"ehemmm,ehemmm,bahagia bener..." cibir ricko yang muncul tiba-tiba tanpa sepengetahuan rio.
"apa si loe,ganggu aja ,orang lagi seneng." protes rio manyun,ia melempar map yang dipegang nya pada wajah ricko.
"ihhhh ,biasa aja kali bos,aku gak ganggu juga,lagian bos lagi seneng gak bagi-bagi." ledek ricko .
dan meletakkan map itu dimeja rio kembali.
"ya , gimana ya,aku sendiri juga bingung mau cerita apa,lagian aku juga belum bertemu akila." terang rio dan
ricko mengangguk pelan.
"ya,ya,ya,terserah bos aja dehh.." ricko mengedikan bahunya.
"kita makan yukk,aku ada yang ingin dibicarakan sama kamu." ucap rio mengerucutkan bibirnya ia meraih kunci mobil.
" hmmm ,okee.." mereka berdua keluar dari ruangan itu, dan segera bergegas naik ke mobil melalui lift.
*DIDALAM MOBIL*
" rick,menurutmu aku harus ungkapkan sekarang atau nanti-nanti aja , " celetuk rio sambil memegang kemudi.
ricko melirik rio sekilas.
ia tampak berpikir sejenak.
"ya sekarang, memang nya bos mau, dia diembat orang lain." ricko melotot kesal pada bosnya itu.
"iya juga sii, yaudah loe bantuin gue ya.." ucap rio serius.
"okee..." rio menarik gasnya lebih kencang.
dermmmmmm....
20 menit kemudian ,
mobil rio berhenti disebuah tempat yang tak asing dimata ricko.
matanya membulat melihat bosnya menuju tempat itu.
" bos mau apa Kesini,ini kan toko perhiasan dan aksesoris wanita." ucap ricko penasaran.
"ya loe pikir aja sendiri,aku kesini mau apa,masa iya berenang." ketus rio pada ricko.
"hehe,, sibos bisa aja.
ya Lagian bos aneh,bukannya kita mau makan ya ,kok malah Kesini." ricko berkerut.
"Yang ada di otak loe emang cuma makanan dan gratisan ya ,dasarr!!" rio menoyor jidat ricko
"udah,bantuin gue kek, jangan banyak tanya mulu " kesal rio.
"okee." mereka masuk kedalam dan mencari sesuatu.
ricko mengekori kemanapun rio pergi.
...----------------...
DIKANTOR RIO
" mas ricko,pak rio kemana." tanya meylia.
"oh,beliau ada kepentingan pribadi katanya ,dan gak akan balik kesini lagi." ucap ricko sambil membenahi berkas-berkasnya.
meylia mengangguk.
"memang nya ada apa mey,"tanya ricko penasaran.
"ohhh,ini si bos harus tanda tanganni beberapa arsip penting." ucap meylia mengernyit.
"ohh, taruh aja di mejanya mey,aku mau pulang ya.." pamit ricko pada meylia.
"ohh oke mas,hati-hati ya mas.." pesan meylia pada ricko.
"kamu gak pulang ,ini udah telat lohh. melati aja udah pulang." ucap ricko tersenyum.
meylia mengedikan bahunya.
"aku masih ada kerjaan, aku pulang nanti aja,kamu kalau mau pulang , pulang aja mas,aku masih ada yang harus diselesaikan ." ucap meylia menatap ricko.
ricko mengangguk.
dalam hatinya ia bertanya -tanya ,ada apa gerangan dengan meylia .
tapi ia menepisnya.
"hmmm ,kamu yakin gak apa-apa aku tinggal mey.." tanya ricko.
"iyaa yakin ,emang kenapa." meylia menatap ricko heran.
"gak apa-apa..." ricko meraih tasnya dan pergi.
__ADS_1
meylia melangkah masuk lagi ke ruangannya.
17:00
meylia masih berkutat dengan laptopnya.
ia menguap dan menggeliat pelan.
diliriknya jam tangan nya.
ia menghembuskan nafas.
"hmmm ,mana udah sore lagi ." meylia meniup-niup anak rambutnya yang udah agak panjang itu."fyuhh!!!"
ia menopang wajahnya dengan kedua tangannya dan menempelkan dimeja .
tok ,tok,tok,
terdengar suara ketukan pintu.
meylia terkejut dan langsung berpikiran yang aneh-aneh.
"siapa,yang ketuk pintu,bukannya semua karyawan udah pada pulang." lirih meylia ,ia bangkit dan berjalan menuju pintu.
dag ,dig,dug
bunyi jantung nya.
tangannya meraih gagang pintu.
krettt...
ia melongok keluar,tapi tak ada siapapun diluar.
"gak ada orang ,aneh! jangan-jangan ...." meylia terdiam sejenak.
ia menggeleng pelan.
lalu masuk lagi kedalam ruangan nya.
tekk..tekk..tekk....
bunyi langkah kakinya terdengar begitu nyaring .
baru saja ia mau masuk, dan menutup pintu lagi-lagi,pintu itu diketuk oleh seseorang.
" siapa yang iseng si,gak jelas banget" omel meylia gusar.
dan tangan nya meraih balok kayu, untuk berjaga-jaga kalau itu orang jahat atau rampok.
meylia membuka gagang pintu
krettt...
bugggg..buggg....
tangan meylia memukul orang itu.
"ahhh" terdengar teriakan dari orang itu .
mata meylia terbelalak, " mas ricko !!!, ngapain disini,bukannya udah pulang ?" ucap meylia menatap ricko lurus.
"aduhh,mey ,kamu benar-benar ya ,masa aku ditimpuk pakai balok ,loe kira aku rampok apa." ricko meringis.
"hmmm aku mau jailin kamu" kekeh ricko
"ihhh, gak penting banget sii.." omel meylia.
"gak, becanda kok,aku ada barang yang ketinggalan ,kok belum pulang" mata ricko melihat meylia .
"aku belum kelar kerjaan,harus direvisi ulang semua." ucap meylia lemas.
"ohh ,kok bisa , bukannya tadi udah hampir selesai." ricko berkerut.
"hmmm,aku lagi banyak pikiran mas,aku capek." ucap meylia memejamkan matanya dan mengerucutkan bibir nya.
ricko mengusap bahu meylia dengan lembut.
"ada yang bisa aku bantu ? " ricko mengangkat alisnya.
"hmmmm" meylia tersenyum dan mengangguk pelan.
"boleh" meylia terlihat lega.
karena rupanya ada yang mau bersedia membantunya .
"yasudah,kita lihat yukk." ricko merangkul pundak meylia
mereka masuk kedalam lagi.
untuk merevisi ulang laporan meylia .
"mana laptopnya." ucap ricko serius.
"bentar,aku ambil dulu." meylia melangkah mendekat kemejanya
"nihh,mas "meylia menyerahkan laptopnya pada ricko .
ia menggeser tombol anak panah dan mengotak-atik layar laptop nya.
ia tampak serius .
meylia tersenyum memperhatikan wajah ricko diam-diam.
tanpa sadar ricko pun mendapati meylia yang sedang memperhatikan nya.
"kamu kenapa lihatin aku gitu ,awas ntar naksir loh.." cibir ricko.
"ckkkckkkk, kepedean banget si kamu mas,siapa juga Yang lihatin situ,orang aku lagi lihatin laptop kok.."elak meylia
"hmmmm , laptopnya disini ,lah elu , lihatin nya kemuka gue .." ricko menyolot .
"haha,haa, iya deh,aku lihatin wajah Kamu,puas loe!!" omel meylia.
"kenapa gitu , lihatin muka aku.." kekeh ricko.
"kamu manis , kalau dilihat-lihat." ucap meylia tersipu.
ricko melongo mendengar ucapan mey barusan.
"kamu serius?" ricko menatap tajam meylia.
"hemmm,serius lahh,masa iya bohong." ketus mey..
__ADS_1
"hmmm,aku manis udah dari dulu mey,kamu kemana aja ,telat banget."ricko mengerucutkan bibirnya .
"idihh,idih,rupa-rupanya ada yang kepedean nih..." sindir meylia
"ahhh tau ahh..."ricko terlihat kesal.
iapun pergi meninggalkan mey.
"mas,mau kemana, tunggu!!" tahan meylia pada ricko.
ricko menoleh kearah meylia.
"aku mau beli minum,mau ikut." ricko berkerut,dan meylia menggeleng.
"yaudah,tunggu aja disini." titah ricko.
meylia menjawab dengan anggukan.
ricko pun pergi membeli minum.
sementara menunggu ricko ,mey memainkan ponselnya.
ia membuka sosmed.
betapa terkejutnya ia melihat kekasih nya mengunggah foto mesra bersama seorang wanita didalam kamar hotel.
"shitt!!!" umpat meylia pada kekasihnya itu.
ia meletakan ponsel nya dengan kasar diatas meja .
ia terlihat marah dan kecewa,batinnya mengutuk keras pacarnya itu.
dari kejauhan , terlihat ricko menghampiri nya.
"nih,minumnya." ucap ricko menyodorkan botol minuman pada meylia.
meylia tak menggubris nya ,ia malah menangis sejadi-jadinya.
ricko yang hendak meneguk minuman nya pun urung,karena tangisan meylia.
''mey,kamu kenapa ,kok nangis." ucap ricko khawatir dan langsung meletakkan botol nya .
"aku gak apa-apa ." sahut meylia lemas.
"kamu yakin gak apa-apa.." ricko mendekatkan wajahnya pada mey.
"kalau ada masalah,curhat aja , cerita,sapa tau aku bisa bantu." ucap ricko lembut.
meylia menatap ricko sejenak , tangannya mengulurkan ponsel pada ricko.
"nihh,lihat aja sendiri." meylia menunjukan foto seorang laki-laki dan perempuan .
"laki-laki ini bukannya cowok kamu." tanya ricko memastikan.
"hemmm" meylia langsung memeluk ricko dan menghamburkan tangis nya.
ricko mengusap punggung meylia.
"sudah lah,itu mungkin pertanda bahwa dia bukan yang terbaik untukmu." ucap ricko pada mey.
meylia Semakin terisak.
entah,berapa lama mereka berpelukan.
tapi,
tiba-tiba..
doarr!!!
petir menyambar,dan suasana menjadi begitu gelap gulita.
mereka langsung mengakhiri pelukannya.
"mas , seperti nya mau hujan.."ucap meylia masih sembab.
"iyaa,nih,mungkin karena kamu nangis jadi hujan dehh.." kekeh ricko.
"ihhh apaan si.." meylia memerah.
"udahlah,kamu jangan nangis lagi , ntar cantiknya hilang." goda ricko sambil mencubit pipi meylia.
"ihhh.. sakit tahu " keluh meylia
"hmmm,biarin ,habis aku gemes sama kamu." ucap ricko tersenyum jahil.
"gemes ? "meylia melotot pada ricko.
"iya aku gemes,aku pengin cium kamu." ucap ricko keceplosan
"cium..? ih nakal ya" meylia mencubit lengan ricko.
"ahhh,sakit , sakit mey..."teriak ricko menghindar dari cubitan meylia.
tapi meylia tak mau kalah ,ia tetap berusaha mencubit ricko.
ricko yang lebih gesit ia mampu menangkis serangan meylia.
hingga meylia tersungkur kebelakang,ricko yang reflek ingin menahan tubuh meylia ,malah ikutan jatuh dan menimpa meylia .
adegan saling tatappun terjadi.
hening!!!
ricko yang terbawa suasana ,ia semakin mendekatkan bibirnya dan mengecup bibir meylia.
cupppp!!!
meylia melotot karena ulah ricko, dan ricko berhenti sejenak mereka saling tatap lagi.
"maaf..."ucap ricko malu.
meylia tak menjawab nya malah ia ******* bibir ricko , ricko pun tak menyangka bahwa meylia akan melakukan itu .
karena ia tak mau membuang kesempatan , iapun langsung mengimbangi permainan meylia.
dua insan itu kini saling berpagutan , ditemani derai hujan yang mengguyur kota ini.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
haiii...haii... jangan lupa yang udah mampir kesini tinggalkan jejak like,koment, dan vote.🙏🙏🙏🙏
__ADS_1