SYAKILA

SYAKILA
108. SELEPAS PERNIKAHAN BIRU


__ADS_3

akila ia diam saja didalam mobil ,arga yang melihat itu membuka obrolan .


"akila,kamu kenapa." tanya arga menggenggam jemari akila.


akila menoleh kearah arga.


"mas,aku gak apa-apa kok." akila tersenyum getir.


"hmmm,aku tahu , pasti kamu butuh sendiri kan? nanti kalau udah sampai rumah kamu langsung bobo aja ya." akila mengangguk .


ia memalingkan mukanya kejalan.


tadi byru berkata padanya bahwa dia akan selalu mencintai dirinya .


"hufttt!! laki-laki semua sama aja." batin akila berkecamuk.


ia memejamkan matanya ,kemudian ia terlelap.


arga yang melihat itu tersenyum dan mengusap rambut akila.


arga ,dia adalah laki-laki yang selalu ada buat aKila .


andai mereka tak bisa menjadi sepasang kekasih,mereka akan tetap menjadi sahabat selamanya .


itulah janji yang selalu terucap didalam hati arga.


jalanan kota S saat sore lumayan ramai,meski tak seramai ibukota.


dikota kelahiran ruby , Tempatnya enak ,adem , asri masih ada bukit-bukit kecil didekat pemukiman warga .


arga berhenti sejenak ia menepikan mobilnya kearah SPBU .


akila terbangun karena mobil nya tak lagi goyang-goyang.


ia memicingkan matanya.


jleggg...


terdengar suara pintu mobil ditutup .


arga terlihat keluar,mungkin ia kebelet atau mau cuci muka atau mau beli minum , entah.


akila menggeliat.


ia melongo sambil mendengar suara lagu kesukaan nya dari mobil sebelah.


ruang rindu


by Letto.


"aduhh,ini lagu bikin aku baper aja."protes aKila dalam hati .


dari jauh terlihat arga berjalan kearahnya.


akila menatap arga lurus.


arga membuka pintu.


"ehh kamu udah bangun ,aku habis cuci muka agak sepet mataku." ucap arga tersenyum.


ia menyerahkan sebotol minuman buat akila .


akila meraih botol itu dan tersenyum.


"makasih."ucap akila dengan lembut


"kamu lapar gak." ucap arga sambil meneguk minuman nya.


"lumayan,kenapa ?, kamu mau makan mas." akila mengangkat alisnya.


"iya aku lapar ,aku pengin makan SOP ayam kampung." ucap arga menyudahi minum nya dan memutar tutup botol sampai rapat.


"okaay,kita makan itu sekarang,dan aku yang akan bayar." ucap aKila tersenyum kecil .


"serius." kata arga mengernyit,ia menarik safebeltnya dan mengaitkan pada ujungnya.


"iyalah,serius ayo buru." protes aKila pada arga


"hmmm baiklah." arga menyetarter mesinnya.


dermmmmmm.


mobil arga melaju perlahan .


arga melihat kanan kiri sambil matanya mencari tempat makan yang menjual SOP ayam kampung.


setelah lama mencari akhir nya mereka menemukan warung makan yang bertuliskan

__ADS_1


SOP AYAM KAMPUNG MAS NO.


mereka turun dari mobil .


dan masuk segera kedalam kedai sop ayam kampung.


"mas ,sop ayam kampung 2 ya." ucap aKila.


"baik mba,ditunggu." sahut pelayan.


" mau yang apa." tanya pelayan.


"satu sop dada, satunya lagi sop hati ampela."ucap akila tersenyum.


'' oke mba ditunggu." akila mencari tempat duduk yang nyaman dan diikuti arga yang telah memarkir mobil nya.


15 menit kemudian,


akila telah selesai makan .


arga tersenyum .


"kamu lapar ya ,makannya cepet banget." goda arga sambil membersihkan sisa -sisa daging yang menempel di gigi nya.


"iya aku lapar ,udah lama aku gak makan SOP Ayam kampung."akila terkekeh.


"hmmmm ,kita jalan yukk.." ajak akila.


"bentar,aku ngerokok dulu satu batang ,mulutku pahit kalau gak ngerokok." ucap arga terkekeh.


sambil menyulutkan api pada rokoknya.


"baiklah,aku habiskan minum juga ." ucap aKila menyedot minuman nya.


arga menghisap rokoknya.


mereka ngobrol ngalor ngidul gak karuan.


setelah itu arga beranjak untuk membayar semua biaya makannya.


tapi akila menahan nya.


"mas,biar aku saja yang bayar ,kan aku udah bilang tadi , kalau aku akan traktir kamu."ucap akila tersenyum sambil merogoh tasnya.


"hmmm , baiklah ." arga duduk kembali dan akila langsung pergi setelah ia menemukan dompetnya.


akila balik lagi dan mereka melanjutkan perjalanan mereka kembali.


mereka masuk kedalam mobil dan arga menoleh kearah akila.


"gimana , kenyang kan? " tanya arga terkekeh


"iya , kenyang banget." akila memegangi perutnya yang membuncit karena melahap sop ayam tadi.


"baiklah,kita jalan lagi." ucap arga sambil menyetarter mesinnya.


akila mengangguk dan tersenyum .


tiba-tiba ponsel akila berdering .


tapi akila tak menggubris nya ,ia gak mood untuk terima telepon.


"hpnya bunyi tuh,kok gak diangkat." arga melihat akila.


"hmmm,lagi malas aja ,udah biarin aja lah." akila terlihat cuek dan tidak menggubris pertanyaan arga.


"hmmmm ,ya,ya" arga melaju kan mobilnya membelah jalan kota S menuju kota J.


akila memejamkan matanya lagi.


ia tak mau banyak bicara , karena suasana hatinya sedang buruk.


...----------------...


RUMAH PAK AJI


Bu ningrum tampak termangu sejenak,setelah sekian lama sakit yang dideritanya tak kunjung sembuh,kini beliau sudah mulai membaik ,ternyata dibalik itu semua ada kesabaran seorang suami serta anak-anak nya ,yaitu pak aji ,bima dan septa


ya,kini bima dan septa udah mulai beranjak remaja,ia sudah duduk dikelas 3 SMP dan sebentar lagi mereka akan lulus dan melanjutkan ke SMA.


***


DIKAMAR


"Bu,ini udah ayah bikinkan bubur sum-sum tanpa santan dan gula,coba dulu ya,habis itu ibu mesti minum obat ." titah pak aji pada istrinya.


"nanti aja yah, ibu belum lapar." sahut ibu ningrum menolak.

__ADS_1


"hmmm,jangan gitu dong bu,katanya mau lihat anak -anak kita bahagia,dan yang pertama ibu harus lakukan adalah menyayangi diri sendiri dulu, dengan cara makan yang banyak, biar sehat,kalau ibu sehat kan , anak-anak juga tenang." ucap pak aji memberi nasehat pada sang istri agar mau makan.


"baiklah,ibu makan ,ayah tuh hobinya ngedumel mulu jika ibu tak mau makan." keluh bu ningrum setengah tersenyum.


"ya itu namanya ayah sayang dan perhatian sama ibu.


jika tidak , pasti ayah udah kawin lagi sama janda yang bohay." pak aji terkekeh pelan.


"ihhh,jahat ya ayah,tega mau ninggalin ibu dan kawin lari dengan janda bohay." bu Ningrum menjewer pak aji.


pak aji cuma meringis menahan sakit dikuping nya akibat jeweran istrinya.


"syukurin,tuh,habis udah bau tanah juga, masih keganjenan." tutur bu ningrum setengah memaki.


"hmmm ,itu cuma bercanda bu,lagian ibu diperhatiin kok gak mau, yaudah ayah cari istri baru aja." goda pak aji tersenyum nakal.


"husss.. kalau ngomong mbok Yang bener,ucapan adalah doa loh yah, bisa diamini malaikat nanti repot." bu ningrum mulai menyantap buburnya dengan bantuan pak aji.


tiba-tiba ,


"yah,ibu kangenn sama meylia dan akila ,anak kita." ucap bu Ningrum disela makannya.


pak aji tersenyum dan berkata .


"ya , besok kalau ibu udah sembuh kita suruh mereka pulang ya bu,dan bila memungkinkan kita yang samperin kesana,kekota ." sahut pak aji meyakinkan istri nya.


"hmmmmm,baiklah,mulai sekarang ibu akan makan yang banyak dan rajin minum obat biar cepet sembuh,bosan ibu sakit terus." keluh bu Ningrum tertunduk lesu.


"iya bu,bagus kalau ibu mau makan dan rajin minum obat ,itu akan mempercepat pemulihan ibu pastinya." pak aji menggenggam tangan ibu ningrum dan mengecup nya.


mereka tertawa kecil.


karena tingkah pak aji yang memperlakukan ibu Ningrum seperti ABG lagi kasmaran.


tapi tawa mereka berhenti karena tiba-tiba hp pak aji berdering.


pak aji membulatkan matanya.


" siapa yang telepon." tutur pak aji sambil bangkit dan meletakkan mangkok yang berisi bubur dimeja .


mata pak aji terbelalak.


melihat kontak pemanggil.


"akila," ucap pak aji tak percaya .


sambil menggeser tombol hijau.


''haloo nak," sapa pak aji.


"(...)"


"ohhh,alhamdulilah,ibu sekarang udah lebih baik,kamu sendiri bagaimana kabarnya." tanya pak aji lagi.


"(....)"


"ohh,alhamdulillah." sahut pak aji tampak lega.


tiba-tiba (panggilan terputus ).


pak aji tampak bingung.


"halo,halo.." pak aji tak mendengar suara akila .


" akila ,halo ,apa kamu masih disana."pak aji memanggil aKila berulang kali tapi tak ada sahutan.


ponsel nya mati!!


cling..


tiba-tiba ada pesan masuk.


akila : [ yahh,maaf sinyalnya trouble,disini hujan deras].


"hmmm pantes , yaudah lah,." pak aji meletakan ponsel nya


beliau menghampiri istrinya .


"siapa yang telepon yah." tanya bu ningrum penasaran.


"ohh,akila bu,dia telepon ayah katanya kangen ibu sama ayah ,sama kita semua ,katanya minggu depan ia akan balik kesini,tengok ibu." ucap pak aji seraya menduduki kursi nya .


"oh , benarkah? ,ya Allah semoga mereka dalam keadaan sehat dan bahagia." bu Ningrum mengatupkan kedua tangannya di muka ( tanda selesai berdoa).


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...

__ADS_1


haii... setelah baca kasih aku like dong...biar semangat upp..❤️❤️❤️💋💋💋🙏🙏


__ADS_2