
akila menatap layar ponselnya dan ia dikejutkan dengan 2 pasang kaki yang berdiri didepan nya .
ia melototi 2 pasang kaki itu , karena penasaran akila mendongak menatap keatas.
"k-kalian.." kata akila terbata.
ia tak percaya jika Ruby dan byru ,mereka udah ada didepan mata akila, dan mereka tampak bergandengan.
namun aKila berusaha tenang .
akila menata ulang hatinya yang sedikit baper dan kaget.
ia mencoba berdiri dan mensejajarkan posisi nya dengan dua insan itu.
"iya kita , kamu gimana kabar,lama kita tak bertemu ,kamu makin cantik aja. " kata ruby ,tetapi laki-laki yang disampingnya cuek dan dingin.
ia merasa tak enak dengan akila.
seperti ada rasa canggung bertemu dengan mantan.
akila mulai memerah dan mencoba menahan perasaan yang tak menentu.
akila menghela napas.
"baik,by...kamu sendiri ." akila menatap mata Ruby dengan pandangan aneh.
seolah pandangan itu adalah tatapan penuh tanya tentang hubungan byru dan Ruby.
"akila ,kok kamu jadi canggung gitu,? " tanya ruby sambil mendekat pada akila.
"aku gak apa-apa by..oh ya kalian berdua terlihat sangat akrab ,apa Kalian..."akila tak melanjutkan kata-katanya
dan Ruby pun langsung menjawab dengan anggukan .
hati akila berasa ada sreset-sreset gimana gitu.
bagaimana tidak ,mantan kekasih nya kini menjadi pacar temannya.
hmmm,dunia begitu sempit rupanya.
akila berusaha untuk tersenyum lebar.
"ohh,kalian berdua ..." akila terdiam sejenak.
"aku ucapkan selamat ya, semoga segera menyusul vero." kata akila terlihat kikuk dan menyungging senyum .
"iya makasih akila,aku harap kamu juga bisa ya ,merelakan dia buat aku ,aku minta kalian lupakan masa lalu oke..." Ruby tersenyum penuh harap pada akila.
"i..iya pasti,aku mana mungkin ingat masa lalu,toh aku sudah move on lama,itu juga cinta monyet." akila mencoba meyakinkan Ruby bahwa dia udah gak ada perasaan apapun sama byru.
dan akila sejujurnya ingin cepat-cepat kabur dari hadapan mereka tapi sepertinya agak susah.
"ohh,makasih kil,kamu memang sahabat aku yang paling baik sedunia." kata Ruby memeluk Akila erat
dan mata akila bertemu Pandang dengan byru.
tatapan apa entah...
akila mengusap punggung Ruby
" udah,kita lagi di pesta vero gak enak pelukan terus." ucap akila menghentikan pelukannya.
"i..iya kil,maaf aku terbawa suasana." Ruby tersenyum hangat.
Ruby menatap akila
"akila,mana bram ?? kamu kesini sama bram kan?." tanya ruby.
akila terlihat gugup .
"ohh,bram ,ada dikantor nya ,kita gak datang bareng ,aku datang sama temanku." ucap akila sambil melirik kearah byru .
" ohh,mana teman kamu." kata Ruby.
"ada , tadi dia si disini tapi , sekarang gak tahu kemana." ucap aKila datar.
sambil tangannya memegang ponsel dan menelepon seseorang.
beberapa menit kemudian,
terlihat seorang laki-laki berjalan kearah aKila.
__ADS_1
ia tersenyum melihat byru dan Ruby.
"akila ,kamu telepon aku ."kata arga mengernyit.
"iyaa,ini kenalin,temanku mas." ucap aKila pada arga.
"halo saya arga teman sekantor akila ,atau lebih tepatnya tempat kerja akila yang baru." Arga menyungging senyum sambil mengulurkan tangan.
"oh,arga ,salam kenal ." ucap byru tersenyum.
dan menjabat tangan arga.
byru mengamati wajah arga.
batin byru terasa panas , seperti ada kobaran api yang membakarnya pelan-pelan.
tapi ia tetap terlihat tenang .
gengsi!!.
" baiklah,kalian ngobrol dulu biar aku ambilkan minum". kata Ruby sambil berlalu pergi.
"iyaa.." sahut byru.
"aku juga mau ketoilet." ucap akila
hingga tersisa byru dan arga.
mereka terasa canggung juga karena baru bertemu.
tapi arga mencoba menghangatkan suasana.
"mas byru ,teman akila juga apa .? " kata arga mencoba untuk lebih akrab dan membuat suasana tak kaku.
"iyaa ,aku teman sekolahnya ,mas." jawab byru santai.
"ohh,gitu." kata arga mengangguk
"kamu sendiri ,udah lama kenal sama aKila." kata byru menyelidik.
"kita baru kenal kira -kira satu mingguan lebih,karena akila juga karyawan baru dikantor saya kerja." kata arga tersenyum .
"ohh,aku pikir dia masih kerja di kantor yang lama." kata byru sambil tersenyum garing .
10 menit sudah akila tak muncul kembali dihadapan arga dan byru.
arga terlihat gusar.
bingung juga mau ngobrol apa kalau tak ada akila.
"BTW akila ,lama juga di toilet." kata arga mengernyit.
"iyaa gak tahu nih, cewek suka gitu apa ya." ucap byru terkekeh.
kemudian,ia pamit untuk ketoilet pada arga.
"ehhh,aku mau ketoilet nih," ucap byru sambil melihat-lihat sekeliling.
"iyaa mas,toiletnya belok kiri lurus mentok." ucap arga memberikan arahan.
"okee makasih bro." byru berjalan menuju toilet
sebenarnya ,byru ketoilet hanya alasan saja ,ia hanya ingin melihat akila yang daritadi seperti menghindari nya.
mata byru menatap kanan kiri.
tak dilihatnya akila
tapi ia terus saja berjalan ke sekitar toilet mencoba mencari keberadaan akila.
ya,benar saja akila sedang duduk di bangku kayu dekat dengan gudang dan memegang tissue ditangan nya.
entah sedang apa ia disana tapi yang pasti akila seperti sedang menangis.
"akila," ucap seseorang dari belakang akila.
mata akila terbelalak mendengar suara itu.
ia langsung menoleh dan segera menyeka matanya.
"kak byru...? kamu ngapain disini." akila kaget dan langsung bangkit dari duduknya.
__ADS_1
"akila,kamu gak apa-apa? kok mata kamu sembab? " byru mengamati wajah aKila.
"aku gak apa-apa ka...aku mau kedepan takut ada yang lihat kita disini." ucap akila sambil berlalu pergi.
"akila sayang...aku masih ingin ngobrol sama kamu." kata byru menghentikan langkah akila.
"apa sayang.." batin akila.
ia menoleh kearah byru.
"kak,tolong jaga sikap ,jika tak mau pacarmu marah ." kata akila jutek .
srettttt...
tangan byru menarik lengan akila.
dan tubuh akila terjatuh dipelukan byru.
mereka saling tatap .
byru membelai pipi akila.
entah kenapa tiba-tiba byru ingin mengecup bibir akila.
ia memandangi terus wajah akila yang masih terpejam menikmati belaian tangannya.
"akila , kamu masih cantik ,dan makin cantik ."bisik byru sambil terus membelai pipi aKila.
dan terus mendekapnya.
"kak,lepaskan aku,aku takut ada yang melihat kita disini." akila mencoba melepaskan pelukannya.
tapi byru malah makin erat memeluk tubuh akila.
"aku gak mau melepas kan pelukan ini ,jika kamu tak mau jujur padaku tentang cowok yang ada didepan." lirih byru.
"kak,itu bukan urusanmu ya,lagipula kamu bukan lagi siapa-siapa aku." akila terlihat kesal.
"kata siapa ? " ucap byru sedikit melotot .
"ya kataku lah ,." akila mendorong tubuh byru.
tapi byru malah menghempaskan tubuh akila ketembok.
dan mencoba meraih bibir akila.
akila tak bisa melepas kan dirinya dari cengkeraman byru .
kini bibir byru semakin dekat dengan bibir aKila.
akila ingin menjerit tapi byru cepat-cepat me***** bibir aKila.
akila hanya pasrah dengan perlakuan byru.
lama-lama byru meremas pinggul akila .
dan itu membuat akila seperti kesetanan dan tiba-tiba saja akila mengalungkan tangannya dileher byru.
momen itu berlangsung lama.
Hingga byru ingin bertindak lebih tapi akila buru -buru menyudahi ciuman itu.
"ka,lepaskan aku." akila melepas pagutan nya.
" kenapa,aku masih kangen sama kamu." ucap byru dengan tatapan sendu nya.
"aku tak mau kita tercyduk sama pacar kamu." kata akila sedikit memerah dan pergi begitu saja dari hadapan byru.
"tapi dek..."byru terasa berat melepas akila.
byru memilin janggutnya.
ia terlihat gusar karena akila meninggalkan dirinya.
ia seperti tak rela melihat akila berdua dengan laki-laki lain.
sepertinya ia cemburu .
hatinya tiba-tiba terkena percikan rindu sang mantan kekasih yang sudah lama tak bersua sekian purnama .
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
__ADS_1
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
jangan lupa tinggalkan jejak komentar ,dan likenya ya.🙏🙏