SYAKILA

SYAKILA
197.LAKUKAN SAJA


__ADS_3

akila menoleh seketika pada adrian.


'' apa maksud kamu mas.'' akila terlihat bingung .


"sudah lah, kamu tidur aja.'' ucap adrian serius .


akila mengangguk pelan .


dalam hatinya sedikit lega sejujurnya.


'' mas,apa kamu serius.'' ucap akila ragu .


'' iya, kamu tidur aja.'' adrian menatap akila lurus.


akila mengalihkan pandangan nya .


iapun merebahkan lagi tubuh nya .


adrian yang melihat akila pun merebahkan dirinya di samping akila.


tanpa sadar mereka pun terlelap.


*****


*keesokan harinya


'' hoam!!!'' mata akila terbuka perlahan ,karena getaran dari ponselnya .


akila sontak meraih benda pipih itu.


'' fyuhh!! udah jam 06 pagi aja nih..'' batin nya sembari melirik kearah adrian yang masih terlelap.


tanpa sadar ia memperhatikan wajah yang lumayan tampan,kulit putih,dan agak ditumbuhi kumis tipis itu begitu dalam.


'' dalam dunia seperti ini masih ada laki-laki yang baik seperti ini ternyata.'' batin akila bergumam.


tanpa sepengetahuan akila adrian mulai memicingkan matanya.


'' akila.'' ucap adrian dengan suara khas orang baru bangun tidur.


'' ehmmm'' akila tersentak seketika dari lamunan nya.


'' kenapa mas.'' sahut akila terlihat gugup.


'' kamu kenapa.'' adrian mengucek matanya.


'' ng-ngak ,aku gak apa-apa mas.'' akila berbohong pada adrian.


''ehhm,aku pikir kamu kenapa.'' adrian menyilakan selimutnya.


ia pun beranjak ke kamar mandi.


sementara akila masih duduk ditepi ranjang sembari memandangi punggung adrian .


'' huft!! mikir apa aku ini.'' rutuk akila dalam hati , merasa dirinya lancang , sudah berani memuji adrian dalam diam.


dari dalam kamar mandi terdengar gemericik air .


mungkin adrian sedang mandi,pikir akila.


cling....


satu pesan masuk di ponselnya.


bram:


[ akila , ketemuan yuk.]


akila memandangi chat dari bram.


dalam waktu bersamaan pintu kamar mandi terbuka .


adrian berdiri didepan akila dengan lilitan handuk di pinggangnya.


mata akila terbelalak melihat dada bidang adrian .


apalagi masih ada titik-titik air yang menempel di sana , membuat ia terlihat cool!!


akila menelan ludahnya.


plek!! plekk!!


terdengar suara jentikan jari dari adrian.


akila seketika sadar dari halunya.


'' kamu kenapa akila.'' ucap adrian menatap akila lurus.


'' emmm,nggak,aku gak apa-apa mas.'' akila menggaruk kepalanya.


'' ohh,aku mau ganti baju.'' ucap adrian membuat akila mengernyit.


'' ya udah,tinggal ganti aja.'' ucap akila dengan entengnya.


'' apa kamu yakin mau lihat aku ganti? '' adrian berkerut.

__ADS_1


'' oh ya ampun ,maaf,maaf .'' akila langsung kabur ke kamar mandi.


adrian menggeleng melihat tingkah wanita yang ada didepan nya itu.


adrian memakai lagi kaosnya.


15 menit berlalu , namun akila tak juga keluar dari kamar mandi.


adrian yang merasa ada yang salah dengan akilapun mencoba mengetuk pintu kamar mandi.


'' akila ,kamu masih mandi ? .'' tanya adrian memastikan .


'' akila.'' ulang adrian.


'' iya ,bentar..'' seru akila dari dalam.


tak lama kemudian,


akila membuka pintu .ia berdiri dengan menundukkan wajahnya. sesekali ia menarik ujung handuk nya kebawah ,karena handuk nya begitu pendek.


betapa terkejutnya adrian melihat akila yang mengenakan handuk dengan rambut basah .


ia begitu seksi dan menggoda imannya.


'' maaf ,aku lama karena handuk nya kependekan,aku risih !'' ucap akila seraya menundukan wajahnya.


'' oh,ya udah,kamu ganti baju aja disini,aku akan keluar .'' ucap adrian terlihat canggung.


akila mengangguk pelan .


adrian masih memikirkan perihal barusan.


ia tak bisa memungkiri jika ia begitu tergoda pada akila.


sebagai laki-laki normal ,mana mungkin dirinya tak tergoda dengan seonggok tubuh seksi hanya berbalut handuk. Dan seolah mengajak nya untuk berkelana pagi ini.


"ya Tuhan , godaan macam apa ini.'' batin adrian.


beberapa menit kemudian , adrian masuk lagi ke dalam kamar.


tapi , langkahnya serasa berat .


seperti ada sesuatu yang mengganjal dibawah sana.


ia mencoba untuk terlihat seperti biasa saja didepan akila.


dilihatnya akila masih sibuk menyeka rambutnya yang masih basah .


makin membuat nya merasa tak karuan .


'' aku gak apa-apa .'' ucap adrian lemah ,dan bercucuran keringat.


akila melihat sesuatu dibawah sana.


ia merasa kasihan pada adrian,karena perihal tersebut.


perlahan akila mendekat pada adrian ,dan duduk disampingnya.


" lakukan saja.'' ucap akila pada adrian ,yang masih tertunduk.


sontak adrian mengangkat wajahnya , karena ucapan akila barusan.


'' apa kamu yakin.'' Adrian menatap akila lurus.


akila tak bersuara .


ia seperti malu pada dirinya,dan adrian karena ucapan nya barusan.


adrian mengangkat dagu akila perlahan.


akila hanya terdiam,saat adrian menatapnya sayu dan begitu dalam.


entah siapa yang memulai , keduanya saling menempelkan bibirnya satu sama lain.


semua terjadi begitu saja.


''maafkan aku akila .'' ucap adrian pada akila,yang masih meringkuk dalam selimutnya.


'' emmmm.'' sahut akila lembut.


adrian pun tersenyum tipis karena sudah mendapat pelepasan ,setelah sekian lama,ia juga terlihat senang karena telah berhasil membuat akila basah dipagi ini.


'' apa kamu lapar.'' ucap adrian mengelus rambut akila.


'' emmmm.'' akila mengangguk pelan.


'' baiklah,ayo kita makan diluar,setelah kita check-out.'' ucap adrian seraya memakai lagi kaosnya.


'' iya mas.'' akila bangkit dari ranjangnya dengan balutan selimut ditubuh nya.


'' mau kemana.'' ucap adrian.


'' toilet'' sahut akila singkat.


'' okee.'' adrian tersenyum tipis.

__ADS_1


******


10 :00


'' kamu mau aku antar pulang sekarang.'' tanya adrian memastikan


'' iya mas,aku capek,aku ingin istirahat.'' ucap akila lesu.


'' baiklah,ayo aku antar.'' ucap adrian ,ia menambah kecepatan mobilnya.


setelah beberapa lama mobil pun berhenti di sebuah Rusun yang lumayan besar dan terbilang cukup mewah.


'' kita udah sampai.'' ucap adrian mematikan mesinnya.


akila mengangguk pelan,


''apa kamu mau masuk mas.'' ucap akila dengan ragu.


'' iya ,aku ada urusan dengan tante erna.'' ucap adrian lirih


'' ya udah ,aku duluan ya.'' ucap akila sembari menenteng tasnya.


'' hati-hati.'' pesan adrian pada akila.


'' iya mas.'' sahut akila singkat


adrian mengunci pintu mobilnya dan berusaha mengejar akila yang hampir sampai ke pintu rumah.


'' tunggu.'' tahan adrian membuat akila menoleh kearah suara adrian berada.


''ada apa mas.'' ucap akila menghentikan langkahnya.


'' makasih untuk tadi pagi.'' ucap adrian membuat akila memerah.


'' sama-sama,aku masuk dulu.'' ucap akila , adrian mengangguk setuju.


dari jauh terlihat tante Erna menghampiri mereka.


'' wihh,wih ,wih, kalian baru pulang ya .'' sindir tante erna.


tapi , tiba-tiba akila pamit pergi sedangkan adrian masih ingin mengobrol lebih dengan tante erna.


''tan..'' sapa adrian ramah.


'' iya bos,gimana.'' sahut tante erna terdengar akrab.


'' aku suka sama akila,lain kali aku mau sama dia lagi.'' ucap adrian membuat erna terkekeh.


'' bos tenang aja ,aku bisa atur itu.'' ucap erna terdengar sangat meyakinkan.


'' oke.'' adrian menganggukkan kepalanya.


'' kalau begitu aku pamit ya tan...,next time kita ketemu lagi.'' ucap adrian sembari berlalu.


'' oke,oke.'' tante erna pun tersenyum kecil.


*****


DI KAMAR AKILA


tok..tok..tok...


pintu kamar akila diketuk dari luar


akila membukanya perlahan.


'' hai say..., kamu lagi ngapain.'' ucap tante erna sok akrab .


'' lagi duduk aja tan,kenapa.'' ucap akila datar.


'' nihh,aku punya baju dan dress bagus- bagus buat kamu . kamu pakai baju ini saat kamu bertemu dengan tamu kamu.'' terang erna seraya meletakan paper bag didepan akila .


'' baju apaan tan ..'' akila terlihat sungkan.


ia melihat baju itu satu persatu .


'' apa ini gak terlalu seksi tan..'' ucap akila seolah menolak pemberian erna.


'' udah jangan banyak tanya ,kamu disini kan kudu seksi ,biar apa ? biar kamu banyak yang naksir.'' ucap erna menatap akila tajam.


akila hanya diam saja ,mau ngomong apa pun percuma .


karena erna hanya butuh uang dan uang, bukan butuh alasan.


'' ya udah,aku mau keluar sebentar ,kamu istirahat saja,siapa tahu nanti malam ada tamu lagi.'' ucap erna seraya pergi dari kamar akila .


'' hufttt'' akila menghembuskan napas panjang.


ingin rasanya ia kabur saja dari tempat itu tapi,ia tak bisa berbuat apa-apa , karena mata-mata erna selalu mengikuti kemanapun ia pergi.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...

__ADS_1


haii..happy reading 💋💋 tinggalkan jejak yakk..😘😘😘😘


__ADS_2