SYAKILA

SYAKILA
201. PROYEK RIO DAN BRAM


__ADS_3

akila masih terdiam saat adrian mencoba mencari tahu tentang perihal barusan kenapa ia berlari -lari meninggalkan adrian ditempat tadi.


'' akila,kamu sebenarnya kenapa si,ada masalah?'' ucap adrian mencoba mencari tahu kebenaran nya.


ia duduk ditepi akila dengan ekspresi penasaran.


akila hanya tersenyum ,'' aku gak apa-apa mas.''adrian mengerutkan keningnya.


''ini masih sore ,kamu gak mau gitu keluar cari angin lagi.


bukankah kamu bilang kamu bosan dikamar terus.'' ucap adrian menatap akila lurus.


akila malah bengong tak mengindahkan ucapan adrian.


'' akila..'' seru adrian menjentikkan jari didepan muka akila.


'' iya mas.'' akila terlihat gugup.


'' kamu gak apa-apa.'' adrian menatap akila.


''ng-nggak mas,tadi kamu bilang apa.'' akila menatap adrian.


''hmmm,kamu gak pengin keluar lagi ,ini masih sore loh.'' ulang adrian.


tapi akila tampak murung


'' gak mas,aku kayaknya gak jadi keluar , tiba-tiba saja perut aku melilit-lilit .aku gak kuat.'' akila meringkuk didalam selimut .


entah,


saat ini pikirannya kacau memikirkan perihal tadi.


******


terlihat rio dan ricko asyik ngobrol,


sembari ia menunggu kliennya datang .


'' Rick,kok klien kita lama.'' ucap rio sambil melirik kearah arlojinya.


" seharusnya mereka udah sampai dari setengah jam yang lalu si ,tapi ini kok..'' ricko menatap kesana kemari.


barangkali mereka udah sampai tapi kebingungan mencari keberadaan mereka berdua.


'' ya sudah,kita tunggu aja disini.''ucap rio seraya mengambil ponselnya dari saku.


beberapa menit kemudian,


masuk seorang wanita dan pria menghampiri mereka berdua.


'' selamat sore bos.'' ucap bram seraya melepas kacamata hitamnya.


rio seketika terkesiap dengan suara itu.


'' sore ju...,bram ? kamu bram...'' ucap rio merasa terkejut dengan pemandangan yang ada didepannya saat ini.


'' iya ini aku bram ,pak rio.'' bram pun tersenyum tipis.


'' astaga,dunia ini memang sempit , sekian lama kita berpisah ,lalu kita ketemu lagi dan menjalin kerjasama seperti ini.'' ucap rio tersenyum tipis.


'' iya ,kamu kaget? sekarang aku udah jadi CEO? '' ucap bram dengan ekspresi meledek kearah rio.


rio tersenyum kecut.


'' ya ,ya ,aku akui memang kamu the best , selalu nomor satu kalau urusan bisnis.'' puji rio pada bram.


'' ahh,pak rio bisa aja.'' bram tersenyum kecut.


'' silahkan duduk.''ucap rio pada bram ,novipun tersenyum dan menduduki kursi yang ada disamping bosnya itu .


'' kamu mau pesan apa.'' ucap rio.


bram langsung membuka buku menu yang ada didepannya.


bram memanggil pelayan ,ia langsung memesan minuman untuk dirinya dan sekretaris nya.


'' pak,gimana kabar akila.'' ucap bram tiba-tiba , membuat rio tercengang.


ia hanya ingin memastikan hubungan akila dan rio itu seperti apa.


''akila?'' rio tiba-tiba saja jadi salah tingkah saat bram menyebut nama itu.


'' iya ,akila ,kalian masih berhubungan kan.'' bram berkerut seraya menatap wajah rio.


'' emmm,sebenarnya kita sudah putus bram,dan aku juga gak tahu saat ini akila ada dimana.'' terang rio

__ADS_1


'' apa ,jadi kalian udah bubar'' bram seolah tak percaya ,jika mereka putus. dan saat ini riopun tak tahu jika akila sering berhubungan dengan bram.


'' bram,'' panggil rio.


seketika bram membuyarkan lamunannya.


" iya pak.'' bram tampak gugup.


'' kamu kenapa,kok diam.'' rio menatap wajah bram.


'' gak ,aku gak apa-apa kok.'' ucap bram berusaha terlihat biasa saja.


'' yaudah ,kita lanjutin obrolan yang tadi aja.'' ucap rio seraya menyesap kopinya.


'' okee pak.'' bram mengangguk setuju


beberapa saat kemudian,


'' bro ,gimana perkembangan cafe kamu.'' ucap rio tiba-tiba.


'' baik,alhamdulillah ,cafeku sudah berkembang lebih besar dan lebih ramai sekarang.'' terang bram


" syukurlah." ucap rio lega .


"lalu bagaimana dengan project kita kali ini.'' ucap rio pada bram .


novi dan yang lain hanya menyimak.


'' saat ini aku akan mendesain sebuah cafe ,tapi bukan sekedar cafe.'' ucap bram.


'' maksud kamu bro.'' rio menatap wajah bram.


'' jadi gini, kita buat cafe yang nyaman untuk anak-anak dan balita juga. jadi ,saat si orang tua lagi asyik ngopi ,si balita bisa main ,atau makan menu kesukaan mereka juga.'' terang bram.


'' ya , aku pikir itu ide yang bagus,kalau dulu kita kenal cafe itu cuma buat orang dewasa saja ,tapi kali ini kita desain sedemikian rupa sehingga nyaman buat anak dan balita.'' timpal rio tersenyum lebar.


" ya seperti itu ,kalau begitu, setelah ini kita langsung meluncur kesana aja,biar lebih detail , gimana?'' ucap bram seraya menatap wajah rio.


'' Oke..,oke, '' rio pun menyanggupi permintaan bram.


tak lama kemudian ,


mereka bangkit dari cafe itu dan pergi dengan mobil mereka masing-masing.


******


ponselnya berdering...


bram memanggil..


akila langsung menggeser tombol hijau.


'' ya haloo..'' ucap akila sambil melihat keluar jendela villa.


"(...)''


'' ohh ,aku masih ada acara malam ini , bagaimana kalau besok.''sahut akila.


''(...)''


''ya oke bye''akila tersenyum tipis ,ia pun menutup telepon nya.


adrian keluar dari kamar mandi,ia segera menghampiri akila.


'' siapa yang telepon akila.'' tanya adrian mengagetkan akila.


'' e...mas ,kamu ngagetin aja.''akila tersenyum kecil.


'' bukan siapa-siapa mas,cuma tukang laundrian.'' ucap akila berbohong.


'' ohh, tukang laundri, aku pikir siapa.'' adrian menyeka rambutnya yang masih basah didepan cermin.


sejujurnya ia tak percaya pada ucapan akila barusan.


mana mungkin cuma tukang laundri ,jika memang itu telepon dari tukang laundri masa akila terlihat sebegitu senangnya.


pikir adrian disela kesibukan nya menyeka rambutnya itu.


'' mas,kita mau kemana setelah ini.'' tanya akila tiba-tiba.


adrian pun melirik kearah akila sekilas.


'' terserah kamu akila ,kamu mau makan '' adrian mengernyitkan alisnya.


'' iya boleh .'' akila mengangguk setuju.

__ADS_1


tak seperti biasanya akila terlihat bahagia banget saat ini.


*****


" mas, kita kembali ke villa aja yuk , dingin sekali disini.'' ucap akila pada adrian.


'' kamu kedinginan.'' ucap adrian menatap akila.


'' iya .'' akila mengangguk.


'' ya udah ,kita balik ke villa sekarang.'' ucap adrian ,ia mendekap tubuh akila dan berjalan pelan masuk kedalam villa.


setelah beberapa saat ,


mereka telah sampai ke villa dimana mereka menginap.


'' kamu masih kedinginan.'' ucap adrian menatap akila lurus.


'' emmm.'' akila mengangguk.


adrian yang mendengar ucapan akila barusan ,ia langsung mendekap erat. tubuh wanita itu.


akila sempat menolak tapi , tangan adrian lebih kuat mendekapnya.


jadi ,apa boleh buat.


'' akila ,malam ini ,malam terakhir kita disini,besok aku pulang ke kota kembang.'' ucap adrian ditelinga akila.


'' jadi aku mau kita melakukan nya malam ini,sebagai hadiah untuk ku.'' ucap adrian lirih.


akila hendak melepas dekapan adrian ,


namun, tangan adrian mempererat pelukannya .


adrian mengusap rambut akila yang panjang hitam itu.


entah setan apa yang merasuki pikiran akila saat ini.


ia begitu pasrah pada permainan adrian kali ini.


adrian tersenyum kecil dan membopong tubuh akila naik keatas ranjang.


adrian yang tak mau berlama-lama iapun segera melancarkan aksinya.


****


bram masih kepikiran soal ucapan rio tadi siang.


'' aku masih penasaran dengan cerita rio.'' lirih bram sembari menyenderkan punggungnya di tepian ranjang.


ia menghela napas panjang.


ditatapnya langit-langit kamarnya itu.


itulah kenapa ia ingin bertemu dengan akila malam ini.


pintu kamar diketuk dari luar.


'' masuk.'' ucap bram.


terlihat ibu hasna berdiri didepan pintu


'' ibu.'' ucap bram seraya melempar senyum malasnya pada wanita yang ada didepannya kali ini.


'' kamu belum tidur.'' Bu hasna duduk didekat bram.


'' belum bu,lagi banyak pikiran.'' terang bram .


Bu hasna menggeleng pelan.


'' pikiran apa.,udah, kamu cerita sama ibu biar plong.'' rayu bu hasna pada anaknya itu.


'' udahlah bu,lagi gak mood cerita ,lebih baik ibu tidur aja .udah malam juga kan.'' bram mengernyit.


'' baiklah, kalau itu maumu.'' bu hasna pun bangkit dan pergi dari kamar bram .


sejujurnya bu hasna masih penasaran dengan kondisi bram saat ini tapi ,ya sudahlah .


beliau tak mau ambil pusing.ia pun masuk kedalam kamarnya untuk beristirahat.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...

__ADS_1


__ADS_2