
Khadijah menghembuskan nafas beratnya. Dengan kata menyerah, Khadijah kembali mengadu keluh kesahnya kepada sang pemilik bumi. Agar teka-teki tentang perubahan sikap Yulian bisa terlihat. Jika otak Yulian memang bergeser sedikit, maka keluarga akan segera memberikan pengobatan yang lebih canggih agar Yulian bisa berpikir dan bersikap normal.
”Ya Allah... hamba ingin mengeluh saat hamba merasa lelah dengn sikap suami hamba yang tidak hamba mengerti. Hamba mohon kepada-Mu Ya Allah, berikanlah petunjuk kepada kami semua tentang sakit yang diderita suami hamba. Aamiin.”
Dua rakaat malam sudah dijalankan oleh Khadijah dengan penuh khusu' dan cinta kepada Allah SWT. Dan setelah usai menjalankan sholat tahajud di sepertiga malam, sejenak Khadijah menatap wajah Yulian yang masih terlelap dalam. tidurnya.
Setelah Khadijah merasa hampir menyerah untuk membujuk rayu Yulian saat merajuk, malam itu akhirnya hati Yulian luluh juga. Bahkan sikapnya kembali normal, membacakan surat pendek dengan mengusap lembut puncak kepala Khadijah sampai Khadijah merasakan kenyamanan.
’Hubby, Neng tidak tahu apa yang menyebabkan Hubby mengalami perubahan dalam beberapa hal dalam sekejap. Neng ... akan tetap berada di samping Hubby jika ... memang Hubby memiliki penyakit yang berat. Dan itu janji Neng kepada Hubby.’
Khadijah mengusap lembut pipi Yulian. Membalut dengan kasih sayang dalam setiap hembusan nafasnya. Dulu, Khadijah begitu memimpikan hal itu kepada seorang lelaki yang kelak menjadi jodohnya. Tanpa disadari jodoh yang diciptakan oleh Allah SWT tak lain adalah Yulian Atmajaya, seorang lelaki yang dulu diminta istrinya pertamanya untuk menikahinya.
’Dulu... aku menjumpai wanita yang begitu mulia. Saat aku berada di titik terendah, Aisyah datang dan meyakini hati ini untuk kembali bertaubat. Menyebut nama-Nya dan kembali kepada-Nya. Hingga takdir telah merubahku.’
’Entah kenapa Allah kembali mempertemukan aku dengan Yulian. Apa karena dalam keluarganya ada tanggungjawab yang belum aku selesaikan. Menjadi seorang ibu belum pernah aku jalani sama sekali setelah hari itu. Dan kini... aku harus dihadapkan merubah sikap menjadi seseorang yang lebih dewasa lagi saat mendampingi seorang putra dan putri yang cintanya kepadaku hampir sama saat mencintai ibu kandung mereka. Meskipun aku tidak akan pernah menggantikan posisi utama di dalam hati Arjuna dan Ahtar, tapi aku selalu diperlakukan dengan baik.’
Khadijah sejenak mengenang masa indah saat bertemu dengan Aisyah di Edinburgh. Dan atas kuasa Allah, Khadijah kembali dipertemukan dengan Yulian di kota tersebut. Bahkan mereka menggelar pernikahan yang cukup megah, meskipun di dalam hati mereka sempat ada keraguan, dengan seiringnya waktu cinta tumbuh di hati keduanya dan menghangatkan rumah tangga mereka.
Dengan usapan lembut dari Khadijah, Yulian merasakan kenyamanan. Dan membuat Yulian merasa enggan untuk membuka mata meskipun adzan subuh sudah berkumandang.
”Hubby, bangun yuk! Sudah subuh loh, katanya kalau subuh harus dibangunin.”
”Hmm ... Iya, sebentar lagi ya, Neng cantik.”
”Nanti keburu fajar loh kalau ditunda. Lihat, sudah jam lima.”
Rasa bermalas-malasan pun seketika diakhiri, Yulian segera beranjak dari telat tidurnya lalu menuju ke kamar mandi untuk melakukan ritual di dalam sana. Dan setelah lima belas menit Yulian segera memakai baju kokonya untuk melakukan sholat subuh.
”Neng, siapkan baju kantor Hubby ya! Hubby mau ke depan dulu sebentar.”
’Baju kantor? Memangnya sudah sembuh betul apa? Lagipula ini kan, masih jam setengah lima.’
Meskipun sedikit merasa aneh, Khadijah tetap menyiapkan baju yang akan dipakai Yulian untuk pergi ke kantor. Setelah itu Khadijah memakai cadar nya lalu pergi ke dapur. Namun, saat membuka pintu Khadijah hampir saja menabrak Yulian.
”Hubby, bikin Neng kaget saja. Tadi bukannya mau ke depan sebentar? Kok sudah balik lagi ke kamar?”
”Neng, ini masih jam setengah lima. Kenapa tadi waktu bangunin Hubby bilangnya sudah jam lima, hmm?”
”Ya habis, Hubby dibangunin kok sulit amat. Tidur kok kayak kebo, terus kalau telat sholat nya pasti marahin Neng.”
Khadijah meninggalkan Yulian begitu saja, karena ia ingin segera bertugas di dapur. Jika tidak dimulai di jam sekian maka akan kesiangan kelar masaknya. Dan semua akan terlambat pergi kerja jika sesi pendapuran tak kunjung usai.
Setelah dibantu bik Inem akhirnya pekerjaan di dapur sudah usai tepat pukul enam pagi. Dan setelah usai segera Khadijah dan bik Inem menyajikannya di atas meja.
__ADS_1
”Neng, tabahkan hati saat nanti Tuan Yulian akan berkomentar dan merajuk lagi.”
Khadijah nyengir, benar apa yang dikatakan bik Inem bahwa Khadijah harus menyiapkan hatinya. Bukan patah hati yang akan dirasakan oleh Khadijah, melainkan rasa yang sulit dimengerti. Ingin sabar dan berbesar hati ketika Yulian merajuk, tapi kesabarannya selalu diuji lebih. Ingin marah tapi takut dosa, karena tidak seharusnya seorang istri marah kepada suami.
”Bunda, Abi dimana?”
Arjuna menghampiri Khadijah di ruang meja makan.
”Abi kamu tadi masih di kamar, ada apa? Apa perlu Bunda panggilkan atau ... kamu langsung saja ke kamar.”
”Nanti saja Bun, setelah sarapan Juna mau bicara sama Abi dan Bunda.” Mata Khadijah membulat sempurna.
Setelah mengatakan hal itu Arjuna kembali ke kamarnya. Sedangkan Khadijah masih termangu di ruang makan, ia tengah memikirkan hal apa yang bedak dibicarakan oleh Arjuna dengannya.
'Mungkinkah Juna akan membahas perpindahannya?’
Sarapan pagi telah dilangsungkan bersama-sama. Mereka selalu menikmati setiap pemberian Allah kepada mereka. Karena tanpa rasa syukur... rasa nikmat pun tak akan pernah ada. Meskipun hanya nasi dengan lauk tempe goreng saja mereka selalu bersyukur agar rasa nikmat dapat tercipta. Untung saja mereka tidak pernah kekurangan apapun.
”Mumpung semua masih berkumpul...”
”Uwek... Uwek...”
Yulian kembali merasa mual dan memuntahkan makanan yang sudah dicerna. Tadinya semua menganggap bahwa Yulian benar-benar sudah sembuh, karena Yulian menikmati makanan yang tersaji tanpa mengudarakan komentar apapun seperti malam itu. Sehingga membuat Khadijah bernafas lega tidak membujuk rayu Yulian yang merajuk.
”Sudah ya, Hubby tidak perlu ke kantor dulu. Istirahat saja di rumah.”
”Ahtar, bagaimana hasil pemeriksaan yang kamu lakukan? Apa ada yang aneh dengan kondisi Abi?”
”Tidak ada. Semuanya normal, tidak ada yang aneh atau suatu penyakit yang mengganggu kesehatan Abi.”
”Baiklah! Bunda... Juna mau memeriksa kesehatan Bunda.”
Semua terkejut dengan apa yang diminta Arjuna. Begitu pula dengan Khadijah, ia membulatkan kedua matanya dengan sempurna. Tidak mengerti mengapa Arjuna memintanya untuk berbaring dan ingin memeriksa kesehatan nya. Sedangkan Khadijah merasa tidak sedang sakit apapun.
”Kenapa Bunda harus diperiksa, Juna? Yang sakit kan, Abi bukan Bunda.”
”Untuk memastikan saja, apa dugaan Juna benar atau tidak. Karena hal itu terjadi sudah satu minggu.”
”Lalu? Apa hubungannya dengan Bunda, Nak?”
Dan Yulian sepertinya mengerti apa yang sedang di maksud oleh Arjuna. Bahkan Yulian ikut meminta Khadijah untuk berbaring, agar Arjuna bisa segera memeriksa keadaan Khadijah. Jika dugaan Arjuna benar, maka akan ada kebahagiaan yang tak terduga.
Khadijah pun akhirnya menuruti keinginan Arjuna dan Yulian. Ia membatingkan tibuhnya di atas kasur, meski terasa tidak sopan tetapi, itulah pekerjaan seorang dokter.
__ADS_1
Arjuna mulai memeriksa denyut nadi, denyut jantung lalu ke perut Khadijah. Sehingga membuat Khadijah merasa terkejut saat stetoskop Arjuna di arahkan pada perutnya.
”Bunda kapan terakhir datang bulan?”
”Emmm... Bunda tidak ingat, sepertinya...”
”Satu bulan yang lalu.” Sambung Yulian, yang seketika membuat Khadijah dan yang lainnya merasa terkejut.
Mereka tidak menyangka jika Yulian se perhatian itu kepada Khadijah. Bahkan Yulian tahu kapan terakhir Khadijah datang bulan. Dan hal itu membuat Arjuna dan Ahtra berdecak kagum kepadanya.
”Wah, Abi hebat sekali ya. Sampai hafal begitu sama siklus haid Bunda.” Ujar Ahtar menggoda Abi dan Bundanya.
”Dulu saja harus dipaksa segala untuk menikah, lah sekarang... nempel terus seperti perangko.”
Abdullah terkekeh melihat tingkah sahabatnya itu. Dan pagi itu Yulian serta Khadijah dibuat malu dengan apa yang diungkapan Abdullah.
Setelah menanyakan beberapa hal intim kepada Khadijah, Arjuna dapat memastikan bahwa Khadijah tengah hamil sekitar tiga minggu. Oleh karena itu Yulian mengalami morning sickness, karena tidak ada aturan bagi orang hamil jika wanita yang mengandung lah yang akan mengalami morning sickness.
”Bun... Bunda hamil?”
Arjuna mengangguk untuk memberikan jawaban kepada Khadijah yang masih tidak mempercayai akan kenyataan itu. Dan setelah meyakinkan Khadijah, Arjuna memberikan beberapa vitamin yang harus dikonsumsi selama hamil kepada Khadijah. Sedangkan Yulian, Arjuna membiarkan saja hal itu terjadi kepada Abinya. Karena biarpun ingin menolak jika sudah terjadi maka... ya Yulian harus menikmati momen itu.
”Abi... nikmati saja masa morning sickness nya ya! Sayang anak dan istri itu penting.”
”Dan Bunda... sabar ya jika Abi akan merajuk dan berubah menjadi lelaki yang agresif dan posesif, bahkan akan sensitif seperti seorang wanita.”
Seketika semua terbahak mendengar penuturan dari Arjuna yang menjadi dokter kandungan. Setelah kebahagian menyelimuti mereka, Ahtar meminta Yulian untuk tidak mengkonsumsi obat yang sudah diberikan kepada Yulian. Karena pada dasarnya Yulian tidak sedang sakit.
Semua menjalani aktivitas masing-masing, bekerja pada bidangnya. Dan hati itu adalah hati pertama Ahtar akan bekerja di salah satu rumah sakit dalam bidangnya, ahli bedah syaraf. Sedangkan Arjuna hatis kembali bertugas di rumah sakit, karena jadwal operasi orang yang akan melahirkan sudah berderet di buku datanya.
Suasana rumah seketika terasa hening, karena Garda dan Cahaya sedang tidur siang. Sedangkan Hafizha keluar bersama papa Adhi, bik Inem dan Abdullah. Dan Khadijah serta Yulian hanya berdua saja di kamar. Merajut cinta kembali di siang hari.
BERSAMBUNG...
Hai-hai semuanya, hanya sekedar info saja ya. Mungkin dari sebagian teman-teman juga tahu betapa bagusnya sholat sunah tahajud dilakukan oleh kaum hawa.
Sholat tahajud adalah ibadah sunah yang dilaksanakan pada sepertiga malam setelah bangun tidur. Sholat tahajud memiliki keistimewaan yang juga tertuang dalam Surat Al Isra ayat 79:
وَمِنَ الَّيْلِ فَتَهَجَّدْ بِهٖ نَافِلَةً لَّكَۖ عَسٰٓى اَنْ يَّبْعَثَكَ رَبُّكَ مَقَامًا مَّحْمُوْدًا
Artinya:
Dan pada sebagian malam, lakukanlah sholat tahajud (sebagai suatu ibadah) tambahan bagimu: mudah-mudahan Tuhanmu mengangkatmu ke tempat yang terpuji.
__ADS_1