
Mr. Holder dan Yulian seketika tertawa bersama. banyak obrolan ringan tentang bisnis dan kehidupan mereka yang menemani pertemuan di siang itu. Bahkan Yulian juga menceritakan kisah rumah tagganya dengan Aisyah yang sudah berakhir, dan menjalin kembali rumah tangga bersama wanita pilihannya yaitu Khadijah.
“Khadijah? Siapa Dia? Bagaimana kamu bisa mengenalnya? Sedangkan yang aku tahu cinta mu hanya untuk Aisyah.”
“Ceritanya panjang. Tapi yang jelas kini aku harus bisa menjaga perasaan Khadijah, belajar terus menerus mencintainya.”
“Baguslah, itu yang namanya Yulian. Aku hanya bisa mendoakan semoga langgeng dalam rumah tanggamu.”
“Aamiin. Oh iya Holder, maaf aku tidak bisa lama-lama mengobrol denganmu. Lain waktu aku ingin kamu datang ke rumahku... dan kamu harus ada waktu jika aku mengundang mu.” Yulian mengulas senyum.
Pertemuan pun diakhiri dengan saling berpelukan, bagaikan teletubbies yang suka melakukan semua itu.
“Senang sekali bisa bertemu denganmu lagi, Holder.” Yulian mengenang pertemuannya dengan Holder yang singkat.
__ADS_1
Berhubung hari sudah mulai sore, Yulian segera kembali pulang tetapi sebelum itu Yulian mampir sebentar ke sebuah mal besar di Edinburgh. Membeli bingkisan sebagai hadiah kecil untuk Khadijah dan Hafizha.
”Aku seperti mengenal wanita itu tadi. Tapi... siapa?”
Seorang wanita yang berambut pirang telah melintas di hadapan Yulian dan membuatnYulian berpikir tentang siapa wanita itu, karena dalam hati Yulian merasa yakin jika mengenalnya. Namun, Yulian tidak mau mengikuti ataupun menyapa wanita itu terlebih dahulu, karena takut jika fitnah akan bergentayangan mendekati mereka jika saling tegur sapa satu sama lain.
“Ah sudahlah, lebih baik aku beluli dua set gamis ini untuk Khadijah dan juga Hafizha.” Yulian membawa dua set gamis dengan hijab yang menjuntai menutupi dada ke bagian kasir.
Baju gamis itupun sudah selesai dibungkus dengan indahnya. Setelah itu Yulian kembali melajukan mobilnya dengan kecepatan normal. Dan sore itu tiba-tiba langit berubah menjadi mendung hitam, menandakan bahwa hujan akan segera turun. Namun, hal itu tidak menjadi masalah bagi Yulian jika saja ia akan kehujanan di jalan nanti. Karena jelas Yulian akan berlindung di dalam mobil.
Tiba-tiba suara petir telah menggetarkan seluruh jiwa manusia yang mendengarnya dan rasa takut pun sudah pasti singgah di tubuh mereka. Karena suara itu jelas terdengar, bagaikan di atas kepala Yulian saat itu juga.
“Astaghfirullah hal azim, Ya Allah... aku hanya bisa berpasrah kepadaMu saja.” Yulian tetap berusaha fokus dalam menyetir.
__ADS_1
“Mr. Holder dan Yulian seketika tertawa bersama. banyak obrolan ringan tentang bisnis dan kehidupan mereka yang menemani pertemuan di siang itu. Bahkan Yulian juga menceritakan kisah rumah tagganya dengan Aisyah yang sudah berakhir, dan menjalin kembali rumah tangga bersama wanita pilihannya yaitu Khadijah.
“Khadijah? Siapa Dia? Bagaimana kamu bisa mengenalnya? Sedangkan yang aku tahu cinta mu hanya untuk Aisyah.”
“Ceritanya panjang. Tapi yang jelas kini aku harus bisa menjaga perasaan Khadijah, belajar terus menerus mencintainya.”
“Baguslah, itu yang namanya Yulian. Aku hanya bisa mendoakan semoga langgeng dalam rumah tanggamu.”
“Aamiin. Oh iya Holder, maaf aku tidak bisa lama-lama mengobrol denganmu. Lain waktu aku ingin kamu datang ke rumahku... dan kamu harus ada waktu jika aku mengundang mu.” Yulian mengulas senyum.
Pertemuan pun diakhiri dengan saling berpelukan, bagaikan teletubbies yang suka melakukan semua itu.
“Senang sekali bisa bertemu denganmu lagi, Holder.” Yulian mengenang pertemuannya dengan Holder yang singkat.
__ADS_1
Berhubung hari sudah mulai sore, Yulian segera kembali pulang tetapi sebelum itu Yulian mampir sebentar ke sebuah mal besar di Edinburgh. Membeli bingkisan sebagai hadiah kecil untuk Khadijah dan Hafizha.
”Aku seperti mengenal wanita itu tadi. Tapi... siapa?”