Tahajud Cinta

Tahajud Cinta
Chapter 86 “Tahajud Cinta”


__ADS_3

“Ya Allah, hamba memohon hanya kepadamu. Kembali hamba dihadapkan lagi dengan keadaan istri hamba yang seperti ini. Terancam nyawa dan membuat kami harus siap merasakan kehilangan jika saja Engkau akan mengambilnya dari hidup hamba. Hiks... Hiks...”


Yulian tidak tahu bagaimana cara menghentikan air matanya agar tidak jatuh terus menerus, bagaikan air sungai yang mengalir begitu deras. Hatinya kembali merasa rapuh setelah tiga tahun setengah pernah dihadapkan hal seperti itu.


Yulian berusaha untuk menguatkan diri saat berada di hadapan semua anak-anaknya, apalagi saat berada di hadapan Hafizha. Yulian tidak mau jika Hafizha terus menerus menangis melihat apa yang sudah terjadi pada Khadijah. Namun, naluri seorang anak dengan ibu begitu erat, hingga Hafizha benar-benar merasakan kesedihan dari dalam hati tanpa di sadari olehnya.


“Apa aku harus mengatakan semuanya kepada Hafizha, jika Dia adalah putri kandung Khadijah? Tapi Ya Allah... diri ini tidak tega dan tidak siap jika mental Hafizha yang akan berdampak buruk setelahnya.” Di saat perasaan Yulian tengah rapuh dan bersedih kini harus menghadapi kebimbangan yang cukup berat.

__ADS_1


Yulian menatap Hafizha yang tengah duduk terpekur di depan pintu ruang UGD. Dan hal itu membuat Yulian tidak sanggup hatus mengatakan kejujuran tentang siapa Hafizha dan Khadijah.


Cahaya dan Arjuna menghampiri Yulian, mereka begitu iba dengan apa yang baru saja dihadaoai keluarga nya itu. Khadijah memang ibu sambung mereka, tetapi kasih sayang yang diberikan sama saja kasih seorang ibu kandung.


“Abi, Juna tahu bagaimana perasaan Abi saat ini. Tunggu sampai keadaannya membaik, jika Abi tetap ingin mengatakan siapa Hafizha tak apa. Tapi setidaknya... biarkan hatinya tenang terlebih dahulu. Karena Juna tahu, naluri antara anak dan Ibu itu begitu erat.” Arjuna mengangguk pelan, meyakinkan Yulian dengan keputusan yang akan diambil, yang dirasa cukup sulit.


“Baiklah, Abi akan mengikuti saranmu itu, Juna. Tapi... jika keadaannya berbeda, maafkan Abi... karena Abi tidak mau jika Hafizha terlambat mengetahui siapa ibu kandungnya,” putus Yulian kemudian.

__ADS_1


Di bawah langit-langit putih Yulian, Arjuna, Cahaya dan Hafizha membentangkan sajadah panjangnya. Yulian berdiri di posisi imam dan yang lain berada satu shaf di belakang Yulian sebagai makmum. Dengan setiap gerakan mereka berusaha untuk menjalankan se_khusu' mungkin, karena mereka tahu bagaimana cara meminta kepada sang Maha Esa.


“Allahumma rabban nasi, adzhibil ba’sa. Isyfi. Antas syafi. La syafiya illa anta syifa’an la yughadiru saqaman.”


“Tuhanku, Tuhan manusia, hilangkanlah penyakit. Berikanlah kesembuhan karena Kau adalah penyembuh. Tiada yang dapat menyembuhkan penyakit kecuali Kau dengan kesembuhan yang tidak menyisakan rasa nyeri.”


Tes...

__ADS_1


Tidak ada yang tidak merasakan perih saat orang yang mereka sayangi tengah mengalami cobaan yang membuatnya merasa diambang kematian. Namun, selagi kematian belum merenggut nyawa Khadijah, Yulian, Cahaya, Arjuna dan Hafizha tiada hentinya melangitkan doa kepada Allah SWT untuk segera menyembuhkan Khadijah dari setiap luka yang menghantam kepala Khadijah.


Bersambung...


__ADS_2