Takdir Cinta Maira

Takdir Cinta Maira
Mencari Iga Ditengah Malam


__ADS_3

Hari itu Ervan menghabiskan waktu siang nya dirumah petak Erika. Bahkan dia makan sembari mengajari Akbar belajar. Sedangkan Erika melanjutkan melukisnya hingga selesai.


Tidak pernah terbayangkan dalam benak Erika jika hari itu dia dan Ervan akan sedekat itu. Sangat dekat bahkan mereka sudah terlihat seperti teman saja.


Meski masih terlihat canggung dan aneh, namun karena ada Akbar dan Ayu, mereka jadi lebih santai.


Erika bahagia, sangat bahagia. Karena dengan kedatangan Ervan bisa membuat dia melupakan sedikit rasa sakit dan rasa takutnya. Yah, walau bagaimana pun selain berharap ketenangan dari Allah, Ervan adalah salah satu obat hati untuk ketakutan Erika.


Ervan pulang ketika hari sudah sore, bahkan dia juga menumpang shalat ashar dirumah Erika. Sebenarnya Erika juga terkejut melihat Ervan yang shalat, karena selama beberapa tahun mengenal Ervan, tidak pernah dia lihat Ervan seperti itu.


Tapi sekarang, Alhamdulillah Ervan sudah berubah.


Malam ini Erika sudah berbaring diatas kasur tipisnya. Ayu dan Akbar sudah tidur sejak tadi. Erika baru saja selesai membaca buku surah pendek nya untuk memperlancar lagi hafalan nya.


Matanya sudah mengantuk, namun pinggang nya terasa sakit lagi. Hingga mau tidak mau Erika kembali meminum obatnya. Obat yang entah sampai kapan dia akan mengkonsumsi nya.


...


Sementara ditempat lain Maira lagi lagi berbuat ulah. Kali ini bukan merepotkan dokter Danar lagi. Tapi juga mertuanya yang baru datang semalam siang kerumah mereka.


Jam sudah menunjukkan pukul sepuluh malam, tapi dia malah meminta dibuatkan iga bakar oleh ibu mertuanya.


Dan tentu saja itu membuat dokter Danar dan ibunya menjadi bingung. Sebab stok iga dirumah sudah tidak ada.


"Sayang .. besok pagi saja ibu buat ya. Pasar sudah tutup. Dimana kita cari iga mentah yang masih segar" ujar dokter Danar.


Maira langsung memalingkan wajahnya dengan bibir yang bergetar menahan tangis.


"Kenapa gak dari sore sih Mai. Kan ibu bisa masakin buat kamu" sahut ibu pula.


Sekarang mereka tengah duduk diruang keluarga bersama sama. Ayah Beni sejak tadi hanya diam sembari menahan senyum lucu nya. Sepertinya cucu pertama nya kali ini sedang menuntut balas. Sejak semalam ketika mereka baru tiba pun Maira sudah meminta yang aneh aneh pada ibu nya.


"Makan yang lain dulu ya" ujar dokter Danar lagi.


Maira menggeleng. Dia langsung beranjak dari samping dokter Danar, dan malah berjalan kearah ayah Beni. Membuat dokter Danar dan ibu memandang nya dengan heran.


Apalagi yang mau dilakukan oleh ibu hamil ini.


"Ayah.... Maira mau makan iga bakar" rengek Maira pada ayah. Membuat dokter Danar dan ibu langsung menggeleng pasrah. Namun ayah malah tertawa dan mengusap kepala Maira.


"Danar coba pergi cari. Siapa tahu masih ada swalayan yang buka. Di mall kalau enggak. Kan biasa disana ada stok. Gak papa lah mahal sedikit untuk cucu ayah" ujar ayah Beni pada dokter Danar.


"Udah pergilah sana, nanti anak kamu ngiler. Biar cepat ibu masak" ujar ibu pula.

__ADS_1


Maira langsung tersenyum senang seraya mengusap perutnya yang sudah benar benar besar.


Dokter Danar tersenyum dan menggeleng melihat wajah bahagia Maira. Memang ada ada saja permintaan anak nya ini.


"Yasudah, Danar keluar dulu" ucap dokter Danar seraya beranjak dari tempat duduk nya.


"Kamu baik baik dirumah sayang. Kalau ngantuk tidur dulu" ujar dokter Danar. Namun Maira malah menggeleng dengan cepat.


"Maira mau nunggu iga bakar. Udah lapar" jawab Maira.


"Iya... mudah mudahan ada ya" jawab dokter Danar


"Harus ada, kalau gak ada mas datengin aja agen nya" ucap Maira dengan asal.


"Agen nya dimana juga enggak tahu Mai. Astaga" gerutu ibu. Membuat Maira , dokter Danar dan ayah Beni langsung terbahak melihat wajah kesal ibu.


"Yasudah, Danar pamit. Assalamualaikum" pamit dokter Danar.


"Waalaikumsalam... hati hati Nar" ujar ayah


"Iya yah" jawab dokter Danar yang langsung meraih kunci mobil diatas meja.


Meninggalkan Maira bersama kedua orang tua nya.


Mudah mudah saja, masih ada mall yang buka. Jika tidak, sudah dia pastikan Maira tidak akan tidur sampai besok pagi.


Dengan cepat dokter Danar berjalan masuk kedalam. Langkah kakinya pasti dan begitu terburu buru. Dia benar benar cemas jika yang diinginkan istrinya tidak ada.


Dan beruntung nya dia. Tempat itu masih buka dan masih ada juga beberapa orang yang berbelanja disana. Ternyata bukan dia saja.


Dan saat tiba ditempat perdagingan, ternyata ada satu kampit lagi iga disana. Dokter Danar langsung mengucap syukur melihat itu. Langsung saja dia mengambil nya. Namun saat mengambil iga itu, dia melihat seorang pria yang tengah bingung saat memilih milih buah yang ada ditangan nya.


Pria dewasa, atau mungkin seumuran dengan nya.


"Tuan maaf" sapa pria itu yang ternyata langsung mendatanginya.


Dokter Danar tersenyum dan mengangguk.


"Apa anda tahu yang mana buah mangga apel. Saya bingung membedakan nya" tanya pria itu.


Dokter Danar langsung memandang dua jenis mangga yang ada ditangan pria itu.


"Tidak ada salah satunya tuan" ucap dokter Danar. Membuat pria itu langsung tertegun dan memandang dokter Danar dengan getir.

__ADS_1


Wajah pria ini sedikit pucat dan layu,. sepertinya dia sedang menderita penyakit dalam. Dokter Danar bisa melihat nya.


"Mari saya bantu mencari" ajak dokter Danar yang langsung berjalan menuju ketempat buah, dan langsung diikuti oleh pria itu.


"Maaf merepotkan tuan. Saya benar benar tidak tahu perbedaan nya" ucap lelaki itu.


"Tidak apa apa. Mangga apel itu bentuk nya sama dengan apel. Bulat dan sedikit besar. Nah yang ini" dokter Danar langsung menyerahkan sekotak mangga apel pada pria itu.


"Wah ternyata ini. Saya fikir semua mangga itu sama." jawab pria itu.


Dokter Danar tersenyum tipis dan menggeleng.


"Tidak, banyak jenis nya. Apalagi jika di Indonesia. Lihat saja, disini ada beberapa jenis mangga yang tersusun rapi. Mungkin pegawai disini lupa memberi nama, atau ini yang sisa Karena sudah malam" ungkap dokter Danar


Pria itu mengangguk pelan.


"Ya, ini pesanan ibu hamil tuan. Jadi mau tidak mau saya harus mencari nya sampai dapat" jawab pria itu.


Dokter Danar langsung tertawa kecil mendengar nya.


"Ternyata kita sama" ucap dokter Danar


"Wah benarkah, anda mencari mangga juga?" tanya pria itu.


Namun dokter Danar menggeleng dan langsung mengangkat kampit iga ditangan nya.


"Iga, dan untung dapat" jawab dokter Danar.


"Istri anda sedang hamil juga tuan" tanya dokter Danar. Namun pria itu menggeleng dengan cepat.


"Tidak, bukan istri saya. Tapi istri atasan saya" jawab pria itu.


"Oh saya kira istri anda" ucap dokter Danar.


"Apa daging itu untuk istri anda?" tanya pria itu lagi.


"Ya, dia menginginkan iga bakar malam ini. Dan saya tidak bisa berlama lama disini tuan. Apa anda juga ingin keluar?" tanya dokter Danar.


Pria itu mengangguk, seraya mereka yang mulai berjalan menuju meja kasir.


"Saya berterimakasih atas kebaikan anda tuan. Semoga istri dan anak anda sehat selalu" ucap pria itu.


"Aamiin ya Allah. Terimakasih atas doa anda. Semoga anda juga sehat selalu" balas dokter Danar pula.

__ADS_1


"Saya Danar, jika lain waktu bertemu anda bisa menyapa saya" kata dokter Danar seraya menjulurkan tangan nya pada pria itu.


"Saya Zayn tuan. Senang berkenalan dengan anda" jawab pria itu seraya menjabat tangan dokter Danar.


__ADS_2