Takdir Cinta Maira

Takdir Cinta Maira
Hukuman Erika


__ADS_3

Keesokan harinya....


Maira masih berada dirumah sakit. Dia menginap dirumah sakit malam tadi. Karena keadaan nya yang masih lemah dan juga butuh istirahat. Lagipula Maira juga ingin menemani Putri dan mama Nindi untuk menjaga Nindi. Ya, meskipun dia hanya berada sebentar saja bersama mereka.


Saat ini Maira sudah berada diruangan Nindi. Nindi belum sadar, tapi keadaan nya sudah mulai pulih. Dokter berkata jika siang nanti atau mungkin paling lama malam nanti Nindi sudah sadar.


Maira duduk disofa sendirian, wajahnya terlihat sedih memandangi mama Nindi yang sedang membersihkan tubuh Nindi disana.


Putri sudah pergi kekampus, karena dia bilang dia ingin melihat dokter Danar yang mengumumkan tentang pernikahan mereka.


Maira tidak ikut, karena dokter Danar melarang nya. Keadaan janin nya masih lemah, dan dokter Danar khawatir jika Maira akan kelelahan dan juga tertekan. Sehingga, disinilah Maira berada, menemani mama Nindi untuk menjaga sahabat nya ini.


Maira menghela nafas nya sejenak, dia benar benar merasa bersalah sekarang, karena menolong nya, Nindi harus terbaring seperti itu.


Jika saja dia bisa melawan, mungkin Nindi tidak akan menjadi seperti ini.


"Maira" panggilan mama Nindi membuat Maira sedikit terkesiap.


"Kenapa melamun" tanya mama Nindi yang kini sudah duduk disamping Maira.


Maira tertunduk sedih seraya meremas tangan nya.


"Maafin Maira ya Tante. Gara gara Maira Nindi jadi celaka begini" ucap Maira begitu lirih dan penuh sesal.


Mama Nindi tersenyum tipis dan menggeleng.


"Sudah tidak apa apa. Nindi begitu juga karena ingin kamu selamat. Bukankah kamu juga sedang hamil?" ujar mama Nindi.


Maira langsung mengangguk dengan pelan.


"Ada dua nyawa yang dia selamatkan. Kalau kamu yang terjatuh, mungkin keadaan nya pasti akan lebih parah dari pada Nindi sekarang" ungkap mama Nindi.


"Tapi tetap saja, Nindi belum bangun sampai sekarang. Maira benar benar merasa bersalah Tante" ucap Maira yang mulai menangis lagi.


Mama Nindi langsung merangkul Maira dan mengusap bahu Maira dengan lembut. Apa yang mau dikata, semua memang sudah terjadi. Mama Nindi juga tidak bisa menyalahkan Maira. Karena bagaimanapun dia tahu seberapa dekat persahabatan anak nya.


"Maira... sudah enggak apa apa. Nindi udah mulai baik baik aja. Jangan begitu. Tante enggak apa apa nak." ucap mama Nindi


Maira menangis terisak dalam rengkuhan mama Nindi. Dia benar benar sedih melihat Nindi yang seperti itu. Apalagi Nindi seperti ini karena menolong nya.


"Jangan bersedih, kamu dan dokter Danar sama saja. Ini musibah tapi kalian malah meminta maaf" gerutu mama Nindi.


Maira terisak dan mengusap air matanya.


"Maira sedih Tante" ucap Maira


"Sudah jangan sedih lagi. Kamu gak boleh sedih dan lelah. Kamu harus ingat, ada calon anak kamu disini" kata mama Nindi seraya mengusap perut Maira.


Maira mengangguk dan kembali mengusap air mata nya. Meski Isak tangis nya masih terdengar.


"Kalau gak ada kejadian ini, Tante bahkan gak tahu kalau kamu sudah hamil" ucap mama Nindi.


Maira tersenyum dan mengusap perutnya.


"Maira juga gak nyangka bakal hamil secepat ini Tante" jawab Maira.


"Sudah rezeki nya nak. Kamu harus jaga kandungan kamu baik baik. Gak boleh stres dan mikirin apapun ya. Dokter Danar pasti sangat bahagia, terlihat dari cara dia memperlakukan kamu" ucap mama Nindi.

__ADS_1


"Iya Tante, Maira bersyukur banget bersuamikan dokter Danar " jawab Maira.


"Iya, kamu beruntung nak. Tante juga berharap Nindi mempunyai pasangan yang bisa membimbing dia juga, sama seperti dokter Danar. Kalian butuh orang orang seperti itu" ungkap mama Nindi.


"Seperti kak Brian" sahut Maira.


Mama Nindi langsung tertawa kecil dan mengangguk.


"Sepertinya mereka memiliki sifat yang sama ya" ucap mama Nindi.


"Iya Tante, cuma kak Brian lebih dingin" jawab Maira. Dan entah kenapa mereka jadi melenceng membicarakan para lelaki itu.


"Tapi dia begitu perhatian pada Nindi. Bahkan dia mau mendonorkan darahnya untuk Nindi sampai menemani Tante malam tadi disini" ungkap mama Nindi


Sedih Maira jadi sedikit berkurang sekarang.


"Kita doain aja ya Tante. Semoga mereka berjodoh" ujar Maira.


"Tentu nak. Tante juga kepengen punya menantu yang baik yang bisa membimbing Nindi kejalan yang lebih baik. Yang rela melakukan apapun untuk anak Tante dalam hal kebaikan" ungkap mama Nindi.


Maira tersenyum dan mengangguk. Dia mengusap air matanya dan langsung terbayang dengan suami tampan nya itu.


Ya dokter Danar. Dia rela melakukan apapun untuk Maira. Membimbing nya dengan baik hingga Maira bisa menjadi seperti ini.


Dan sekarang, Maira jadi terfikir, sedang apa dokter Danar dikampus nya?


Dan bagaimana reaksi anak anak kampus saat tahu Maira istri dokter Danar????


...


Seorang pria gagah dengan penampilan nya yang begitu rapi dan berwibawa. Berjalan menuju aula kampus dimana seluruh mahasiswa dan para pengajar serta para petinggi kampus sudah berkumpul disana. Khususnya angkatan Maira.


Dia berjalan diikuti oleh Mr Petro dan juga Brian. Ya, dokter Danar datang bersama Brian kekampus Maira, untuk mengumumkan siapa dia yang sebenarnya dan juga untuk memperbaiki nama baik Maira yang sudah dicap hamil diluar nikah oleh semua penghuni kampus. Terutama Erika.


Mata semua orang nampak memandang kagum pada dokter Danar. Seorang pria tampan yang menjadi idola mereka selama ini. Karena dokter Danar yang memang sering memberikan penyuluhan dikampus ini untuk anak anak kesehatan.


Dan ternyata bukan hanya itu saja yang membuat mereka terkejut. Dokter Danar ternyata adalah pemegang saham terbesar dikampus ini. Pantas saja dia sering datang kekampus dengan alasan memberikan penyuluhan, namun yang sebenarnya terjadi, dokter Danar datang untuk melihat tempat nya sendiri.


Pandangan mata dokter Danar yang biasanya teduh, kini berubah datar dan dingin. Wibawanya sebagai pemimpin dan dokter bersatu menjadi satu hingga membuat pesona nya begitu digilai oleh para mahasiswi dikampus itu.


Erika yang ada disana bahkan tidak percaya dengan apa yang baru saja dia ketahui, jika ternyata orang yang selama ini dia bully adalah istri dari seorang dokter Danar.


Sampai sekarang Erika bahkan masih merasa jika ini sudah seperti mimpi. Maira putus dari Ervan, namun bisa mendapatkan yang lebih dari itu.


Bagaimana mungkin???


"Assalamualaikum wr wb. Selamat siang semua nya" sapa dokter Danar yang kini sudah berdiri ditengah tengah aula dan disaksikan oleh semua penghuni kampus. Padahal yang dikumpulkan hanya perwakilan saja, tapi yang datang malah keseluruhan.


Mereka benar benar penasaran dengan fakta yang sebenarnya. Benarkah Maira yang mereka kenal sebagai gadis nakal itu adalah istri dokter Danar???


"Saya langsung saja pada inti permasalahan yang sudah terjadi" kata dokter Danar lagi seraya memandang para petinggi kampus. Terutama ayah Erika yang juga sudah berada disana.


"Ada dua hal yang ingin saya sampaikan pagi ini. Mohon maaf jika kedatangan saya sudah mengganggu aktivitas belajar kalian semua. Tapi ini sudah tidak bisa lagi untuk dibiarkan karena telah mencoreng nama baik saya." ungkap dokter Danar dengan suara nya yang begitu tegas.


Semua orang nampak terdiam dengan jantung yang berdebar tidak beraturan.


"Saya ingin memberi tahukan pada kalian semua, jika Maira Anindita Suseno adalah istri saya. Istri sah saya" ucap dokter Danar dengan begitu lugas.

__ADS_1


Ada banyak orang yang begitu terkejut mendengar ini. Begitu juga dengan para petinggi kampus.


Istri dokter Danar adalah salah satu mahasiswi disini???


"Kami sudah menikah lebih dari tiga bulan yang lalu. Dan sekarang, gadis yang kalian sebut hamil diluar nikah itu adalah istri saya. Dan anak yang kalian bilang anak haram itu adalah anak saya" ucap dokter Danar lagi, seraya matanya memandang Erika dengan tajam


Erika langsung tertunduk takut melihat tatapan mata dokter Danar. Bahkan bukan tatapan mata dokter Danar saja yang memandang nya, melainkan semua orang, karena dia, yang sudah menyebar kan berita buruk itu.


Tentu saja mendengar ungkapan dokter Danar, orang orang yang pernah menghina Maira langsung bergetar takut.


Bahkan Putri langsung tersenyum sinis memandang mereka.


"Apa kalian tidak pernah berfikir sebelum berkata sesuatu seburuk itu??? sungguh, saya tidak terima dengan penghinaan kalian pada istri saya. Terutama pada Putri Anda tuan Jonas" ucap dokter Danar pada ayah Erika.


Tuan Jonas, nampak menghela nafasnya yang terasa berat, habis sudah, dia tidak akan baik baik saja sekarang.


"Universitas ini adalah universitas ternama dan memiliki predikat terbaik. Tapi sayang nya kalian semua menghancurkan predikat itu dengan pemikiran buruk kalian." ungkap dokter Danar.


"Mr Petro. Saya serahkan pada anda. Anda bisa mempertimbangkan apa yang sudah saya katakan tadi" ucap dokter Danar yang langsung beranjak mundur dan membiarkan Mr Petro yang mengambil alih.


Mr Petro menghela nafasnya sejenak.


"Tuan Danar meminta dua pilihan untuk anda tuan Jonas" ucap Mr Petro langsung.


Tuan Jonas memandang heran pada Mr Petro dan dokter Danar. Begitu juga Erika.


"Anda menarik anak anda keluar dari universitas ini, atau anak anda dikeluarkan secara tidak terhormat, alias diblacklist dari universitas manapun yang ada dikota ini"


deg


ungkapan Mr Petro membuat Erika langsung terasa lemas.


Sedangkan Putri langsung tersenyum sinis memandang nya. Apalagi ketika melihat wajah Erika yang benar benar terpukul. Rasakan lah pembalasan ini!


"Ini adalah hukuman yang ringan untuk putri anda karena sudah mencemarkan nama baik istri tuan Danar. Beruntung nya tuan Danar tidak membawa kasus ini pada pihak yang berwajib." ungkap Mr Petro.


"Saya mengerti tuan. Maafkan untuk kesalahan putri saya" ucap tuan Jonas yang hanya bisa pasrah.


"Masih ada yang kedua tuan." sahut Mr Petro.


Membuat semua orang kembali memandang nya dengan heran.


"Dokter Danar mungkin tidak akan menuntut tentang pencemaran nama baik, tapi dia menuntut anda untuk pertanggung jawaban atas Nindi Kusuma yang sekarang terbaring dirumah sakit karena ulah putri anda"


deg


Lagi, ungkapan Mr Petro membuat tuan Jonas seperti terkena serangan jantung.


"Jika orang tua Nindi Kusuma berbaik hati mungkin kalian bisa berdamai, tapi jika tidak... maka hukuman penjara sudah menanti putri anda"


brukk


Erika langsung jatuh lemas diatas lantai aula dengan wajah nya yang memucat dan tubuh yang bergetar.


Di penjara??


Tidak... dia tidak mau.

__ADS_1


__ADS_2