
Sebulan berlalu...
Tidak terasa dan sangat cepat saja waktu demi waktu yang berlalu.
Hari ini tepat bulan ketiga Maira dan dokter Danar menikah.
Mungkin sudah lebih tiga bulan jika mengikut tanggal.
Maira bahkan tidak menyangka, jika sekarang dia sudah benar benar tidak bisa lepas dari pesona suami tampan nya ini.
Setiap hari, bahkan setiap detik, semakin kesini, Maira semakin tidak bisa jauh dari dokter Danar. Perhatian nya, senyum teduhnya, bahkan semua tentang nya, benar benar Maira kagumi.
Bahkan sekarang, Maira sudah mulai berhijab dan menutup auratnya. Ya, meskipun tidak syar'i tapi setidak nya dia sudah mulai menutup kepala.
Banyak pro dan kontra yang bergulir dikampus nya dengan penampilan baru Maira. Apalagi Erika dan orang orang yang tidak menyukai nya. Mereka malah meledek Maira menjadi alim saat sudah tidak lagi bersama Ervan. Banyak dari mereka yang mengasihani Maira karena kini Ervan telah bertunangan dengan Erika.
Maira tidak masalah, dia hanya ingin menjadi baik untuk suami nya, bukan untuk orang lain.
Apalagi semenjak dia memutuskan untuk berhijab, dokter Danar terlihat semakin perhatian dan begitu sayang padanya. Mungkin saja karena Maira menuruti permintaan nya untuk berhijab.
Maira senang jika diatur seperti itu. Dokter Danar tidak mengekang, namun dia membimbing, dan itu yang membuat Maira suka.
Baru seminggu ini Maira menggunakan hijab. Dan rasanya dia masih betah, hanya saja terkadang iman yang naik turun membuat dia banyak tergoda. Namun lagi lagi, dokter Danar selalu bisa membawa nya kembali pada kebaikan.
Ya, Maira bersyukur bisa bertemu dokter Danar.
Saat ini Maira sudah berada dikampus. Cuaca siang itu cukup terik, dan itu membuat Maira lemas. Dan entah kenapa memang sejak semalam tubuhnya terasa tidak enak saja.
Rasa lemah, pusing dan terkadang mual.
"Mai" panggilan Nindi membuat Maira terkesiap. Dia langsung menoleh pada Nindi yang duduk dihadapan nya.
"Muka Lo pucet, lesu lagi. Gak enak badan?" tanya Nindi.
"Gak tahu, lemes banget rasanya" jawab Maira seraya menopang dagu dengan tangan nya.
"Lakik dokter, tapi gak mau periksa" sahut Putri yang juga meraih kursi dan duduk disamping Maira.
"Gue gak mau buat dia cemas. Mungkin cuma kecapean aja. Akhir akhir ini kita kan sibuk sama ujian" jawab Maira.
"Padahal pulang kuliah nanti gue pengen ngajain kalian ngemall" ujar Nindi.
__ADS_1
"Belanja lagi?" tanya Putri
Nindi langsung tersenyum getir dan mengangguk.
"Gue udah mutusin" ucap Nindi lagi.
"Mutusin apa, kan elo belum jadian sama kak Brian" sahut Putri.
Nindi langsung berdecak kesal, sementara Maira tertawa kecil dan memijit pelipis nya.
"Gue udah mutusin mau berhijab juga kayak Maira" jawab Nindi.
Maira dan Putri langsung terkesiap kaget mendengar itu.
"Serius Lo?" tanya Maira dan Putri bersamaan.
"Iya, semakin gue belajar agama, semakin gue paham dimana salah salah yang udah gue lakuin" ungkap Nindi, Terdengar sendu.
"Masha Allah, alhamdulilah. Akhirnya gue ada temen nya" gumam Maira begitu senang.
"Lo mau berhijab demi untuk mencuri hati kak Brian?" tuding Putri.
"Awal nya iya, apalagi gue tahu kalau gak Brian juga sering belajar sama dokter Danar tentang agama. Dia juga sering nasehatin gue untuk berubah jadi lebih baik. Tapi semakin gue belajar, semakin gue udah gak terlalu mau ngejar dia lagi. Rasanya belajar agama yang lebih dalam bikin hati gue adem aja Put." ungkap Nindi.
Putri terdiam, dia langsung tersandar dikursi nya dengan tangan yang dia lipat kedada.
"Kadang gue juga ngerasain apa yang Lo rasa Nin" ucap Putri. Dan kini Maira kembali menoleh kearah nya.
"Kayak nya selama ini kita udah nakal banget gak sih. Sholat jarang, puasa apalagi. Kerjaan nya cuma dugem dengan alasan nyari ketenangan. Tapi nyatanya gak ketemu juga. Tapi sekarang, setelah ketemu sama mereka, gue ngerasa ada yang aneh" ungkap Putri.
"Aneh kenapa?" tanya Maira.
"Aneh aja Mai. Kayak nya Allah itu baik banget sama kita. Dia ngirim laki laki yang baik untuk bisa ngasih hidayah sama kita kan. Lihat aja Lo sekarang, semenjak nikah sama dokter Danar, Lo jauh banget berubah nya. Bahkan sekarang udah memutuskan untuk berhijab. Dan Nindi, karena tahu kak Brian juga Sholeh, dia juga mulai dekat sama Allah dan mau belajar ilmu agama" jawab Putri
"Dan gue...." Putri terlihat menghela nafas nya sejenak
"Meski Dika nyebelin. Tapi entah kenapa gue suka dengan cara dia yang ngasih tahu hal hal baik ke gue. Bahkan tanpa sadar gue udah mulai rajin ngejalani ibadah yang selama ini gue tinggalin" tambah Putri lagi.
Maira dan Nindi langsung tersenyum dengan mata yang berkaca kaca.
Rasanya hidup mereka memang sudah penuh dosa. Tapi Allah begitu baik sudah mengirimkan orang orang baik untuk merubah mereka menjadi lebih baik.
__ADS_1
"Gue seneng kalau kita bisa sama sama berubah jadi lebih baik guys" ucap Maira
"Memang waktu nya kita harus berubah kan. Kita udah pada dewasa. Kita gak mungkin selama nya nakal kayak dulu" sahut Nindi.
"Benar. Kita harus bisa buat bangga orang orang terdekat kita" kata Putri pula
Nindi langsung mengarahkan tangan nya kedepan.
"Ayo belajar sama sama" ajak Nindi.
Maira tersenyum dan langsung meletakkan tangannya diatas punggung tangan Nindi.
"Kesurga bareng bareng" tambah Maira
"Cari ketenangan yang sesungguhnya" sahut Putri yang juga meletakkan tangan nya diatas punggung tangan Maira.
"Kita bisa" seru mereka bersama sama dan bahkan langsung saling beranjak dan memeluk.
Kelas sepi, dan tidak ada orang karena sedang jam kosong. Jadi mereka bisa memeluk dan menangis bersama.
"Gue bahagia punya kalian" ungkap Maira.
"Tanpa kalian hambar banget hidup gue" sahut Nindi.
"Pokok nya kita gak boleh pisah" ucap Putri pula.
"Sahabat selamanya" ungkap mereka bersamaan.
Persahabatan yang baik adalah persahabatan yang bisa saling menerima dengan baik. Yang saling membantu bukan menjatuhkan. Yang saling mengingatkan dan bukan menghinakan.
Saling memberi dan menerima.Terutama dalam hal kebaikan.
Dan siang itu, setelah pulang kuliah, mereka memutuskan untuk pergi ke mall. Menemani Nindi yang akan memberi pakaian pakaian panjang dan juga kerudung.
Maira benar benar terharu melihat nya. Diantara mereka bertiga, Nindi adalah orang yang paling seksi dan sangat suka dengan pakaian terbuka. Tapi sekarang, malah dia duluan yang berniat untuk berhijrah.
Putri bilang, dia masih ingin memantapkan hatinya terlebih dahulu. Dia tidak mau jika buka tutup hijab. Maka dari itu dia masih ingin menambah kadar keimanan nya.
Maira sudah cukup senang, karena sekarang, bukan hanya dia yang berada dijalan kebaikan. Melainkan juga kedua sahabat nya.
Allah Maha Baik.
__ADS_1