Takdir Cinta Maira

Takdir Cinta Maira
Lamaran Dika Dan Putri


__ADS_3

Putri memandang jalanan Jakarta dipagi itu. Bukan pagi lagi sebenarnya, tapi sudah akan siang karena hari sudah hampir jam sepuluh.


Maira dan dokter Danar masih asik didepan dan mengabaikan mereka. Nindi juga asik dengan ponsel nya dan entah apa yang sedang dia lakukan.


Putri benar benar jengah. Entah kemana mereka akan membawanya. Bahkan Putri tidak tahu ini mengarah kemana.


Tiba tiba Maira menoleh kebelakang dan menyerahkan sebuah kain merah pada Nindi. Sama dengan setelan batik yang dia gunakan sebagai rok nya saat ini.


"Nin, pakein ke Putri" ujar Maira


Nindi langsung mendongak dan meraih kain itu.


"Buat apa?" tanya Putri.


"Udah diem aja. Ada kejutan yang sedang menanti didepan sana" ucap Nindi seraya membalikkan tubuh Putri. Namun Putri nampak menggeleng.


"Bilang dulu" ujar Putri.


"Ya kalau dibilang bukan kejutan dong, gimana sih. Udah cepetan." kata Nindi lagi.


"Aku belum ulangtahun kali" sahut Putri yang langsung membalikan tubuhnya membelakangi Nindi.


"Siapa juga yang mau ngerayain ultah kamu" jawab Nindi.


Dokter Danar dan Maira hanya tertawa lucu melihat Putri. Diantara mereka bertiga hanya Putrilah yang paling keras kepala dan sangat susah untuk diajak bercanda. Jadi mereka memang memerlukan usaha yang keras untuk membawa Putri hari ini.


"Kalian gak berniat untuk ngejual aku kan" ucap Putri saat Nindi mengikat kain merah itu untuk menutup matanya.


"Enggak, tenang aja kenapa. Susah nyari teman kayak kamu. Jadi belum ada niat untuk jual kamu" jawab Nindi.


"Oke selesai" ucap Nindi yang kembali membalikan tubuh Putri.


"Dokter .. saya gak mau di apa apain kan?" Putri jadi takut sekarang.


Maira dan Nindi langsung terbahak mendengar itu.


"Tidak, tenang saja. Kamu hanya perlu duduk diam dan menurut hari ini" jawab dokter Danar.


Putri menghela nafasnya dengan berat dan langsung tersandar disandaran kursi nya.


Dan benar saja, tidak lama kemudian mobil yang dikemudikan oleh dokter Danar terasa berhenti. Dan entah kenapa jantung Putri semakin berdetak tidak menentu.


Mereka semua langsung turun dari dalam mobil. Maira dan Nindi langsung membantu Putri untuk turun. Bahkan mereka langsung merangkul lengan Putri untuk membawa nya ketempat yang sudah disediakan.


"Kita mau kemana sih, aku kenapa jadi takut begini" gumam Putri.


Maira dan Nindi kembali tertawa kecil.


"Bentar lagi sampai" bisik Maira.


Dan ya, setelah berjalan dengan sedikit kepayahan. Maira dan Nindi langsung melepaskan tangan Putri. Hingga membuat Putri langsung kelabakan. Apalagi ketika mendengar derap langkah kaki kedua sahabatnya menjauh, Putri langsung kebingungan.


"Nin... Maira..." panggil Putri. Namun tidak ada lagi suara apapun.


Putri langsung membuka ikatan di kepala nya. Dan dia langsung mengerjapkan matanya beberapa kali.


Hingga saat pandangan mata itu terlihat jelas, mata Putri langsung melebar. Apalagi ketika melihat Dika berdiri dihadapan nya dengan begitu gagah dan penuh senyum.

__ADS_1


"Kak Dika" gumam Putri dengan begitu terperangah.


Bahkan dia langsung memandang penampilan Dika yang memakai batik senada dengan rok lilit nya.


"Ini ... ada apa?" tanya Putri dengan begitu bingung.


Mereka sedang berada disebuah ruangan. Dan seperti...


"Kamu tidak mau memberi salam dulu pada mereka" tanya Dika seraya melirik kearah belakang Putri.


Putri langsung membalikkan tubuhnya dengan mata yang kembali melebar


"Surprise!!!!" teriak Maira dan Nindi bersamaan.


Sungguh Putri benar benar tidak percaya ini.


Dihadapan nya kali ini sudah duduk kedua orang tuanya, orang tua Dika dan juga beberapa sanak saudaranya yang lain. Bahkan kakak Putri juga ada.


"Apa apaan ini?" tanya Putri dengan wajah yang begitu terperangah.


Bahkan dia langsung menutup mulutnya yang tidak bisa berhenti terbuka.


"Hari ini, didepan mereka semua, aku ingin melamar kamu untuk menjadi istriku" ucap Dika dengan begitu berani.


Putri bahkan semakin menggeleng tidak percaya dengan ini.


Dika melamarnya???


Dihadapan semua orang???


Ya Allah...


Apa ini mimpi.


"Put ... jangan pingsan" seru Maira dengan tawa gelinya melihat wajah terkejut Putri.


Nindi yang berada disamping Brian juga nampak tertawa. Mereka semua terlihat memakai pakaian senada.


Jadi acara ini, adalah acaranya???


"Kak... aku...." Putri sungguh tidak bisa berkata apa-apa lagi sekarang.


"Ayo duduk, kita sapa dulu mereka" ujar Dika.


Putri menghela nafasnya dengan pelan dan mengangguk.


Dia langsung menyalami kedua orang tua nya dan juga orang tua Dika.


"Ini kejutan buat kamu sayang" ujar mama Putri.


"Mama" rengek Putri


"Anggap aja hadiah ulang tahun" sahut kakak Putri pula.


Sungguh demi apapun, Putri benar benar tidak menyangka dengan semua ini.


Putri duduk diantara kedua orang tuanya. Begitu pula dengan Dika yang duduk didekat orang tuanya. Sedangkan kedua sahabat Putri, duduk dibelakang nya dengan pasangan mereka masing masing.

__ADS_1


Wajah Dika bahkan begitu berbinar dengan bahagia. Sangat berbeda dengan wajah Putri yang masih menunjukkan keterkejutan yang mendalam.


Dika sudah lama menunggu momen seperti ini. Dan akhirnya hari ini semua bisa terwujud.


Ya, hari ini adalah kejutan lamaran sekaligus pertunangan untuk Putri dan Dika.


Mereka semua begitu kompak untuk menyiapkan acara yang diadakan disalah satu hotel milik keluarga Putri.


Pembawa acara langsung membuka acara mereka. Dan Putri masih saja memandang Dika dengan pandangan tidak percaya.


Dia sempat kesal karena Dika yang tidak pernah lagi membahas tentang pertunangan ini saat dia sudah berkata iya. Tapi hari ini, ternyata kejutan besar sudah membuatnya benar benar terasa sakit jantung.


Tapi...


Sungguh Putri begitu bahagia.


"Sepertinya nona cantik masih begitu terkejut ya" ucap sang pembawa acara


Putri langsung tersenyum malu dan tertunduk. Sedangkan para orang tua nampak tersenyum simpul dengan anak anak mereka ini.


Ya, orang tua Dika memang sudah mendatangi orang tua Putri untuk membicarakan masalah pertunangan ini, namun Putri sama sekali tidak tahu itu.


Karena Dika ingin membuat kejutan untuk gadis nya ini.


"Kita mulai saja acaranya ya" ujar pembawa acara.


Semua yang ada disana langsung mengangguk dengan cepat. Maira dan Nindi bahkan ikut berbahagia melihat Putri yang juga nampak bahagia .


Acara pertunangan dimulai. Mulai dari permintaan pihak laki laki dan persetujuan dari pihak perempuan.


Apalagi disaat persetujuan dari Putri. Dia terlihat malu malu dan itu yang membuat Maira dan Nindi langsung menggoda nya.


Dan kini tiba saatnya untuk pemasangan cincin. Cincin dipasangkan oleh ibu masing masing.


Mama Putri memasangkan cincin dijari Dika, sedangkan mama Dika memasangkan cincin dijari Putri.


Sungguh, momen yang paling membahagiakan bagi mereka semua. Karena kini Putri dan Dika telah resmi bertunangan.


"Selamat ya cinta ku" ucap Maira dan Nindi saat acara telah selesai.


"Kalian memang keterlaluan. Kenapa gak bilang bilang coba" gerutu Putri


"Ide kak Dika. Kami cuma merealisasikan nya aja" jawab Maira


"Selamat ya, semoga niat baik kalian dilancarkan oleh Allah SWT " ucap dokter Danar


"Terimakasih mas" jawab Dika dengan senyum bahagia nya


"Aahhh udah gak gentayangan lagi fikiran nya kan kak. One step clouser" goda Maira


"Enggak dong, udah tenang dikit. Tinggal nunggu hari h" jawab Dika


"Jangan lagi pakai kejutan. Serasa jantungan aku" sahut Putri


"Ya kan sesekali sih Put. Tapi keren loh kak Dika. Gentle banget" puji Nindi. Brian yang mendengar itu hanya bisa tersenyum tipis. Dia juga ikut bahagia karena teman nya telah berhasil melamar gadis yang dia cinta.


Dan gilirannya.... entah kapan.

__ADS_1


__ADS_2