Takdir Cinta Maira

Takdir Cinta Maira
Menjenguk Putri


__ADS_3

Siang ini, Maira bersama Nindi pergi kerumah Putri. Maira sudah menghubungi dokter Danar tadi, mengatakan jika dia kan pergi bersama Nindi kerumah Putri. Dan nanti dokter Danar akan menjemput Maira dirumah Putri.


Saat ini mereka baru saja turun dari mobil, dan sama sama masuk kedalam rumah.


Rumah nya cukup besar dan luas. Ada beberapa pelayan yang sedang menyirami tanaman dan bersih bersih siang ini.


"Mobil siapa ya Mai, apa bokap Putri beli mobil baru" bisik Nindi.


"Gak tahu, mungkin aja ada tamu kali" jawab Maira.


"Mungkin deh" gumam Nindi.


Mereka langsung berjalan masuk kedalam rumah, dimana mereka langsung disambut oleh Bu Sri. Pembantu dirumah itu.


"Halo bik. Putri ada" tanya Nindi.


"Ada kok non. Masuk aja, neng Putri baru pulang dari tukang urut tadi. Masih ada temen nya juga didalem " jawab Bu Sri.


"Temen, siapa" tanya Maira.


"Mas Dika kalau gak salah denger bibi tadi" jawab Bu Sri


Maira dan Nindi langsung saling pandang. Dika??? bukankah itu lelaki yang sudah membuat tangan Putri sakit.


Kenapa dia bisa ada disini???


Maira dan Nindi langsung berlari masuk kedalam rumah.


"Assalamualaikum" seru Nindi, bahkan belum lagi mereka tiba diruang tamu.


"Waalaikumsalam" jawab mereka yang ada disana.


Dan benar saja, ada Dika yang duduk dihadapan Putri dan ibunya.


"Tumben bener pakek salam" sindir Putri.


"Ah Lo Put, gue kan udah insaf sekarang. Tadi aja kita shalat dimesjid. Yakan Mai" adu Nindi.


"Beneran?" tanya Putri tak percaya.


"Apaan sih Nin. Gitu aja diaduin" gerutu Maira seraya berjalan menuju mama Putri.


"Ya gak apa apa dong. Ini tuh sebuah pencapaian yang luar biasa tahu" sahut Nindi yang juga mendekat kearah mama Putri.


Mereka menyalami punggung tangan mama Putri dan langsung duduk disofa yang kosong.


"Bagus dong kalau udah mulai berubah. Sekali kali ajak coba si Putri, jangan tahu nya kalian cuma jalan sama main aja" ujar mama Putri.


Maira dan Nindi langsung tertawa mendengarnya.


"Baru belajar Tante. Doain yah" ucap Nindi.


"Iya, tante itu selalu berdoa buat kalian. Kalian aja yang bandel dari dulu" jawab mama Putri.


"Hehe, sekarang udah mulai sadar kok Tan..Gak lagi deh" sahut Maira

__ADS_1


"Bagus dong itu". jawab mama putri.


"Iya, orang udah ada pawang nya" sindir Putri


"Pawang nya suhu pula" sahut Dika yang tampak mengemil cemilan yang tersedia


"Siapa Mai? Ervan, bukan kan" tanya Mama putri. Dia bahkan sudah mengenal Ervan.


"Bukan Tante, nanti juga Tante tahu. Dan jangan terkejut tapi" ujar Nindi.


"Kamu ini buat Tante penasaran aja Nin" ucap mama putri


Nindi terbahak


"Nanti orang nya Dateng jemput kok. Nanti aja kenalan nya" ungkap Nindi.


"Pacar baru" ucap mama putri seraya memandang Maira.


Maira tersenyum getir dan melirik kearah Dika yang memandang nya dengan lekat.


"Suami ma, bukan lagi pacar" jawab putri.


"Suami" gumam Mama Putri yang nampak begitu terkejut.


"Kamu udah nikah Mai, kapan ?? kenapa gak bilang bilang?" tanya mama putri langsung


"Atau jangan jangan kamu udah..." mama putri langsung menutup mulutnya dan memandang Maira tidak percaya.


Nindi dan Dika langsung terbahak bahak melihat wajah terkejut mama putri. Dia sudah berfikiran buruk pada Maira. Bahkan wajah Maira terperangah sekarang.


"Tapi kenapa kamu udah nikah aja Mai" tanya mama Putri.


Putri menghela nafasnya dengan jengah.


"Dijodohin sama almarhum ayah Maira ma" sahut Putri


"Dijodohin" gumam mama Putri, dan bukan hanya mama putri saja yang terkejut. Melainkan Dika juga.


"Pantesan aja dokter Danar mau sama kamu" ucap Dika tanpa sadar.


Maira langsung melebarkan matanya memandang Dika dengan kesal. Sedangkan Nindi kembali tertawa lucu.


"Gak cocok banget ya kak" sahut Nindi.


Dika tersenyum getir dan mengangguk, namun sedetik kemudian dengan cepat dia menggeleng.


"Cocok cocok in aja lah. Lagian kalau jodoh kamu dokter Danar, entar kamu pasti bisa jadi bidadari surga buat dia" ungkap Dika.


"Waah kejauhan banget itu mah" sahut Nindi.


Maira langsung berdecak


"Emang gak cocok sebenarnya, tapi nama nya udah jodoh gimana. Dia ada memang untuk ngerubah aku" jawab Maira.


"Dokter Danar, yang pernah ngurus almarhum ayah kamu dulu Mai. Yang ganteng itu?" tanya Mama putri.

__ADS_1


Maira langsung mengangguk.


"Benar Tante" jawab Maira.


"Wah,, kalau gitu sih Tante juga setuju. Dan gak mungkin kamu hamil duluan ya" ucap mama Putri seraya tertawa lucu


"Iya Tante, buka segel aja ba...."


mmpphh


Mulut Nindi dengan sigap langsung dibungkam oleh Maira.


Menyebalkan sekali mulut ember nya ini.


Mama Putri kembali tertawa dan menggeleng pelan. Dia masih tidak menyangka jika Maira ternyata sudah menikah. Dengan dokter Danar pula.


"Tante kalau ada yang seperti dokter Danar, mau Tante jodohin aja sama si Putri. Biar gak nakal lagi dia" ungkap mama Putri.


Putri langsung memandang mama nya tidak percaya.


"Kayak zaman Siti Nurbaya aja dijodoh jodohin" gerutu Putri.


"Loh, ini kan yang didepan mata udah ada Tante" Nindi langsung menunjuk Dika dengan senyum yang menggoda.


Mama putri langsung menoleh pada Dika.


"Iya juga ya, kamu mau sama anak Tante ini. Udah capek banget Tante ngurusin nya, nakal banget Dik" sahut mama Putri.


Putri langsung melebarkan matanya tidak percaya. Sedangkan Maira dan Nindi langsung terbahak mendengar itu. Apalagi melihat wajah kesal Putri.


"Mamaaaa!!" seru Putri dengan wajah cemberut nya.


"Ooh kalau sudah dikasih lampu hijau saya langsung gas Tante. Gak susah kok mendidik nya nanti. Saya punya seribu cara buat Putri jadi cewe anggun dan baik" jawab Dika seraya menaikkan sebelah alis nya dan memandang Putri dengan senyum tengil nya.


"Najis banget" sahut Putri dengan cepat.


"Jangan marah marah. Nanti benci jadi cinta" goda Maira


"Iya, si Maira kan udah pengalaman Put, Lo harus contoh dia" sahut Nindi pula.


"Males banget. Pacar bukan, suami bukan. Tapi dari pagi gak pulang pulang" dengus Putri.


Dan kali ini mama putri yang tertawa dan menggeleng


"Gak boleh gitu. Tadi kalau gak ada Dika kamu gak mau dibawa ketukang urut" ucap mama putri.


"Nah... bener kan, udah jadi pawang aja kak Dika" sahut Nindi.


"Belajar dari suhu dek. Temen kamu ini memang perlu digertak. Masak udah berapa hari belum sembuh juga tangan nya. Aku yang gak enak sama Tante" jawab Dika.


"Tante gak apa apa Dik. Si Putri mah emang begini dia" jawab mama putri.


"Mama ini anak nya sebenarnya siapa sih" protes putri.


Semua orang yang ada disana langsung tertawa terbahak bahak melihat kekesalan Putri, namun wajahnya sejak tadi terlihat merona dan berbinar.

__ADS_1


__ADS_2