Takdir Cinta Maira

Takdir Cinta Maira
Menyesal


__ADS_3

Dokter Danar duduk disebuah kursi bersama dengan Brian dan juga Mr Petro yang berada disampingnya. Didepan mereka duduk Erika dan juga ayah nya. Wajah mereka begitu kusut dan pucat. Apalagi Erika. Sudah dua hari dia ditahan di dalam penjara. Dan selama dua hari itu membuat Erika benar benar merasa takut dan ngerih. Bahkan dia sangat menyesali apa yang sudah dia perbuat.


Mental nya benar benar merasa begitu tertekan berada didalam penjara. Baru dua hari, tapi dia sudah tidak sanggup lagi.


"Kedatangan kami kemari untuk mencabut laporan dari keluarga Nindi tuan Jonas" ucap Mr Petro yang mulai membuka pembicaraan mereka.


"Benarkah tuan?" tanya tuan Jonas yang cukup terkejut mendengar itu.


Mr Petro mengangguk


"Ya, hanya saja, putri anda dengan terpaksa kami keluarkan dari kampus secara tidak hormat karena sudah terbukti membuat kerusuhan. Dan menyebabkan seseorang masuk rumah sakit" ungkap Mr Petro


Erika langsung terisak mendengar itu.


"Tuan, terimakasih, terimakasih banyak. Saya tidak apa apa jika Erika tidak bisa kuliah lagi. Yang terpenting dia bisa keluar dari dalam sini. Saya benar benar tidak tega melihat putri semata wayang saya disini" jawab tuan Jonas.


"Semoga dengan ini kamu bisa memperbaiki diri lagi" kali ini dokter Danar yang berucap dan memandang ke arah Erika.


Dia sudah bermusyawarah dengan orang tua Nindi. Hingga keputusan akhir adalah dengan mencabut laporan. Mereka sudah ikhlas untuk membebaskan Erika dan hanya memberi nya efek jera. Namun dengan satu syarat, jika gadis itu juga harus dikeluarkan dari kampus dan di black list dari semua universitas yang ada dikota itu.


"Maafkan saya dokter. Saya... saya benar benar menyesal" ucap Erika dengan Isak tangis nya.


Brian hanya mendengus gerah mendengar itu. Sudah terjadi seperti ini dia baru menyesal. Untuk apa lagi.


"Perbaiki diri kamu. Dan jangan lakukan hal yang sama lagi. Ini adalah peringatan untuk mu." kata dokter Danar.


Erika langsung mengangguk dengan cepat seraya mengusap wajah nya.


Dia benar benar senang jika dibebaskan dari sini.


"Tuan, sekali lagi terimakasih" ucap tuan Jonas pada dokter Danar.


"Semoga dengan ini anda bisa mendidik putri anda dengan lebih baik tuan" ujar dokter Danar


"Tentu tuan, tentu. Maafkan kelalaian saya dalam mendidik Erika, hingga dia tumbuh menjadi gadis yang egois dan tidak bisa memikirkan orang lain" jawab tuan Jonas.


Dokter Danar hanya mengangguk pelan dan menghela nafasnya.


Semoga dengan ini bisa menjadi pelajaran untuk mereka semua.


Hal yang tidak baik tentunya akan berdampak buruk untuk diri masing masing.


Meski Nindi belum bisa mengingat apapun hingga saat ini, tapi keadaan nya sudah mulai pulih.


Menyimpan dendam lebih lama juga bukan suatu hal yang baik.


Hingga akhirnya mereka lebih memutuskan untuk mencabut tuntutan dan hanya memberikan sanksi agar Erika tidak bisa lagi kuliah di universitas itu, atau pun di universitas yang ada dikota ini.

__ADS_1


Erika masih bisa berkuliah, tapi itu di luar pulau. Itu pun pasti akan sulit jika dia ingin mendapatkan universitas yang terbaik dengan nama baik nya yang sudah tercoreng.


Tapi dengan itu, semoga Erika bisa menjadikan semua nya pelajaran untuk dia bisa berubah.


Hingga hari itu juga, Erika akhirnya dibebaskan. Dia bisa menghirup udara segar lagi dan menikmati kebebasan nya.


Tapi kesialan nya belum sampai disitu. Karena ketika malam hari, tepat di hari dimana dia pulang. Ervan dan ibunya datang kerumah Erika.


Ya, setelah hampir dua Minggu berada diluar negeri karena menemani ayah Ervan melakukan pengobatan, akhirnya Ervan sudah kembali malam tadi.


Dan ketika tiba di rumah, dia malah mendapatkan kabar yang membuat telinga dan hati nya sakit secara bersamaan.


Dia mendengar kabar jika Erika telah berbuat ulah lagi dengan berkelahi bersama Maira dan teman teman nya. Hingga hampir membuat Maira kehilangan janin nya. Dan juga telah membuat Nindi masuk rumah sakit dan amnesia sekarang.


Sungguh, Ervan benar benar tidak habis fikir dengan kelakuan Erika yang sudah begitu kurang ajar.


Bahkan ibu Ervan juga tidak terima mendengar kabar ini. Gadis yang telah dia bangga banggakan untuk menjadi menantu nya malah sudah mencoreng nama baik nya.


Tentu mereka tidak terima.


"Saya datang kemari untuk membatalkan pertunangan dan rencana pernikahan anak kita" ucap ibu Ervan.


deg


Orang tua Erika dan Erika itu sendiri langsung terperangah tidak percaya.


"Tapi mbak, mana bisa begitu" sahut ibu Erika.


"Selama ini saya sudah salah dalam membanggakan seseorang. Saya kira putri kalian ada orang yang baik. Tapi nyatanya apa, dia malah menjadi seorang mantan narapidana sekarang. Mau ditaruh dimana muka saya ini bermantukan Narapidana" ucap ibu Ervan


"Mbak, apa tidak bisa di fikirkan lagi. Erika pasti melakukan itu karena tidak sengaja" kata ayah Erika lagi.


Sedangkan Erika sudah terdiam dengan wajah sedihnya.


Dalam sekejap mata kehidupan nya sudah hancur, dan sekarang dia malah sudah bergelar sebagai mantan napi.


Menyedihkan sekali.


"Tidak sengaja bagaimana. Saya sudah menyelidiki semua nya. Dan saya benar benar kecewa pada kalian. Mulai malam ini, pertunangan itu dibatalkan. Saya benar benar tidak Sudi mendapatkan menantu yang tidak berhati seperti itu." ungkap ibu Ervan.


"Kemarikan cincin itu" kini ibu Ervan langsung menjulurkan tangan nya pada Ervan.


Ervan menghela nafas dan langsung melepaskan cincin tunangan nya dengan Erika dan menyerahkan cincin itu pada ibu nya.


"Anggap saja apa yang sudah kami berikan pada kalian itu adalah kompensasi. Mulai sekarang, jangan lagi pernah ungkit apapun tentang hubungan anak anak kita. Kami permisi" ujar ibu Ervan.


Dia langsung beranjak dari duduk nya dan menarik lengan Ervan untuk pergi dari sana.

__ADS_1


"Ervan" panggil Erika. Terdengar begitu lirih dan pedih.


Ervan menoleh kearah nya dan kembali memandang ibunya.


"Ma.. sebentar" ucap Ervan meminta izin pada ibu nya untuk berbicara pada Erika sejenak.


"Hanya sebentar. Mama tunggu kamu dimobil" jawab ibu Ervan yang langsung melengos pergi.


Sedangkan Erika kini berjalan menyusul Ervan yang menunggu nya didepan rumah.


Orang tua Erika hanya bisa menghela nafas pasrah. Ini memang sulit, kesalahan anak mereka memang sudah cukup fatal. Untung saja dokter Danar sudah mencabut tuntutan itu, jika tidak, maka entah sampai kapan Erika akan berada didalam penjara.


Erika berjalan dengan wajah sedih nya dan mendekati Ervan yang berdiri mematung memandang kehalaman samping rumah mewah itu.


"Van" panggil Erika.


"Kenapa kamu bisa sejahat itu?" tanya Ervan. Nada bicara nya terdengar datar dan dingin.


"Aku..."


"Kamu sudah berjanji jika aku mau menerima mu, maka kamu tidak akan lagi menganggu Maira. Tapi kenyataan nya apa, kamu masih saja mengusik nya dan hampir membuat nya celaka." ucap Ervan.


"Aku menyesal Van" ucap Erika.


Ervan tersenyum sinis dan langsung menoleh pada Erika. Memandang nya begitu tajam dan penuh benci.


"Aku sudah merelakan perasan ku dan mencoba menerima mu Erika. Tapi kamu malah mengecewakan aku"


Erika langsung tertunduk dan menahan tangis mendengar ucapan Ervan.


"Kamu menyia nyiakan kesempatan yang telah aku berikan dengan kelakuan bejatmu" tuding Ervan lagi.


"Maaf" ucap Erika seraya terisak lirih.


"Maaf mu tidak lagi berguna Erika. Aku sudah muak dengan semua perlakuan mu. Yang kini semakin membuat ku begitu membenci mu" ucap Ervan begitu geram


Erika langsung terisak pedih mendengar itu.


"Jangan pernah lagi muncul dihadapan ku" ucap Ervan dan langsung berlalu meninggalkan Erika.


Erika langsung jatuh terduduk diatas lantai dan memandangi kepergian Ervan.


Kenapa jadi seperti ini?


Kenapa semua nya hancur begitu saja?


Bertahun tahun dia mengejar cinta Ervan, dan baru saja dia mendapatkan Ervan, kenapa sekarang malah hancur.

__ADS_1


Dan semua dihancurkan oleh perlakuan nya sendiri .


Sungguh, Erika benar benar menyesal!


__ADS_2