Takdir Cinta Maira

Takdir Cinta Maira
Pernikahan Dokter Kemala


__ADS_3

Siapa yang menyangka, jika waktu sudah berlalu begitu cepat. Susah senang, tangis dan tawa sudah mereka lalui bersama sama.


Asam manis kehidupan yang terkadang tidak bisa mereka hindari membuat sebuah warna warni tersendiri.


Yang dulunya saling memusuhi, kini bisa menjadi teman dekat. Yang dulu nya saling Membenci, kini sudah menjadi orang yang saling melindungi.


Dan yang dulu nya masih bersikap acuh tak acuh, kini sudah semakin bisa bersikap dewasa dalam menjalani kehidupan.


Sudah satu setengah tahun berlalu...


Semua sudah terlihat berbeda. Tidak sama seperti dulu. Hanya orang orang nya saja yang tidak berubah.


Kini... mereka sudah mempunyai tanggung jawab masing masing.


Mempunyai keluarga sendiri yang harus mereka bina dengan baik.


Putri kecil Maira kini sudah berusia hampir dua tahun kurang beberapa bulan. Bayi cantik yang semakin besar semakin mirip dengan ayah nya. Sangat cantik dan begitu meneduhkan.


Putri dan Dika juga sudah mempunyai seorang putra yang masih berusia tujuh bulan.


Begitu pula dengan Erika dan Ervan. Mereka mempunyai anak kembar laki laki yang masih berusia dua bulan. Ya, Erika belum lama melahirkan bayi kembar nya. Dan setelah ini, Ervan sudah melarang Erika untuk hamil lagi. Mengingat kesehatan Erika yang kurang baik.


Ervan tidak tega, bahkan waktu kelahiran waktu itu sempat membuat Ervan panik karena Erika yang sampai tidak sadar.


Sedangkan Nindi....


Dia masih sendiri saat ini. Berkarir dan semakin mendalami ilmu agama nya. Memperbaiki diri dan masih tetap menunggu. Menunggu seseorang yang masih selalu ada didalam setiap doa nya.


Kehidupan yang benar benar telah terlalui dengan begitu cepat bukan.


"Wow... pesta nya mewah sekali" gumam Dika. saat mobil yang dia kemudikan sudah tiba didepan lobi hotel.


"Namanya juga orang kaya kak. Dokter Kemala anak pemilik rumah sakit dan perusahaan besar. Suami nya juga asisten bos besar. Udah pasti mewah lah" sahut Maira.


Saat ini, mereka baru tiba didepan sebuah hotel mewah untuk menghadiri pesta pernikahan dokter Kemala.


Maira bersama dokter Danar datang bersamaan dengan Putri dan Dika.


"Pasien mas juga dulu kan?" tanya Dika seraya menoleh pada dokter Danar yang duduk dibelakang bersama Maira.


"Iya" jawab dokter Danar


"Gak cemburu mas datang kepesta mantan?" tanya Maira dengan senyum menggoda nya.


Dokter Danar langsung mendengus senyum dan mengusap kepala Maira dengan lembut.


"Mancing kamu Mai. Padahal kalau diladeni dia sendiri yang sewot" sahut Putri dari depan.


Dan kali ini Maira yang tertawa seraya tangan nya yang membenarkan hijab nya sedikit.


"Memang nya mas Danar sama dokter Kemala pernah pacaran?" tanya Dika.


"Enggak lah, Maira aja yang melebih lebihkan" jawab Putri


"Oh kirain" gumam Dika.


"Erika sama Nindi udah Dateng?" tanya Maira seraya menoleh kebelakang.


"Udah, tuh mobil mereka" jawab Dika.


"Ya sudah kita masuk saja" ajak dokter Danar.

__ADS_1


Mereka semua langsung turun dari mobil. Bersamaan dengan Ervan dan Erika juga Nindi yang berada satu mobil juga turun dari mobil mereka.


"Wah... gila ya ramai banget. Padahal udah malam juga" gumam Ervan seraya meraih tangan Erika mendekat pada Maira dan dokter Danar.


"Apalagi didalam ya kan" gumam Maira.


Ervan langsung mengangguk setuju.


"Yuk lah, masuk aja. Biar tahu kayak apa" ajak Dika.


Putri langsung merangkul lengan nya. Begitu pula dengan Erika dan Maira yang merangkul lengan suami mereka masing masing.


"Berasa kayak gadis lagi gak sih Mai" ucap Erika dengan tawa kecil nya.


"Bener. Pacaran lagi kita" jawab Maira dengan tawa kecil nya pula.


Namun tiba tiba Maira menoleh pada Nindi, yang sejak tadi nampak diam saja sejak turun dari mobil.


"Hei, ayuk. Kok diem aja sih. Biasanya juga yang paling cerewet" Maira langsung menarik lengan Nindi yang nampak lesu dan berbeda.


"Dari tadi di mobil juga diem aja." sahut Erika yang ternyata mendengar.


"Kenapa?" tanya Maira. Putri yang sudah ingin berjalan duluan juga kembali menoleh pada Nindi. Mereka membiarkan suami mereka masing masing untuk menyerahkan undangan di meja receptionis tamu.


"Gak tahu, lesu aja" jawab Nindi


"Aku rasa dia pasti Dateng. Kan ini nikahan kakak nya" sahut Putri. Erika dan Mairaa langsung mengangguk setuju.


Nindi menghela nafasnya dan menggeleng.


"Itu dia... kalau dia datang. Kenapa dia gak nemuin aku ya" gumam Nindi.


Apa Brian lupa dengan perkataan nya?


"Sudah ayo" ajak dokter Danar.


Maira mengangguk, dia kembali menoleh pada Nindi.


"Udah, gak apa apa. Kalau jodoh pasti ketemu. Kita kemari untuk undangan. Jangan pasang wajah sedih begitu" ujar Maira


"Ya, laki bukan cuma dia kok. Lagian kan kamu sendiri juga udah mempersiapkan untuk ini dari dulu" sahut Putri pula.


Nindi langsung tersenyum kecut dan mengangguk pelan.


"Yuk" ajak Maira seraya menarik lengan Nindi.


Mereka masuk kedalam tempat pesta itu bersama sama. Tempat pesta yang cukup mewah dan begitu berkelas.


Namun tetap, nuansa putih silver yang di pakai sebagai tema disana.


Bunga bunga mawar putih favorit dokter Kemala juga memenuhi setiap dekorasi pesta. Perpaduan yang sangat indah dan memukau dengan hiasan hiasan kristal yang ada.


"Keren banget" gumam Putri


Mereka semua nampak berdecak kagum. Namun Maira dan dokter Danar tentu tidak bisa menikmati acara dengan leluasa, karena tamu tamu undangan adalah para staf dan dokter dirumah sakit, juga dari beberapa rumah sakit besar lain nya. Jadi mereka mau tidak mau harus menyapa mereka terlebih dahulu.


Acara cukup mewah, apalagi yang menjadi pengantin juga bukan orang sembarangan. Jadi sudah jelas, acara ini akan berlanjut cukup lama.


Dokter Kemala nampak begitu cantik dan sangat anggun dengan gaun pengantin nya. Begitu pula dengan sang suami. Membuat siapapun langsung berdecak kagum melihat mereka.


Setelah selesai menyapa beberapa orang teman dokter Danar, kini mereka naik ke atas pelaminan, untuk sekedar menyapa pengantin yang bagai raja dan ratu itu.

__ADS_1


Sedangkan Ervan dan yang lain, tetap duduk dimeja tamu mereka.


"Dokter ... Masha Allah cantik sekali. Selamat ya, semoga pernikahan kalian bahagia selalu" ucap Maira seraya memeluk dokter Kemala sekejap.


"Terimakasih... kenapa kalian baru datang?" tanya Dokter Kemala. Yang malam ini terlihat sangat berbeda.


"Tuh, mas Danar baru pulang sore tadi. Jadi baru bisa kemari" jawab Maira.


Danar tersenyum seraya menjabat tangan Zayn, suami dokter Kemala.


"Maaf, kami baru datang. Selamat untuk kalian tuan Zayn" ucap dokter Danar


"Terimakasih dokter. Kami senang anda bisa datang" jawab Zayn. Pria berwajah datar yang malam ini nampak begitu tampan dan berwibawa.


Dan disaat Maira juga dokter Danar sedang menyapa pengantin, Nindi yang duduk bersama teman teman yang lain nampak memandang kesana kemari.


Bukan seperti yang lain, yang memandang tempat pesta itu dengan penuh kekaguman, tapi dia sedang mencari seseorang yang sangat ingin dia temui.


Tapi.... nihil. Apa dia tidak pulang? Atau dia yang tidak ingin menemui nya lagi?


Ya Allah...


Kenapa ini terasa menyiksa ...


"Udah yuk, kita pulang" ajak Putri. Yang mengejutkan lamunan Nindi.


"Pulang?" tanya Nindi


Putri mengangguk.


"Udah lama disini, takut anak ku nangis" jawab Putri.


Nindi memandang Erika dan Ervan yang juga mulai beranjak, begitu pula dengan Maira dan dokter Danar yang sudah berjalan mendekat kearah mereka.


Tidak terasa mereka sudah lama disini. Tapi yang ditunggu. Tidak datang juga.


Menyebalkan...


Akhirnya, dengan pasrah Nindi juga beranjak dari meja nya. Dia sedikit menyingkap gaun pesta nya karena sedikit kepayahan berjalan. Berjalan pelan dan membiarkan teman teman nya berjalan terlebih dahulu.


Helaan nafas Nindi cukup berat, hatinya benar benar kecewa. Padahal waktu yang dijanjikan sudah lewat. Tapi kenapa dia tidak mendatangi nya.


Apa hati Brian sudah lupa dan berpaling?


Apa perkataan manis itu sudah tidak lagi dia ingat?


Sekali lagi Nindi menoleh saat dia sudah berada diluar gedung, berharap lelaki itu akan datang dan memanggilnya. Namun nihil.


Tidak ada ..


Ya Allah... sedih sekali.


Dan disaat Nindi akan berjalan ke mobil Ervan.. Tiba tiba seseorang berseru memanggil namanya.


"Nindi!!!"


Nindi terkejut. Dia kenal suara itu.


Dan saat membalikkan tubuhnya, Nindi melihat seseorang yang baru turun dari mobil dan berlari kearah nya.


"Brian.....

__ADS_1


__ADS_2