The INDIGO

The INDIGO
Buah jatuh tak jauh dari pohon nya


__ADS_3

Setelah menjelaskan bagaimana anak itu bisa dianggap hilang ,kerabat Bu Arni itu pun pamit undur diri .


Semua orang bernafas lega karena nyatanya anak itu tak hilang ,dan hanya kesalahan atau keteledoran orang tua nya saja


"lain kali kalau hendak bepergian itu tutup pintu nya rapat-rapat apalagi sekarang anak nya sudah mulia aktif ,jangan sampai kejadian seperti ini kembali terulang,beruntung yang menemukan bukan orang jahat ,coba kalau orang jahat anak kalian tak akan kembali " tutur pak RT menasihati kedua orang tua balita itu.


"iya pak RT , insyaallah kedepan nya kami akan lebih berhati-hati lagi ,terima kasih dan maaf sudah membuat pak RT dan yang lain nya menjadi repot " ucap suami Bu Arni


"iya ,kalau begitu saya pamit " ucap pak RT


"saya juga pulang ya,mau jemput anak sekolah"


"saya juga "


"kami semua pamit "


Akhirnya semua warga pun pamit meninggalkan rumah itu ,hanya tersisa para mahasiswa yang tengah bermain bersama anak Bu Arni , sebenarnya hanya Aranta ,Merlin dan Bella saja yang bermain bersama anak itu ,sisa nya hanya memperhatikan saja .


Namun mungkin karena lelah anak itu pun mendadak nangis ,Aranta pun segera memberikan anak itu pada ibu nya untuk di tenang kan.


Setelah itu mereka pun pamit juga karena tak ingin mengganggu anak itu yang sudah mulai terlelap .


"hadeuuuh.... ada-ada saja ,ternyata anak nya kabur ,lagian sih sudah tau punya anak udah mulai aktif kok sampai bisa lupa tutup pintu yang bener" celetuk Riswan dan langsung mendapat cubitan di lengan nya


"auucchh....kok kamu nyubit aku ?" keluh nya menatap Merlin


"maaf gak tahu kenapa tiba-tiba jari aku gatel pengen nyubit ,karena kamu yang di samping aku ya udah kamu aja yang aku cubit" sahut Merlin seraya mengedipkan sebelah mata nya


"haiiss....untung cinta kalau tidak udah aku cubitin balik kamu " ucap Riswan seraya mengarahkan tangan nya hendak mencubit Merlin ,namun kemudian Merlin berlari hingga membuat Riswan pun turut mengejar nya


Gibran yang melihat nya pun hanya menggelengkan kepala melihat mereka begitupun dengan yang lain nya.


***


Tak terasa satu bulan lebih lima hari mereka lewati di desa itu ,awal yang mereka rasa sulit saat harus beradaptasi dengan kondisi tempat mereka tinggali kini terasa sudah lebih terbiasa bahkan mereka merasa akan merindukan pemandangan batu-batu nisan saat pertama kali membuka pintu di pagi hari.


"akhirnya besok kita balik ya , gak nyangka gw bisa tinggal di kampung yang unik dan horor begini " gumam Coky


"kira-kira warga lagi nyiapain apa ya buat acara perpisahan kita nanti malam , sampai-sampai kita dilarang buat ikut bantu persiapan nya " ucap Luna


"ternyata asik juga ya tinggal di desa ini,adrenalin gue jadi terpacu terus tiap malam hehehe" timpal Bella


"wah.... akhirnya gw bisa denger suara loe,selama ini gw penasaran soal nya loe gak pernah ngomong sih " ucap Davin sambil menatap Bella


"apa sih ,biasa aja kali lihat nya " Bella yang di tatap seperti itu pun menjadi salah tingkah


Saat ini mereka tengah duduk di halaman belakang rumah dengan menatap pemandangan batu nisan yang berjajar ,bahkan tak jarang mereka melambaikan tangan mereka saat ada anak kecil lewat dan menyapa mereka


"senang ya melihat mereka yang gak bikin rusuh seperti biasa nya " bisik Gibran tepat di dekat telinga Aranta hingga gadis itu sontak menoleh


"ih...kamu tuh ngagetin " ucap Aranta , Gibran pun sedikit menjauh dari posisinya tadi sebab ia sadar jika posisinya terlalu dekat dan akan tak pantas jika kedua nya terlalu dekat,meskipun sebagian orang menganggap hal itu biasa dan wajar namun tidak bagi nya ,meskipun status nya kini mereka bertunangan tetap Gibran harus menjaga jarak agar menjauhkan dari bisikan setan yang bisa menyesatkan mereka .


"hehehehe....kamu kok kaget begitu " tanya Gibran


"ya kaget saja ,setahu aku daritadi aku sendiri tapi tau-tau ada suara dekat telinga ku" sahut Aranta

__ADS_1


"lagian kamu terlihat serius sekali ,lihatin apa sih ,jangan bilang kamu lihatin pria lain'' ucap Gibran


"enak aja ,emang ada gitu pria lain di sini yang bisa narik perhatian aku selain kamu?'' seru Aranta


"jadi hanya aku nih yang ada di fikiran mu?" tanya Gibran lagi ,ia sengaja ingin menggoda Aranta ,sebab ia merasa lucu dan gemas saat melihat pipi Aranta yang merona


"menurut mu....udah ah apa an sih kamu ini,bikin aku malu saja " Aranta yang sudah merasa jika Gibran sengaja menggoda nya pun hendak pergi namun tiba-tiba saja Gibran mencekal lengan nya


"mau kemana , buru-buru amat " tanya Gibran


perlahan Gibran mendekat kan wajah nya hingga tak ada jarak sama sekali ,membuat Aranta terpaku di tempat nya dengan degupan jantung nya yang terus bertalu-talu ,Aranta pun memejamkan mata nya saat Gibran menempelkan bibirnya , kemudian Aranta merasakan tepukan di pundak nya membuat nya membuka mata


"kamu kenapa ?" tanya Gibran mengulum senyum


"eh...em...a..aku ...aku mau ambil wudhu ,sudah masuk shalat dhuhur" sahut Aranta gelagapan,rupanya gadis itu telah berkhayal jika Gibran mencium nya


"astaga...kenapa aku sampai halu sih ,kebangetan pula halu nya " batin Aranta


"baiklah aku juga mau wudhu ,sekalian aja kita shalatnya jamaah" ucap Gibran yang lagi-lagi mengulum senyum nya ,ia tahu apa yang terjadi pada Aranta barusan


"hemm....ya sudah aku duluan wudhu nya " Aranta yang terlanjur malu pun tak bisa menyembunyikan rona di wajah nya ,dan itu yang Gibran suka


Dengan tersenyum dan menggeleng-gelengkan kepalanya Gibran mengikuti Aranta ke kamar mandi ,rupanya Merlin dan Riswan juga hendak berwudhu ,mereka pun membiarkan para gadis terlebih dahulu yang melakukan wudhu.Dari arah pojokan nampak Wewe tersenyum lalu menghilang begitu saja.


Sementara itu di Jakarta


Ari yang sudah pulang dari sekolah hendak memasuki rumah namun langkah nya terhenti saat seruan mama nya memanggil


"loh mama darimana,baru saja aku mau ngucapin salam " tanya Ari lalu menyalimi mama nya


"mama kenapa lihat aku seperti itu?" tanya Ari


"menurut kamu kenapa mama melihat mu seperti ini?" tanya Nuri balik


"loh kok mama malah bertanya balik sih ,ya mana aku tahu ,ada apa sih ma?" tanya Ari lagi ,namun hati nya sudah merasa was-was ,ia yakin jika mama nya sudah tahu dengan tingkah dan kelakuan Ari di sekolah ,meski gugup Ari masih bisa bersikap biasa ,namun yang nama nya seorang ibu ,perasaan nya selalu peka seperti apa pun anak nya menyembunyikan sesuatu maka ia akan tetap tahu.


"Adit , Kevin ,dan Julio ....apa kamu mengenal mereka?" tanya Nuri langsung menembak anak nya dengan menyebut kan beberapa nama laki-laki


glek'


Ari menelan ludah


"haduh gawat ,ketahuan ,mama tahu dari mana lagi...pasti Tante Lasmi deh " batin Ari


"jawab mama ,kamu mengenal mereka?" tanya Nuri lagi


"i...iya ma...me..mereka teman sekolah aku " jawab Ari akhir nya


"hanya teman?" tanya Nuri


"ma...kita masuk yuk....kita bicara di dalam ,aku janji bakal cerita tapi gak di sini" ucap Ari seraya mengedip-ngedipkan mata nya


"bener ya ...cerita semuanya jangan sampai ada yang terlewat" ucap Nuri mencoba untuk memberi kesempatan putri nya untuk berbicara sendiri tanpa dia yang harus kembali bertanya


"iya iya ...aku janji ,kan mama sendiri yang bilang kalau aku gak boleh bohong " sahut Ari

__ADS_1


"bagus kalau gitu " Nuri pun mengajak Ari untuk masuk dan meminta nya berganti pakaian terlebih dahulu


"haduh.... alamat deh aku ....ya sudah deh aku pasrah saja ,pasti setelah ini aku pasti bakal di ceramahi panjang lebar ,untung saja kakak gak ada coba kalau ada bisa habis aku dimarahin" batin Ari seraya memasuki kamar nya


"ngomong-ngomong kakak ,kok lama benget ya di sana ,mereka kapan pulang nya sih ini kan udah lebih dari satu bulan kok gak pulang-pulang " ucap Ari lalu meraih ponsel nya hendak menghubungi sang kakak , namun ia mengurungkan niat nya sebab ia tahu jam segini pasti kakak nya tengah shalat ,ia pun bergegas ke kamar mandi untuk melakukan wudhu dan shalat .


Tak beberapa lama Ari pun selesai shalat dan segera menghapiri mama nya yang sudah menunggu


"ya ampun ada nenek dan papa juga ,haduh mati aku" Ari menepuk kening nya ,kemudian Ari pun meraih cermin kecil berbentuk bundar yang sering ia bawa kemana-mana di kantong celana nya


"apa ....mau nuduh aku ?" ucap Lasmi yang terlihat dari cermin itu


"terus kalau bukan Tante Lasmi siapa dong yang ngadu ?"tanya Ari


"ya mana ku tahu " Lasmi mengedikan bahu nya lalu menghilang begitu saja


"iih....dasar setan ,suka nya main ngilang aja " gerutu nya lalu kembali mengantongi cermin nya


"huuuuuffftt.....ok Nuari kamu harus tenang,bicarakan baik-baik mereka pasti ngerti " gumam Ari pelan lalu kembali berjalan menghampiri ketiga orangtua yang sudah menunggu nya


"hai...ma...pa...nek..." sapa Ari seraya melambaikan tangan nya


"cepat duduk dan bicara lah" ucap Nuri


Rifki dan Dewi (nenek ) tak tahu apa yang Nuri ucapkan pun hanya bisa diam tanpa bertanya


"sekali lagi mama tanya dan kamu harus jawab jujur sejujur-jujurnya siapa itu Adit ,Kevin dan Julio?" tanya Nuri


"em....me... mereka.....mereka mantan pacar aku " akhirnya Ari mengatakan nya dengan menunduk dan memejamkan mata ,ia tahu jika mereka pasti akan marah pada nya


"apa....mantan pacar kamu?" seru Nuri


"sejak kapan kamu pacaran?" tanya Rifki


"se..sejak dua bulan yang lalu "jawab nya jujur


"hah....dua bulan sudah tiga mantan kamu ,memang nya kamu pacaran berapa lama tiap satu orang nya ?" tanya Dewi sang nenek yang nampak nya terkejut akan kejujuran cucu nya


"ya....gak lama sih , paling satu Minggu itu pun yang paling lama " sahut Ari lagi


"Allah...." lirih Nuri mengusap wajah nya


"kenapa sesingkat itu?" tanya Rifki membuat Nuri menyipitkan mata menatap nya


"ya ampun aku fikir selama ini aku merasa aman karena Gibran tak seperti papa nya yang playboy tapi justru malah anak perempuan ku yang mengikuti jejak papa nya "batin Nuri


"hahaha......buah memang tak pernah jatuh jauh dari pohon nya hahahaha" Wowo tiba-tiba tertawa membuat Nuri reflek melempar bantal ke arah nya


"DIAAAMMMM....."


"kamu kenapa Nuri?" tanya mama mertua nya


"gak apa-apa kok " sahut Nuri ,Dewi yang faham akan kelakuan dan kemampuan menantu nya itu pun tak heran lagi saat tiba-tiba ia bersikap seperti itu ,ia pun hanya menghela nafas


***

__ADS_1


__ADS_2