
Ketika aku dan Riswan hendak keluar dari area basecamp aku melihat seseorang berdiri di samping rumah ,entah ia tengah memperhatikan ku atau apa yang jelas perasaan ku tak enak terhadap orang itu.
Aku pun melihat nek Wewe yang berdiri di depan pintu pagar juga tengah melihat pada orang yang berdiri itu .
"nenek lihat apa ?" tanya ku membatin
"ehehehehe.......tidak melihat apa-apa,sebaiknya kalian cepat pergi dari tempat ini ehehehehe...."
"memangnya kenapa ?" tanya ku
"ehehehehe......cepat ehehehehe......."
"ayo cepetan " seru ku pada Riswan
"memang nya ada apa sih ,daritadi aku denger setan nenek itu bicara terus sambil ketawa ,bingung aku ,jadi salfok sama ketawa nya" tanya Riswan ketika kami sudah berada jauh dari rumah basecamp
"entahlah,aku juga tak tahu ,nek Wewe emang gitu orang nya eh setan nya " aku terkikik setelah tersadar salah bicara
"sejak kapan sih kamu kenal sama tuh setan ,nyeremin tau gak,apa lagi itu nya tuh iiihhh....bikin merinding " Riswan nampak bergidik
"itunya apa?" tanya ku malah kembali bertanya
"itu buah pepaya gantung nya ,masa panjang gitu apa gak keberatan tuh bawa nya " ucap Riswan lagi
"oh... hahaha....bisa aja ,emang seperti itu wujud nya kok , dia itu Wewe gombel jadi wajar aja kalau itu nya seperti itu" sahut ku
"Wewe gombel itu kan yang suka nyulik anak-anak kan ,nenek ku aja sering nakut-nakutin aku katanya jangan keluar Maghrib nanti di culik Wewe gombel " ucap Riswan lagi
"ya....dan aku salah satu contoh anak yang dulu di culik nya , tapi sebenarnya nek Wewe hanya menyelamatkan ku dari incaran iblis jahat yang menginginkan ku " ucap ku
"wah.....masa sih ?" tanya nya
motor pun berhenti di lampu merah ,aku mengangguk melirik nek Wewe yang berdiri di samping ku bersama beberapa kendaraan lain nya
"iya ,bahkan nek Wewe jadi pengasuh ku ,hebat kan aku jadi anak asuh nya Wewe gombel" ucap ku kemudian
"dasar gendeng" umpat nya pelan
"aku denger tau" aku menepuk pundak nya ia nampak meringis sesekali aku melihat ia juga melirik nek Wewe kemudian kedua bahu nya nampak terangkat beberapa kali
lampu merah pun berganti hijau ,Riswan kembali melajukan motor nya ,namun setelah sampai pertigaan jalan ,kebetulan jalan nya sepi tiba-tiba sebuah mobil carry berwarna hijau lumut terlihat mengikuti kami
"Wan,bisa bawa motor nya muter-muter dulu,ada yang ngikutin kita " bisik ku
"hah yang bener kamu?" tanya nya
"iya cepet belok kanan"
tanpa menyahut Riswan pun membelokan motor nya ke jalan yang ku minta ,namun tiba-tiba mobil itu menyalip kami dan berhenti tepat di depan kami ,hingga Riswan pun menghentikan laju motor nya
"ini kan mobil yang tadi " gumam ku pelan setelah melihat plat nomor nya
"yang mana?" tanya Riswan
"yang di basecamp" jawab ku cepat
"sama kali mobil nya "
"jenis dan warna boleh sama ,tapi plat nomor ,mana mungkin ada yang sama,aku masih ingat dengan nomor nya " sahut ku lagi
"lah terus mau ngapain mereka ?" tanya Riswan saat melihat beberapa orang keluar dari dalam mobil itu ,ada empat orang ,salah satu nya membawa alat pemukul baseball
"sepertinya mereka berniat buruk pada kita , berhati-hati lah" peringat ku
"masih ingat kan ilmu bela diri yang pernah kita pelajari?" tanya ku pelan
"wah ...yang benar saja itu kan sudah lama banget , SMP itu , itu juga sering bolos ,praktek juga gak pernah" keluh nya
"ikuti naluri mu saja,bersiap lah jika mereka bertindak kasar" ucap ku ,tak dipungkiri kalau aku pun sama gugup nya ,karena saat kami belajar bela diri itu dulu waktu masih SMP, tapi mudah-mudahan saja aku bisa melawan mereka setidaknya bisa menghindari serangan mereka .
"aku tahu kalian mengetahui tentang gadis bernama Aranta , serahkan ia pada kami maka kami pun akan mengampuni kalian" ucap nya dengan bariton tinggi
"maaf tapi masalah nya apa ya om?" tanya ku seraya turun dari motor
"jangan banyak tanya , serahkan ia pada kami " teriak salah satu rekan nya
"apa kalian tak melihat ,apa gadis itu ada bersama kami ,tidak kan ?" ucap ku lagi
__ADS_1
"iya juga ya" ucap nya
"lah gimana sih kamu ini" seru rekan nya yang lain
"setidaknya kasih tahu kami dimana gadis itu berada "seru pria yang membawa tongkat baseball
"untuk apa ya om?" tanya ku lagi
"sudah di bilang jangan banyak tanya " bentak nya pada ku
Sepertinya mereka hanya orang suruhan ,karena aku tak melihat tanda atau tato segitiga yang pernah di katakan Aranta.
"maaf ya om,kami buru-buru " ucap ku seraya kembali menaiki motor
baru saja aku hendak meminta Riswan tancap gas ,orang itu malah menarik ku hingga aku terjatuh dengan punggung ku membentur aspal
"GIBRAN....." seru Riswan terkejut ,hal yang sama dilakukan pada ku ,Riswan pun mendapat serangan namun ia bisa mengelak hingga pukulan orang itu hanya mengenai angin.
"wah ....ngajak ribut kalian,ayo sini maju kalau berani ,kalau aku sih enggak" Riswan melangkah mundur
"bagaimana bos apa kita lepaskan saja mereka?" tanya rekan nya
"kalau mereka kita lepas bisa bahaya ,kita bisa dalam masalah ,kita habisi saja mereka ,kita akan membuat seolah mereka kecelakaan " tutur pria yang dipanggil bos tadi
"lagian sih bos,kan udah kita kasih tahu kita ikuti saja dulu sampai rumah mereka ,malah langsung eksekusi" ucap salah satu nampak protes
"kalian kenapa menyalahkan ku?" teriak nya
"ti...tidak bos kami tak bermaksud menyalahkan bos " ucap nya menunduk
"aduh" aku mengaduh saat tiba-tiba sebuah kerikil mengenai kepala ku
"ayo kabur" ucap Riswan tanpa suara dengan melambaikan tangan nya
"khikhikhikhi..... dasar penakut" sosok kuntilanak nampak cekikikan seraya bertengger di dahan pohon kersen
"Allahu Akbar...." seru Riswan
"panas setan" seru kuntilanak itu menatap tajam pada Riswan
"ih situ yang setan aku yang di katai" gerutu nya
"eh....enggak , siapa juga yang ngeledek,om baperan deh " sahut Riswan
"hallah..... dicabok ku aing nyaho siah " hardik nya lagi
"ngomong apa sih?" tanya Riswan
pria itu mengkode teman-teman nya dengan menggerakan kepalanya,mereka yang mengerti pun menuju ke arah kami ,hingga aku akhirnya bergerak cepat ke arah Riswan .
"apa hubungan kalian dengan Wisnu?" tanya ku
"Wisnu?siapa Wisnu kami tak kenal?" jawab salah satu dari mereka
"kenapa di jawab Oneng ?" seru teman nya dengan menoyor kepala teman yang tadi menyahut
"lah kan dia nanya ya aku jawab " sahut nya
"sudah diam ,bereskan mereka !" teriak nya menghentikan perdebatan tak jelas rekan nya
"baik bos " sahut mereka
Aku yang sudah siap dari tadi pun segera memasang kuda-kuda begitu juga dengan Riswan
"hiiyaaaaaaattttt......"
buk buk buk
mereka berteriak seraya menyerang kami
aku dan Riswan sama-sama menghindari serangan mereka
brukk
Riswan terjatuh sebab kaki nya terpeleset menginjak kerikil
duk
__ADS_1
Riswan menendang saat pria itu mencoba untuk menyerang nya
"akkhh.....kenapa burung ku yang kau tendang " ia memekik memegangi bagian tubuh nya
"baru burung bukan telur nya " Riswan tergelak
"b*ngsat....." rekan nya yang lain ikut menerjang
buk buk buk
Riswan kembali berhasil menghindar dan menghajar mereka
"God job " seru ku mengacungkan jempol
aku pun mulai unjuk gigi ,saat mereka mulai menyerang ku aku tangkis pukulan nya dengan lengan ku
buk
"ah.....sakit juga ternyata " gumam ku pelan seraya mengusap-ngusap lengan ku yang terasa sakit
buk buk buk
ku layangkan tinju dan tendangan ku sekaligus hingga tepat mengenai ulu hati kedua orang yang menyerang ku
"ehehehehe......hajar mereka cu......jangan kasih kendor ..... ehehehehe....." nek Wewe malah duduk bersama kuntilanak di atas dahan pohon kersen sambil sesekali memakan buah nya yang sudah masak
"nenek dukung yang mana?" tanya kuntilanak itu
"ehehehehe....ya jelas dukung cucu ku dong ,tuh yang pakai baju biru itu ehehehehe...."
"kalau aku dukung yang pakai kaos hitam itu khikhikhikhi"
"aduh mamae ada cowok baju hitam membuat ku terpana ..........
brukkk
kuntilanak itu jatuh menimpa pria yang tengah menyerang ku ,pria itu pun jatuh terjerembab dengan posisi telungkup
"ehehehehe.....maaf lah dorong nya kekencengan abis kamu malah nyanyi mana suara mu fales ehehehehe......"
"huuhuuu....nenek jahat " kuntilanak itu pun pergi dengan menghilang
aku menggeleng pelan dan kembali fokus pada satunya lagi sebab yang tadi sudah jatuh dan pingsan .
brukk brukk
Dalam waktu bersamaan aku dan Riswan berhasil membuat mereka terjatuh ,tinggal pria bertato yang merupakan bos mereka yang masih berdiri tegap ,sebab daritadi ia hanya diam sebagai penonton.
"ayo....tadi tiga lawan dua, sekarang satu lawan dua ,ayo maju " tantang Riswan
"huh..... kamu fikir saya takut hah,hanya bocah ingusan saja" seru nya seraya mengeluarkan senjata api dan mengarahkan nya pada kami berdua
"jangan curang dong....masa pakai senjata "ucap Riswan agak gemetaran
"Bran ...ini gimana ....?"bisik nya
"ehehehehe.....tenang saja cu.... yang ini biar urusan nenek ehehehehe......"nek Wewe turun dari atas pohon dan berdiri tepat di samping pria itu
nek Wewe menyentuh tangan nya lalu menggerakkan tangan nya ke atas,tentu saja pria itu pun terkejut
"hah....ba... bagai mana ...ini bisa terjadi ?" pekik nya
DORRRR.....
"Allahu Akbar" pekik Riswan terkejut
Suara tembakan terdengar memekakkan telinga
pria itu terjatuh karena terkejut ia mengusap wajah nya dengan tangan gemetar
Uwiwww... uwiwww.... uwiwww.....
suara sirine terdengar mendekat , sontak saja ketiga pria itu pun kocar-kacir, sedangkan yang satu nya masih tak sadarkan diri
Tak lama kemudian datang motor ninja dengan satu mobil polisi ,ia berhenti dan para polisi itu sebagian mengejar mereka yang kabur .
"kalian tak apa-apa?"
__ADS_1
***