The INDIGO

The INDIGO
Terbelenggu


__ADS_3

Aku mengerutkan kening ku ,siapa yang ingin berbicara padaku....


"siapa nek?" tanya ku dalam hati


"ehehehehe......tuh..... ehehehehe....." nek Wewe menujuk salah satu pohon mangga yang berada di samping rumah nya Merlin,disana nampak ular siluman tengah menatap pada ku ,juga dua makhluk tinggi besar dan salah satu nya dia ....kak Wowo,di samping ketiga makhluk halus itu berdiri dua pasang orang dewasa ,dua remaja dan empat anak-anak,salah satunya balita .


"astaghfirullaah.....mereka korban pembantaian itu" lirih ku dalam hati ,karena aku masih ingat jelas wajah-wajah mereka dalam penglihatan ku tadi .


"ehehehehe.....temui mereka ehehehehe....."


Aku yang sudah berada di dalam mobil pun memutuskan untuk turun ,kebetulan sebelum pulang tadi aku sudah menghubungi supir agar menjemput .


"kamu yakin ?" tanya Aranta tiba-tiba menahan lengan ku ,posisi duduk nya satu jok dengan ku ,rese emang si Riswan ,masa ia malah duduk di depan dan gak mau tukeran tempat duduk pula .


"jangan pegang-pegang" decak ku seraya menarik tangan ku


"kamu jangan sembarangan menyentuh nya , dia alergi sentuhan wanita yang bukan mahram" seru Riswan


"maaf" ucap nya


"kamu mau kemana sih ,masih penasaran dengan Merlin ya, besok kalian ketemu lagi kok , ngebet amat " ucap Riswan meledek ku


"bukan , kamu nih sotoy banget jadi orang " ucap ku lalu membuka pintu mobil


"hahaha...." Riswan tergelak


"memangnya Adnan suka sama Merlin?" tanya Aranta


"tak tahu lah , aku cuma menggoda nya saja " jawab Riswan


"kenapa memang nya ? kamu....suka juga sama Adnan? "tanya Riswan lagi ,aku yang masih mendengar nya pun lantas segera melangkah kan kaki ku menuju hantu-hantu itu berada


"hai Adnan...." kak Wowo melambaikan tangan nya saat aku mendekat


"sedang apa kak Wowo di sini?" tanya ku


"biasa lah sesama teman kita sharing-sharing aja " sahut nya


"helleh ....belaga " gumam ku


"ah iya ....kalian mau bicara apa?" tanya ku langsung


"kami ingin minta tolong ,bebaskan kami dari belenggu rumah ini?" ucap siluman ular yang diangguki hantu lain nya


"maaf tadi itu aku tak tahu" ucap ku pada ular siluman itu


"hm....tidak apa,apa kamu mau membantu kami?" tanya ular siluman itu lagi


"jadi kalian tidak bisa meninggalkan rumah ini karena suatu alasan ?" tanya ku


"iya, saya yakin suatu saat akan datang manusia berhati baik yang dapat membantu kami, dan ternyata benar ,kau dikirim ke sini pasti bisa membantu kami" ucap ular siluman itu yang lagi-lagi di angguki hantu-hantu lain


"baiklah " aku pun memejamkan mata,dan memusatkan fikiran ku ,untuk bisa menemukan titik dimana lokasi jasad atau benda yang membuat mereka terbelenggu .


Ada beberapa titik yang ku lihat ,di gudang belakang berupa pot atau kendi atau guci dari keramik kuno dan antik , di halaman belakang rumah tepat nya di bawah pohon bunga kertas , dan di sebuah ruangan gelap yang tak bisa ku prediksikan dimana letak nya .


Aku membuka mata seraya mengusap wajah .


Sepertinya aku harus menuntaskan masalah ini ,agar tak berlarut-larut' gumam ku


Langkah ku kembali menuju rumah Merlin ,baru saja aku hendak mengetuk pintu rupanya Riswan dan Aranta mengikuti .


"nah kan apa aku kata, kamu naksir Merlin " celetuk Riswan hingga membuat ku kesal

__ADS_1


pletak'


"aduh ....kok aku di jitak sih " keluh nya seraya mengusap kening nya


"makanya jangan su udzon mulu jadi orang ,siapa juga yang naksir Merlin " kesal ku


"hehehehe.....ya kali.....emang nya kamu mau apa lagi sih ,apa kamu berubah fikiran dengan amplop itu ,eh tapi tadi kamu ngapain di bawah pohon itu ,aku kira mau ambil mangga yang tergeletak itu" tanya nya


"udah diem aja jangan banyak tanya"


Aku pun mengetuk pintu itu ,seraya mengucap salam


tok tok tok


"assalamualaikum....."


"waalaikum salam.....loh Adnan kamu masih di sini, ada apa ,apa ada yang ketinggalan ?" tanya mama nya Merlin


"iya Tante ,ada yang lupa , tapi saya butuh bantuan Tante atau siapa saja " ucap ku


"bantuan apa ?"


belum juga aku berucap ,beberapa mobil polisi datang


"selamat siang ,apa betul ini rumah pak Hardian,kami menerima laporan atas pelaku teror yang menimpa keluarga ini" ucap polisi tersebut


"iya pak betul ,mari silahkan masuk " ucap mama nya Merlin mempersilahkan para penegak hukum itu masuk


"kebetulan pak ,saya ingin meminta bantuan bapak-bapak sekalian untuk menggeledah beberapa titik yang merupakan tempat penyimpanan beberapa benda ritual " ucap ku ,tak mungkin aku mengatakan yang sebenarnya , mereka tak akan percaya


"tentu ,itu sudah kewajiban kami " ucap nya


"kalian cari barang-barang yang mencurigakan di setiap tempat " perintah nya pada para polisi lain


tanpa aba-aba para polisi tersebut bergerak ke berbagai tempat ,sesuai arahan sang pimpinan nya,kedua orang tua Merlin pun tak keberatan dengan tindakan polisi menggeledah rumah nya.


Beberapa saat kemudian ,beberapa orang polisi kembali dengan membawa beberapa guci antik yang persis seperti apa yang aku lihat tadi .


"lapor komandan ,kami menemukan guci-guci ini di dalam gudang belakang, isi nya terlihat seperti abu dari sisa pembakaran jenazah " lapor salah satu polisi yang membawa guci tersebut


"hah....abu jenazah....?" nampak mama nya Merlin juga yang lain nampak terkejut


"iya ,apa ibu mengetahui ini?" tanya polisi itu


"tidak ,saya sama sekali tak pernah datang ke gudang belakang ,jadi saya tak tahu menahu tentang itu" ucap mama nya Merlin


"kenapa sampai anda tidak pernah mendatangi gudang di rumah sendiri , sangat mustahil rasanya " tanya polisi yang di panggil komandan


"istri saya memang tak pernah ke gudang pak,selain istri saya sangat sensitif jika terkena debu , istri saya juga penakut ,apalagi keadaan gudang yang sangat menyeramkan ,jangan kan istri saya ,saya saja enggan ke sana " tutur papa nya Merlin


"lantas siapa yang sering keluar masuk gudang ?" tanya polisi itu lagi


"bi Narti pak " ucap Merlin


pandangan para polisi itu pun sontak mengarah pada bi Narti yang sudah berpindah ke pojok ruangan ,dengan terduduk sambil memeluk lututnya ,ia terus bergumam tak jelas .


"astaghfirullaahal'aziim....." gumam ku lirih ,mungkin kah kondisi kejiwaan nya mulai terganggu ,karena dari tadi sudah tak ada sosok hantu apa pun di hadapan nya ,bahkan Merlin pun mengatakan jika bi Narti sudah mengakui perbuatan nya dan meminta maaf ,akan tetapi sikap nya seolah-olah ia masih melihat hantu-hantu itu .


Salah satu polisi itu mendekat ,namun bi Narti malah tertawa terbahak-bahak seraya berucap


"hahaha.......Hardian ....aku itu sayang kamu dari dulu,cintaaaa..... banget ...tapi kenapa kamu malah milih si Ayu yang jelek itu ketimbang aku yang cantik paripurna ini....hiks.......sakit ....hati aku tau.....jadi ....aku memutuskan datang menjadi pembantu mu ,agar aku bisa memisahkan kalian ,tak rela aku ....sungguh tak rela ...." tiba-tiba bi Narti malah terisak lalu berlanjut bersyair


Polisi itu pun menengok ke arah kami

__ADS_1


"bagaimana ini pak ?" tanya nya


"untuk sementara kita aman kan saja dulu ,nanti biar tim penyidik yang akan bekerja sama dengan ahli kejiwaan untuk memeriksa nya " ucap komandan polisi


"siap laksanakan pak" ucap nya dan segera membawa ni Narti ke mobil polisi ,setelah itu mobil polisi pun pergi meninggalkan para polisi yang lain


Astaghfirullah.... Subhanallah....begitu nyata kekuasaan Allah ,baru beberapa saat yang lalu keadaan bi Narti baik-baik saja ,namun dalam sekejap kondisi nya bisa jadi seperti itu.


"Abang kenal bi Narti sebelum nya ?" tanya mama nya Merlin yang rupanya bernama Ayu menatap pak Hardian (papa nya Merlin )


"tidak ,....seingat Abang ,Abang tak punya teman bernama Narti " jawab pak Hardian


terlihat Merlin beranjak ,entah mau kemana dia ,hingga tak berselang lama ia pun kembali menghampiri dengan membawa album foto


"mah,pah, coba lihat ini ,wajah ini mirip kan dengan bi Narti ?" ucap Merlin menunjuk pada salah satu siswi yang berdiri di samping laki-laki yang sepertinya pak Hardian ,mereka tengah berfoto bersama beberapa siswa-siswi lain nya ,mungkin itu foto perpisahan ,karena semua nya mengenakan seragam putih abu .


"lah iya ya,.....tapi dia namanya Susi bukan Narti ..." ucap Hardian


di foto itu terlihat ni Narti masih berbadan langsing ,tak seperti sekarang ini.


"mungkin ia sengaja menyamarkan nama asli nya ,demi tujuan nya itu " ucap pak komandan polisi kemudian


"benar juga ya,pantas saja dia suka ada di setiap tempat ,bahkan saat berkuliah di luar negeri pun dia juga kuliah di sana" lirih pak Hardian


mata Tante Ayu menyipit menatap pak Hardian,saat hendak berucap tiba-tiba polisi lain datang membawa bungkusan dari kain hitam .


"lapor komandan kami kembali menemukan benda ini ,setelah kami buka isi nya berupa sisik ular ,benda ini tersimpan rapi di ruang bawah tanah ,di sana juga terdapat beberapa benda lain nya ,dan kami juga sudah mengamankan nya " ucap nya


"ruang bawah tanah " kembali mama ,dan papa nya Merlin nampak terkejut ,rupanya mereka baru mengetahui jika rumah ini memiliki ruang bawah tanah


"apa anda berdua juga tak tahu ruangan itu?" tanya polisi lagi


keduanya pun menggeleng


"tidak pak..."


"mohon maaf pak ,bisa anda ikut dengan ku?" pinta ku pada para polisi itu


"ikut ke mana ?" tanya nya


"di halaman belakang ada pohon bunga kertas ,sepertinya ada sesuatu yang di tanam di bawah nya " ucap ku


"darimana kamu tahu ?" tanya nya menyelidik


"teman saya ini mempunyai kelebihan pak, ia bisa melihat apa yang tidak bisa kita lihat " ucap Merlin ,polisi itu mengerutkan kening


"jika anda tak percaya ,bisa saya buktikan,mari ikut saya " ucap ku lagi seraya memberi beliau jalan di depan ku


Kami pun bersama-sama menuju halaman belakang rumah dimana di sana tumbuh pohon bunga kertas .


Dan benar saja baru saja beberapa kali penggalian ,kami menemukan sebuah botol kaca kecil segenggaman tangan , jika dilihat dengan mata batin botol kaca itu berisi sebuah kuku,rambut atau bulu berwarna hitam ,juga gumpalan tanah ,namun yang terlihat oleh mata biasa botol itu nampak kosong tak berisi .


"kau jangan mempermainkan kami, ini hanya botol biasa " ucap komandan polisi


"perhatikan baik-baik pak" ucap ku seraya menepuk tangan ku di depan wajah nya


"bismillah......"


prok


"hah........mana mungkin bisa ..."


***

__ADS_1


__ADS_2