
Setelah akhirnya menunggu hampir dua jam lamanya ,Gibran pun menuju ruang dosen pembimbing nya ,sementara Aranta menunggu di depan ruangan sang dosen bersama Wewe.
"kamu tunggu sebentar ya " ucap Gibran Aranta pun mengangguk
Sementara Gibran di dalam,Aranta yang merasa bosan pun memutuskan bermain ponsel ,ia membuka akun sosial media nya yang sudah jarang ia buka,meskipun begitu Aranta tak pernah menggunakan nama aslinya melainkan nama samaran dengan nama Kirana Candra ,bukan berarti itu akun bodong ,Aranta menggunakan nama itu sebab ia takut jika masih ada kelompok sekte lain nya yang akan mengincarnya ,atau pengikut nenek nya yang masih tersisa akan kembali menjalankan ritual sesat itu lagi ,karena bagaimana pun ia cukup trauma dengan apa yang pernah ia alami dulu.
Foto yang ia pasang pun menggunakan foto bunga yang tengah mekar ,ia sama sekali tak pernah memposting kan foto dirinya maupun orang-orang di sekitar nya,adapun isi postingan nya itu hanya foto-foto yang berkaitan dengan Islam ,seperti kaligrafi ,video orang mengaji ,bahkan suara Aranta yang tengah mengaji pun turut di postingan nya hanya saja dengan gambar video panorama alam.
Saat tengah asik meng scroll layar ponsel nya tiba-tiba Aranta menunduk saat merasakan sesuatu mengenai sepatu sket nya, sebuah kelereng tiba-tiba menggelinding dan berhenti tepat di bawah kaki nya.
"kenapa ada kelereng ,siapa yang main kelereng di sini?" gumam Aranta seraya celingukan mencari seseorang yang mungkin tengah bermain kelereng dan kehilangan kelereng nya,namun Aranta tak menemukan yang ia cari ,nampak hanya mahasiswa lain nya yang lalu lalang kesana kemari dengan tujuan mereka masing-masing.
Saat Aranta hendak meraih kelereng tersebut kelereng itu hilang tanpa ia tahu kemana perginya itu kelereng.
"loh....kok gak ada ya " gumam gadis itu
"ehehehehe.......sudahlah tak usah di cari kelereng nya sudah diambil sama yang punya ehehehehe......" ucap Wewe
"maksud nenek hantu gitu " tanya Aranta
seseorang yang melintas tak sengaja mendengar nya ,ia pun lantas menghentikan langkah nya sebab ia kira gadis itu berbicara pada nya ,sebab tak ada siapa pun bersama gadis itu.
Akan tetapi ia merasa bingung sebab Aranta cuek bebek pada nya dan malah terlihat berbicara sendiri
"dasar aneh ,kirain ngajak ngomong gue , cantik-cantik kok gila ngomong sendiri" pria itu pun kembali berjalan dengan menggerutu
"tapi ....apa mungkin dia sedang menelpon seseorang ya pakai headset gitu ,dia kan pakai hijab bisa saja headset nya tersembunyi pada hijab nya " batin pria itu lagi
"apa gue balik lagi ya minta kenalan sekalian minta nomor wa nya " fikir pria itu lalu kembali menuju Aranta ,namun sangat di sayang kan sebab terlihat laki-laki lain tengah tersenyum hangat pada Aranta yang tak lain adalah Gibran mereka berbicara singkat lalu keduanya pergi
"yah sudah ada monyet nya " lirih pria tersebut
Wewe yang mengetahui hal tersebut pun merasa geram pada laki-laki itu ,tanpa mengatakan apa pun pada Gibran Wewe langsung menghampiri pria itu lalu mendorong nya hingga terjatuh
Bruuuuk
"aduh ... kok berasa ada yang dorong gue " pria itu terkejut seraya terduduk sambil mengusap-usap bahunya yang membentur tembok
"ehehehehe.....siapa suruh ngatain cucu ku monyet ,dasar siamang ..... ehehehehe...." maki Wewe namun yang dimaki nampak nya tak mendengar nya
**
Di halaman luas universitas , Gibran dan Aranta tak sengaja melihat pasangan Riswan dan Merlin ,keduanya nampak bersiteru hingga Gibran dan Aranta pun mencoba melerai nya.
"hey....hey...apa yang kalian lakukan di sini,masalah rumah tangga selesai kan di rumah bukan tempat umum seperti ini " seru Gibran berkelakar
"DIAMMM...." seru Merlin dan Riswan
"kompak nyaaaaa........" ledek Gibran
"diam .... dan jangan ikut campur...." seru keduanya kembali kompak
"deuuuh.....lagi ribut aja masih saja kompak " gumam Gibran
"Merlin .... kamu itu kenapa sih gak mau maafin aku ,aku sudah bilang maaf... semalam aku tak tahu kamu telpon aku beneran deh " ucap Riswan dengan wajah yang sudah kesal
__ADS_1
"pokok nya satu hari ini aku gak mau ngomong sama kamu titik " ucap Merlin tegas
"loh gak bisa gitu dong ,masa hanya telpon mu gak diangkat kamu ngambek sampe segitunya sih" tanya Riswan tak terima
"hanya kamu bilang " seru Merlin
"sudah stop .... apa an sih kalian ini ,jadi karena masalah itu kalian ribut ?" seru Gibran kembali melerai
"dia tuh nyebelin banget " adu Merlin menujuk Riswan
"ya sudah kalau gitu kamu ikut aku ,Adnan kamu bawa Riswan ,mereka harus di pisahin dulu ,gak bisa kalau mereka terus berdekatan " ucap Aranta memberi saran
"baiklah ,tapi kalian hati-hati hubungi aku atau Riswan jika terjadi sesuatu" sahut Gibran menyetujui
"jaelah....kaya mau nyebrang aja hati-hati ,segitu bucin nya kamu ya sekarang " ledek Riswan
"sudah ayo ikut aku " Gibran pun menarik Riswan sedangkan Aranta membawa Merlin , kedua nya berjalan ke arah yang berbeda
"kalian itu kenapa sih?" tanya Aranta saat keduanya sudah berada di taman tak jauh dari kampus mereka
"gak tahu ,aku sebel aja sama dia ,abis semalam aku telponin gak diangkat-angkat bikin BeTe saja " sahut Merlin yang entah kenapa dirinya juga merasa aneh dengan dirinya sendiri ,sebab ia tak pernah sesebal dan segitunya marah pada Riswan ,apalagi hanya hal sepele seperti itu
"mungkin Riswan tak mendengar dering ponsel mu ,atau mungkin juga dia sudah tidur ,atau bisa jadi terjadi sesuatu pada Bu Fuji kamu tahu sendiri kan kalau Bu Fuji sempat muntah-muntah sampai hampir pingsan " ucap Aranta yang mencoba meluruskan fikiran Merlin yang sudah mulai kusut
terdengar helaan nafas dari Merlin ,ia pun berucap
"iya juga ya....kenapa gak kefikiran ,kenapa aku bisa semarah dan se BeTe itu ya,apa aku sudah keterlaluan ?" tanya Merlin menatap Aranta
"tidak ,jika kamu segera meminta maaf,marah saat telpon kita tak diangkat itu wajar ,sebal dan BeTe itu manusiawi ,tapi kita juga harus bisa berfikir secara jernih agar jangan sampai bisikan syaitan berhasil menghasut mu ,contoh nya seperti tadi ,kamu termakan emosi " tutur Aranta
"kok minta maaf nya sama aku ?" tanya Aranta
"eh iya....salah ya " sahut Merlin seraya nyengir
"ya sudah apa sekarang perasaan mu sudah lebih baik?"tanya Aranta
"iya ,makasih berkat ucapan mu aku jadi dapat pencerahan " tutur Merlin tersenyum
"kalau gitu ayo kita samperin mereka" ajak Aranta ,Merlin pun mengangguk
Sementara itu Gibran pun tengah menceramahi sodara angkat nya itu
"aku sudah minta maaf ,tapi dia nya aja yang malah gak mau maafin aku " ucap Riswan masih dengan nada kesal
"iya tapi kamu nya juga jangan bersikap seperti itu dong ,dia keras kamu juga jangan sama keras nya ,kamu harus bisa membuat nya merasa lebih tenang bukan malah sebalik nya ,itu sih sama saja dengan ngajak perang" ucap Gibran ,pasalnya tadi ia melihat baik Merlin ataupun Riswan sama-sama ngotot dengan alibi masing-masing,Merlin yang tak terima telpon nya diabaikan Riswan yang tak terima saat Merlin mengatakan mengabaikan nya
"jadi aku harus gimana dong" tanya Riswan
"kamu ngalah saja dulu,nanti kalau Merlin sudah agak tenang baru ajak lagi bicara tapi ingat bicara nya dari hati ke hati " tutur Gibran
"baiklah " sahut Riswan lirih
Beberapa saat kemudian Merlin datang bersama Aranta ,keduanya berdiri di belakang kedua laki-laki berparas tampan itu.
Saat kedua gadis itu hendak menyapa keduanya ,Riswan berucap hingga membuat kedua gadis itu urung menyapa keduanya
__ADS_1
"gak nyangka ternyata aku bisa sesayang dan secinta itu sama Merlin,gak sanggup aku tuh kalau sehari saja gak ketemu , saat KKN kemarin kan harus nya Merlin berbeda tempat dengan kita ,tapi karena aku yang mohon-mohon sama tuh dosen akhirnya kita satu lokasi,tapi tadi dia mengatakan tak ingin bertemu dan bicara dengan ku terang saja aku gak terima " ucapan Riswan sukses membuat Merlin merasa bersalah namun ia juga senang mendengar bahwa Riswan begitu mencintai dan menyayangi nya
"Riswan ....." suara Merlin tercekat matanya sudah berkaca-kaca ,Riswan dan Gibran pun menoleh
"Merlin " gumam Riswan
"maafin aku ...maaf karena sudah marah padamu " ucap Merlin yang tak mampu lagi membendung air matanya
"kamu gak perlu minta maaf ,aku yang harus nya minta maaf ,tak seharusnya aku mengabaikan panggilan ponsel mu ,tapi sungguh semalam itu aku benar-benar tak menyadari jika ponsel ku berbunyi sebab aku lagi senang banget ,kamu mau tahu kenapa ?" tanya Riswan ,Merlin menggeleng pelan
"kenapa ?" tanya Merlin pelan
"sebentar lagi aku akan punya adik " ucap Riswan seraya tersenyum dengan pandangan matanya ia arahkan ke langit ,angan nya kembali hadir ketika ia membayangkan akan pergi mengajak adik nya itu jalan-jalan sambil menggendong nya.
"oh....adik " Merlin nampak mengangguk ,begitu pula dengan Gibran dan Aranta,keduanya tengah mencerna kata-kata dari Riswan ,namun tiba-tiba
"HAH.....APA.....ADIK ???" pekik ketiga nya
**
Di sebuah sekolah menengah atas atau SMA ,seorang gadis cantik tengah kebingungan karena kehilangan gantungan kunci pemberian kakak nya yang terjatuh di depan toilet, namun nampak nya gadis itu tak sadar sudah menjatuhkan nya.
Ia pun pergi ke setiap titik yang ia yakini ia datangi.
"duh jatuh dimana itu gantungan kunci, sayang banget kalau gak ketemu ,itu kan oleh-oleh dari kak Gibran" lirih gadis itu yang tak lain dan tak bukan adalah Nuari Alara atau yang sering di panggil Ari oleh keluarga dan teman-teman nya
Ari teringat terakhir kali ia melihat gantungan itu masih menempel pada tas nya saat sebelum memasuki toilet ,ia pun bergegas menuju toilet sekolah.
"kalau jatuh di sini sih harus nya ada , kecuali ... kalau sudah ada yang nemu"gumam nya lemas
"kak Gibran .... gantungan kunci dari kakak hilang " lirih nya ,lalu ia pun berjongkok di depan toilet wanita dan menundukan wajah nya seraya menatap sendu lantai keramik di depan nya
Ia benar-benar tak rela kehilangan benda itu ,sebab menurut nya gantungan itu unik dan langka ,gantungan kunci berbentuk kepala harimau namun bisa terlihat seperti kucing jika dilihat dari sisi lain.
Tiba-tiba saja gantungan kunci yang ia cari berada tepat di depan wajah nya ,ada seseorang yang tengah memegangi benda kesayangan nya itu ,ia pun mendongak untuk melihat siapa yang sudah menemukan gantungan kunci kesayangan nya itu
"kamu mencari ini?" tanya seorang siswa laki-laki berbadan gempal
"iya....darimana kamu mendapatkan nya eh ,maaf dimana kamu menemukan nya" tanya Ari meralat ucapan nya
"tadi aku menemukan nya tergeletak di dekat pintu itu ,aku fikir punya siapa ,ternyata punya kamu ,gantungan kunci yang bagus ,darimana kamu mendapatkan nya ?" tanya laki-laki bertubuh gempal itu namun cukup tampan meskipun ia memakai kacamata, siswa laki-laki itu pun menyerahkan gantungan kunci itu pada Ari
"itu pemberian kakak ku ,terima kasih " ucap Ari dengan mata berbinar
"sama-sama ,kalau gitu aku duluan "
"iya ,sekali lagi makasih ya " ucap Ari lagi , laki-laki bertubuh gempal itu pun hanya tersenyum sambil mengangguk ,lalu pergi meninggalkan Ari yang tak lagi merasa sedih karena tak jadi kehilangan benda kesayangan nya
"kenapa kamu tak meminta nomor ponsel nya ?" tanya seseorang membuat Ari menengok
namun ia tak menemukan siapa pun di sana,ia pun merogoh cermin kecil nya lalu mencoba melihat ke segala arah dari cermin itu
"gak ada hantu mana pun " gumam nya , bulu kuduk nya pun mendadak berdiri ,ia menjadi takut dan ngeri sendiri ketika tak mendapati sosok hantu manapun tapi ia mendengar suaranya
"ya ampun ....eh....Ya Allah...aku harus cepat-cepat pergi dari sini,horor juga lama-lama,mana sekolahan sudah sepi lagi,Tante Lasmi juga kok tumben gak ada " gerutu nya dengan nada bergetar ,keadaan sekolah pun sudah mulai sepi sebab semua siswa sudah pulang setengah jam yang lalu hanya menyisakan beberapa saja itu pun para anggota OSIS yang memang tengah melakukan rapat.
__ADS_1
***