The INDIGO

The INDIGO
Mengincar Aranta


__ADS_3

Kita pakai POV author lagi ya ,biar kalian bisa denger suara hati pemain yang lain ,biar tambah greget😁✌️


Ok happy reading all


😘😘😘


Saat semua tengah sibuk dengan apa yang mereka lakukan, tiba-tiba Gibran Aranta dan Riswan mendengar suara tertawa Wewe yang terdengar sangat nyaring dan renyah ,entah sedang menertawakan apa hantu itu yang jelas terdengar dari suara nya seperti tengah menertawakan hal lucu,Gibran pun sontak bertanya dalam hati


"ada apa nek?" tanya Gibran meski sosok hantu nenek-nenek itu tak ada di dekat nya .


"ehehehehe.....biasalah cu....mereka tengah menceritakan pengalaman pertama saat menjadi hantu ehehehehe....." jawab hantu tersebut


"aku kira ada apa " batin Gibran lagi


"Adnan ...tolong dong bukain penutup botol nya ,susah banget ini" Ana memberikan botol minuman bersoda dengan raut wajah yang dibuat memelas ,sontak saja Aranta yang tengah mengetik sesuatu pada keyboard laptopnya melihat pada Gibran dan Ana


"maaf tapi tangan aku terluka jadi gak bisa " Gibran beralasan


"hah...terluka ,mana coba aku lihat " seru Ana yang langsung meraih tangan Gibran


"astaghfirullaah...." Gibran dengan cepat menarik tangan nya yang memang terlihat ada sedikit darah pada telapak tangan nya


"itu tangan kamu kenapa Bran?" tanya Riswan


"mana coba aku lihat ?" tanya Merlin seraya mendekat


Aranta yang melihat nya pun sontak beranjak dan menuju kamar nya ,terlihat Ana menyeringai ia mengira jika Aranta marah ,akan tetapi ia salah ,tak lama kemudian Aranta kembali dengan membawa kotak P3K mini yang selalu ia bawa kemanapun dalam tas nya, meskipun kecil tapi di dalam nya sangat lengkap.


Aranta pun duduk di samping Gibran


"ya ampun ini kenapa bisa terluka sih ?" tanya Aranta seraya meraih dan memperhatikan telapak tangan Gibran yang terluka ,ia fikir tadi hanyalah alasan Gibran saja saat menolak menolong Ana ,namun ternyata Gibran benar-benar terluka


"aku sendiri lupa kenapa bisa terluka dan berdarah seperti ini ,tapi seperti nya ini karena aku tak sengaja meraih seng di belakang rumah " sahut Gibran


"kapan kamu pergi ke belakang? kok aku gak tahu?" tanya Aranta


"kamu mana ngeh ,orang kamu dari tadi sibuk terus dengan laptop mu " sahut Gibran lagi , Aranta pun segera mengobati telapak tangan Gibran , sementara Ana menatap sebal pada Aranta


Sementara itu Gio dan Barra tengah merencanakan sesuatu di kamar mereka,entah apa rencana tersebut yang pasti rencana itu akan merugikan seseorang. Tanpa mereka berdua sadari sesosok makhluk halus tengah memperhatikan mereka berdua .


"lu yakin mau ngelakuin itu si tempat ini ,kenapa gak nunggu nanti saja ,entar kalau ketahuan gimana terus nanti kalau dia kenapa-kenapa gimana ,gue gak mau ah takut gue " ucap Barra


"yah elah cemen banget lu ,belum apa-apa juga ,ya jangan berisik bego, jangan sampai orang lain denger apalagi sampai tahu,lagian nih ya cewek kalau belum ngerasain mana mau diajak begituan ,kalau dia udah tahu rasanya dia gak bakal nolak kok ,tinggal kita bujuk dan ancam sedikit dia pasti nurut " ucap Gio lagi


"tapi beneran gue takut ,ini resiko nya gede loh ,gue gak mau kena karma seperti apa yang di katakan ibu-ibu PKK kemarin " ucap Barra lagi


"itu cuman mitos kali....jaman sudah serba canggih begini masih saja percaya yang gituan ,itu tuh ya sengaja mereka mengatakan itu agar warga lain nya apalagi pendatang macam kita jadi kudet alias kurang update " seru Gio gemas ,ia bahkan sampai mengeratkan gigi nya


"tapi ...."


"udah deh lu percaya saja sama gw, gak bakal terjadi apa-apa ,pokok nya malam ini kita lakukan karena malam ini mereka akan pergi ke balai desa ,akan ada pertunjukan wayang kulit di sana,dan lu pastikan cewek itu terpisah dari yang lain " ujar Gio


"tapi ..."


"elu tuh dari tadi tapi tapi melulu ,udah nurut aja sama gue ,mau diajak enak-enak juga " ucap Gio lagi


"ok ...tapi kalau sampai terjadi sesuatu gw gak mau nanggung ini sendirian ,loe juga harus ikut tanggung jawab " ucap Barra pada akhirnya


"iya iya ....bawel amat lu...pokok nya nanti gue akan mengalihkan perhatian mereka dan lu yang bertugas menggiring cewek itu masuk jebakan kita ,gw bener-bener penasaran sama tuh cewek " ucap Gio seraya mengusap dagu nya dengan senyum licik


"nih orang bener-bener ya ,tapi kenapa juga gw mau aja" batin Barra seraya menghela nafas


Malam pun tiba


Semua mahasiswa dan mahasiswi itu segera bersiap untuk menghadiri acara wayang kulit yang sengaja di gelar untuk menyambut kedatangan mereka di desa nya


Tinggal Gibran ,Riswan ,Aranta dan Merlin yang belum keluar dari kamar nya ,sebab ke empat nya saat ini tengah menjalankan shalat isya di kamar masing-masing.

__ADS_1


"ini mereka mana sih lama banget keburu mulai nanti acara nya " ucap Luna seraya melihat arloji nya


"tau nih , shalat kok lama bener " Maya menimpali


"kalian serius mau datang ke acara itu?"tanya Davin tiba-tiba


"ya iya lah ,gue tuh penasaran banget gimana cara main nya tuh wayang kulit secara live,selama ini gue sering nonton cuman lewat ponsel doang " sahut Lisa


"iya iya ...loe mah kan menteri kebudayaan , kalau masalah yang berbau kedaerahan pasti langsung on semangat loe" sambung Luna


"ya iya dong ,masa anak negeri tak menyukai produk asli negeri nya ,entar kalau di akui negara lain aja pada ketar-ketir" ucap Lisa lagi


Tak lama kemudian keempat orang yang mereka tunggu pun akhirnya keluar .


"nah akhirnya kalian keluar juga " Dika dan Coky berucap hampir bersamaan


"cie....barengan nih , hati-hati jodoh " gurau Riswan


"idih...lu fikir kita cowok apa an cyiiin" sahut Dika dengan gaya yang gemulai


"hahaha....cocok banget lu" ledek Coky


"ih .... amit-amit deh gak nyangka gw ternyata loe cowok melehoy hiiiy..." celetuk Ana


"eh gw cuman becanda tahu, gue macho gini " sahut Dika tak terima


"halah itu sih palingan cuman kesing nya doang dalem nya ya kaya tadi hihihi" ucap Lisa menimpali


"enak aja ,loe mau bukti kalau gue laki-laki tulen ,jantan ,dan macho "seru Dika lagi


"iya iya ...gue percaya ,ya udah ayo kita berangkat ,debat mulu kapan berangkat nya " ucap Ana kemudian


"tapi gaess gue takut keluar rumah ,nanti pasti lihat kuburan hiiy..." Luna bergidik seraya mengusap-ngusap lengan nya


"halah cuman kuburan bukan setan nya " celetuk Gio


"apa...gw cuman bilang apa ada nya kok ,apa nya yang salah " sengal Gio pada Merlin


"woy biasa aja kali ,gak usah sewot gue aja pacar nya gak pernah tuh ngomong dengan nada tinggi pada nya " seru Riswan yang nampak nya tak terima dengan sikap Gio pada Merlin


"udah lah gak apa-apa,kita semua tahu kok Gio itu gimana orang nya " bisik Merlin ,ia tak ingin terjadi keributan apalagi untuk masalah yang menurut nya sangat sepele


"lu gak terima?" tanya Gio dengan raut sinis


"ya iya lah gue gak terima " sengal Riswan


"udah deh ,kenapa malah ribut sih ,kita mau berangkat apa enggak nih ,keburu malem ,tak enak pada warga kalau kita telat " seru Aranta melerai


"kalian contoh tuh sikap Bella ,dari tadi dia meneng bae,kalian tahu kan kata pepatah diam itu emas ,nah seperti Bella ini ,diam ya kan Bella " ucap Coky menatap pada Bella yang memang paling pendiam


"hm..." gumam Bella hanya tersenyum kikuk


"ya udah sekarang kita berangkat,ingat kalian harus bisa jaga sikap " akhirnya Gibran yang sedari tadi hanya menyimak turut bersuara


Ke lima belas mahasiswa itu pun akhirnya meninggalkan rumah itu.


Di perjalanan menuju balai desa Barra sudah bersiap jika Gio akan meminta nya untuk melancarkan aksi nya ,ia bersikap seperti biasa supaya tak menarik perhatian hingga menimbulkan kecurigaan teman-teman nya yang lain ,lagipula ini bukan lah yang pertama bagi nya melakukan hal seperti ini ,hanya beda nya kali ini ia akan bermain sembunyi-sembunyi.


"lu ingat jangan sampai ketahuan ,nanti jika gw sudah selesai gw kasih lu kesempatan buat ngerasain tubuh tuh cewek" bisik Gio yang memang sudah berpengalaman yang tak jauh berbeda dengan Barra.


"kenapa gw harus dapet bekas lu mulu, kali-kali lah gw dapet yang ori" bisik Barra,kedua nya berjalan paling belakang hingga yang lain tak ngeh dengan tingkah mereka yang berbisik


"mau kagak...kalau gak mau ya udah buat gw sendiri aja lumayan lah buat mainan baru " ucap Gio lagi


"ya udah deh iya ,debat sama lu gak pernah menang gue" sahut Barra akhirnya


"nah gitu dong ,ingat ya bawa tuh cewek ke gudang yang deket balai desa di sana kan sepi tuh gelap juga jadi gak bakal ada orang yang curiga " ucap Gio

__ADS_1


"ok , tapi kamu yakin tepat itu aman ?" tanya Barra


"yakin lah ,gue kan sering keluar malem diam-diam lu fikir gue ngapain keluar malam-malam ,gue survei lokasi lah ,kebetulan gue nemu tempat itu ,pasti cocok deh " ucap Gio lagi


Setiap malam Gio memang sering keluar tanpa sepengetahuan yang lain ,sebab yang lain sudah tertidur


"tapi kan Gio kalau tak salah di gudang itu biasa nya warga nyimpen keranda mayat,gue kok rada horor ya" ucap Barra yang belum apa-apa nyali nya sudah ciut karena mengingat adanya keranda di tempat itu


"justru itu keuntungan nya ,jika nanti timbul suara gaduh pasti ngira nya setan lagi pacaran ,kan warga di sini percaya sama gituan " ucap gio lagi


"ya sudah deh ,gw ikut saja "


"nah gitu dong "


Wewe yang tak pernah jauh dari Gibran pun sebenarnya mengetahui niat busuk kedua pemuda yang sudah tak perjaka ini namun ia dan hantu-hantu lain punya rencana untuk kedua remaja menuju dewasa itu ,dan kali ini Wewe tak ingin melibatkan Gibran.


Tak perlu membutuhkan waktu lama untuk sampai di balai desa ,para mahasiswa itu pun segera di sambut dengan meriah oleh para warga .


"assalamualaikum....." ucap Gibran


"waalaikum salam....." sahut warga termasuk kades


"nah akhirnya yang kita tunggu-tunggu datang juga ,selamat datang ,ayo ayo...duduk lah " ucap pak kades yang menyambut nya langsung


"wah terima kasih pak kami jadi merasa tersanjung sekaligus tak enak ,maaf sudah terlambat " ucap Gibran


"wah tidak apa-apa , justru kami sangat senang bisa menyambut nak Adnan dan yang lain ,silahkan di nikmati makanan nya ,maaf jika kurang enak maklum makanan nya hanya makanan desa biasa " ucap pak kades seraya menunjukan berbagai macam makanan yang sengaja diletakan di meja depan para mahasiswa itu .


"wah terima kasih pak , seharusnya bapak dan warga tak usah repot-repot sampai menyiapkan makanan segala ,sudah bisa di terima di desa ini saja saya dan teman-teman saya sudah merasa bersyukur" tutur Gibran


"Masha Allah.....ternyata nak Gibran ini tak hanya tampan tapi juga rendah hati, seandainya saya punya anak gadis pasti sudah saya jodoh kan dengan nak Gibran " ucap pak kades malah melenceng


"maaf pak tapi saya sudah punya calon ,ini namanya Aranta ,kita baru saja bertunangan " ucap Gibran seraya memperkenalkan Aranta yang berada di samping nya


"oalah.....saya minta maaf ,saya tak tahu lagipula saya cuman bercanda kok ,anak saya laki-laki semua ,maaf ya " ucap pak kades merasa tak enak


"iya pak tak apa-apa" sahut Gibran


"baiklah kalau begitu selamat menyaksikan wayang kulit nya ,jika ada apa-apa saya dan warga siap membantu ,saya duduk di sebelah sana ,mari" ucap pak kades undur diri


"iya pak terima kasih " sahut Gibran


Pertunjukan wayang kulit pun dimulai,semua mahasiswa itu pun duduk di tempat nya masing-masing, sementara Gio dan Barra terus saja memperhatikan ke arah Aranta yang duduk tepat di depan mereka


"kalau begini cara nya kapan kita bawa tuh cewek ,dia nempel terus sama si Adnan" bisik Barra ,ya gadis yang mereka incar adalah Aranta


Di saat semua tengah tertawa karena aksi pertunjukan wayang kulit itu ,berbeda dengan Aranta yang nampak gelisah di tempat nya


"kamu kenapa ?" tanya Gibran


"aku mau pipis " bisik Aranta


"ya udah aku temenin" ucap Gibran


"eh gak usah ,aku bisa kok sendiri ,tuh ada nek Wewe yang bakal jagain aku ,ada Allah juga ,kamu di sini saja " ucap Aranta menolak karena ia merasa malu jika Gibran menunggui nya di depan pintu toilet


"kamu yakin bisa sendiri ?"tanya Gibran


"iya kamu tenang saja " Aranta pun segera beranjak


Melihat ada kesempatan Gio dan Barra saling lirik dan mengangguk ,tanpa sepengetahuan yang lain Barra pun turut beranjak mengikuti Aranta ke toilet ,sedangkan Gio masih berada di tempat nya sambil ikut tertawa seakan ia menikmati acara nya.


Sesampainya di depan pintu toilet yang tertutup Barra sudah bersiap dengan sapu tangan yang sudah ia beri obat bius.


Begitu pintu terbuka Barra langsung membekap Aranta ,dalam sekejap Aranta pun tak sadarkan diri.


***

__ADS_1


__ADS_2