
Kami terdiam memperhatikan dokter yang hendak berbicara
"jadi bagaimana keadaan anak-anak kami dok?" tanya mama hingga aku melirik mama
"anak-anak kami ?" batin ku
"putri ibu dia baik-baik saja ,hanya benturan kecil dan tak terjadi sesuatu yang fatal ia hanya sedikit shock saja ,tapi....." dokter paruh baya itu menjeda kalimat nya
"tapi apa dokter ?" giliran paman Haris yang bertanya
"putra ......"
"saya papa nya " ucap paman Haris ,seakan dokter pun bingung , karena mama tadi menyebutkan anak kami , sedangkan mama yang tak pernah melepaskan tangan nya dari papa
"jadi bagaimanakah keadaan anak saya dokter?"tanya paman Haris lagi
"putra bapak sepertinya mengalami benturan yang cukup keras di bagian kepalanya ,karena syaraf di kepala saling berhubungan sehingga syaraf optik putra bapak rupanya ikut terganggu hingga meradang ,akibatnya putra bapak kehilangan penglihatan nya untuk sementara" tutur sang dokter
"apa....anak saya buta ?" paman Haris nampak terkejut begitu pula dengan ku ,mama dan papa
"bukan pak ,bukan buta ,melainkan hanya kehilangan penglihatan untuk sementara,entah itu besok atau lusa ,pasti putra bapak bisa melihat lagi , sebentar lagi pasien akan di pindah ke ruang rawat,namun untuk putri ibu dan bapak karena hanya luka ringan jadi tak perlu melakukan rawat inap ,kalau begitu saya permisi " dokter itu pun segera meninggalkan kami yang masih mematung setelah mendengar penjelasan dokter tentang kondisi Riswan .
"bagaimana ini semua bisa terjadi ?" lirih paman Haris mengusap wajah nya ,tubuh paman Haris pun merosot ke lantai , terlihat mama hendak menghampiri namun di tahan oleh papa
"maaf mas aku tak ada niat apapun kok" bisik mama pelan nyaris tak terdengar siapapun ,namun aku dapat membaca gerakan bibir mama
"iya tak apa , aku ngerti kok sayang " bisik papa ,lantas papa pun menghampiri paman Haris ,papa ikut berjongkok lalu menepuk bahu nya pelan seraya berucap
"yang sabar ,Riswan hanya kehilangan penglihatan nya sementara , ia akan bisa melihat lagi kok ,kita doa kan supaya anak mu bisa cepat pulih " ucap papa ,paman Haris mengangguk
"Gibran ,bagaimana kejadiannya kenapa bisa Riswan dan Aranta terluka sedangkan kau tak kenapa-kenapa?" tanya mama
"seseorang menyamar sebagai mang Ujang ma, entah apa yang terjadi pada mang Ujang saat ini, orang itu membawa kami ke jalan hutan ,saat laju mobil melaju dengan kencang tiba-tiba orang itu nge rem mendadak karena nek Wewe menghadang jalan dengan meletakan batang pohon besar di tengah jalan , aku yang memakai sabuk pengaman tak sampai terbentur ,tapi Riswan dan Aranta ,keduanya terbentur dan terluka " jelas ku
"ada yang menyamar jadi mang Ujang?....untuk apa ,lalu bagaimana dengan mang Ujang ?" tanya papa
"aku juga belum tahu apa yang terjadi dengan nya pa,seperti nya orang itu anggota kelompok sesat yang mengincar Aranta pa" ucap ku
"Ya Allah.....terus mana orang itu?" tanya mama
"nek Wewe membuat nya nyangkut di batang pohon yang paling tinggi"jawab ku
"kelompok sesat apa lantas siapa Aranta ?" tanya paman Haris
mama pun menjelaskan tentang kelompok sesat dan juga Aranta yang saat ini ada di bawah perlindungan mama dan papa ,mama juga mengatakan jika Aranta adalah anak dari sahabat mereka yang sudah lama tak ada kabar .
"anak nya Seno.... Seno Gumira ?" tanya paman Haris
mama dan papa mengangguk mereka juga menceritakan masalah sahabat mereka yang bernama Seno atau papa nya Aranta .
"astaghfirullaahal'aziim......" lirih paman Haris
ceklek
pintu terbuka terlihat Aranta yang berjalan di bantu suster juga blankar yang membawa Riswan ,ia kembali tertidur mungkin karena biusan atau obat yang sudah di beri dokter ,aku tak tahu .
"Riswan ...." paman Haris bangun dan segera berlari menuju blankar Riswan
"kamu kuat nak" lirih paman Haris seraya mengusap kepala Riswan
"maaf pak, pasien akan dipindahkan ke ruang inap" ucap suster
"baiklah " paman Riswan pun melepas Riswan yang blankar nya langsung di dorong para suster
"Aranta.....kamu tidak apa-apa nak?" tanya mama menyentuh pipi nya
__ADS_1
"tidak apa-apa kok Tante ,maaf karena aku Riswan jadi terluka " ucap nya merasa bersalah
"apa yang kamu katakan ,ini bukan salah mu " ucap paman Haris
"dia benar ,ini bukanlah kesalahan mu" ucap papa
"kamu sungguh putrinya Seno?" tanya paman Haris
"iya om ...." sahut Aranta
"benar-benar mirip dengan papa mu , kamu sangat cantik " puji paman Haris
"makasih om "
"ya sudah sebaiknya kalian pulang , dan istirahat saja biar Riswan aku saja yang jaga,lagipula sebentar lagi Della juga pasti datang ,aku sudah memberi tahu nya tadi " ucap paman Haris
"baiklah ,tapi nanti tolong kabari kami jika terjadi sesuatu " ucap mama yang tak mungkin membiarkan ku pulang berdua dengan Aranta
Setelah aku dan yang lain melihat Riswan kami pun beranjak untuk pulang ,namun saat kami sudah berada di depan meja resepsionis , telinga ku menangkap kedua petugas rumah sakit membicarakan korban kecelakaan di pinggir jalan ,dari ciri-ciri nya mengarah pada mang Ujang .
"ada apa nak?" tanya mama
"sebentar ma" aku menghampiri mereka yang tengah berbincang
"maaf ,pak...apa saya boleh melihat korban yang bapak-bapak katakan tadi,soal nya kami juga tengah kehilangan seseorang ,siapa tahu orang itu yang kami maksud " tanya ku
mereka saling pandang lalu mengangguk
"mari ikut kami " mereka membawaku ke sebuah ruang rawat ,setelah sampai aku pun di bawa menuju blankar paling ujung, di ruangan ini ada enam blankar pasien yang penuh dengan pasien termasuk blankar paling ujung .
"mang Ujang, Alhamdulillah...... akhirnya aku menemukan mamang" ucap ku lega
"den Gibran....Bu ,pak..." ucap mang Ujang lemah ,aku menengok rupanya mama dan papa ikut menyusul termasuk Aranta
"Ya Allah mang,apa yang terjadi kenapa bisa sampai seperti ini?" tanya mama
"saat saya hendak menjemput ke sekolah seseorang tiba-tiba datang membawa kotak berisi minuman ,saya fikir orang itu pedagang asongan ,tapi saat saya membuka kaca mobil orang itu malah menyerang saya Bu, pak, entah saya dibawa kemana ,yang saya ingat saya si letakan di parit kering lalu saya tak tahu apa-apa lagi" tutur mang Ujang
"Ya Allah...." lirih mama
"itu kenapa dengan non Aranta, lalu den Riswan nya mana?" tanya mang Ujang
aku menghela nafas ,lalu kembali menceritakan apa yang kami alami tadi .
" astaghfirullah......semoga saja den Riswan bisa cepat sembuh"
"amiiin" ucap kami bersama
Setelah memastikan keadaan mang Ujang baik-baik saja ,dan membayar administrasi nya oleh papa ,kami pun berpamitan ,keluarga mang Ujang pun sudah dalam perjalanan menuju rumah sakit
Saat kami hendak keluar dari ruangan rawat mang Ujang ,sesuatu tiba-tiba menggelinding ke kaki ku.
"aakkhh..."
"KUNTILANAK "
Aranta yang berjalan di samping mama pun melonjak kaget dan berpindah ke belakang ku ,serta mama juga tak melupakan latah nya ,papa juga gak kalah terkejutnya dengan yang lain ,semua orang di ruangan itu pun melihat heran pada kami .
"Adnan .... apa yang kamu lakukan ?" pekik Aranta saat aku meraih kepala yang berada tepat di kaki ku
"ck apa sih berisik " ucap ku
"astaga anak ini" gumam mama pelan .
"hai om....aku fikir tadi mbak-mbak eh ternyata om-om , om jangan di sini ya ,ngalangin jalan dikira bola entar di tendang loh" ucap ku pada sosok kepala tanpa tubuh yang menatap tajam padaku
__ADS_1
"jangan melototi ku seperti itu ,gak lucu ,om mendingan diam di sini aja ya "aku pun meletakan kepala itu kedalam wadah sampah plastik .
"hey...." seru hantu kepala buntung itu lalu aku terkikik setelah menutup wadah sampah itu
"kamu itu ya iseng banget ,kasihan tahu hantu nya " ucap mama seraya membuka penutup sampah itu
"loh udah gak ada ya" ucap mama
"sayang ,ayo lah kita pergi , gak enak mereka ngeliatin kita " bisik papa
"eh iya ya ....lupa ,duh kamu sih Gibran mama jadi ikut-ikutan kan" ucap mama malah jadi menyalahkan ku
"lah kok jadi aku yang salah " gumam ku
"udah ayok pulang ,kasihan Aranta dia butuh istirahat" ucap papa lagi
kami pun akhirnya pergi meninggalkan rumah sakit itu .
Di dalam mobil aku duduk di depan samping papa ,sedangkan mama bersama Aranta di kursi belakang ,untuk mobil yang ku bawa tadi tengah di selidiki oleh pihak kepolisian,karena papa sudah melapor kan kasus ini ke polisi,aku dan Aranta pun sebagai korban dimintai keterangan dan akan datang ke kantor polisi besok pagi.
Untuk pelaku yang tadi menyamar sebagai mang Ujang pun sudah di amankan polisi .
"Tante....juga bisa melihat mereka ?" tanya Aranta
"siapa?" tanya mama
"hantu-hantu itu, di rumah Tante juga banyak " ucap nya
"iya ,kami bisa melihat nya" jawab mama ,Aranta nampak terdiam entah dia memikirkan apa
"kenapa?" tanya mama
"aku fikir hanya aku saja yang aneh ....
"jadi kamu mau bilang jika keluarga ku aneh hanya karena bisa melihat hantu?" seruku sebelum Aranta menyelesaikan kalimat nya
"Bu...bukan ....bukan gitu ....hanya saja orang sering bilang aku aneh karena mereka tak bisa melihat apa yang ku lihat , maaf aku salah bicara " ucap nya tertunduk
"nak,lain kali dengarkan dulu jangan main samber aja ,kasih kesempatan orang buat menyelesaikan ucapannya ,biar tak jadi salah faham " tegur mama
"iya ma ,maaf " sesal ku
"dulu Tante juga merasa diri Tante itu aneh dan tak nyaman karena bisa melihat apa yang tak bisa orang lain lihat ,bahkan semua teman tante menjauhi Tante ,tapi Tante tak pernah berkecil hati karena sesungguhnya kita itu spesial karena telah di beri kelebihan yang tak orang lain miliki ,jadi kamu jangan lagi beranggapan jika kamu ini aneh" ucap mama lagi
"iya Tante ,terima kasih "
Setelah kita sampai di rumah ,aku segera bergegas ke kamar ku ,meski hati dan fikiran ku masih diselimuti rasa kalut ,mengingat kondisi Riswan dan juga keterangan dari dokter , mudah-mudahan saja apa yang dokter katakan itu benar jika Riswan hanya sementara saja kehilangan penglihatan nya .
Entah berapa lama aku tertidur ,aku terbangun saat mendengar suara dering ponsel ku ,kuraba saku celana seragam ku,karena aku belum sempat berganti pakaian,
"paman Haris" gumam ku
segera ku angkat telpon nya
"assalamualaikum...ada apa paman ,apa sesuatu terjadi pada Riswan ?" tanya ku
""waalaikum salam .... Alhamdulillah....Riswan sudah sadar ,dokter juga sudah memeriksa keadaan nya ,dan syukur nya lagi Riswan sudah bisa melihat kembali tanpa harus menunggu besok ,tapi.....
"tapi apa paman ....?" tanya ku karena paman Haris tak melanjutkan ucapan nya "
"sebaiknya kamu lihat sendiri ,paman juga tak tahu apa yang terjadi dengan nya ,dia berteriak histeris juga melempar semua barang-barang di dekat nya ,ia seperti ketakutan ,bahkan dokter pun kewalahan menangani nya ,dokter sampai memberi obat penenang " suara paman Haris berubah lirih
"astaghfirullaah...... baiklah paman ,aku akan segera ke sana" sambungan telpon pun terputus,ku lihat jam di ponsel sudah menunjukan jika shalat ashar sudah lewat ,aku bergegas ke kamar mandi ,hendak mengerjakan shalat dulu sebelum pergi ke rumah sakit , beruntung shalat dhuhur ku kerjakan di mushola sekolah sebelum pulang ,jadi aku tak sampai bolos melakukan kewajiban ku .
"Ya Allah ada apa lagi ini,......apa karena terbentur otak nya jadi ikutan terguncang juga ,hingga tingkah nya jadi seperti itu?"
__ADS_1
***