The INDIGO

The INDIGO
Antara siap dan tak siap


__ADS_3

Jam pelajaran pun selesai.


Yoga mengajak Ari untuk mengunjungi ibu sambung nya yang berada di salah satu pusat perbelanjaan, ibu nya itu memiliki beberapa pusat perbelanjaan di bidang pakaian, perabotan rumah tangga ,juga makanan.


Saat tengah menaiki eskalator seseorang memanggil Ari .


"Ari......" merasa nama nya ada yang memanggil Ari pun menoleh


"kak Merlin " seru Ari saat melihat Merlin yang tengah melambaikan tangan nya ,dan menghampiri nya bersama Riswan


"kamu ngapain disini,pulang sekolah bukan nya langsung pulang malah keluyuran " tanya Riswan


"hehehe....cuman main aja ,aku juga udah ijin kok sama kak Gibran " sahut Ari nyengir


"shyuuut.... shyuuut....siapa nih ?' tanya Merlin setengah berbisik


"oh iya kak Merlin ,dan kak Ris-ris ,kenalin ini nama nya Yoga ,dia teman aku " ucap Ari lalu mengenalkan Yoga


"Yoga ,ini kak Merlin dan pacar nya kak Ris-ris ,mereka itu sahabat sekaligus sodara nya kak Gibran " ucap Ari


"sodara kamu juga dong" sahut Yoga


"hm...iya juga ya " gumam Ari


"Ari....udah kakak bilang kalau di umum begini jangan panggil Ris-ris atuh ,pan malu ,hey kamu ....siapa tadi nama mu ?" tanya Riswan


"Yoga kak "


"nah Yoga ,nama ku ini Riswan ,bukan Ris-ris , Ris-ris hanya nama sayang nya Ari saja,kamu jangan ikut-ikutan manggil aku gitu " seloroh Riswan


"oh baik lah kak ,akan saya ingat " sahut Yoga


"btw kalian ngapain berada di sini?" tanya Merlin


"cuman jalan-jalan kak , sekalian melihat pusat perbelanjaan milik mama nya Yoga,siapa tahu kalau nanti aku belanja bisa dapet diskon , kan aku temenan sama anak nya " sahut Ari yang niat nya hanya bercanda


"oh...mama kamu punya usaha dagang juga di sini,keren" puji Merlin


"ah enggak kok kak ,hanya numpang jualan saja ,itu pun kecil-kecilan kok " sahut Yoga yang tak ingin jumawa


"kecil-kecilam gimana ,orang dagang nya di tempat kaya gini kok dibilang kecil-kecilan " seru Merlin lagi


"kalian sendiri sengaja aja ke sini?" tanya Ari


"kita mau nonton lah ,sambil nanti sekalian kita mau belanja barang buat mamah ibu " sahut Riswan


"belanja apa an?" tanya Ari


"dih kepo " Riswan menyentil ujung hidung Ari


"ih kakak " seru Ari


"hehehe....kita mau beli in susu hamil buat mama ibu ,stok nya udah mau abis ,makanya kita inisiatif beliin " sahut Riswan


"inisiatif apa nya orang tadi aku denger sendiri mamah ibu bilang nitip " seru Merlin


"oh...hehehe...iya ya ..."


"ya sudah kita duluan ya ... film nya udah mau mulai" pamit Merlin


"oh iya , selamat bersenang-senang ya kalian " ucap Ari ,lalu mereka pun berpisah


"yuk kita lajut jalan lagi" ajak Yoga

__ADS_1


"ayo let's go" seru Ari antusias


Yoga pun tersenyum melihat tingkah Ari yang menggemaskan menurut nya


Tak lama kemudian mereka pun sampai di bagian penjualan pakaian ,dan beruntung nya ibu sambung nya Yoga berada di sana.


"hai ma ..." sapa Yoga langsung mencium punggung tangan ibu sambung nya


"kamu kok gak bilang kalau mau datang sih ,ini siapa cantik bener?" tanya nya


"kenalin ma ... nama nya Nuari ,panggil saja Ari ,dia teman aku " ucap Yoga


"oh....Ari yang sering kamu ceritakan itu ,wah...memang benar-benar cantik ,pantas saja kamu meny......" bekum sempat ia menyelesaikan kata-katanya ,Yoga sudah lebih dulu memotong


"ma...mama sudah makan siang ?" tanya Yoga


"belum ,kita makan siang bareng gimana?"tawar nya


"boleh Tante ,kebetulan aku juga sudah lapar " sahut Ari malu-malu


"ya sudah kalau gitu yuk "


Mereka pun akhirnya pergi ke resto yang masih berada di pusat perbelanjaan itu.


"ah iya Tante belum memperkenalkan diri ya ,kenalin nama Tante Nur Aini ,panggil saja Tante Nur " ucap nya


"nama Tante mirip dengan nama mama aku ,nenek juga sering manggil mama dengan nama Nur,nama asli nya Nuri" tutur Ari


"oh ya...kebetulan sekali ya " sahut mama nya Yoga


"mau pesan apa ?" tanya Bu Nur Aini setelah mereka sudah mendapatkan meja


"ayam teriyaki sama sayur rebus saja "jawab Ari


"oh....baiklah " ia fikir gadis di depan nya ini akan memesan makanan yang mahal dan elit namun rupanya perkiraan nya itu salah


"kamu mau pesan apa?" tanya nya pada Yoga


"udang goreng tepung saja " sahut Yoga


Tak lama pesanan pun datang ,ketiga nya segera menyantap makanan siang mereka.


"oh ya ma...sudah ada kabar dari papa belum?" tanya Yoga


Tiba-tiba saja Bu Nur Aini menghentikan makan nya


"belum " sahut nya lirih


"maaf memang nya papa nya Yoga kemana?" tanya Ari


"dua Minggu yang lalu papa pergi ke luar kota untuk suatu pekerjaan ,biasa nya perginya itu gak lama paling cuman dua atau tiga hari ,tapi sudah hampir dua minggu belum pulang juga ,gak ada kabar juga ,ponsel nya tak aktif terus,gimana kita tak khawatir coba " tutur Yoga


"lalu apa Tante atau kamu tak bertanya pada teman satu kerjaan nya atau siapa gitu?" tanya Ari lagi


"sudah ,tapi mereka yang kita tanyai bilang tak tahu " jawab Yoga lagi


"kita berdoa saja semoga papa kamu baik-baik saja dan akan cepat pulang" ucap Ari


"aminn..." sahut Yoga dan mama nya


"Yoga...kamu itu harus diet ,kamu mau cewek yang kamu taksir lirik cowok lain ,mama perhatiin tubuh kamu bukan nya makin nyusut malah makin melar saja , mau kamu badan kamu seperti papa mu ?" celetuk mama nya tiba-tiba ,ia yang sebenarnya perasaan nya tengah kalut karena mengkhawatirkan suami nya pun berusaha untuk terlihat baik-baik saja


"Yoga kamu ada cewek yang kamu suka?" tanya Ari tiba-tiba membuat Yoga tersedak

__ADS_1


"uhhukk.... uhhukk....."


"makan tuh pelan-pelan nih minum dulu , pelan-pelan juga minum nya " decak Ari sebab Yoga minum sudah seperti orang kehausan


"iya ,dia tuh lagi naksir cewek cuman dia nya minder ,mungkin karena bentuk tubuh nya yang seperti ini" cetus Bu Nur Aini


"ma....." lirih Yoga ,ia khawatir jika mama nya akan memberitahu Ari siapa gadis yang ia sukai


"kalau menurut aku sih ya Tante ,kalau yang nama nya cinta itu tak pandang fisik ,mau dia gendut ,kurus ,kering ,bahkan miskin sekalipun jika sudah cinta harusnya bisa menerima apa adanya" tutur Ari


"kamu juga Yoga , kenapa tak pernah bilang sih ,nanti kalau cewek yang kamu taksir mikirnya macem-macem tentang kita gimana ,nanti dia salah faham dan gak mau sama kamu lagi" seru Ari


" memang nya siapa cewek nya ,anak sekolah kita juga bukan ,satu kelas dengan mu atau beda ,nanti aku bantu deh " tambah nya lagi


"siapa pun itu sudah lah jangan dibahas ,gak penting" ujar Yoga


"kok gak penting sih ,ini tuh masalah nya hati tahu ,emang nya enak mendam perasaan sementara cewek nya gak tahu ,kalau aku jadi kamu ya ,aku akan langsung samperin tuh cewek ,terus bilang ,aku suka kamu ,gitu ,masalah diterima atau enggak nya sih itu masalah belakangan yang penting kamu sudah gentle " tutur Ari lagi


"masalah nya aku gak mau setelah dia tahu ,dia jadi jauhin aku , sudahlah gak apa-apa selama aku masih bisa melihat nya saja aku sudah seneng kok" sahut Yoga yang semakin dag dig dug saja ,sebab ia takut jika Ari akan langsung mengerti arah bicara nya


"hm...kamu mah aneh " decak Ari lalu memasukan makanan pada mulut nya


sementara Bu Nur Aini hanya bisa menyaksikan nya dengan membatin


"kamu gadis itu Ari....huuh...dasar gendut payah " cibir nya dalam hati


Sementara itu Gibran dan Aranta yang baru diberi tahu jika kedua nya akan menikah di waktu dekat pun cukup shock ,bahkan saking shock nya mereka sampai tak bisa berkata-kata.


"setuju atau tidak bulan depan kalian menikah ,jangan protes dan jangan banyak alasan " ucap Rifki


"tapi pa...aku masih belum lulus ,aku juga harus bekerja dulu untuk menghasilkan uang terlebih dahulu untuk membuktikan jika aku mampu " protes Gibran


"kami percaya pada mu Gibran ,lagipula selama ini kamu juga kan sering bantu papa kamu di perusahaan,di kafe juga ,tak perlu pembuktian apa pun untuk terlihat jika kamu mampu" sambung Seno


Gibran menoleh pada Aranta yang nampak diam sambil menunduk


"ayo dong Aranta katakan sesuatu kek " batin Gibran


"bagaimana Aranta , kau setuju kan?" tanya Nuri


"bagaimana ya Tante ,aku ... terserah Adnan saja " jawab nya dengan masih menunduk ,ia menjadi dilema sendiri ,sebab melihat reaksi Gibran yang memang sepertinya belum siap ,berbeda dengan diri nya yang sudah sangat siap ,sebab ia sudah lama memendam perasaan pada Gibran,setelah mendapat kan hati dan cinta nya ia pun menjadi berharap lebih dengan hubungan mereka


"tuh katanya terserah kamu " ucap Rifki


"ma...pa..."


"keputusan ada pada Adnan , mungkin memang Adnan belum siap karena menjadi seorang suami mungkin tidak lah mudah,banyak beban dan tanggung jawab yang akan Adnan pikul nantinya,lagi pula perjalanan kita masih panjang ,kita harus bekerja dulu ,belajar lebih banyak tentang kehidupan ,juga pengalaman lain nya yang mungkin tidak akan di dapatkan jika terikat suatu pernikahan " tutur Aranta memotong ucapan Gibran


Bukan nya tak sopan hanya saja Aranta tak ingin mendengar alasan apapun lagi dari Gibran ,dengan alasan Gibran tadi ia jadi bisa menyimpulkan jika Gibran belum siap berumah tangga.


Dan itu sebenarnya sudah membuat nya sedikit kecewa , padahal saat tadi pagi ketika orangtuanya menanyakan pernikahan ia sudah sangat senang,hanya saja ia menutupi perasaan nya itu.


"lagipula nanti setelah lulus aku akan langsung di tugaskan ke luar kota dan menjadi dokter gigi di puskesmas sana, jadi jika kita menikah diwaktu dekat ,itu pasti akan menyulitkan Adnan nanti nya " tambah Aranta lagi


"keluar kota....kenapa kamu tak bilang apa-apa ?" seru Gibran yang tak tahu menahu tentang rencana Aranta


"maaf " lirih Aranta


"kita harus bicara " Gibran pun menarik tali pakaian Aranta menuju ke arah kolam renang


"khikhikhikhi.... kelimpungan kan tahu Aranta mau ke luar kota khikhikhikhi" Lasmi terkikik


"kamu ngapain disini ,bukan nya jagain Ari " seru Nuri dalam hati

__ADS_1


"eh....iya maaf lupa , ya udah aku balik lagi deh,dadaaaahhh..... khikhikhikhi....."


***


__ADS_2