
Mendengar jika yang mengetuk pintu dari kepolisian Rifki pun membuka pintu ,begitu pun dengan Gibran yang berada di kamar satu nya.
"selamat malam ,maaf mengganggu istirahat anda,tapi kami dari kapolres*** hendak melakukan penggeledahan ,anda di sini bersama siapa?" tanya seorang perwira polisi yang mengenakan masker
"saya bersama istri dan anak saya hanya saja anak saya berada di kamar satu nya " jawab Rifki apa adanya
Namun bukan polisi nama nya jika mudah percaya begitu saja ,beberapa petugas kepolisian pun masuk menggeledah kamar yang di tempati Rifki dan Nuri ,untung saja Nuri dengan sigap mengenakan hijab nya tadi ,jika tidak mungkin para polisi tersebut akan melihat nya tanpa mengenakan hijab.
Salah satu polisi wanita atau polwan pun turut memeriksa Nuri ,dari ujung kepala hingga kaki ,tubuh Nuri diperiksa nya.
Begitupun dengan Rifki
"apa benar kalian pasangan suami istri?" tanya polisi tadi
"benar pak "sahut Rifki
"mana KTP dan identitas lain nya " tanya polisi itu lagi yang tak mau mempercayai begitu saja
Meskipun ingin marah namun Rifki tetap kooperatif ,ia memberikan KTP serta buku nikah nya bersama Nuri.
"ini KTP dan buku nikah kami ,jika bapak tidak percaya ,kami pasangan sah secara agama juga negara ,bahkan kami sudah dikaruniai dua orang anak ,salah satu nya yang menginap di kamar satu nya " tutur Rifki sambil menahan kesal
Bagaimana tak kesal ,hal seperti ini baru saja ia alami ,apalagi saat polisi itu seakan tak mau percaya ucapan Rifki.
"apa ibu sudah berkeluarga ?" tanya polwan itu pada Nuri
"iya sudah " sahut Nuri
"apa suami ibu tahu jika ibu berada di sini?" tanya nya lagi
"tahu" sahut Nuri datar
"lantas kenapa ibu masih berada di sini ,bukan nya pulang ke rumah ,kalau suami ibu nyari gimana ,apa alasan ibu ?" tanya polwan itu yang malah menuduh Nuri yang bukan-bukan
"kenapa aku harus bilang ,orang suami aku juga ada di sini kok" sahut Nuri yang sama sekali tak merasa terintimidasi oleh polwan tersebut
"ibu jangan terus-terusan melawan ya ,sebaiknya ibu jawab dengan jujur dengan siapa ibu berada di hotel ini?" tanya polwan itu tetap kekeuh dengan spekulasi nya
"loh siapa yang ngelawan,aku cuman jawab jujur kok ,itu suami saya ,kalian salah grebek kami bukan pasangan selingkuh ya" seru Nuri yang mulai terpancing emosi
"jika ibu nyolot begini berarti benar ya jika kalian itu pasangan selingkuh ,sekarang sebutkan siapa nama ibu dan suami ibu,usia ibu berapa dan tinggal dimana?" ucap polwan itu bertanya seraya mengeluarkan buku kecil nya untuk mencatat
__ADS_1
"astaghfirullah....." lirih Nuri seraya melirik Wowo yang nampak terdiam dengan pandangan tajam ke arah para polisi
"ibu, sekarang ibu sebutkan nama ibu ,ibu harus kooperatif ya ,jangan berbohong ,ibu tahu kan bohong itu tak boleh ,apalagi ibu mengenakan hijab seperti ini ,tak malu apa Bu sama hijab nya ?" ucap polwan itu lagi
"Ya Allah....kalau aku jedotin polwan ini ke tembok bakal kena hukum gak sih ,gemes amat rasa nya " batin Nuri merasa gemas pada polwan tersebut
Tak hanya Nuri ,Rifki pun sama ,entah kenapa para polisi itu seakan tak mau percaya dengan penuturan kedua nya
"ini periksa KTP ini dan buku nikah nya ,cocokan semua data nya " ucap polisi yang tadi menerima KTP serta buku nikah dan menyerahkan pada rekan nya
Tak hanya Rifki ,Nuri pun diminta menunjukan KTP,dengan perasaan dongkol Nuri menyerahkan KTP nya
Saat salah seorang perwira polisi tengah memeriksa keaslian buku nikah tersebut , seseorang datang membuat para polisi itu menundukan kepala nya .
Namun polisi yang masih memeriksa buku nikah tersebut tak menyadari nya.
"selamat malam komandan " sapa salah satu polisi yang jabatan nya setingkat lebih tinggi dari rekannya yang lain seraya memberi hormat
"apa yang kalian lakukan?" tanyanya
"kami sedang melakukan penggerebekan pada pasangan bukan suami istri komandan " sahut nya
"siapa yang bukan pasangan suami istri,apa kalian tak tahu siapa mereka?" tanya pimpinan nya sedikit menyentak
Melihat reaksi pimpinan nya yang seolah menghormati Rifki dan Nuri ,para polisi yang tadi melakukan penggerebekan itu pun merasa was-was.
"memangnya siapa mereka ,kenapa sepertinya komandan sangat menghormati mereka ?" batin nya
"sekarang juga kalian semua keluar " ucap komandan polisi itu tegas
Mendengar suara nya yang lantang dan tegas membuat mereka menurut dan langsung keluar.
"maafkan atas ketidak sopanan anak buah saya Pak" ucap komandan itu
"iya tak apa ,wajar lah mereka menduga kita pasangan tak sah ,orang kita nya juga yang salah tempat " sahut Rifki santai
"tapi tetap saja saya merasa tak enak " ujar komandan polisi itu
"sebagai penegak hukum memang sudah sewajar nya mereka melakukan penggerebekan ,hanya saja sikap mereka yang sedikit tak sopan membuat saya sedikit tersinggung, tapi....bapak tahu kita pasangan suami istri sah dari mana?" tanya Rifki karena ia merasa tak mengenal polisi itu
"kebetulan saya tahu anda dan istri dari media ,dan saya mendapat laporan dari teman saya jika pak Rifki dan ibu Nuri yang dalam perjalanan tengah menginap di hotel ini ,dan kebetulan dari tim kapolres kami tengah melakukan penyisiran hotel-hotel seperti ini untuk ditindak lanjuti jika terdapat pasangan bukan sah,teman saya juga menuturkan jika pak Rifki dan istri turut terjaring " tutur komandan polisi itu membuat kening Nuri dan Rifki berkerut ,kedua nya pun saling lempar pandang
__ADS_1
"begitu saya tahu ,saya langsung meluncur ke tempat ini ,sekali lagi saya mohon maaf atas ketidak nyamanan anda berdua " tutur nya lagi
Rupanya komandan polisi itu sangat tahu siapa Rifki dan Nuri dari beberapa media yang ia lihat dan baca
"iya pak tidak apa-apa " sahut Rifki
"kalau begitu saya pamit undur diri ,maaf sudah mengganggu istirahat anda ,permisi ..."
"tunggu " seru Rifki
"iya pak,ada apa?" tanya komandan polisi itu tak jadi melangkah
"besok pagi ,bisa bawa saya ke alamat ini,teman saya selaku polisi juga akan datang ke alamat itu" ucap Rifki seraya memberikan secarik kertas
"alamat ini,saya tahu ,baiklah ,tapi untuk tujuan apa ya pak?" tanya nya
"jadi begini........" Rifki pun memberi tahu apa maksud dan tujuan nya pergi ke alamat itu ,polisi itu nampak mengangguk
"baiklah ,besok saya sendiri yang akan mengawal bapak dan ibu menuju tempat itu,kalau begitu sekarang saya undur diri ,permisi " sahut nya meski ia masih belum mengerti dengan apa yang di katakan Rifki ,tapi demi menghormati dan sebagai tanda permintaan maaf nya ,ia pun hanya mengiyakan saja ucapan Rifki.
Akhirnya Rifki dan Nuri pun bisa bernafas lega karena mereka telah bebas dari tuduhan yang tak jelas,begitu pun dengan Gibran ,karena Gibran dikamar nya sendirian,juga polisi tak mendapatkan sesuatu yang mencurigakan akhirnya Gibran pun aman.
"ehehehehe......emang enak salah grebek, ehehehehe....." ucap Wewe yang rupanya makhluk halus itu lah yang memberi tahu komandan polisi tadi dengan menyamar sebagai teman komandan polisi itu.
Malam pun berganti siang ,kini setelah sarapan Rifki ,Nuri ,dan Gibran juga para tak kasat mata para pengawal nya sudah bersiap kembali untuk menuju ke tempat dimana jasad Dirga berada.
Ditemani komandan polisi dan anak buah nya ,juga rekan Rifki yang polisi juga datang ,mereka pun bersama-sama menuju tempat itu.
Iring-iringan mobil polisi yang mengapit mobil nya Rifki pun menjadi sorotan dan buah tanya bagi yang melihat.
Mereka mengira jika pejabat lah yang tengah dikawal itu.
Hingga iring-iringan pun berhenti di dekat jembatan ,jembatan yang sama persis dengan apa yang Gibran lihat pada penglihatan nya.
Awalnya para polisi tersebut tak mengerti untuk apa mereka datang ke tempat itu , akan tetapi saat Gibran mencoba menjelaskan secara perlahan akhirnya mereka pun mulai mengerti apalagi Gibran menjelaskan nya tanpa menyangkut pautkan nya dengan mistis ,dan itu dapat diterima oleh para polisi itu.
Hingga akhirnya di mulai lah pencarian jasad Dirga dengan mendatangkan tim SAR juga.
Sementara di tempat lain Dani dan Burhan hendak melenyapkan barang-barang milik Dirga ,mereka hendak menjual benda berharga nya seperti jam tangan ,cincin juga kalung , sementara dompet dan isi nya hendak dibakar nya,akan tetapi sebelum hal itu dilakukan keduanya sudah lebih dulu di kepung beberapa polisi ,sambil mengacungkan pistol nya para polisi berhasil membekuk kedua orang itu.
***
__ADS_1
Maaf ya .... maaf banget udah buat kalian kecewa kemarin aku gak up, my body pada sakit semua ,jadi otak ku gak bisa diajak kompromi dehπππ ,ini juga aku nulis dari pagi loh sebenarnya, cuman ya begitulah karena nulis nya tersendat-sendat jadi nya lama selesai nya π€π
Sekali lagi maaf yaπππ