The INDIGO

The INDIGO
Senjata makan tuan


__ADS_3

Saat ke empat hantu sudah mencebur kan diri nya ke air ,bang Popo tiba-tiba ikutan nyemplung juga ke dalam kolam


byuuurrr.....


"bang Popo ngapain ?" tanya Gibran


"aku juga mau ikutan lomba renang nya ,tapi ini susah gerak nya " saut Popo yang terus menggerak-gerakkan tubuh nya


"hahaha....dasar pocong gak tahu diri ,tangan sama kaki kena iket juga gegayaan udah kaya ulet kecebur tahu gak ,udah lah bang Popo naik saja " seru Gibran sampai tertawa terpingkal-pingkal


Dari dalam nampak Seno dan Thalia yang menatap kebingungan melihat Gibran


"itu anak kenapa ketawa sendirian ,eh tapi...itu air nya kenapa goyang-goyang ?" tanya Seno yang tiba-tiba jadi merinding ,hal yang sama pun dirasakan Thalia,nampak nya mereka melupakan sesuatu


"mama sama papa sedang apa?" tanya Aranta yang menghampiri mereka


"eh...Aranta lihat deh kamu tahu apa yang Gibran lakukan?" tanya Thalia


"hm...di sana banyak hantu ma,pa,mereka lagi berenang ...mau kesana?" tanya Aranta


"hah....enggak deh , oh iya Gibran kan sama dengan mu , kalian memang cocok , sama-sama bisa lihat hantu ,ya sudah kita ke dalam lagi saja " ajak Seno pada istri nya


Kedua nya pun kembali menghampiri Nuri dan Rifki di ruang tengah, sementara Ari sudah kembali ke kamar nya bersama kucing nya yang bernama Santi.


Aranta memperhatikan dari ambang pintu ia pun menahan tawa nya saat melihat kelakuan bang Popo.


Gibran pun menengok pada Aranta ,lalu melambaikan tangan nya ,Aranta pun mendekat


"kenapa gak bilang-bilang kalau lagi ngadain acara seperti ini ?" tanya Aranta yang berdiri di samping Gibran namun cukup berjarak


"maaf ,acara nya dadakan soal nya " sahut Gibran


tuuuuutttt......


Gibran meniup peluit saat salah satu hantu sudah mencapai ujung kolam renang


Semua hantu yang menyaksikan pun bersorak saat hantu Harun memenangkan lomba renang tersebut ,hantu Harun merasa bangga karena ia berhasil menang ,padahal yang sebenar terjadi para hantu peserta yang lain sudah di briefing oleh Wowo and the geng untuk berpura-pura kalah , hal itu dilakukan agar hantu Harun merasa puas dan bisa kembali ke alam nya dengan tenang setelah keinginan nya memenangkan perlombaan renang tercapai.


"selamat ya bang Harun ,bang Harun hebat bisa mengalahkan mereka" ucap Gibran seraya mengalungkan medali yang terbuat dari gagang daun singkong yang dibuat kan khusus oleh Lasmi si kuntilanak merah


"terima kasih ,berkat mu dan para hantu yang lain aku bisa pergi dengan tenang sekarang ,sekali lagi terima kasih " cahaya putih berpendar menyelimuti tubuh nya ,dan perlahan hantu Harun pun menghilang meninggalakan senyuman dan lambaian tangan nya.


"akhirnya dia bisa pergi dengan tenang " gumam Gibran


"memang nya hanya itu keinginan nya ?" tanya Aranta


"iya ,lucu kan " sahut Gibran


"wooyyy..... tolongin dong ...." teriak bang Popo yang masih berusaha untuk berenang


"hahaha....bang Popo lucu " kini giliran Aranta yang tergelak ,bahkan tak hanya Aranta semua hantu yang masih berada di sana pun turut menertawakan pocong itu juga menyoraki nya.


"hati-hati ada siluman duyung " seru Lasmi


"yee....salah bukan siluman duyung ,tapi belatung nangka hahaha...." seru Wowo


"astaga ....sampai keluar air mata ku " lirih Aranta seraya mengusap ujung mata nya


"kalian lanjutkan saja berenang nya ,aku dan Aranta mau ke dalam ,sudah makin larut " ucap Gibran pada hantu-hantu itu

__ADS_1


"yuk " ajak Gibran


"hem...iya " Aranta pun berjalan didepan Gibran


Sesampai nya di dalam Aranta langsung diajak pulang ke rumah di belakang rumah Gibran oleh kedua orang tua nya


Setelah Aranta dan kedua orang tua nya pergi ,Gibran pun bergegas ke kamar nya ,Nuri dan Rifki pun sama .


Sementara itu di kamar lain ,Ari yang sudah terlelap mendadak suhu badan nya menaik, Ari pun terbangun


"uuhhh....ini ...kenapa dengan ku ,kenapa rasa nya pusing sekali " lirih Ari seraya menyentuh pelipis nya


tiba-tiba Santi,kucing nya melompat kearah Ari


Antara sadar dan tidak Ari merasakan kening nya dijilati oleh kucing nya itu ,namun karena rasa pusing nya yang dominan membuat nya tak bisa membedakan antara nyata dan mimpi.


Ari pun kembali terlelap


"terima kasih kamu sudah membantu Ari " ucap Lasmi yang melihat apa yang dilakukan kucing itu


"meeooong...." Santi pun lalu tidur di samping Ari dengan memeluk lengan majikan nya itu


Keesokan hari nya ,Ari terbangun dengan tubuh yang sudah rileks ,ia bahkan terlihat segar dan ceria dari sebelum nya


"selamat pagi....." teriak Ari saat menuruni tangga


"selamat pagi juga cantik ...kamu nih pagi-pagi sudah bikin gaduh" sahut Dewi


"hehehe....nenek "


"tumben kamu ceria banget ada apa nih?" tanya nenek nya


"enggak , hari ini kamu berbeda ,aura cantik kamu tuh kaya terpancar gitu loh ,kenapa sih ,habis dapat lotre ya?" tebak nenek nya lagi


"ih nenek lotre apa pula ,gak boleh kan nek ikutan begituan " sahut Ari memberengut


"hehehe....abis nya pagi ini kamu beda banget tau gak jadi lebih cantik" tutur nenek nya


"iya ,nenek benar " sambung Gibran,namun kemudian Gibran terkesiap saat melihat apa yang terjadi pada Ari semalam


"kakak kenapa ?" tanya Ari


"gak apa-apa ,kamu mau berangkat sekolah kan ,bagaimana kalau pagi ini kamu kakak antar ,sudah lama juga kakak gak nganter kamu ke sekolah " ucap Gibran


"ok " saut Ari singkat


Sebenarnya ada sesuatu yang ingin Gibran pastikan ,dan hal itu ada sangkut pautnya dengan apa yang Ari alami semalam.


Sementara Gibran mengantar Ari,Aranta dan ke dua orang tua nya nampak sedang bercengkrama bersama , hal itu jarang mereka lakukan sebab Aranta yang juga berkuliah di Jakarta membuat mereka tak pernah berkumpul seperti itu.


"kamu sudah siap jika dalam waktu dekat kamu menikah?" tanya Thalia tiba-tiba


"kok mama nanya nya gitu?" tanya Aranta balik


"bukan apa-apa, kalian kan sudah sama-sama dewasa ,kalian juga sudah bertunangan ,apa gak sebaiknya segera kan saja ,agar kami juga tak terlalu merasa was-was pada mu ,kalau kamu sudah menikah kan akan ada suami mu yang menjaga mu " tutur Thalia


"iya lagipula meskipun kami semua tahu Gibran itu seperti apa tetap saja sebagai orang tua kami merasa khawatir ,walau bagaimana pun kan Gibran laki-laki normal , siapa yang tahu saat kalian hanya berdua ada setan lewat ,atau ditemani setan, lalu setan itu membisikan sesuatu agar kalian melakukan hal yang enggak-enggak" tutur Seno menimpali


"ah papa....jangan kan hanya berdua lagi rame-rame saja suka ada setan yang ngintilin kok " sahut Aranta

__ADS_1


"ya ...bukan setan itu maksud papa nak" ucap Seno


"iya Aranta ngerti , papa tenang saja , Insyaallah Adnan bisa menjaga ku dengan baik ,tanpa harus melakukan sesuatu yang aku mau " sahut Aranta


"astaghfirullah....kamu bicara apa nak?" tanya Thalia terkejut


"hehehe....becanda doang...." Aranta nyengir


"kamu tuh " Seno menyentil kening putrinya itu dengan gemas


mereka pun tertawa bersama


Di sekolahan Ari


Gibran masih berdiam diri di dalam mobil nya meskipun Ari sudah masuk beberapa saat yang lalu


"nek ,apa nenek sudah melihat laki-laki yang aku lihat di penglihatan ku tadi tentang Ari ?" tanya Gibran pada Wewe ,karena kedekatan nya dengan sosok Wewe gombel tersebut menjadikan batin dan fikiran nya pun terkoneksi satu sama lain ,jadi saat Gibran melihat suatu gambaran penglihatan apa pun Wewe pasti tahu.


"ehehehehe......iya ,dia sudah masuk dari tadi "


"Ya Allah nek ...kenapa gak bilang daritadi ?" tanya Gibran


"ehehehehe....kamu nya yang tak bertanya cu.... ehehehehe...."


"astaga...." keluh Gibran


"ehehehehe....kamu tenang saja ,sudah ada Lasmi yang memberi pelajaran pada laki-laki itu" tutur Wewe lagi


"ya sudah baiklah ,kita serahkan pada Tante Lasmi ,tapi jika terjadi lagi biar aku yang kasih pelajaran orang itu " Gibran benar-benar merasa geram pada laki-laki yang ada pada penglihatan nya tadi


Yang terjadi pada Ari semalam


Zeky yang merasa kesal karena rencana nya untuk membuat Ari patah hati gagal total yang akhirnya ia harus memberikan sejumlah uang dengan nominal yang tinggi pada teman-teman yang ikut taruhan ,ya...Ari dijadikan bahan taruhan oleh Zeky dan teman-teman nya ,Ari mengetahui hal tersebut dari laporan Lasmi ,Ari pun tengah mencari alasan untuk memutuskan nya sebelum ia jatuh cinta beneran ,dan akhirnya saat Ari merasa ada kesempatan gadis itupun langsung memutuskan Zeky


Zeky langsung membayar orang pintar atau dukun untuk mengirimkan ilmu hitam semacam teluh pada Ari,untuk membuat Ari jatuh sakit dengan wajah yang terlihat jelek di mata siapa pun ,namun berkat Santi kucing nya ,Ari bisa langsung terbebas dari teluh itu.


Bukan nya Ari yang terlihat jelek ,justru sekarang malah dirinya lah yang terkena teluh tersebut.


Pagi-pagi saat bangun tidur ,Zeky merasa badan nya panas ,namun setelah di ukur menggunakan pengukur suhu badan , suhu tubuh nya normal, Zeky juga sempat mengeluhkan sakit di kepala nya ,namun hanya sesaat setelah itu keadaan nya kembali normal ,hanya saja ada yang beda dari nya , tak seperti biasa nya ,setiap orang yang melihat wajah nya ,Zeky jadi terlihat lebih tua dari umur nya apalagi ditambah jerawat dan bruntusan ,namun apa yang Zeky lihat pada wajah nya lewat cermin terlihat biasa saja ,tak tua ,tak ada jerawat apalagi bruntusan.


"senjata makan tuan " gumam Gibran tersenyum smirk


***


Hai semua nya ,gak bosen-bosen nih promosi karya baru aku ,mampir ya jangan sampai tidak 🤭 tinggalkan jejak nya ya


like , komentar , serta vote nya juga ya...😊


bahkan jika berkenan kasih bintang lima 😁


belum dikasih hati udah minta jantung ,dasar aku🤦😁😅


Sebelum nya udah aku revisi sinopsis nya



Alhamdulillah udah dapet like


makasih yang sudah sudi mampir di cerita ku , terima kasih juga yang sudah masukin favorit, insyaallah cerita RUMAH DI UJUNG JALAN ini aku daftar kan lomba

__ADS_1


menang enggak nya sih masalah belakangan saja yang penting aku sudah ikut berpartisipasi dan meramaikan, insecure aku tuh sebenar nya 😅


__ADS_2