The INDIGO

The INDIGO
Makhluk tinggi besar


__ADS_3

Ketika aku menginjakan kaki di rumah besar bergaya klasik ini suasana aneh mulai menjalari tubuh ,bulu kuduk meremang ,dan panas menjalari sekujur tubuh.


"kok aku rada-rada merinding ya Bran" bisik Riswan


"mungkin karena suasana nya sepi,juga pencahayaan yang kurang " bisik Aranta yang memang berada di dekat Riswan ,posisi Riswan di tengah


"kalian duduk lah dulu ,aku panggilkan mama ku dulu" ucap Merlin seraya berlalu ke dalam


"bi,tolong ambilkan minuman buat teman-teman ku ya" suara Merlin terdengar


"iya ,baik non" sahut seorang yang di panggil nya bi itu


Tak lama kemudian muncul lah perempuan paruh baya bersama Merlin yang sudah berganti pakaian .


"maaf lama menunggu, saya mama nya Merlin ,jadi ...yang mana yang bernama Adnan ?" tanya nya menatap ku dan Riswan


"saya Tante ,perkenalkan saya Adnan ,dan ini Riswan dan Aranta" ucap ku mengatupkan tangan


mama nya Merlin tersenyum melihat ku ,lalu memanggil pembantu nya sambil menengok ke arah yang mungkin arah dapur


"bi......"


"kenapa bibi lama banget , maaf ya " ucap nya lagi


"iya tak apa Tante ,tak usah repot-repot ,kami ke sini hanya ingin melihat kondisi nya Tante nya Merlin " sahut ku


"ya sudah kalau gitu ikut Tante " aku pun beranjak mengikuti mama nya Merlin ,diikuti Riswan dan Aranta


"tapi maaf Tante ,saya dan teman saya minta izin untuk menumpang mengerjakan shalat dhuhur terlebih dahulu " ucap ku


"oh tentu saja ,mari ikuti Tante " kami pun mengikuti langkah mama nya Merlin ,hingga tiba lah kita di sebuah ruangan kamar yang kosong ,mama nya Merlin pun menunjukan kamar mandi yang juga terletak di kamar ini,setelah mama Merlin keluar kamar kami pun lantas berwudhu ,namun Aranta tak ikut alasan nya ia tak solat ,entahlah mungkin ia sedang berhalangan .


Sampai beberapa menit kemudian shalat ku selesai ,aku dan Riswan serta Merlin pun keluar kamar dan menghampiri mama Merlin dan Aranta di ruangan keluarga .


"baiklah Tante ,bisa saya melihat Tante nya Merlin ?" tanya ku


"tentu ,ayok ikut dengan dengan Tante " ucap nya beranjak


Kami pun mengikuti mama nya Merlin .


Semakin ke dalam hawa yang kurasa semakin pengap,ku langkahkan kaki ku seiring dzikir yang tak putus di hati ku .Kamar nya Tante Merlin berada di lantai dua ,saat kami mulai menapakan kaki di tangga sengatan menjalar di seluruh tubuh ku ,namun aku tetap berusaha melawan energi itu dengan lantunan ayat suci Al-Quran yang menggema di relung hati.


ceklek


mama nya Merlin menarik handle pintu kamar yang ku yakini kamar Tante nya Merlin.


Betapa terkejut nya kami saat melihat Tante nya Merlin tengah merangkak di dinding ,persis cicak ,atau yang lebih beken nya Spiderman yang di tv itu.


"astaga.....Tante kamu sedang apa sih ?" pekik Riswan yang langsung dapat pukulan di bahu nya oleh Aranta


"auuh....sakit tahu..." seru nya


"makanya diem " Aranta menahan suara nya


Pandangan nya gelap dan tajam,ia tersenyum menyeringai menatap kami,Aranta dan Riswan lantas mundur dan bersembunyi di balik punggung ku .


"assalamualaikum" ucap ku menatap makhluk yang ada pada Tante nya Merlin

__ADS_1


"mau apa kau datang ke sini?" tanya nya dengan suara yang melengking memeka kan telinga


"astaghfirullaahal'aziim.....bisa tidak gak usah kenceng begitu ?" ucap ku santai


"Bran.....wah parah kamu ,aku kira kamu mau ngapain ikut bareng Merlin ,tau gini ogah aku ikut " bisik Riswan


"emang kamu fikir mau ngapain Adnan ke sini?" tanya Aranta juga berbisik


"kirain mau pdkt" celetuk Riswan


"ngaco kamu" sergah ku cepat


khem


Mama nya Merlin berdehem


"jadi ini gimana nak ,emang kamu bisa membantu adik nya Tante ?" tanya mama nya Merlin


"Insya Allah....kita berdoa saja bersama-sama meminta pada Sang Pencipta agar dimudahkan dalam segala urusan " ucap ku


"kalian baca doa apa saja yang kalian hafal,takut nya dia menyerang kalian jika kalian lengah ,tapi ingat jangan doa makan ,karena makhluk itu cukup jahat dan berbahaya ,tapi percayalah tak ada kekuatan yang lebih kuat dari kekuatan Allah SWT" ucap ku lagi


terdengar mereka membaca doa walau pelan ,namun aku mengerutkan kening saat mendengar kata dari mulut Aranta,doa nya tak terdengar seperti membaca ayat Al Qur'an,juga gerakan tangan di depan tubuh nya . Entah yang lain memperhatikan atau tidak ,mungkin karena tegang mereka sampai tak menyadari perbedaan pada Aranta .


"dia non muslim" gumam ku dalam hati


Aku pun lantas menolehkan kepala ku melihat makhluk yang ada di tubuh Tante nya Merlin .


"hey....kau, turunlah ,jangan siksa dia seperti itu, keluar dari tubuh nya ,dan hadapi aku jika kau berani" tantang ku


"hahahaha.....kau hanya manusia biasa tapi nyali mu cukup besar , ku peringat kan jangan ikut campur urusan ku ,jika tidak kau akan tau sendiri akibat nya ,kau beserta keluarga mu yang akan membayar perbuatan mu yang sudah sok ikut campur" ancam nya


Aku pun lantas menengadahkan tangan ku lalu berdoa kepada Allah,meminta izin dan restu untuk mengalahkan makhluk itu.


Tak ada keraguan dalam diriku ,karena aku yakin Allah selalu bersama ku di setiap nafas ku .


ku lantunkan doa-doa dan surah Al Qur'an lain nya ,terdengar gemerutuk tulang dari sosok itu yang masih berada di dalam tubuh Tante nya Merlin,saat ia merangkak turun dari dinding ,hingga kini posisi nya merangkak di lantai .


kretek.... kretek...kreeekk......kreeekk......


"bandel banget ya ,keluar ga, aku sentil nih " ucap ku berdecak kesal karena sosok itu enggan untuk keluar .


"hahaha....coba saja kalau bisa "


"wah nantangin nih setan " gumam ku


aku pun segera beranjak mendekati nya dengan doa yang ku lantunkan


"aw.....aw...aw....sakit ....ampun....." pekik nya menjerit saat jemari ku menekan jempol nya pelan


"nah kan aku bilang juga apa ,keluar gak,baru juga di sentuh sedikit udah kesakitan,pake ngancem-ngancem segala lagi " ucap ku sedikit meledek nya


"kamu bohong,....bilang nya tadi mau sentil tapi malah jari aku yang di pencet" jerit nya


"siapa bilang ini jari mu ,orang ini jari Tante nya Merlin kok" sahut ku


"tapi tetap saja aku yang kesakitan"

__ADS_1


"emang aku peduli" ucapku cuek lantas menyentuh ubun-ubun Tante nya Merlin lalu membaca ayat kursi


"Allahu laa ilaaha illaa huwal hayyul qayyum......."


"aaaakkkhhhh ...... gggrrrhhhhh......" makhluk itu menjerit dan menggeram lalu tak lama kemudian Tante nya Merlin pun tak sadarkan diri selepas keluarnya sosok yang merasuki nya


"cepat urus Tante mu " ucap ku pada Merlin


"baik ,ayo ma" sahut nya lalu Merlin dan mama nya segera menolong Tante nya Merlin di bantu Aranta dan Riswan ,dan segera meletakan di tempat tidur


"kau.......ternyata aku tak bisa menyepelekan mu,siapa kau sebenarnya " ucap nya dengan menggeram penuh amarah pada ku


Sosok itu sangat menyeramkan bagi yang pertama melihat namun bagi ku biasa saja ,gigi taring yang sama panjang atas dan bawah, telinga yang meruncing ke atas ,tubuh besar dengan ditumbuhi bulu lebat berwarna hitam .



" aku hanya manusia biasa yang dianugerahi kelebihan lain oleh Allah , kenapa melihat ku seperti itu ? .....aku gak takut " ucap ku


"lantas untuk apa kamu ikut campur urusan ku ?" tanya nya


"hadeuh bang, bang.....bisa gak sih gak nanya-nanya terus kaya wartawan aja , sekarang giliran aku yang bertanya untuk siapa kamu melakukan ini ?" tanya ku menatap jengah makhluk besar sejenis kak Wowo itu


"bang....bang . ..emang kamu fikir ****** apa " makhluk itu kembali menggeram


"emang kamu bau ******" cibir ku


"kurang ajar .....rasakan ini ...." makhluk itu mengeluarkan cahaya merah dari telapak tangan kanan nya dan mengarahkan nya langsung pada ku ,namun aku sudah lebih dulu membentengi diri dengan ayat-ayat suci Al-Qur'an ,yang sedari tadi aku lantunkan dalam batin ku ,tak hanya itu nek Wewe juga turut melindungi ku dengan membuat pagar gaib di depan ku.


"Adnan .....awas....." teriak Aranta


"tetap diam di tempat mu " perintah ku pada Aranta


Namun Aranta bandel ia malah berlari ke arahku hingga membuat konsentrasi ku buyar,apalagi dia malah memeluk ku hingga hilang sudah pertahanan ku ,sontak aku terkejut dan mengangkat kedua tangan ke atas ,untung saja benteng gaib dari nek Wewe masih kuat melindungi ku


"apa yang kamu lakukan " aku mendorong Aranta


"maaf" lirih nya menunduk


"minggir " aku menarik nya ke belakang tubuh ku ,beruntung kami tak sampai bersentuhan kulit sebab saat aku menarik nya aku menarik bahu nya yang tertutup sweater,jika itu terjadi bisa batal wudhu ku .


Kembali aku memusatkan fikiran dan berdoa meminta pertolongan Allah SWT,


Aku memejamkan mata agar aku tak terganggu dengan beberapa penampakan yang tiba-tiba muncul di belakang makhluk besar itu.


Hingga sebuah dentuman terdengar di barengi dengan suara pekikan .


Buuummmmm........


"aaaakkkhhhh........."


Setelah tak ada lagi suara itu aku pun lantas membuka mata ku


"Alhamdulillah......" tak ada lagi makhluk tinggi besar dan hantu-hantu lain nya ,segera aku mengusap wajah ku


"terima kasih Ya Allah" lirih ku


Namun baru saja aku bernafas lega terdengar teriakan di lantai dasar ,hingga kami pun berlarian untuk melihat nya.

__ADS_1


***


__ADS_2