The INDIGO

The INDIGO
Dugaan Gibran


__ADS_3

Di dalam kamar


"kakak apa an sih ,kenapa kakak bersikap seperti tadi ?" tanya Ari bersedekap d*da


"dia tak tahu kalau kakak mu yang tampan ini adalah kakak kandung mu,jadi kakak kerjain saja dia dengan seolah-olah kakak ini pacar mu " sahut Gibran cengengesan


"ya ampun kak ,kakak kenapa konyol sekali?" tanya nya


"hahahaha....biarin , siapa suruh dia jahatin kamu dek" ucap Gibran keceplosan


"aku sudah maafin dia kok kak ,lagi pula aku juga tahu tujuan dia nembak aku waktu itu,makanya aku cepat-cepat putusin dia saat ada kesempatan " ucap Ari yang mengira kejahatan itu yang dilakukan Zeky terhadap nya


"bukan itu " sangkal Gibran


"tadi nya kakak tidak mau memberitahu mu ,tapi seperti nya kamu harus tahu ,biar kamu bisa lebih berhati-hati lagi terhadap nya " ucap Gibran hingga Ari mengerutkan kening nya


"maksud kakak apa sih?" tanya Ari bingung


"jadi ,dia itu pernah mengirimkan guna-guna pada mu,dia sakit hati dan marah padamu ,tapi Allah masih melindungi mu dan guna-guna itu malah berbalik pada nya " tutur Gibran


"hah.... guna-guna ..." seru Ari nampak terkejut


"iya , makanya kamu harus berhati-hati pada nya " ucap Gibran lagi


"baiklah kalau begitu , ayo kita kerjain dia " ucap Ari


"anak pintar " ucap Gibran seraya mengajak rambut Ari


"isshh....kakak mah ,jangan diberantakin " seru Ari


"terus bagaimana dengan Yoga?" tanya Gibran tiba-tiba


"bagaimana apa nya ?" tanya Ari balik


"ya hubungan kalian bagaimana?" tanya Gibran lagi


"yee....kita cuman temenan kok ,kakak jangan salah faham " sahut Ari


"teman ....tapi mesra...." ledek Gibran


"iiihhh....kakak apa sih ,orang kita beneran temenan kok " sahut Ari lagi


"ya sudah...iya kakak percaya ,tapi satu saran kakak ,jangan pernah menyia-nyiakan orang yang benar-benar tulus sayang pada mu,orang yang selama ini selalu ada buat kamu " ucap Gibran


"jadi maksud kakak Yoga sayang gitu sama aku ? hahahaha....kakak ih jangan ngaco deh ,nih ya asal kakak tahu , Yoga itu sedang naksir pada seseorang,tapi dia minder karena bobot tubuh nya, aku sih rencana nya mau buat Yoga diet ya....minimal mengurangi beberapakali kilo berat badan nya deh,terus aku bantuin dia mengutarakan perasaannya itu ,gimana aku keren gak kak" tanya Ari setelah berbicara panjang lebar


"benarkah ,kamu tahu dek siapa gadis yang di taksir Yoga?" tanya Gibran


"enggak ,Yoga gak mau ngasih tahu siapa cewek nya " jawab Ari


"heeeeehhh.....kamu tuh ternyata masih polos " ucap Gibran gemas seraya mencubit hidung bangir adik nya


"dasar tidak peka" gumam Gibran dalam hati


"ehehehehe.....kalian kenapa masih di sini saja ,itu tamu nya sudah mau jamuran , ehehehehe...." tanya Wewe tiba-tiba


"ini juga kita mau balik ke bawah nek" sahut Gibran membatin


"dek,kita sudah terlalu lama ,kasihan tamu kamu menunggu lama "ucap Gibran


"yeee....enak aja tamu aku ,tamu tak di undang dia tuh "sahut Ari sebal


Ari dan Gibran pun akhirnya kembali ke ruang tamu.


Nampak Nuri yang masih menemani Zeky di sana.


Tak berselang lama datang lah Rifki.


"assalamualaikum....."


"waalaikum salam ,mas ....kok pulang nya malam banget ?" sahut Nuri lalu seperti biasa menyambut kedatangan suami nya dengan mencium punggung tangan Rifki lalu meraih tas kerja suami nya tersebut.


"iya sayang maaf ya ,hari ini di kantor lagi banyak banget kerjaan apalagi tadi siang kan aku habis cari gedung " sahut Rifki ,ia langsung melirik pada Zeky yang juga tengah melihat ke arah nya

__ADS_1


"siapa?" bisik Rifki


"mungkin pacar baru anak perempuan mu" jawab Nuri seraya berbisik


"papa...." seru Ari langsung berlari memeluk Rifki


"papa kok pulang nya malam banget sih ,katanya mau pergi kencan dengan aku" tanya Ari seraya bergelayut manja di lengan Rifki tanpa menghiruakan pandangan aneh nya Zeky terhadap nya


"maaf ya sayang ,hari ini kerjaan papa di kantor sangat banyak , papa janji besok kita pergi kencan gimana ,...seperti nya besok kerjaan papa gak terlalu banyak" ucap Rifki


"baiklah aku pegang janji papa ya" ucap Ari seraya mengacungkan jari kelingking nya


"iya papa janji , tapi katakan dulu siapa dia ?" tanya Rifki melirik Zeky


"dia...."


"perkenalkan om ,aku Zeky " ucap Zeky memotong ucapan Ari


"oh... Zeky ya ,ada keperluan apa malam-malam begini datang ke rumah kami?" tanya Rifki langsung menginterogasi nya


"saya hanya ingin bersilaturahmi saja pada keluarga nya Ari " sahut Zeky basa-basi


"oh silaturahmi ya ,bagus ,kalau begitu om masuk dulu ya ,kalian ngobrol lah ,yuk sayang " ajak Rifki pada Nuri


"Gibran ,kamu temani Ari dan Zeky ya" perintah Rifki


"ok" sahut Gibran lalu duduk ,Ari pun ikut duduk di samping Gibran.


"oh iya sayang ,tadi Yoga telpon papa ,katanya ponsel kamu gak bisa di hubungi " ucap Rifki yang kembali setelah masuk ke dalam


"oh iya ya,aku lupa ponsel ku masih di charger ,lupa gak di aktifkan kembali" sahut Ari


Ari pun menoleh pada Gibran dengan mengedipkan mata nya


"jangan pasang wajah begitu lah, ngerti kok kamu mau pinjam ponsel ku kan ,ini gak apa-apa pakai saja ,untuk mu apa sih yang enggak "ucap Gibran seraya mencubit pipi Ari


"makasih ,sebentar ya aku mau telpon dulu Yoga" Ari pun berlari ke luar untuk menghubungi Yoga


"s*al sebenarnya siapa laki-laki ini ,kenapa mereka terlihat sangat dekat sekali ,terus kenapa juga si gendut cupu itu seperti nya cukup dekat dengan papa nya Ari,kalau laki-laki ini pacar Ari lalu kenapa dia membolehkan Ari menghubungi laki-laki lain ,pakai ponsel nya pula" batin Zeky bertanya-tanya


"iya ,loe siapa nya Ari?" tanya Zeky saat itu juga


"kenapa memang nya ?" tanya Gibran santai


"gw tanya loe siapa nya Ari,pacar nya ?" tanya Zeky lagi


"menurut mu" ucap Gibran


Sebenarnya Zeky sudah merasa kesal sedari tadi saat melihat interaksi antara Ari dan Gibran ,namun setelah melihat bagaimana sikap Gibran pada nya yang so cool di mata nya itu membuat ia tak bisa lagi menahan kekesalan nya .


"loe jangan belagu ya ,loe fikir siapa loe itu hah,gw gak perduli mau siapa pun elu,gw minta loe jauhin Ari ,kalau tidak....."


"kalau tidak dukun bertindak...begitu...kamu fikir aku tak tahu dengan apa yang sudah kamu lakukan pada adik ku" potong Gibran


"apa maksud loe ? dan loe bilang apa tadi Ari...adik mu?" tanya Zeky nampak terkejut


"aku peringatkan kalau kamu berani macam-macam terhadap Ari...kamu akan menyesal ,aku bukan nya mau mengancam mu,hanya saja aku mau memperingati mu karena kamu sudah salah jika ingin mencari masalah dengan keluarga ku " ujar Gibran


"huh...kau fikir aku mudah di takuti seperti itu" ucap Zeky mengaggap remeh ucapan Gibran


"ih...nih orang tampang saja keren tapi kelakuan nya nol " gerutu Lasmi yang berdiri di belakang Zeky


"kok gue merinding ya" gumam Zeky pelam


Tahu jika Zeky bisa merasakan ke beradaan nya Lasmi pun meniup tengkuk Zeky


"kok malah makin merinding" keluh nya lagi ,bahkan kini bulu-bulu halus di lengan nya pun ikut berdiri


Tanpa di sadari oleh Zeky rupanya Gibran membuka mata batin nya dengan menjentikkan jemari nya saat Zeky lengah.


Tiba-tiba mata Zeky terbelalak lebar melihat sekeliling nya,ia pun terlihat tegang di wajah nya.


Bertepatan dengan itu Ari yang sudah selesai bertelepon ria dengan Yoga pun masuk ,ia melihat raut wajah Zeky yang sudah pucat pasi dengan keringat yang sudah membasahi wajah nya.

__ADS_1


"loh kamu kenapa kok kaya ketakutan begitu?" tanya Ari bingung


"a..gu...gue....gue...balik " sahut Zeky tergagap lalu berlari begitu saja meninggalkan rumah itu


"dia kenapa kak?" tanya Ari


"mungkin dia melihat puluhan makhluk astral di rumah ini " sahut Gibran tanpa dosa


"ih...ini pasti kerjaan kakak kan " ucap Ari seraya menyipit kan mata melihat kakak nya itu


"sekali-kali ngerjain orang gak apa-apa kan ,jangan hantu terus yang kakak kerjain "sahut Gibran


"dasar kamu tuh ,kasihan tahu anak orang ,mau seperti apa kamu tak menyukai nya kamu jangan berbuat seperti itu lah nak,kasihan" tegur Nuri tiba-tiba


"Gibran melakukan itu bukan tanpa alasan, laki-laki tadi pernah mengirim ilmu hitam pada Ari,dan kini laki-laki itu kembali ingin mendekati nya,dia memang menyukai Ari,tapi dari apa yang aku lihat dari nya, dia tak bersungguh-sungguh pada Ari,ada hal yang tak bisa aku ceritakan tentang laki-laki tadi,jadi intinya Gibran hanya ingin melindungi Ari " tutur Wowo


"apa ... dia mengirim ilmu hitam pada Ari?" tanya Rifki terkejut


"ilmu hitam apa?" tanya Dewi menimpali


"pokok nya dia pernah mengirim kan nya ,tapi Alhamdulillah Ari ada dalam lindungan Allah,jadi Ari tidak terkena ilmu hitam itu" jelas Gibran


Mendengar penjelasan dari Gibran,mereka pun jadi merasa lega, namun Rifki tentu saja tak ingin membiarkan nya begitu saja,dia kembali menghubungi beberapa bodyguard yang dulu pernah mengawal Ari.


Mengetahui hal itu, Ari pun hanya bisa pasrah kemana-mana diikuti bodyguard.


**


Keesokan hari nya


Gibran hendak menemani Nuri ke panti asuhan ,namun ia melihat Aranta yang sudah rapih hendak bepergian dengan membawa beberapa kardus ukuran sedang.


"selamat pagi sayang ,kamu sudah cantik banget mau kemana ?"tanya Nuri


"selamat pagi juga Tante, ini...aku mau pergi mengantarkan beberapa pakaian anak-anak ke sebuah panti asuhan" jawab Aranta


"wah ... kamu jadi donatur ... begitu?" tanya Gibran


"ah... tidak juga kok , aku hanya senang saja melakukan nya melihat anak-anak itu tersenyum saja sudah membuatku ikut bahagia " sahut Aranta


"baiklah ,kalau begitu kita berangkat barengan saja kita antar kamu dulu ke panti asuhan yang kamu tuju" ajak Nuri


"tak usah Tante ,aku sudah pesan taksi online, sebentar lagi pasti datang taksi nya,eh ...itu seperti nya taksi nya sudah datang ,kalau begitu duluan ya Tante , Adnan"ujar Aranta setelah sebuah mobil taksi online berhenti di depan gerbang pagar


"iya ,sudah kamu hati-hati ya , hubungi kami kalau ada apa-apa" ucap Nuri


"iya, assalamualaikum"


"waalaikum salam " sahut Gibran dan Nuri


Aranta pun lalu pergi menuju mobil taksi online itu ,tak lama kemudian driver nya membantu membawakan barang-barang Aranta


"kamu tuh bukan nya bantuin Aranta bawain barang-barang nya malah bengong kaya gitu" seru Nuri ketika ia melihat Gibran nampak melamun


"enggak kok ma,aku gak bengong ,hanya saja aku teringat sesuatu" sahut Gibran


"sesuatu apa?" tanya Nuri


"ada deh nanti aku cerita kan ,kalau benar ada nya " sahut Gibran penuh misteri


"kamu tuh bikin Mama penasaran saja ,apa sih ?" tanya Nuri


"nanti saja ,yuk ah kita berangkat ,keburu siang ,kasihan anak-anak pasti sudah menunggu kita " ucap Gibran lalu mengajak mama nya agar segera berangkat


"isshh....kamu tuh ,ya udah ayok " sahut Nuri yang tak ingin memaksa Gibran ,meski ia sangat penasaran


"semoga saja tebakan ku benar " batin Gibran seraya tersenyum


"ini anak ,sudah bikin aku penasaran ,sekarang malah senyum-senyum begitu,astaga ...." lirih Nuri membatin


***


Hai semua ... maaf ya othor lagi-lagi telat up nya, bukan tak niat up ,tapi keluarga ku sedang ada hajatan,jadi sibuk banget dari kemarin tuh, gak enak kan yang lain pada sibuk bantu ini itu ,aku malah sibuk sendiri, apalagi kebiasaan keluarga ku kalau hajatan itu semua anggota keluarga sibuk,ada yang masak ,siapin tenda ,ini ,dan itu , apalagi aku habis bantu muter-muter ke tiap rumah tetangga nganterin makanan ,jadi capek banget ,pokok nya semua nya mandiri tak ada katering atau apa lah segala macem ,jadi mohon maaf ya,semoga teman-teman semua memaklumi,dan jangan bilang bab ini sedikit ya ,ini sudah seribu tujuh ratusan lebih kata loh ,tak termasuk curhatan ku ini.

__ADS_1


Sekali lagi mohon maaf 🙏🙏🙏


__ADS_2