The INDIGO

The INDIGO
Menjemput


__ADS_3

Aku terhenyak saat melihat puluhan jiwa manusia menjadi budak para monyet itu , monyet-monyet itu bertingkah layaknya manusia ,mereka berdiri dan mencambuk siapa saja yang berhenti atau mengeluh bekerja .


Para jiwa manusia yang terbelenggu itu nampak kasihan sekali, mereka terlihat menyedihkan dengan membawa batu besar mereka masing-masing berjalan sesuai arahan para siluman monyet itu .


Pandangan ku terarah pada seekor monyet yang nampak diam memperhatikan yang lain ,tatapan nya kosong ,jika di perhatikan seakan ada kesedihan pada monyet itu.


Tiba-tiba aku merasakan jika ada seseorang yang berjalan di belakang ku ,aku pun lantas bersembunyi di balik semak dekat pintu goa .


Benar saja tak lama setelah aku bersembunyi muncul dua ekor monyet berjalan dengan memegangi seseorang .


kedua monyet itu membawa orang itu ke arah timur melewati para jiwa yang menjadi budak mereka


Aku berfikir keras agar bisa mengikuti nya tanpa ketahuan ,tapi bagaimana caranya .


"Allahu Akbar.... Allaahu Akbar.... Allaahu Akbar...." takbir ku ucap kan dalam hati


Waktu ku tak banyak ,aku tak boleh terlalu lama berada di alam ini ,atau aku tak bisa kembali ,tapi aku belum menemukan kakek .


Ya...tak ada pilihan lain selain aku menyamar sebagai budak , aku membaluri tubuh ku dengan debu dan tanah lalu meraih batu ukuran besar ,dengan mengucapkan bismillah aku pun bergerak ,berjalan terseok-seok seakan aku lelah .


deg


deg


deg


jantung ku berdetak kencang saat hendak melewati mereka , tapi aku merasa lega saat berhasil melewati nya namun tiba-tiba seekor monyet menghentikan langkah ku dan berputar mengelilingi ku ,sesaat kemudian monyet-monyet lain pun mendekat .


"Astaghfirullah....." batin ku


Suara bising yang di hasilkan dari monyet-monyet itu membuat telinga ku berdegung,mereka lalu melompat dan menyerang ku , tentu aku sudah menyiapkan diri dengan lantunan ayat suci Al-Quran yang tak putus aku ucapkan dalam hati .


monyet-monyet itu terpental saat berusaha menyentuh ku ,hingga seekor monyet besar berwarna putih datang membuat monyet-monyet yang tadi menyerang ku menundukan kepala nya .


"untuk apa kamu datang ke tempat ini ,kau bukan tawanan kami " tanya monyet putih itu


"wah .... amazing....seekor monyet putih bisa bicara " ucap ku


"hahahaha......karena aku bukan monyet biasa ,akulah sang penguasa wilayah ini , dan karena kamu sudah berada di tempat kekuasaan ku ,maka kau juga harus menjadi budak tawanan ku, hahaha....."


"enak saja ,aku datang ke sini untuk menjemput kakek ku ,mana kakek ku " tanya ku


"kakek mu ya.....yang mana?"ucap nya berbalik bertanya


"bisakah aku melihat semua tawanan mu ?" tanya ku lagi


"hahahaha.....boleh saja ....tapi ada syaratnya"


"apa itu?"


"kamu lihat lah dulu ,ada atau tidak kakek mu itu "


Monyet putih itu pun segera menyerukan sesuatu pada monyet-monyet di sekitar nya dengan bahasa mereka .


Dalam sekejap para monyet itu pun mengumpulkan para tawanan nya ,satu persatu aku melihat wajah-wajah itu ,namun tak ku temukan kakek ku , hingga pada tawanan terakhir aku terkesiap dan langsung berlari ke arah nya .


brukk


"kakek ....kakek tidak apa-apa" tanya ku pada kakek dengan kedua tangan dan kaki di rantai dan di beri pemberat sebuah karung berisi pasir


"kamu kenapa ke sini ,ini bukan tempat mu, di sini bahaya ,ayo lekas pulang " pinta kakek melepaskan pelukan ku


"tidak kek ,aku ke sini justru untuk menjemput kakek ,mari kita pulang" sahut ku


"hahaha....tidak semudah itu anak muda , kau fikir aku tidak akan rugi jika membiarkan mu membawa orang yang sudah di jadikan tumbal untuk ku ?" seru monyet putih itu


"tumbal?" gumam ku

__ADS_1


"ya tumbal , seseorang sudah memberikan nya padaku sebagai tumbal ,jadi aku tak mungkin membiarkan tumbal ku pergi begitu saja , kecuali ....."


"kecuali apa ?" tanya ku tak sabar karena monyet itu menggantungkan ucapan nya


"kecuali jika kau menggantikan nya ,ini adalah syarat dari ku ,aku melepaskan kakek mu lalu kamu tinggal di sini hahahaha...."


sudah ku duga ,siluman monyet itu pasti punya niat licik di balik semua kata-kata nya ,dan aku tidak yakin jika aku menukar diriku dengan kakek ,kakek bisa keluar dari tempat ini.


"jika aku tidak mau?" tantang ku


"oh.....kamu dan kakek mu akan berada di sini selamanya ,hahaha" monyet itu pun kembali terbahak seakan ada hal yang lucu


"kek ,pegang tangan ku erat , siluman itu tidak akan membiarkan salah satu dari kita keluar dari tempat ini meski aku bersedia menukar diriku " bisik ku pada kakek


"tapi kakek takut kamu kenapa-kenapa nak ,kamu masih muda ,hidup mu masih panjang ,biarkan saja kakek tetap di sini ,mungkin sudah takdir kakek menjadi tumbal keserakahan manusia " ucap kakek lirih


"tidak kek , seperti yang aku ucap kan tadi ,mereka tak akan membiarkan salah satu dari kita pergi ,jadi kita harus bisa pergi dari tempat ini ,apapun yang terjadi kakek jangan pernah melepas pegangan tangan kakek , Allah selalu bersama kita kek ,ayo kakek jangan menyerah ,kakek harus ingat pada nenek ,mama ,om Ifel,om Febry dan cucu-cucu kakek yang pasti akan sedih jika kakek tiada , apalagi sebentar lagi kakek akan dapet cucu baru dari om Ifel,apa kakek tidak mau melihat dan menggendong nya " bujuk ku agar kakek tak menyerah dengan keadaan,om Ifel memang sudah menikah dua tahun yang lalu dan istri nya tengah mengandung .


"iya kamu benar ,kakek juga tak mau berada di tempat ini " ucap kakek lalu mengeratkan pegangan tangan nya


"hahaha.....kalian fikir kalian bisa pergi dari tempat ini ?" seru monyet putih itu seraya menggeram


"kek baca surah apapun yang kakek ingat ,ucap kan itu dengan lantang " seru ku


Aku pun lantas melantunkan ayat-ayat Al Qur'an,mulai dari Al Fatihah, An-Nas,hingga ayat kursi dan beberapa doa lain nya .


"huaaa.......siapa kamu sebenarnya ....?" teriak monyet putih itu,sedangkan monyet-monyet yang lain nya sudah terkapar dan mengepulkan asap


"laahaula walaaquwwata Illa billah......." lirih ku


"ayo kek kita pergi " ajak ku ,tapi karena rantai yang mengikat kakek membuat pergerakan kakek terbatas , apalagi ada karung yang berisi tanah membuat kakek kesusahan berjalan


"Allahu Akbar....." aku menarik rantai itu sekuat tenaga hingga ada satu ekor monyet yang tadi kulihat tengah termenung mendekat dan menggigit rantai itu hingga putus


"terima kasih " ucap ku


"kamu sudah besar ya " ucap monyet itu ,suara nya terdengar seperti suara perempuan


"tidak ada waktu untuk menjawab ,kalian harus segera pergi dari tempat ini,ayo ikuti aku " monyet itu pun berlari ke arah berlawanan dari arah ku masuk


awal nya aku ragu namun monyet itu meyakinkan ku agar aku percaya pada nya


"kita ikuti saja monyet itu ,kakek lihat monyet itu berbeda dengan monyet-monyet lain nya ,dia lebih banyak membantu para tawanan daripada menyiksa " tutur kakek


Aku melihat kembali monyet itu dan menganggukan kepala


"cepat sebelum raja monyet itu datang dan menangkap kalian " seru nya seraya melompat ke depan


Aku dan kakek pun lantas mengikuti nya dengan kakek yang tak pernah melepas pegangan tangan kami .


"mau lari kemana kalian ?" seru siluman monyet mengejar ku


"cepat " teriak monyet di depan


selangkah lagi kami berhasil melewati batas wilayah siluman monyet akan tetapi monyet putih itu berhasil mengejar kami dan berdiri tepat di depan ku dan kakek .


Kedua tangan nya terulur hendak menyentuh ku ,namun monyet yang tadi menolong ku segera menyerang monyet putih yang katanya raja siluman monyet.


"kurang ajar berani kau melawan ku hah....kamu itu harusnya berterima kasih padaku sebab aku sudah memberikan apa yang orangtua mu ingin kan ,dan kamu hendak melawan ku suami mu sendiri" teriak nya nyalang


"sebenar nya aku tak sudi di peristri oleh siluman monyet jelek macam mu , aku hanya korban keserakahan orangtua ku ,aku juga ingin bebas dari tempat ini ,kau fikir aku mau tinggal di tempat terkutuk ini , jika kau ingin marah marah sana sama orangtua ku ,aku sudah capek hidup seperti ini " ujar monyet yang membantu ku


"hahaha.....apa kau tak memikirkan lagi konsekuensi nya jika kau keluar dari tempat ini?"


"orang tua mu harus membayar mahal atas perbuatan mu, kau pun akan mati karena sebenarnya raga mu sudah membusuk "tutur monyet putih itu lagi


"tak masalah , lebih baik aku mati daripada harus menjadi monyet jadi-jadian seperti ini ,minggir lah ,biarkan mereka pergi ,mereka tak salah apapun , orang tua ku yang salah ,maka kejarlah mereka ,karena orang yang paling pantas menjadi budak mu adalah mereka ,perjanjian mu dengan kedua orang tua ku sudah berakhir " tutur monyet itu lagi

__ADS_1


"hm....baiklah jika itu yang sudah jadi keputusan mu , kalian pergilah , lagipula sepertinya kau bukan manusia sembarangan ,selama ini tak pernah ada manusia yang berhasil melumpuhkan kekuatan ku tapi kamu ....dengan mudah nya membuat energi ku habis , tapi.... ingat satu hal jika kalian kembali menginjakan kaki di tempat ku lagi ,maka aku tak akan pernah melepaskan kalian " ucap monyet putih itu akhirnya


"ayo kalian ikuti aku....."


Aku pun tak menyia-nyiakan kesempatan ini ,bersama kakek aku berjalan mengikuti monyet yang menolongku melewati portal pembatas .


Sekeluar nya aku dari kawasan siluman monyet , seluruh warga desa ghaib sudah menunggu ku .


"akhirnya kamu bisa keluar dengan selamat ,apa kah ini kakek mu?" tanya kakek tetua desa


"iya kek , Alhamdulillah aku bisa menemukan kakek ku ,berkat bantuan kakek dan warga desa ini , terima kasih sudah membantu ku " ucap ku tulus


"hm...cepatlah waktu kalian tak banyak , mereka sudah menunggu mu" ucap kakek itu menujuk dua sosok makhluk halus mereka Buto dan siluman ular yang ku tolong waktu itu .


"terima kasih sekali lagi kek , assalamualaikum...." pamit ku


Aku pun bersama kakek di iringi seekor monyet berjalan menghampiri dua sosok makhluk halus itu


"jadi kalian sengaja datang menjemput ku?" tanya ku setelah berada di hadapan mereka


"iya , kami membantu menjaga portal penghubung antara alam manusia dan alam ghaib agar tetap terbuka ,karena waktu mu hampir habis " jawab Nagin


"baiklah terima kasih " ucap ku lagi


"cepat lah " seru Buto


Aku, kakek dan monyet yg menolong ku pun berjalan menuju lubang hitam yang sama saat aku tersedot tadi .


**


Aku membuka mata saat cahaya lampu mengenai mata ku .Hal pertama yang ku lihat adalah langit-langit berwarna putih ,meski masih samar penglihatan ku aku bisa mengenali jika aku berada di rumah sakit .


"Alhamdulillah...." lirih ku saat aku sadar jika aku sudah kembali ke dunia ku ,tapi seketika aku teringat kakek ,aku pun dengan cepat beranjak dari tempat tidur ku .


"Alhamdulillah....Gibran ....kamu sudah sadar nak ,sudah dua hari kamu pingsan,kamu membuat kami semua khawatir saja " ucap nenek


"dua hari?" ulang ku


"ehehehehe....... akhirnya pulang juga ehehehehe....." ucap nek Wewe


"iya nak...." sambung mama


"mama bangga pada mu " ucap mama seraya menyentuh pipi ku


"terus kakek nya mana?" tanya ku karena saat aku menengok samping tempat tidur kakek sudah kosong


"kakek di sini"


"kenapa kamu baru bangun ,kakek saja sudah bangun dari dua jam yang lalu ?" tanya kakek yang baru masuk ke ruangan dengan kursi roda yang di dorong papa


"aku sempat nyasar kek , gara-gara kak Resti malah ngajak aku muter-muter dulu" ucap ku


"Resti.....siapa?" tanya semua nya


"pacar kamu? bukan nya pacar mu nama nya Aranta ,kamu selingkuh?" celetuk om Febry


"eh apa an om ,siapa juga yang punya pacar , lagian Aranta bukan pacar ku kok " sangkal ku cepat


"terus siapa Resti?" tanya om Febry lagi


"siapa pun itu sekarang kak Resti sudah tenang di alam nya saat ini " ujar ku


"nih ponsel mu dari kemarin bunyi terus , ada yang khawatir sama kamu ,makanya jadi orang tuh jangan bikin anak orang khawatir " ucap om Ifel seraya menyerahkan ponsel ku


"apa sih om ,gak jelas " gumam ku


saat aku melihat layar ponsel aku tercenung melihat nama yang tertera dilayar ponsel .

__ADS_1


"sejak kapan aku menyimpan nomor ponsel nya?".......


***


__ADS_2