The INDIGO

The INDIGO
Tertinggal


__ADS_3

Sinar matahari hangat menembus jendela kamar milik pria tampan bernama Adnan Gibran Gifhari ,pria bertubuh kekar dan atletis itu sudah membuka gorden kamar nya sedari subuh dan itu sudah menjadi kebiasaan nya.


Pria yang akrab dipanggil Gibran itu pun lantas berpakaian olahraga ,ia hendak lari berkeliling kompleks ,tentu nya ia pun tak sendirian ,ada kuntilanak merah ,pocong ,juga Wewe gombel yang ikut serta,hanya si genderuwo saja yang tak ikut.


"kamu mau joging nak?" tanya Nuri yang melihat anak nya berjalan menuruni tangga


"iya ma ,sebentar saja kok buat melenturkan otot,sudah lama aku gak joging " sahut nya


"ya sudah tapi kamu ingat kan jam delapan kita ke rumah sakit jemput Aranta ?" tanya Nuri kembali memastikan anak nya tak lupa


"iya mama...aku ingat kok ya sudah aku pergi dulu ,by ma.... assalamualaikum"


"waalaikum salam....." Nuri pun hanya tersenyum melihat putra sulung nya berlalu


"tak terasa ya waktu berjalan begitu cepat ,perasaan baru kemarin aku melahirkan nya sekarang dia sudah tumbuh jadi pemuda tampan dan keren , alhamdulillah soleh juga " lirih nya pelan


"ngelihatin apa sih ?" tegur Rifki seraya mengecup pipi istrinya


"itu loh mas.....Gibran " ucap Nuri ambigu


"Gibran.... kenapa dengan anak itu?" tanya nya


"mm...maksud ku aku gak nyangka saja sekarang aku sudah punya dua anak ,mereka sudah tumbuh besar sekarang ,Gibran yang tumbuh jadi pemuda tampan juga Soleh ,begitupun Ari ,ia pun tumbuh jadi gadis cantik , insyaallah juga solehah meski ia masih enggan mengenakan hijab ,tapi sejauh ini Ari juga tak pernah melakukan hal-hal yang menyimpang yang merugikan diri dan orang banyak ,kecuali....." ucapan Nuri menggantung kata-kata nya


"kecuali apa ?" tanya Rifki


"kelakuan nya yang menuruni papa nya " lanjut Nuri dengan nada ketus namun terlihat lucu di mata Rifki


"kelakuan yang mana?" tanya Rifki berlagak tak tahu


"ya ...yang mana lagi kalau bukan playboy,kamu tuh ih bikin aku kesel aja,kenapa aku mau ya sama playboy kaya kamu " Nuri pun beranjak menuju dapur ,Dewi yang memperhatikan mereka dari depan kamar nya pun tersenyum melihat nya


"biar playboy gini tapi kamu cinta kan?" ujar Rifki membuntuti Nuri


"entahlah " jawab Nuri cuek


"loh kok entahlah sih ,kamu cinta kan sama aku?" tanya Rifki merasa tak puas akan jawaban Nuri


"dulu sih iya ,tapi sekarang enggak " Nuri tersenyum sambil memunggungi Rifki sambil menyiapkan piring dan beberapa makanan untuk sarapan ,meskipun di sana sudah ada pembantu namun Nuri tetap ingin terjun langsung ke dapur ,para pembantu pun undur diri karena merasa tak enak melihat dua majikan nya ,mereka takut baper karena pasutri itu tak ayal membuat para pembantu merasa iri dengan keharmonisan dan kemesraan nya.


"jadi sekarang kamu sudah tak cinta pada ku?" tanya Rifki berubah sendu


"iya,tapi aku ralat deh" Nuri pun berbalik menghadap suaminya


"aku malah....tambah ...tambah ... tambah ....cinta kamu mas ,bohong kalau aku bilang udah gak cinta ,justru sebaliknya ,jangan pernah ninggalin aku lagi ya mas kalau pun maut memisahkan kita aku ingin kita pergi sama-sama ,aku tak ingin sendirian " Nuri meraih kedua tangan Rifki


"jangan bicara tentang itu ,kasihan anak-anak,umur kita masih panjang ,banyak yang harus kita lalui bersama anak-anak ,jujur mas juga gak mau ninggalin kamu juga anak-anak tapi kalau sudah takdir nya mau gimana lagi ,kalau aku harus pergi duluan kamu harus tetap kuat untuk ku dan anak-anak" Rifki lalu memeluk Nuri yang malah jadi terisak


"katanya jangan dibahas tapi kamu bahas juga ...gimana sih" lirih Nuri


"hahaha....iya maaf sayang aku kebawa suasana,ya sudah lupakan yang tadi ,ayo aku bantu siapin sarapan " ucap Rifki seraya menghapus air mata istri nya


Sementara Nuri dan Rifki menyiapkan sarapan pagi mereka , Gibran yang tengah beristirahat di sebuah taman komplek sembari meregangkan otot-otot nya pun melirik pada sosok yang semalam ia lihat.


"ngapain jongkok di situ bang,pindah sana udah penuh tuh ?" tanya Gibran seraya bergurau dalam hati ,karena bagaimana pun ada beberapa orang di sana yang juga sama tengah beristirahat setelah olahraga,apalagi kaum hawa yang juga berada di sana turut mencuri pandang pada Gibran.


"enak saja kamu fikir aku lagi buang tokai apa" kesal hantu itu kemudian ia bangkit dan menghampiri Gibran


"sudah kuduga kamu bisa melihat ku " ucap hantu itu lagi


"emang mau ngapain bang?"

__ADS_1


"mau minta tolong " sahut nya


"sudah ku duga "gumam Gibran


Gibran pun melihat masa lalu hantu tersebut


Rupanya sebelum meninggal pria bernama Harun itu merupakan atlet renang yang hendak mengikuti kejuaraan tingkat nasional ,akan tetapi sebelum acara itu di gelar Harun malah terkena kecelakaan saat hendak berangkat menuju bandara ,hingga mengharuskan nya dilarikan ke rumah sakit ,namun karena ia terluka dalam yang cukup parah ia pun meninggal setelah satu malam di rawat di rumah sakit.


"jadi maksud mu kamu ingin minta tolong dibuatkan perlombaan renang antar sesama hantu gitu,kamu masih penasaran karena belum bisa mengikuti lomba renang ?" tanya Gibran yang langsung tahu apa maksud dan keinginan hantu bernama Harun itu


"iya ,kok kamu sudah tahu ,aku kan belum cerita ?" tanya nya


"Gibran gitu loh hihihihi......" ucap Lasmi


"se..se..set......"


"setan....kamu juga setan khikhikhikhi...." seru Lasmi lagi


Hantu Harun itu pun berpindah ke punggung Gibran ,nampak nya ia ketakutan saat melihat sosok kuntilanak merah itu apalagi ada sosok Wewe gombel dan pocong juga di sana


"jangan takut ,mereka itu teman-teman ku " ucap Gibran


"hah....teman...kok bisa manusia berteman dengan hantu?"


"ya bisa lah ,ya sudah kalau gitu nanti malam aku siapin perlombaan renang nya ,biar kamu bisa langsung tenang tak gentayangan lagi ,sekarang aku mau pulang " Gibran pun langsung pergi ,meninggalkan beberapa pasang mata kaum hawa yang menatap terpesona pada nya


"yah....dia balik ...kita balik juga yuk "


"ya sudah sih kita pulang saja ,ngapain lama-lama di sini orang nya juga udah pergi tuh "


"iya ,tapi aku tuh masih penasaran tahu gak sama si Adnan, masa gak ada satupun yang bisa narik perhatian nya sih ,padahal kurang apa coba kita ,cantik iya ,pintar juga ,tajir apalagi ,tapi kaya nya susah banget nyari perhatian nya ,pernah ya gw pura-pura jatuh gitu depan rumah nya dia tuh ada lagi nyuci mobil nya eh dia malah cuek saja"


"hus jangan sembarangan ngomong lo ,gw tuh pernah lihat dia masuk rumah nya bareng cewek cantik pula ,gw fikir sih itu adik nya si Ari tapi setelah gw telaah lagi dia bukan adik nya ,masa adik nya berhijab ,si Ari kan gak pake hijab "


"saudara jauh nya kali"


"bisa jadi dia pacar nya "


"yaaahh....patah tulang dong gw "


"patah hati keles....lo mah lebay banget"


Ketiga gadis tersebut pun malah asyik membicarakan Gibran tanpa mereka sadari jika sedari tadi ada sosok kuntilanak merah yaitu Lasmi yang turut bersama mereka,Lasmi cukup banyak mendengar obrolan mereka ,kuntilanak itu pun berniat mengerjai ke tiga gadis itu.


Dengan niat nya Lasmi mengikat tali sepatu mereka dengan saling terikat satu sama lain hingga saat ketiga nya bangkit dan hendak berjalan ketiga nya langsung terjatuh bersamaan


bruuuuk


"khikhikhikhi.....emang enak siapa suruh gibahin Gibran khikhikhikhi....." kuntilanak itu pun langsung melayang menyusul Gibran


Sementara di rumah sakit


Aranta yang tengah menunggu dokter visit pun sudah selesai mandi dan sarapan ,ia berharap hari ini ia sudah benar-benar diperbolehkan pulang ,sebab ia merasa dirinya baik-baik saja bahkan infus nya pun sudah dilepas


"dokter nya kok lama banget sih ma " keluh Aranta


"sabar nak ,mungkin sebentar lagi" sahut Thalia


Tak lama pintu pun terbuka ,mereka fikir itu dokter namun rupanya Gibran dan Nuri , sementara Rifki ia tak ikut sebab hari ini ia harus pergi ke luar kota ,Rifki pun menitip salam dan maaf karena tidak bisa ikut menjemput Aranta


"assalamualaikum...." ucap Gibran dan Nuri berbarengan

__ADS_1


"waalaikum salam..." sahut Aranta dan Thalia


"kalian rupanya ,kirain dokter " ucap Thalia


"sudah tak sabar pengen pulang ya" ujar Nuri


"tau tuh Aranta dari tadi gelisah terus nungguin dokter " sahut Thalia


"ada apa dengan dokter nya ?" tanya Gibran tiba-tiba


"kenapa memang nya ?" tanya Aranta balik


"kamu nungguin dokter nya emang mau apa?" tanya Gibran yang malah salah fokus


"kamu cemburu?" goda Aranta


"gak " sangkal Gibran


"masa sih "goda Aranta lagi


Sedangkan kedua mama nya hanya saling lirik sambil tersenyum


tiba-tiba pintu kembali terbuka


Seorang dokter laki-laki paruh baya masuk ke ruangan bersama seorang suster


"selamat pagi ..." sapa dokter itu ramah


"selamat pagi dokter " sahut Aranta ramah pula ,ia melirik pada Gibran yang sudah memalingkan muka ,mungkin ia merasa malu karena sudah cemburu pada dokter


"kita periksa lagi ya , untuk memastikan sudah boleh pulang atau belum,kalau hasil nya bagus kamu boleh pulang " ucap dokter itu


Aranta pun berbaring dan menurut saat dokter memeriksa nya


"tekanan darah nya bagus ,detak jantung normal ,kondisi nya sudah bagus dan sehat ,kamu sudah boleh pulang hari ini juga " ucap dokter tersebut, dokter itu sebenar nya merasa bingung dengan kondisi pasien nya ,karena saat pertama kali di periksa pun kondisi Aranta sehat dan baik-baik saja , ia berfikir pasien nya ini hanya pingsan biasa.


"makasih dokter " ucap Aranta senang


"kalau begitu saya permisi ,mari..." dokter itu pun pamit berama suster untuk pergi memeriksa pasien lain


"kamu kenapa?" tanya Aranta pada Gibran


"gak kenapa-kenapa,ya sudah kan dokter sudah bilang kamu sudah boleh pulang ,ayo kita pulang sekarang " ajak Gibran seraya mengangkat tas yang berisi baju ganti Aranta bersama barang-barang lain nya


"ya ampun Adnan kalau lagi cemburu lucu juga ,tapi kaya nya dia malu deh" batin Aranta


Administrasi pun sudah selesai di lakukan oleh Thalia sebelum kedatangan Gibran dan Nuri ,jadi mereka tinggal pulang saja.


Akan tetapi saat berjalan di koridor lagi-lagi sosok hantu tanpa kepala kembali muncul


Nuri , Gibran,dan Aranta saling lirik sementara Thalia yang gak bisa melihat hanya berjalan santai


"ya ampun...." seru Thalia tiba-tiba menghentikan langkah nya


"kenapa ma?" tanya Aranta


"papa mu ketinggalan " Thalia pun kembali ke ruangan rawat Aranta ,sebab tadi Seno mengeluhkan sakit di perut nya , Seno pun pergi ke kamar mandi namun tak kunjung keluar sampai Gibran juga dokter masuk


"loh....mereka kemana...tadi kaya nya aku denger suara Gibran deh...." ucap Seno setelah ia keluar dari kamar mandi


***

__ADS_1


__ADS_2