
Siang ini aku bersama Riswan dan Wisnu berencana pergi mengunjungi basecamp sepulang sekolah namun Aranta memaksa untuk ikut , meski sudah ku larang ,kenapa aku melarang nya karena kami bertiga laki-laki hanya dia sendiri perempuan nya ,apalagi di sana kebanyakan para laki-laki yang mengurusi rumah itu.
"ayo lah Adnan .... boleh ya aku ikut.... aku janji gak bakal ngerepotin kamu atau pun yang lain " minta nya dengan mengatupkan kedua tangan di depan d*da nya .
"ya udah sih biarin aja jarang-jarang kan ada cewek di basecamp,lumayan lah kalau kita lapar kan minimal ada yang masakin " celetuk Wisnu
"ih enak aja ,emang nya aku tukang masak apa, eh tapi gak apa-apa deh yang penting aku bisa ikut dengan kalian ,ya....boleh ya ....please...." ucap nya lagi
"heeeeehhh.....ya sudah deh iya " ucap ku akhirnya
"yeee....makasih Adnan ....." seru nya seraya menggerakkan tubuh nya ke kiri ke kanan ,mirip seperti anak TK yang hendak di bawa rekreasi .
"tapi ngomong-ngomong itu punggung tangan kak Wisnu kenapa gak di lepas-lepas plester nya ,perasaan dari pertama lihat kakak tangan kakak udah gitu ,masa luka nya tak sembuh-sembuh ?" tanya Aranta yang mengarah pada punggung tangan Wisnu
Benar juga ya , aku juga sempat bingung karena punggung tangan nya selalu pakai plester dari pertama bertemu ,tapi aku tak ingin ambil pusing , mungkin memang luka nya tak kunjung sembuh atau apa entah lah ,aku tak ingin terlalu kepo juga
"oh...ini.... biasa lah....kena luka bakar saat membakar sampah karena tak hati-hati jadi kena api deh ,tapi ternyata bekas nya tak hilang jadi ya .....begini aku tutup dengan plester " jawab nya
"oh.... gitu..." sahut Aranta namun ekspresi wajah nya tiba-tiba terlihat gelisah
"Aranta ....kamu sakit? wajah mu pucat "tanya Riswan
"enggak ,aku gak apa-apa, ya udah ayok katanya mau pergi ke basecamp ,aku ingin tahu seperti apa basecamp kalian " ucap Aranta
"ya udah kalau gitu aku jalan duluan ,kalian ngikut dari belakang , jangan sampai putar balik " ucap Wisnu seraya berjalan menuju motor nya yang masih terparkir di parkir khusus motor
"ayo....katanya mau ikut " seru ku pada Aranta yang malah jadi terdiam dengan pandangan mengarah pada Wisnu
"eugh...i...iya ..." sahut nya lalu mengikuti ku menuju mobil
Di jalan Aranta tak seperti biasanya yang paling banyak bicara dan nantinya ada Riswan yang jadi lawan bicara nya sedangkan aku hanya menyimak ,tak jarang aku menyumpal lubang telinga ku dengan headset bluetooth yang tersambung dengan ponsel ku,aku lebih tertarik mendengar kan lantunan ayat suci Al-Quran daripada mendengar ocehan mereka .
Entah kenapa aku jadi sering melirik Aranta ,sebab aku merasa aneh saat melihat nya diam begitu ,ia terlihat gelisah dengan terus meremas jemari nya sendiri sesekali ia pun menarik nafas panjang.
"hihihihi....." suara Riswan yang cekikikan sendiri dengan pandangan terarah pada ponsel nya ,membuat ku menoleh ,rupanya dia tengah menonton video tiktok , kembali aku melihat Aranta yang malah terlihat semakin gelisah ,tangan nya gemetar dan meraih sesuatu dari dalam tas nya , ponsel nya berbunyi, sepertinya ada pesan yang masuk ,ia mengusap wajah nya setelah membuka pesan tersebut .
"gawat Adnan...." ia menoleh kan wajah nya pada ku
"gawat kenapa ?" tanya ku
"papa baru saja memberi pesan ,mereka sudah menemukan ku ,bagaimana ini Adnan ,aku takut " ucap nya dengan suara bergetar
"apa.... astaghfirullaahal'aziim.....lalu sekarang kita harus bagaimana ?" tanya Riswan yang segera mematikan ponsel nya setelah mendengar ucapan Aranta
"kita langsung pulang ke rumah " ucap ku
"tapi ,bagaimana dengan Wisnu ?" tanya Riswan
"biar aku yang hubungi jika kita tak jadi ke basecamp " ucap ku lagi
"eh tunggu....ini... bukan jalan menuju basecamp kan?" tanya Riswan memperhatikan sekitar
"iya juga ya " ucap ku ,jalan ini begitu sepi tak ada rumah sama sekali ,di sisi kiri kanan di tumbuhi pohon ,entah pohon apa yang pasti sepertinya kita masuk kawasan hutan ,semakin lama jalanan semakin gelap karena rimbun nya pepohonan yang menghalangi cahaya matahari .
"mang.... kenapa kita ke jalan ini, ini bukan jalan yang seharusnya ,tolong putar balik ya mang?" pinta ku pada mang Ujang ,namun tak ada sahutan dari nya .
"mang...mamang salah jalan ,cepat putar balik " ucap ku lagi
__ADS_1
"maaf tapi aku bukan orang yang kamu maksud" ucap seseorang yang duduk di balik kemudi ,suaranya berbeda dengan suara mang Ujang ,tapi ....pakaian nya sama persis seperti pakaian yang mang Ujang pakai tadi pagi .
"astaga ....kenapa aku sampai tak memperhatikan nya " ucap Aranta melihat pada supir di depan dengan punggung yang sudah menempel di pintu mobil ,ia menghadap supir itu
"siapa kamu, untuk apa kamu menyamar sebagai mang Ujang ,dan kemana mang Ujang ?" tanya ku
"hahaha........supir itu mungkin sudah tidur untuk selama nya ,dan kalian berdua jika ingin selamat maka serahkan wanita ini pada ku ,jika tidak kalian akan bernasib sama dengan supir itu" orang itu tergelak
"jangan katakan jika kamu sudah membunuh mang Ujang?" tanya Riswan terkejut
"jika sesuatu terjadi pada mang Ujang , kamu akan tahu sendiri akibat nya " ucap ku menahan geram
"hahahaha.....anak remaja seperti kalian memang nya bisa apa "
"tolong....lepas kan aku dan teman-teman ku,jangan sakiti kami" ucap Aranta
"tak semudah itu nona cantik , kami sudah lama mencari mu setelah dapat masa aku lepas begitu saja,lagipula sudah sekian lama kami menunggu kebangkitan raja kami ,raja semesta alam ,raja kedamaian yang akan memberikan apapun yang aku dan kelompok ku ingin kan " ucap nya
"kalian musyrik ,tidak ada raja semesta alam selain Allah SWT, Dia lah Raja sesungguhnya,kalian salah jika menganggap iblis sebagai raja yang patut kamu dan kelompok mu puja , Allah lah yang seharusnya kalian sembah "ucap ku
"persetan dengan Tuhan mu itu ,Tuhan mu itu tak dapat mengabulkan permintaan ku ,sedangkan raja semesta alam yang kau sebut iblis dia bisa memberikan ku harta ,jabatan, awet muda ,dan apapun yang ku ingin kan hahaha....."
"astaghfirullaahal'aziim..... bertobat lah sebelum terlambat , Allah Maha Pemurah lagi Maha Penyayang dan Pengampun "
"DIAAAAMMM...... atau ku lempar kau ke luar sana " teriak nya seraya menambah kecepatan laju mobil nya
Kami bertiga berpegangan kuat pada pegangan pintu , terlihat raut cemas dari Aranta apalagi Riswan ,wajah nya pun sudah pucat pasi dengan keringat yang membanjiri wajah nya .
"Allahu Akbar..... Allaahu Akbar....." batin ku bertakbir
"Ya Allah lindungi lah kami " lirih ku ,aku pun lantas membaca ayat kursi seperti yang pernah di ucapkan ustadz Yusuf ,jika aku sedang dalam masalah maka berdoa lah pada Allah dengan membaca ayat kursi
Ckiiiiittt
BRUUKK
Tubuh ku terhuyung ke depan,untung saja sabuk pengaman ku sudah terpasang hingga aku berhasil terhindar dari benturan,namun Riswan tubuhnya terbentur belakang kursi yang diduduki Aranta , sedangkan Aranta juga terbentur dashboard .
"aauucchh....." Aranta meringis memegangi kening nya
Allah keningnya berdarah
terlihat darah segar mengalir dari kening nya ,tak banyak namun tentu saja membuat nya kesakitan hingga ia meringis
"kurang ajar ,siapa yang meletakan batang pohon di jalanan ?" pekik orang yang menyamar sebagai mang Ujang
"nek Wewe" batin ku
"ehehehehe........."
Tiba-tiba mobil pun mesin nya mendadak mati ,membuat orang itu memukul setir mobil sebagai luapan rasa kesal nya .
Orang itu kemudian keluar dan membuka pintu dimana Aranta berada ,aku pun segera keluar saat orang itu berusaha menarik Aranta .
"ehehehehe....berani nya kamu membuat cucu-cucu ku terluka seperti ini,rasakan ini ehehehehe......." nek Wewe menarik laki-laki itu hingga ia terkejut karena ada yang menarik nya namun tak ia temukan pelaku nya .
Kemudian nek Wewe melempar laki-laki itu hingga nyangkut di cabang pohon paling tinggi dimana di cabang pohon itu tengah berada sosok kuntilanak tengah bertengger .
__ADS_1
"huaaaa..........kenapa ini.......huaaa.... tolooooong......" laki-laki itu memeluk cabang pohon nya dengan erat
"ehehehehe...........itu untuk mu ehehehehe...."
terlihat sosok kuntilanak itu mengacungkan jempol nya dengan tawa cekikikan nya yang khas
Aku pun bergegas menuju pada Aranta yang masih meringis menahan sakit
"kamu tak apa-apa?" tanya ku , ia menggeleng, aku pun segera merogoh saku celana ku ,lalu mengikat kepalanya dengan sapu tangan milik ku ,beruntung ukuran sapu tangan nya agak besar hingga bisa melingkarkan nya pada kepala Aranta ,semoga saja dengan begini darah nya tak banyak yang keluar
Aku beralih pada Riswan yang sudah tak sadarkan diri
"Wan....Riswan .....,bangun ....Riswan ....." aku menepuk-nepuk pipi nya hingga akhirnya ia sadar juga
"uuh....apa yang sudah terjadi ....ini dimana kok gelap ,apa udah malam ?" tanya nya
"malam?" aku mengerutkan kening
"ini masih siang kok" ucap ku lagi
"tapi kok gelap ?" tanya nya lagi dengan nada panik
"seriusan ,jangan becanda deh " seru ku
"enggak ,mana mungkin aku becanda " ucap nya semakin panik
"Ya Allah.....kita ke rumah sakit" ucap ku,dengan cepat aku pun menutup pintu nya lalu berputar dan duduk di kursi kemudi
"kamu bisa nyetir ?" tanya Aranta menatap ku sayu
"tenang aja meskipun aku belum punya SIM tapi aku sudah bisa nyetir" ucap ku
mesin mobil sudah hidup kembali , perlahan aku mulai melajukan mobil memutar balik .
perasaan ku sungguh kacau saat ini ,melihat Aranta yang seperti sangat kesakitan terlihat ia terus meringis dengan mata terpejam ,di tambah kondisi Riswan juga yang makin membuat ku kalut , tak mungkin Riswan kehilangan penglihatan nya ,Ya Allah jangan sampai itu terjadi .
Hingga akhirnya aku bisa keluar juga dari jalan hutan itu ,aku pun segera mengambil jalan arah rumah sakit terdekat
"nek Wewe....cepat kasih tahu mama ,jika aku menuju rumah sakit " ucap ku membatin
"ehehehehe......segera dilaksanakan cu.... ehehehehe......" suara nya terngiang di telinga meski sosok nya tak ada
Hingga beberapa saat kemudian aku sampai di rumah sakit ,segera ku panggil petugas rumah sakit untuk segera membawa Aranta dan Riswan ,dengan cekatan para petugas medis membawa Aranta dan Riswan ke ruang IGD ,sedangkan aku diminta menunggu .
"Ya Allah.....jangan sampai terjadi sesuatu pada mereka ,terutama Riswan " lirih ku dalam hati
"astaghfirullaahal'aziim......." lama aku menunggu dokter keluar hingga hati terus saja mengucap istighfar untuk menenangkan hati ,hingga mama dan papa datang bersama paman Haris ,mereka berlari ke arah ku
"Gibran ....apa yang terjadi nak ,kenapa Riswan dan Aranta bisa masuk rumah sakit ?" tanya mama sangat mengkhawatirkan mereka
baru saja aku hendak membuka suara ,pintu terbuka dan menampilkan dokter dengan raut wajah yang sulit diartikan .
"dokter bagaimana keadaan anak kami ?" tanya mama ,papa dan paman Haris bersamaan
dokter nampak menghela nafas dan menatap satu persatu dari kami ,kami yang penasaran bercampur khawatir bertambah gusar mana kala episode nya harus bersambung dan mau tidak mau harus menunggu esok hari.
Jangan maraaaaahhhhh......!!!
__ADS_1
***